NovelToon NovelToon
Milik Sang Iblis Sisilia

Milik Sang Iblis Sisilia

Status: tamat
Genre:Romantis / Mafia / CEO / Tamat
Popularitas:508
Nilai: 5
Nama Author: Kakamy

Andrea hanya gadis yatim piatu yang hidup menumpang di rumah bibinya, dijadikan pembantu, dihina, dan diajari untuk tidak berharap apa pun. Sampai suatu malam di Catania, tatapan seorang pria mengubah segalanya.

Fabrizio Lutero, Don mafia Sisilia yang dijuluki Sang Iblis, bisa membuat musuhnya memohon mati hanya dengan satu perintah. Tidak ada yang berani menolak, tidak ada yang berani melawan. Namun di depan gadis kecil bermata ketakutan itu, pria paling dingin di Sisilia justru kehilangan kendali.

Dia menginginkannya. Dia akan menjaganya. Dan siapa pun yang berani menyentuhnya akan menyesal pernah dilahirkan.

Tapi dunia Fabrizio berlumuran darah, penuh pengkhianat, dan musuh yang mengintai dari balik bayang-bayang. Bisakah Andrea bertahan di sisi pria yang memilikinya sepenuhnya, dan menjadi ratu di dunia yang tak kenal ampun?

Posesif. Berbahaya. Panas. Dan tak ada jalan keluar.

"Dia milikku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kakamy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33

K.O sangat cemas dan mempertaruhkan segalanya pada sang "teman" ini. Ia mengemasi semua barangnya, mengetik perintah di notebook-nya yang akan menghapus seluruh berkas dalam beberapa menit, menyiapkan ranselnya dengan semua keperluan, lalu keluar dari hotel tempatnya menginap lewat pintu darurat.

Fabrizio sudah tahu lokasinya. Ia menyuruh anak buahnya mengikuti K.O, sementara ia sendiri memantau lewat kamera jarak jauh, karena tidak mau menempatkan timnya dan tempat persembunyian dalam risiko. Fabrizio melihat K.O keluar lewat pintu belakang hotel dan mencuri sebuah mobil. Di tengah jalan K.O berganti mobil, lalu berganti lagi dua kali. K.O juga tidak mau mengambil risiko dibuntuti.

Ketika K.O tiba di lokasi, Fabrizio menunggunya di dalam van hitam yang dipasangi kamera di semua sisi. K.O mendekat, dan saat hendak mengetuk pintu van, ia disergap dari belakang dan kepalanya ditutup kantong hitam. Anak buah Fabrizio memasukkannya ke van dan membawanya ke tempat persembunyian. Setibanya di sana, kantong itu dibuka, dan K.O berusaha membiasakan matanya dengan cahaya saat Fabrizio mendekat dan berkata,

"Halo, K.O. Senang bertemu denganmu. Namaku Fabrizio."

"Senang bertemu, Fabrizio. Kamu yang bicara denganku di telepon tadi?"

"Ya."

"Jangan salah paham, Tuan Fabrizio. Aku sangat berterima kasih karena kamu menyelamatkan adikku, dan aku tidak bermaksud tidak tahu terima kasih, tapi bolehkah aku melihatnya?"

"Ikuti aku."

Mereka berjalan beberapa detik dan berhenti di depan sebuah pintu. Fabrizio membukanya, dan K.O melihat adiknya di samping seorang wanita muda, menonton TV sambil makan popcorn. Begitu melihat K.O, Matilde melompat dari tempat tidur sambil berteriak,

"Sayangku..."

"Sayangku..."

Keduanya berpelukan dan menangis, bertahan seperti itu beberapa menit. Tiba-tiba Matilde melepaskan diri dari kakaknya dan menghampiri Fabrizio. Ia menatap pria itu seolah meminta agar dia berjongkok. Fabrizio berjongkok, dan Matilde memeluknya erat.

"Terima kasih banyak sudah menepati janjimu."

"Aku tidak bisa mengingkarinya. Kamu membuatku janji kelingking."

Keduanya tertawa. K.O, yang menyaksikan semua itu, berjalan menghampiri Fabrizio dan berkata,

"Aku akan berterima kasih selamanya atas apa yang kamu lakukan untuk adik kecilku, dan aku akan setia padamu, mengikutimu ke mana pun."

"Aku senang mendapat kesetiaanmu, tapi kamu tidak perlu mengikutiku. Seperti kataku, kamu mendapat perlindunganku, dan sebagai gantinya kamu bekerja untukku dari mana pun kamu berada. Kemampuanmu memungkinkan itu. Sekarang aku ingin kamu beristirahat bersama adikmu. Kalian aman di sini, dan besok kita bicara."

"Siap, Bos."

Fabrizio keluar dari ruangan, meninggalkan K.O bersama adik kecilnya. Ia pergi ke ruang pemantau dan memberi tahu Lucas bahwa K.O akan bermalam di tempat persembunyian dan mereka tidak boleh diganggu. Fabrizio tahu betul Lucas penggemar K.O dan kemampuannya. Lucas kecewa dengan perintah itu, tetapi tidak berani membantah.

Fabrizio melihat jam, sudah pukul 00.30. Ia memberi tahu bahwa ia pulang, lalu mengambil jalan ke rumah.

Begitu tiba di rumah, Fabrizio berhadapan dengan Solange, dan dari wajah wanita itu pasti telah terjadi sesuatu.

"Ada apa, Solange? Kenapa wajahmu begitu?"

"Tuan, bisakah ikut saya, kalau berkenan."

Fabrizio mengikuti Sol, tapi sama sekali tidak tahu apa yang terjadi. Begitu mereka masuk ke ruang makan, dada Fabrizio terasa sesak, dan sebuah kilasan melintas di kepalanya.

"Inilah alasan wajah saya begini! Maafkan kelancangan saya, tapi apakah Tuan menganggap pantas memperlakukan anak saya seperti ini?"

Fabrizio tidak menjawab. Ia terpukul oleh pemandangan di hadapannya.

"Saya permisi sekarang. Ini urusan Tuan."

Sol pergi, meninggalkan Fabrizio yang masih berdiri di tempat yang sama. Ia diam di sana beberapa menit lagi, lalu melangkah ke meja makan, menarik sebuah kursi, dan memandangi pemandangan itu, tenggelam dalam pikirannya.

Beberapa jam sebelumnya

Andrea duduk menunggu Fabrizio pulang untuk makan malam. Ia melihat jam lagi, pukul 20.45. Perutnya mulai keroncongan, tetapi ia tetap teguh pada keputusannya menunggu tuan rumah. Ia berdiri, pergi ke dapur, minum segelas air, lalu kembali ke ruang makan dan menunggu Fabrizio. Sekitar pukul 21.35 Sol muncul dan berkata,

"Nak, makanlah sedikit lalu tidur. Tuan Fabrizio sepertinya tidak akan pulang. Mungkin ada masalah serius di pekerjaannya yang harus dia urus."

"Bagaimana kalau dia terjebak macet?! Bisa saja, kan? Dia akan pulang dan tidak ada yang menyambutnya. Lagi pula, aku butuh dia menilai menuku."

"Kenapa itu begitu penting bagimu?"

"Tidak penting. Aku cuma menunggunya untuk makan malam."

"Oh, begitu! Aku mau istirahat. Coba makan sesuatu, dan jangan di sini sampai terlalu larut."

"Iya, Sol, selamat istirahat."

Sol mencium kening Andrea lalu pergi tidur.

Kini sendirian, Andrea termenung.

Iya juga ya, kenapa ini begitu penting bagiku?! Jangan-jangan aku jatuh cinta padanya? Tidak, tidak mungkin. Dia cuma baik hati menampungku dan memberiku beberapa baju, dan dia memperlakukanku dengan sangat baik, dan dia menatapku dengan tatapan serigala itu, dan tubuhnya seperti dewa, dan dia tampan seperti dewa Yunani. Andrea menggelengkan kepala seolah ingin mengusir pikirannya.

Ya Tuhan! Jadi aku memang jatuh cinta?! Aku harus memastikannya. Kalau saja ponselku masih ada, aku akan bertanya pada Sara. Dia pasti bisa menjawab.

Andrea melihat jam sekali lagi, pukul 22.25. Ia memutuskan menunggu sampai pukul 23.00, melipat tangan, merebahkan badan di meja, lalu tertidur.

Sekarang

Fabrizio duduk di samping Andrea tanpa tahu harus berbuat apa. Andrea tertelungkup di meja, tidur nyenyak, jadi ia memutuskan menggendongnya ke kamar. Ia sedang menaiki tangga saat Andrea berbicara, masih mengantuk,

"Apakah Tuan suka makanannya?"

Fabrizio berpikir sebentar sebelum menjawab,

"Ya, enak sekali."

Andrea menghela napas lega.

"Syukurlah, aku senang Tuan suka."

Andrea melingkarkan tangannya di leher Fabrizio, meringkuk di dadanya, dan kembali tidur.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!