Di ruang hampa
Saat ini tubuh Adrian sedang perlahan-lahan di lahap oleh benda kecil yang membawanya. Setelah melahap semua tubuhnya, benda kecil itu hanya menyisakan jiwanya.
Lalu benda kecil itu melesat ke arah jiwa milik Adrian.
Ruang Spiritual Adrian
Saat ini terlihat Yueyin yang telah bergabung dengan Sistem melihat ke arah seluruh Ruang Jiwa Adrian.
“Inikah pemilik baru Sistem?” Yueyin menatap keseluruhan ingatan tentang Adrian.
Yueyin menghela nafas karena Sistem terlempar ke dunia yang sangat lemah. Namun, ia tidak bisa lagi mencampuri semua yang ada tentang pemakaian Sistem dengan pemilik barunya.
“Sepertinya terowongan spasial ini membawa kami ke dunia lain.” Gumam Yueyin. Ia tentu saja bisa merasakan dunia tempatnya berasal.
Yueyin menatap jiwa Adrian lagi lalu menggelengkan kepalanya. “Aku berharap kita bisa bertemu suatu hari nanti. Aku tidak bisa menghubungimu saat ini. Aku hanya menjadi pendukung untuk Sistem. Suatu hari nanti, kita akan bertemu jika kau mampu mencapai puncak.”
Setelah mengatakan itu, Yueyin di sedot kembali ke dalam Sistem untuk menyempurnakan Sistem.
Lalu Sistem kemudian bergabung dengan jiwa Adrian.
Waktu terus berlalu
Jiwa Adrian yang di baluti oleh energi aneh memasuki sebuah dunia. Dia sama sekali tidak menyadari apa yang sedang terjadi.
Gumpalan cahaya yang merupakan jiwa Adrian memasuki tubuh seseorang anak yang terlihat berusia 13 tahun.
Anak itu belum lama tewas sehingga Sistem membawanya ke tubuh anak tersebut.
Tubuh anak yang belum lama tewas tersebut bergetar selama sedetik karena jiwa Adrian masuk ke tubuhnya.
[Ding!]
[Sistem menemukan tubuh untuk Host baru]
[Ding!]
[Memulai Sistem dari awal]
[Ding!]
[Sisa poin 2.000]
[Ding!]
[Menganalisis dunia]
[Ding!]
[Mulai menganalisis]
[1%.. 20%.. 77%.. 100%]
[Analisis selesai. Sistem mendeteksi Qi dalam jumlah kecil]
[Ding]
[Sistem mendeteksi kerusakan]
[Ding!]
[Host disarankan melakukan perbaikan]
[Ding!]
[Pemulihan otomatis dilakukan tanpa persetujuan Host]
[Ding!]
[Memulai proses penyembuhan]
[1% - 2% - 3% - 4%...]
Adrian sama sekali tidak menyadari semua itu karena dia masih tidak sadar. Saat ini ia sedang berada di sebuah peti mati. Beberapa jam kemudian, dia tersadar dari tidurnya.
Ia melihat sekeliling dengan heran karena di dalam sangat gelap dan pengap.
“Di mana ini?” Tanya Adrian penasaran karena tempat itu sangat gelap.
Karena merasa sangat sulit bergerak, ia akhirnya memukul ke arah depan sekuat tenaga.
Bang!
Bang!
Bang!
Crak!
Lubang perlahan terbentuk karena peti mati tersebut sangatlah lapuk. Namun, Adrian terkejut karena melihat tanah perlahan masuk. Dia buru-buru menghancurkan kayu lapuk itu di sebelah bawah. Setelah hancur sepenuhnya, tanah mulai turun kembali.
Adrian langsung mulai merangkak sedikit demi sedikit dan menggali tanah di atasnya. Ia telah membuat spekulasi tentang tempat dia berada saat ini adalah sebuah peti mati. Dia merasa merinding membayangkan dirinya di kubur hidup-hidup.
Setelah menggali ke atas, Adrian tidak menyangka luang kuburan untuknya akan sangat dangkal. Ketika melihat cahaya, ia merasa seperti di surga dan juga karena menghirup udara yang lumayan segar.
Namun, ketika dia keluar dari lubang kuburannya, Adrian sangat terkejut melihat sekelilingnya.
Dia saat ini sedang berada di sebuah bukit kecil yang lumayan tandus. Dari atas bukit, sejauh mata memandang hanya dataran yang sangat luas. Beberapa binatang besar terlihat sedang berkeliaran di dataran bebatuan tersebut.
“Di mana ini?” Adrian gugup seketika karena tidak tau dia berada di mana saat ini.
Lalu dia melihat ke batu nisan kuburannya. Dia awalnya bingung karena tidak pernah melihat tulisan tersebut. Namun karena Sistem, pengetahuan tentang bahasa secara otomatis di ketahui olehnya.
“Tempat peristirahatan adik kecil tercinta, Yi Yun.” Adrian membacakan kalimat tersebut dan terkejut dengan pengucapannya sendiri.
“Di mana ini?” Adrian semakin gugup karena tidak tau harus berkata apa. Dia mencoba untuk menenangkan dirinya.
Dia mengingat kembali tentang benda kecil aneh yang menyedot darahnya lalu dia tidak sadarkan diri.
”Ini pasti berhubungan dengan benda kecil itu.” Adrian melihat sekeliling lagi. Dia ingin pergi dari lokasi tersebut untuk mencari seseorang agar mengetahui di mana dia berada saat ini.
Namun langkah kakinya terhenti saat di kejauhan ada seseorang yang sedang mendekat ke arahnya. Adrian melihat ke arah seseorang yang sedang mendekat. Dia melihat seorang wanita yang terlihat berumur 15-16 tahun yang sedang membawa sebuah keranjang kecil di tangannya.
Wanita itu memiliki paras cantik dengan rambut hitam sepanjang tengah punggungnya. Namun, dia terlihat biasa saja karena pakaiannya yang terlihat lusuh. Dan lainnya, wanita itu tidak memakai sendal dan hanya berjalan dengan kaki telanjang.
Ketika wanita itu mendekat, dia terkejut dan menjatuhkan keranjang di tangannya yang berisi berbeda bunga.
”Yun'er..” Bisik wanita itu sambil meneteskan air matanya.
Adrian bingung dan melihat sekelilingnya dengan siapa wanita itu berbicara. Namun hanya dia individu lain saat ini yang sedang berada di sana selain wanita tersebut. Dengan kata lain, panggilan itu merujuk dirinya sendiri.
Wanita itu langsung berlari ke arah Adrian lalu langsung memeluknya sambil menangis. “Syukurlah kau masih hidup. Aku kira aku akan hidup sendirian..” Isak wanita tersebut.
Adrian bingung awalnya kenapa wanita itu memeluknya. Namun dia merasa ada yang aneh karena tinggi wanita yang terlihat berumur 15-16 tahun tersebut lebih tinggi dari dirinya sendiri.
Dengan gugup di melihat ke arah tangannya yang terlihat lebih kecil dari sebelumnya. Dia langsung meraba-raba tubuhnya sendiri. Adrian sangat terkejut bahwa tubuhnya yang sempurna sekarang sangat kurus kering.
Adrian sekarang mengerti bahwa Yi Yun tersebut adalah dirinya. Dan yang membuatnya tidak mengerti, bagaimana kejadian itu bisa terjadi.
“Apa aku berada di tubuh orang lain saat ini? Bagaimana bisa? Siapa wanita ini? Di mana ini?” Batin Adrian. Dia ketakutan sekarang memikirkan semua itu.
Namun dia menenangkan dirinya sendiri perlahan-lahan. Dia tidak tega mendorong wanita yang memeluknya yang kemungkinan adalah kakak dari pemilik tubuh yang ditempatinya saat ini.
Adrian adalah seorang yang sangat cerdas walaupun sangat malas. Bisa di katakan IQ miliknya sangatlah tinggi namun tidak pernah dipergunakan olehnya selama hidup.
Wanita itu perlahan melepaskan pelukannya dan membelai wajah Adrian dengan senyum kebahagiaan.
“Anuuu, kau siapa?” Tanya Adrian yang membuat wanita itu membeku.
Namun wanita itu tenang kembali sambil mengelus bagian kiri kepala Adrian yang membuatnya meringis kesakitan.
“Kau sepertinya kehilangan ingatan. Maafkan kakak oke, seharusnya kakak menjagamu lebih baik.”
“Aku saudarimu Yan Chenyu. Dan kau Yi Yun.” Yan Chenyu berkata dengan nada sedikit sedih yang membuat Adrian tidak tau harus apa.
Namun satu yang Adrian tau saat ini bahwa hidupnya akan berubah drastis semenjak dia akan menjadi anak yang bernama Yi Yun.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 461 Episodes
Comments
MATADEWA
Lanjut....
2024-11-20
0
system
kasian keluarga si Adrian tiba2 anaknya ngilang gitu aja🤦♂️🤦♂️🤦♂️
2024-05-27
1
shadow life
top
2023-11-17
0