Novel ini bergenre horor komedi yang menghibur meski horor. Cinta bisa tumbuh kapan saja dan pada siapa saja. Termasuk cinta Mbak Kunti kepada Nurdin, bestienya yang notabene-nya manusia. Karena patah hati, Mbak Kunti pindah ke daerah lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Lubi Channel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AKIBAT SALAH SERVER (35)
Penulis: Linda Lubi
Kalau saja tidak ada jimat di lehernya, mungkin Mbak Kunti bisa memberontak dan membunuh Mbak Suroso yang jahat itu. Jangan dipikir kuntilanak tidak bisa membunuh. Apalagi untuk orang sejahat dan setamak itu.
Aksi ke-tidak berdayaan Mbak Kunti untuk melepaskan diri, digunakan untuk membegal para pria yang melintas jalan di mana Mbak Kunti harus beraksi.
Mbak Kunti merampok kendaraan dan tas para korban baik pria maupun wanita. Untuk korban wanita, Mbak Kunti terpaksa menyihir mereka dalam posisi tidur. Sebab Mbak Kunti lebih takut kepada wanita dari pada pria.
Wanita lebih ganas dan mengerikan. Mbak Kunti takut tak sanggup menghadapi kenyataan. Ras terkuat di muka bumi itu sangat jarang ingin Mbak Kunti jumpai. Ia takut dijambak, dicakar bahkan digigit. Serem.
Orang-orang yang ia begal langsung dibuang ke tengah hutan sebagai tumbal Mbah Suroso. Kendaraan baik berupa mobil atau motor, dijual ke penadah dengan harga murah. Kata Mbah Suroso tak masalah yang penting kendaraan-kendaraan itu laku dan bisa membuatnya kaya.
Bang Codet, si penadah dengan gesit merubah warna dan plat yang palsu untuk dijual lagi. Entah bagaimana caranya ia membuat STNK dan BPKB palsu. Kerjanya sangat rapi.
Tak ada yang tahu nama asli Bang Codet. Karena ia punya parut dan bekas luka di wajahnya, jadi orang-orang manggil Bang Codet.
Jika ingat kisah masa lalu dengan Mbah Suroso, rasanya Mbak Kunti ingin menangis. Betapa banyak dosa-dosa yang ia lakukan karena menjadi budak Mbah Suroso.
Suatu saat ia akan mencari tahu ending dari kehidupan Mbah Suroso. Aki-aki kok bukan tobat. Sana, banyak-banyak berzikir. Jangan malah bikin dosa dan men-zolimin orang lain.
Mbak Kunti beruntung banget bisa ketemu Nurdin, manusia baik dan tertampan di kampungnya. Tidak merokok, tidak judi, tidak minum dan tidak main perempuan. Klop. Sempurna. Meski sebenarnya Nurdin lemah. Mudah sedih dan mudah kasihan.
Sementara Abang Kunti ingin keramas. Sejak di tempat baru, ia cuma menyelundup mandi di rumah warga sekitar. Nggak ada shampo-nya yang harganya jutaan. Pada pake shampo biasa. Bahkan meski dari luar kelihatannya orang kaya, malah shampo-nya shampo saset.
Aku pikir kaya beneran. Shampo-nya pake yang saset. Saat tuan rumah lagi pergi sama anak istrinya naik mobil Pajero hitam. Setelah mandi dan keramas, ia jadi lapar. Abang Kunti mengambil nasi di rice cooker. Begitu ia buka tudung sajinya, lauk pauknya tidak sesuai ekspektasinya.
Lauknya cuma tempe goreng, ikan asin, telur ceplok dan sayurnya cuma direbus. Nggak ada sambalnya. Hemat banget lauk pauknya. Apa anak-anaknya doyan? Padahal mobilnya Pajero loh.
Abang Kunti jadi nggak selera. Ia membuka isi kulkas. Yang ada cuma nugget. Nggak ada ayam apalagi ikan mahal.
Abang Kunti mulai menggoreng dengan adegan cepat. Nuget 1 bungkus sudah tergoreng. Abang Kunti mencari saos dan kecap. Mana saosnya merek yang biasa dipake tukang bakso. Mana enak dipakai untuk makan nuget.
Nggak ada pilihan. Akhirnya ia makan juga nugetnya. Sambil makan sambil berpikir. Semuanya di luar nurul. Orang kaya makannya kok menderita begini ya? Masih mendingan makanan keluarga sederhana tak jauh dari rumah pohonnya.
Suaminya cuma gojek. Istrinya sering bantu tetangga jika dibutuhkan. Bukan tiap hari pun. Anak-anaknya pulangnya sore.
Abang Kunti sering mandi di sana jika nggak ada orang. Begitu mau makan, selalu ada masakan ayam gonta ganti menu, ada ikan, seafod dan sayur-sayurnya digulai atau ditumis. Nggak ada yang cuma direbus.
Ini jadi filosofi hidup bagi Abang Kunti. Jangan pernah melihat seseorang itu hanya dari cover-nya saja.