NovelToon NovelToon
Listen, My Love You Are My Whole Life (GxG, Lesbian)

Listen, My Love You Are My Whole Life (GxG, Lesbian)

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter / Posesif
Popularitas:700
Nilai: 5
Nama Author: as2357zzjdj

Cerita ini mengisahkan tentang dua wanita (GxG, Lesbian ) jangan di baca kalau tidak suka, skip saja... 🥰🥰

Eli Sharafina seorang gadis berusia 18 tahun, dengan sifat rendah hati, ceria dan baik. ia memiliki Sahabat yang sangat baik yaitu Cherly Angeline seusianya dari keluarga orang kaya, Dengan sifat pendiam, baik dan datar.

Saat Eli dengan sahabat baiknya, Cherly. di sekolah yang sama kehidupan mereka berdua terasa baik-baik saja. Tidak ada yang membuat mereka pecah dengan orang ketiga. namun saat kelulusan sekolah sudah selesai. Eli dapat kabar bahwa Cherly akan pergi keluar negeri untuk melanjutkan sekolahnya masuk kuliah universitas kedokteran. setelah dapat kabar itu, kehidupan Eli terasa kosong, hampa dan kesepian, tidak ada ketawa ceria, bercanda dan kebersamaan.

5 tahun kemudian saat Eli usia 23 tahun di kaget kan berita heboh di televisi, ia terkejut melihat sahabatnya, Cherly. bertunangan dengan seorang pria pilihan ayahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5 Dengarkanlah sayang hidupku hanya kamu

Saat ingin kembali ke tempat kerjanya,

"Semoga saja si tera udah pergi". Ucap Eli melangkah menghampiri meja kerjanya tanpa Eli tahu Tera masih berdiri menunggu, saat melihat kedepan" Waduhhh... " Eli pun terkejut

"Ikut aku sekarang..! ". Minta tera melangkah jalan

   Eli pun menghela nafas pasrah sepertinya akan kena tegur, ia melangkah jalan mengikuti tera

   Di ruang kantor tera

" Kenapa kamu tidak bereskan berkas yang aku kasih!? ". Tanya tera duduk di kursi depan meja dengan nada tegas.

    Eli berdiri terdiam menghadap tera dengan menudukan kepala

" Maaf... lupa.. ".

" Lupa...!? lupa apa lagi asyik melihat kisah sahabat tercinta mu itu... berhenti main-main kamu".

"Iya.. ".

" Pokoknya, aku tidak mau tau.. hari ini juga kamu harus bereskan... harus beres!!! ". Tegas tera.

" iya... ".

" Sana pergi! ".

" Iya... ". Eli pun berbalik melangkah jalan keluar

*****

*****

*****

     Malam tiba setelah selesai menyelesaikan perkerjaannya, kini ia pun pulang di malam hari, dengan suasana gelap di jalan membuat Eli merinding ketakutan, apa lagi tidak ada mobil taksi yang lewat, Eli terus menunggu mencari mobil taksi yang lewat namun tak kunjung ada, membuat dirinya gelisah ketakutan apa lagi sekarang ini ia sendirian di pinggir jalan yang sepi___

"Iihhhihhh kemana sih mobilnya... mereka tidak butuh uang gitu... ".rengek Kesal Eli

     Lama menunggu mobil taksi datang, Namun Tidak ada satupun mobil yang lewat ia pun terpaksa memutuskan berjalan kaki di pinggir jalan walaupun sebenarnya ketakutan. takut ada hantu atau ketemu orang-orang jahat. Eli bergegas berjalan cepat sambil melihat sekeliling sekitar semakin ia takut semakin seluruh tubuhnya merasakan merinding dingin.

"Ihhh ihhh... takut... ". Saat Eli berlari ketakutan ia pun membelok dan___.seketika dirinya pun berhenti ketakutan melihat tiga pri menakutkan dengan gaya pakaian perma seluruh tubuhnya mereka banyak tato di mana-mana.

   Mereka bertiga berlahan mendekat pada Eli. Eli pun mulai panik melangkah mundur pelan menghindar dari mereka bertiga.

"Ada cewek cantik nih... ". Senyum nafsu pria yang mendekat

" Mau apa.. aku teriak nih... ya...! ".

" Tangkap dia!!. "

   Sontak Eli terkejut langsung berbalik bergegas berlari kencang saat menyebrang jalan.

"Aaargghhh!!! " Eli kaget mobil datang menghampiri

Kit.... suara rem ban mobil

Tid.... Suara klakson mobil

Bung

    Eli pun tertabrak tercengang dan terpental jatuh tergeletak di bawah aspal jalan hingga kepalanya pun berdarah hingga Eli pingsan tidak sadar kan diri

   Tiga pria yang mengejar Eli pun seketika terkejut melihatnya, mereka bertiga pun mundur melarikan diri.

   Seorang pria dari dalam mobil yang menabrak Eli bergegas keluar dengan panik

******

******

******

*Di rumah sakit *

     seorang dokter perempuan dengan memakai masker menutup hidung dan mulutnya terlihat memeriksa kondisi Eli yang terbaring dengan kepalanya di perban. tatapan matanya terlihat datar seperti mengenali Eli. Setelah ia periksa keadaan Eli

"Kalau pasiennya sudah membaik langsung temui saya. " Mintanya pada suster di samping dirinya yang sedang pegang catatan pemeriksaan.

    Dokter melangkah jalan keluar.

Di luar pintu tampak ibunya Eli yaitu Esta dengan ekpresi gelisah khawatir yang kini menunggu dokter keluar dari ruang IGD. Dokter pun keluar dari dalam pintu. Esta bergegas mendekat dengan panik.

"Dok... gimana keadaan putri saya??, apa dia baik-baik saja???.. atau lukanya parah". Ucap esta panik

   Seorang Dokter melepaskan masker lebih dulu, dan ternyata yang memeriksa Eli tidak lain adalah Cherly seorang dokter spesialis penyakit luar.

" Tenang.. ibu... putri ibu... baik-baik saja... lukanya tidak terlalu parah.. saat ini belum sadar dari pingsannya. kita tunggu saja berkembangnya iya.. " Jawabnya senyum tipis

"Boleh saya masuk? ". minta izin esta

" iya.. boleh ibu.. silahkan ". Cherly mempersilahkan ibunya Eli masuk

    Kemudian beberapa jam Eli mulai sadar berlahan membuka matanya melihat sekeliling,

" Eli.. ". sahut esta tersenyum senang melihat putrinya mulai sadar.

" Ibu.. ". Rintih Eli merasakan berat di Kepalanya.

" Sebentar ibu panggil dokter dulu ". Pamit esta melangkah keluar.

   Eli merasakan berat tangan kanan pegang kepala sakit yang di perban.

   Tidak lama Cherly datang dengan memakai masker di wajahnya bersama suster dan Esta. Cherly bergegas memeriksa keadaan Eli, periksa mata mengunakan senter kusus dan periksa bagian dada mengunakan (stetoskop) untuk mendengarkan suara nafas dan detik jantung Eli.

"Apa ada keluhan...? ". tanya Cherly

   Eli menggeleng Kepala dengan pelan

"hanya kepala ku terasa berat dan pusing". Jawab Eli

    Setelah Cherly periksa

" Ok, ibu... putri ibu baik-baik saja. ini hanya gejala efek kebentur keras.. wajar saja kepalanya pasti pusing. tapi nanti juga akan reda... cepat sembuh.. ". Ucap Cherly melangkah jalan keluar.

    Esta melangkah mendekat duduk di kursi samping putrinya yang terbaring lemas

" Kenapa aku ada di rumah sakit!? ". Tanya Eli heran.

"kamu mengalamin kecelakaan, ketabrak mobil untungnya orang itu mau bertanggung jawab bawa kamu ke rumah sakit. ibu dapat informasi dari pihak rumah sakit.. langsung ibu kesinii memastikan keadaan kamu". ujarnya

" ohh iya.. aku baru ingat ".

    Kemudian beberapa hari di rumah sakit kini akhirnya Eli di perbolehkan untuk pulang, jujur saja Eli tidak suka ada di rumah sakit apa lagi kalau malam, rasanya semakin takut saja.

   Eli dan esta melangkah jalan di lorong rumah sakit bergandeng

"Lain kali kalau mau pulang jangan malam-malam. ibu tidak mau kayak gini lagi". Ucap esta berjalan bersama dengan putrinya

" iya... ibu.. ".

" ohh iya... Eli.. kamu tahu tidak yang meriksa kamu itu dokter Cherly sahabat masa sekolah mu itu, ternyata dia hebat iya... ".

    Eli terkejut mendengarnya langsung berhenti melangkah terdiam sejenak

" Cherly!? ".

" Iya... Cherly.. sekarang dia dokter spesialis luar.. cantik, kaya, dokter dan pemilik rumah sakit ini... ibu kagum padanya tidak heran dia sangat populer ".

    Mendengar cerita dari ibunya membuat Eli heran setahu Eli Cherly lebih suka main piano. dan ingin jadi terkenal kenapa sekarang jadi dokter jauh sekali keinginan Cherly.

" Eli.. ". esta menggoyang kan tubuh putrinya yang melamun

"ah... Eh.. iya... ibu... eh... ibu pulang duluan iya... mau temui Cherly dulu". Senyum manis Eli

   Esta hanya menghela nafas panjang" ya sudah hati-hati iya". Ucapnya melangkah jalan pergi

"Dah.. dah... ibu.. ". Senyum Eli langsung berubah datar setelah ibunya pergi.

   Eli melangkah jalan mencari Cherly. Ia terus mencari keberadaan Cherly di lorong rumah sakit terus ia telusuri. walaupun banyaknya orang-orang sakit dan suster di lorong.

" Dimana Cherly itu. apa aku tanya saja sama suster ". Eli memutuskan menghampiri suster yang sedang merawat seorang anak kecil duduk di kursi tunggu.

" Sus.. maaf boleh aku tanya? ".

" Iya.. ".

" Dokter Cherly ruangnya di mana, atau dianya ada di mana? ".

" Oh. lurus saja dari sini kamu akan ketemu ruangan pintu spesialis luar ".

" ok, Terimakasih Sus".

"iya sama-sama". setelah mendapatkan informasi Eli pun melangkah jalan mencari pintu ruang spesialis luar.

1
Renjana
awalnya mulai berteman, tapi siapa sangka...
hai kak, mampir juga di novelku ya,😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!