Entah apa yang Alice pikirkan, sungguh dia sadar dengan apa yang dia perbuat dan bahkan tau seluruh dunia dan alam semesta pun menentangnya.
Tapi Alice tidak peduli, karena hatinya selalu tenggelam dalam cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERPISAHAN
" sedang apa kalian disini ? "
Mereka berdua menoleh ke arah suara itu dan ternyata itu Noctis yang keluar dari balik pepohonan.
Alfar tersenyum.
" oohh ternyata adik ku tersayang.. "
Noctis justru memandangnya dengan penuh amarah.
Noctis membenci Alfar.. tapi Alfar justru sangat sayang pada adiknya sesungguhnya mereka hanyalah korban dari kedua orang tuannya.
Noctis langsung menggandeng tangan Alice dan menariknya dari belenggu Alfar.
" bukankah sudah ku bilang jangan pernah dekati dia " ucap Noctis dengan menatap tajam ke arah Alice.
Alice tidak menjawabnya.
" ikut aku.. "
Dia menarik tangan Alice pergi dan berjalan menjauh Alice menoleh pada Alfar, dia hanya tersenyum.
Noctis menarik Alice hendak masuk ke rumah lagi, ketika di halaman rumah tiba-tiba ada yang datang.
Dhuuuuaaarrr !!!
Hal yang Alice takuti akhirnya terjadi juga.
" Cloud.. !! "
Cloud turun dari langit dengan seketika Alice merasakan ketakutan yang luar biasa, matanya melotot, Noctis bisa merasakan ketakutan Alice.
" Noctis.. lepas.. lepaskan aku.. "
Tanpa menghiraukan omongan Alice Noctis justru mempererat genggamannya.
" Noctis kau tidak mengerti.. !! "
Alice sangat panik tapi dia tetap diam saja.
" Noctis!! ku mohon lepaskan aku.. kau sebaiknya pergi dari sini.. !! ku mohon.. "
" tenanglah.. "
Alice menatap Noctis dengan air matanya yang mengalir.
Cloud memandang mereka berdua, dia dengan wujud iblisnya wajahnya menunjukan jika dia benar- benar marah.
" ciiihhh.. jadi kau pemilik Alice sebelumnya.. ??! "
Dengan lantang Noctis bicara dengan Cloud.
Apa yang dia pikirkan..?? seharusnya dia tau jika dia tidak sebanding dengannya.. !!
Cloud diam saja.
" sekarang dia adalah milik ku dan apapun yang terjadi aku tidak akan melepaskannya "
Langit seketika gelap dan cuaca menjadi suram.
Ini.. ini.. sama seperti dulu.. kedatangan raja iblis!
Noctis kaget dengan langit yang tiba- tiba berubah gelap itu lalu baru dia menyadari.
" Waaah ternyata di hadapanku ini adalah raja iblis.. hemm pantas saja auramu luar biasa.. "
Noctis berubah ke wujud iblisnya dan pertarungan pun tak terhindari.
" kalian berdua sudah hentikan.. !! "
Kenapa.. kenapa...!! aku tidak tega jika Noctis harus terbunuh tapi Cloud dia tidak akan mungkin melepaskan dia, apa yang harus aku lakukan ??
Duukk!!
Noctis terjatuh mulutnya mengeluarkan darah Cloud menghampirinya, dia benar- benar akan membunuhnya.
Dengan cepat Alice merangkul tangan Cloud mencegah serangannya.
" Cloud sudah hentikan jangan bunuh dia, aku ku mohon "
Cloud menatap Alice dengan tajam sementara dia memandangnya dengan wajah memelas.
Cloud menjadi sedikit lebih tenang, Noctis berusaha untuk berdiri dia memandang mereka berdua.
" Noctis.. ku mohon berhentilah, aku tau kau kesepian, tapi ini salah... aku tidak bisa.. aku mencintai Cloud dan maaf aku tidak bisa bersama mu "
Wajah Noctis berubah jadi sedih.
" apa kau benar- benar mencintai dia ?? "
" iyaa.. maafkan aku.. "
Noctis memandang mereka berdua dengan air mata yang mengalir.
" apa aku tidak bisa mendapat kesempatan ?? pertama aku kenal denganmu aku seperti bersama ibu ku lagi, Alice tolong jangan tinggalkan aku.. aku kesepian "
Suaranya memelas.
" cinta tidak bisa di paksa Noctis... "
Dengan raut sedih.
" baiklah.. aku mengerti, aku tidak akan mengganggu kalian lagi.. "
Entah mengapa hatiku sedih tapi bagaimana pun aku tidak bisa bersamanya.
Noctis tertunduk.
Lalu tiba-tiba tanpa mereka sadari Alfar datang dari atas mengeluarkan bola sihirnya hendak menyerang Cloud.
" kakak tidak... !!!! "
Dengan cepat Noctis tiba- tiba menghadang serangan Alfar.
" Noctis ... !!! "
Dhuuuuaaarrr.. !!
Mata Alice melotot melihat kejadian itu begitu juga Alfar, Noctis terjatuh sayapnya patah sebagian dan badannya terbakar.
Alice berlari menghampiri dia begitupun Alfar yang sangat panik.
" Noctis.. " air mata Alice mengalir deras.
" kenapa.. kenapa... kau menghadangnya.. ?? " ucap Alfar dengan sangat sedih.
Alfar menangis dia tidak menyangka adiknya berbuat seperti itu, dia bahkan sangat kaget karena tidak sengaja melukai adik yang dia sayangi.
Dengan lemah Noctis membelai wajah Alice.
" Alice.. terimakasih, walau sesaat kau sudah beri aku kesempatan merasakan apa itu cinta.. "
Noctis tersenyum.
Tiba- tiba dalam tangannya yang memegang wajah Alice keluar cahaya kuning emas, Alice tidak tau apa yang dia lakukan dia hanya menangis sangat kencang.
" Noctis... " wajah Alfar sangat sedih.
" kakak.. maaf aku sudah jadi adik yang buruk untuk mu "
Alfar menggenggam tangan Noctis.
" aku menyayangimu. "
" maaf.... Maafkan kakak Noctis" ucap Alfar tersedu-sedu.
" aku sudah menantikan saat-saat ini, akhirnya aku bisa menyusul ayah dan ibu "
Noctis melirik ke arah Alice.
" boleh aku minta 1 permintaan ?? "
Alice mengangguk.
" kelak namakan anakmu sama sepertiku "
Darah terus mengalir dari mulut Noctis tapi dia tetap tersenyum.
" kalian berbahagialah.. "
Alice tau dia sangat kesakitan dan akhirnya Noctis pergi untuk selamanya.
" Noctis... !!!! tidak !!! "
" tidak... !!! "
Mereka menjerit dan menangis.
wkwkwkwk
maap aku gemer halu