NovelToon NovelToon
Gadis Barbar Kesayangan Ketos Dingin

Gadis Barbar Kesayangan Ketos Dingin

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Ketos / Tamat
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Desty Haris Wahyuni

kalau adaa yang salah atau enggk nyambung ceritanyaa maapp yaaaahhh soalnya baru pertama bikin cerita kayak ginii (⁠◠⁠‿⁠◕⁠)


Siapa sangka gadis yang berisik, ceroboh, dan selalu bikin keributan itu justru jadi satu-satunya yang bisa meluluhkan hati ketua osis paling dingin, cuek, dan ditakuti seantero sekolah?


Dari yang saling tak suka, jadi tak bisa terpisahkan. Ini kisah gadis barbar yang mencuri hati ketos dingin yang tak pernah tersenyum pada siapa pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desty Haris Wahyuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JANJI, TAWA, DAN RAHASIA YANG TERSIMPAN.

Mata gue terkunci pada tatapan Arkananta Danendra. Di ruang tamu yang tenang itu, dua keluarga tersenyum ramah — tapi jantung gue tetap berdegup tak tenang.

Daddy Daffa menatap kami bergantian. "Tidak perlu pesta besar. Kalian kenal dulu, perlahan. Kesepakatan ini milik kalian — pesta ini privat, sampai kalian berdua siap buat mengumumkan nya."

gue menghela napas lega. Tak ada sorotan, tak ada penilaian. Hanya kami.

Arka menoleh, suaranya rendah tegas:

"Aluna, gue menerima ini bukan karena mereka. Tapi karena gue ingin. Hubungan kita milik kita sendiri."

Tangan kami bersentuhan sebentar. Janji itu terucap lembut, hanya untuk kami berdua.

╞═════𖠁𐂃𖠁═════╡╞═════𖠁𐂃𖠁═════╡

SKIPPP.

Beberapa hari berlalu, dan gue akhirnya mengenal teman-teman dekat Arka — mereka satu sekolah, satu angkatan, dan ternyata… sama hebohnya dengan gue! 😂

Ada Raka — yang mulutnya nggak pernah diam, tiap ngomong bikin orang ngakak sampai perut sakit. Sama Dito — yang tingkahnya kadang bikin muka panas sendiri, tapi hatinya tulus banget. Mereka kelihatan sopan di depan orang lain, tapi begitu Arka datang… langsung heboh!

"Wih, Bos! Udah resmi jadi milik gadis berisik nih!" seru Raka sambil melingkung lengannya ke bahu Arka. "Hati-hati kena tertular sifat barbarnya ya!"

gue melotot, langsung menonjok pelan lengan Raka. "Hei! Bilang siapa barbar?! Aku itu ceria! Penuh semangat!" 😤

Dito tertawa ngakak sampai membungkuk. "Iya iya, ceria yang bikin meja goyang kalau ketawa! Kami tahu kok!"

Arka cuma geleng-geleng kepala, tapi sudut bibirnya terangkat senyum — senyum yang makin sering muncul belakangan ini. Dia diam saja, biarkan teman-temannya bercanda, sesekali balas menatap gue dengan tatapan yang… beda.

Tapi di balik tawa itu, ada sesuatu yang tak terucap.

Saat mereka sibuk ngobrol, gue melihat sekilas — Raka dan Dito melirik Arka sebentar, seolah ada pesan tanpa kata. Arka mengangguk pelan, tatapannya berubah sejenak — lebih tajam, lebih serius. Lalu kembali seperti biasa secepat kilat, seolah tak ada apa-apa.

gue tak bertanya. Itu bukan hak gue — belum. Tapi gue tahu: di balik wajah tenangnya, ada rahasia yang hanya dia dan teman-teman nya yang tahu. Ke mana mereka pergi saat matahari terbenam? Apa yang mereka lakukan di jalan sepi itu? Dia tak pernah cerita, dan gue tak pernah memaksa. Itu rahasianya — miliknya seorang.

Dan gue pun punya rahasia sendiri.

Sore itu di kantin, gue berkumpul dengan Sasa dan Bela — teman-teman yang paling paham sifat gue selama ini.

"Gimana rasanya jadi tunangan ketua OSIS yang dingin?" goda Sasa sambil menyikut pelan lenganku.

gue tertawa, lalu suara gue turun pelan. "Dia baik banget… tapi kadang gue merasa dia menyembunyikan sesuatu."

Bela menatapku lembut. "Mungkin belum waktunya, Luna. Kasih dia waktu."

Lalu gue bercerita — tentang ketakutan gue, tentang perasaan gue yang kadang takut tak cukup baik buat dia, tentang hal-hal yang gue takutkan tapi tak pernah gue katakan pada siapa pun, bahkan pada Arka.

gue tersenyum. tentang keraguan gue, tentang betapa gue takut kehilangan dia sebelum benar-benar memilikinya — itu milik gue.

"dan sekali milik gue tetap milik gue dan gue enggak mau berbagi sama siapa pun itu."

 

Namun tak semua orang ikut bahagia.

Saat kami berjalan berempat — gue, Arka, Raka, Dito — Kirana lewat di depan kami. Tatapannya menatap gue tajam, dingin, penuh kebencian yang tak disembunyikan. Dia tak bicara, cuma melirik sekilas ke arah Arka, lalu pergi.

Suasana hening sejenak.

"Jangan dipikirin," bisik Arka pelan di samping gue, tangannya menyentuh punggung tanganku sebentar.

gue hanya mengangguk, meski di dalam dada ada yang mengganjal.

Di sekolah, kami tetap tak memamerkan apa-apa. Cuma tatapan yang lebih lama, senyum yang khusus, kehadiran yang selalu ada — diam-diam, untuk kami saja.

Rahasia-rahasia itu masih tersimpan: milik Arka dan dunianya, milik gue dan ketakutan gue. Entah kapan akan terungkap. Tapi satu hal yang gue tahu — kami mulai melangkah, membawa semuanya bersama-sama.

 

okay guys cukup sampai sini dulu yahhh, JANGAN LUPA BUAT VOTE, LIKE, SUBSCRIBE YAHH GUYS JUGA JANGAN LUPA BUAT KOMEN NANTI AKU MASUKIN SARAN KALIAN SEMUA, MAKASIH YANG UDAH BACA CERITA AKU SEMOGA CERITA AKU RAME AMEEENNN. ❀(⸝⸝•ᴗ•⸝⸝)❀

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!