NovelToon NovelToon
Perfect Billionaire

Perfect Billionaire

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Kantor / One Night Stand / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Anak Genius / Tamat
Popularitas:531.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: sofy adisty

Iblis berwajah tampan. Memiliki sifat kejam namun bisa juga membuat wanita terlena dengannya. Dia Al Deventer Stevenson, orang mengenalnya dengan sebutan Venter.

Pria yang mampu membuat banyak wanita mabuk kepayang namun takut untuk mendekat. Bukan karena mereka pengecut namun mendekati Venter, mereka harus siap menerima resiko.

Baik di permainkan, di perjual belikan bahkan di bunuh jika mereka mengganggu Venter.

Sampai di suatu malam, Venter melakukan hubungan dengan wanita asing namun dapat membuatnya terlena. Sentuhan wanita itu, wajahnya bahkan tubuhnya. Venter jatuh cinta untuk pertama kalinya.

Sialnya, setelah malam itu ia tidak melihat wanita yang sudah ia renggut barang berharga nya. Wanita itu seperti hilang tidak pernah hidup di sekitarnya.

Nama yang terngiang di telinganya yang ia ingat saat malam itu adalah Vee. Entahlah, mungkin nama samaran. Yang pasti Venter akan mendapatkan wanita itu kembali ke pelukannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sofy adisty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30.

Venter dan Vee berdiri saling berhadap-hadapan, saling menggenggam satu sama lain dan tersenyum manis. Para tamu undangan juga menatap dengan hikmat acara ini.

"Al Deventer Stevenson, apakah kamu bersedia menerima Monica Selveena menjadi istrimu dan menerima suka atau pun dukanya? Apakah kamu bersedia menjadi suami yang baik untuk istrimu?" tanya pendeta.

"Aku bersedia," jawab Venter dengan lantang namun hati nya merasa sangat gugup.

"Monica Selveena, apakah kamu bersedia menerima Al Deventer Stevenson menjadi suamimu dan menerima suka atau pun dukanya? Apakah kamu bersedia menjadi istri yang baik untuk suamimu?" tanya pendeta lagi.

"Aku bersedia," jawab Vee dengan mata yang berkaca-kaca.

"Baiklah, dengan ini kalian resmi menjadi sepasang suami istri," ucap pendeta mendapat sambutan tepukan tangan meriah dari para tamu undangan.

"Kiss! Kiss! Kissing her!" teriak Nick. Venter menatap tajam lalu mendengus. Ia pun membuka kain tipis yang menutupi wajah Vee, ia tersenyum manis.

"Sangat cantik," ucap Venter membuat wajah Vee bersemu merah.

Venter menarik tengkuk Vee dan mencium nya tepat pada bibir ranum Vee. Tepukan tangan semakin meriah bahkan Nick berteriak heboh disana.

"Akhirnya sahabatku normal ya tuhan!"

...∆∆∆...

Vee dan Venter duduk di tempat duduk seperti singgasana kerajaan, pesta pernikahan mereka sangat amat mewah dan elegan. Begitu banyak acara di dalamnya.

Venter menggenggam tangan Vee sambil mengusap punggung tangannya. "Kau bahagia honey?" tanyanya.

Vee menoleh lalu mengangguk. "Sangat, terima kasih," ucapnya.

Venter tersenyum manis. "Aku yang harusnya mengatakan terima kasih. terima kasih tetap melahirkan Alvaro dan Alano walaupun hanya kau sendiri yang membesarkan mereka," ucapnya.

"Walaupun malam itu adalah kesalahan ku karena terjebak oleh obat. Tapi tidak bisa aku pungkiri bahwa aku mencintaimu saat pertama bertemu," sambung Venter.

"Thank you love," ucap Venter sambil mengecup punggung tangan Vee.

Vee mengusap wajahnya agar tidak terlihat memerah namun apa yang di lakukannya malah membuat Venter tertawa.

"Lihatlah menantuku dan putraku. Kalian bahagia sayang?" tanya Melyana yang berjalan bersama dengan Alfred.

Melyana mengecup kening dan kedua pipi Vee. "Selamat datang di keluarga Venson sayang. Semoga kau bahagia," ucapnya sambil mengusap kedua pipi Vee.

Vee tersenyum manis. "Terima kasih. Aku bahagia sekali," ucapnya.

Alfred mengusap rambut Vee. "Jangan lupa untuk buatkan aku cucu lagi Vee. Aku sangat menantikannya, karena aku rasa dua pun masih kurang," ucapnya dengan jahil membuat rona pipi Vee semakin menjadi.

Melyana menyikut perut Alfred suaminya. "Jangan dengarkan suamiku sayang. Kau cukup bahagia saja disini sudah membuat kami senang dan jangan khawatirkan putra kembarmu karena mereka sedang memberi bunga untuk para tamu. Mereka sangat bersemangat sekali," ucapnya.

"Kalian terlalu asik sendiri, sampai melupakan aku putra kalian sendiri,"

...∆∆∆...

Vee menyentuh pinggangnya dengan pegal, astaga rasanya ingin rontok karena terlalu lama berdiri menggunakan sepatu hak tinggi untuk menyambut para tamu.

Vee terduduk sambil memijat betis kakinya yang terasa begitu pegal dan nyeri. Sudah lama ia tidak menggunakan sepatu hak tinggi sedikit membuatnya tersiksa.

Untung saja acara sudah selesai, ia di giring menuju kamar pengantin lebih dulu dari pada Venter karena pria itu sibuk menyambut tamu penting yang sama sekali tidak mau di temuinya jika bukan karena perintah ibunya sendiri.

Jadilah sekarang dirinya berada di kamar yang sudah di hias sedemikian mewah. Tidak heran, Venson tidak mungkin melakukannya dengan sederhana. Ini pasti ide dari Melyana ibu Venter.

Vee terduduk sebentar, beberapa menit kemudian ia kembali berdiri saat dirasa kakinya tidak terlalu pegal lagi. Ia ingin membuka gaun yang sedikit merepotkan ini. Sangat sesak bagian dadanya jadi ia harus melepaskan.

Vee tampak susah saat menarik resleting gaunnya dengan tangannya. Saat akan menarik resletingnya yang sedikit susah sebuah tangan menggapainya dan membukanya perlahan. Vee langsung membeku di tempat, ia tidak tau kapan Venter masuk ke dalam kamar karena dirinya masih sibuk dengan gaunnya sendiri.

"Kenapa kau tidak memanggilku?" tanya Venter.

"K-kapan kau masuk?" tanya Vee dengan gugup saat melihat tatapan Venter yang berbeda.

"Lima menit yang lalu mungkin," ucap Venter sambil terus menurunkan resleting gaun Vee. Terpampang jelas punggung putih Vee di hadapannya.

Venter menelan saliva nya dengan kasar. Ia menatap Vee dari cermin yang ada di depannya. Venter memeluk pinggang Vee dengan lembut saat dirasa tubuh wanitanya menegang saat ia sentuh.

Venter mengecup pundak Vee yang tidak tertutup oleh apapun. "Venter," panggil Vee. Venter menoleh dan menatap cermin.

"Not Venter. Call me darling or honey. okay baby?" jawab Venter dengan tatapan tajam namun lembut saat menatap Vee.

"Love," Venter mengendus leher Vee dengan perlahan.

"Ada apa?" tanya Vee dengan wajah bersemunya.

Venter mengecup leher Vee sambil berbisik padanya. "May i?"

"I want you now my love,"

......∆∆∆......

...TBC...

1
Erlinda
aneh si venter ini bukan nya menyelesaikan masalah keluarga terlebih dulu malah sibuk dengan perasaan nya ..terlalu lebay dan ga cocok dgn gelar nya diawal cerita
Yuli Yanti
aq mamfir lgi thor
Bundanya Pandu Pharamadina
cerita yg sangat bagus 👍❤
Bundanya Pandu Pharamadina
Venter Vee ❤❤❤❤
Bundanya Pandu Pharamadina
Venter 🤦‍♀️
Bundanya Pandu Pharamadina
perbuatan cucu mu kek🤭🤣
Bundanya Pandu Pharamadina
Venter Vee ❤❤❤❤
Bundanya Pandu Pharamadina
Venter sultan mah bebas, beli apapun tinggal perintah dan tunjuk
Bundanya Pandu Pharamadina
Venter gercep juga 👍❤
Bundanya Pandu Pharamadina
berjumpa dgn Ayahnya si kembar kah 🤔
Bundanya Pandu Pharamadina
cerita bagus... sat set sat set langsung mengena pada intinya 👍❤
Bundanya Pandu Pharamadina
like
favorite
👍❤
imhe devangana
pasti zen & ghea berhnti sejenk bernafas krn mendengr venter berbicara
imhe devangana
zen dkk klian tenang sj krn yg akan masuk itu pawangnya tuan venter
imhe devangana
😂😂😂😂😂
imhe devangana
membuat marga baru 👏👏👏 Venter tdk ada lawan.
awesome moment
sequelnya udh rilis kah?
sofy: belum sayang
total 1 replies
meimei
kewrenn
meimei
kewrennn
Leli Robiati
katanya tamat tapi blm tamat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!