NovelToon NovelToon
Mendadak Menika Dengan Tuan Yang Kejam

Mendadak Menika Dengan Tuan Yang Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Nasib Shafiya terjebak dalam pernikahan yang dimulai dengan niat dendam dari seorang pria bernama Arash. Kematian kekasihnya yang tidak mendapat pertanggungjawaban dari keluarga Shafiya membuat pria tempramental itu menikahi kekasih yang seharusnya menjadi istri dari tunangannya.

Shafiya harus menerima takdirnya menjalani pernikahan dengan laki-laki yang tidak mencintainya, rumitnya pernikahannya dengan lika-liku drama pernikahan yang dia alami.

Apakah Shafiya akan bertahan dalam pernikahannya? atau justru pada akhirnya Shafiya menyerah karena lelah? tetapi apakah Arash akan melepaskannya?"

Jawabannya hanya ada di bab-bab berikutnya...

Jangan lupa di follow Ig saya.
ainunharahap 12

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 26 Apa Ini Berkaitan

Wili sudah berada di depan pengunjung yang ingin menemuinya.

"Jangan lama-lama, semua memiliki aturan," ucap polisi tersebut kemudian meninggalkan dua orang itu.

Willi mengerutkan dahi ketika melihat pria yang datang menghampirinya tak lain adalah Zidan.

"Kak, Wiliam!" Zidan dengan sopan mengulurkan tangannya dan mencium punggung tangan Willi.

"Kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya William merasa baru pertama kali bertemu dengan Zidan.

"Benar, kita memang baru pertama kali, tetapi saya mengetahui siapa Kakak. Kakak adalah Kakak dari mantan calon istri saya," jawab Zidan.

Willi terlihat kebingungan menarik kursi dan kemudian duduk, begitu juga dengan Zidan.

"Kamu memiliki hubungan dengan Shafiya?" tanya William memastikan kembali.

"Iya. Seharusnya saya dan Shafiya menikah dengan hubungan kami melalui proses taaruf dan disetujui oleh kedua orang tua kami, tetapi karena permasalahan di masa lalu yang akhirnya membuat pernikahan kami tidak jadi dilaksanakan dan akhirnya Shafiya menderita," udak Zidan.

"Tunggu dulu, apa maksud kamu mengatakan bahwa adik saya menderita? Apa istimewanya kamu ketika kalian tidak jadi menikah dan adik saya harus menanggung penderita?" tanya Zidan.

"Shafiya akhirnya menikah dengan laki-laki pengganti pada saat hari pernikahan kami untuk mencegah pandangan buruk orang-orang lain dan yang dinikahi oleh Shafiya adalah sepupu saya," jelas Zidan.

"Pernikahan itu tidak bahagia, Shafiya menderita karena hanya sebagai pelampiasan amarah. Saya sangat mengenal sepupu saya, dia tidak bisa melupakan mantan kekasihnya yang meninggal dalam keadaan kecelakaan. Dia sangat mencintai kekasihnya dan menikah dengan Shafiya hanya karena ingin bersaing dengan saya, dia ingin menghancurkan Shafiya agar saya juga hancur," jelas Zidan.

William kaget mendengar semua penjelasan Zidan. Sebagai seorang Kakak pasti hancur ketika adiknya diperlakukan tidak baik.

"Siapa laki-laki yang melakukan hal itu?" Willi menekan suaranya dengan tangan terkepal.

"Arash Mahendra Wijaya," jawab Zidan.

William mengerutkan dahi seperti merasa tidak asing dengan nama itu.

"Lebih parahnya lagi Arash akan menikah dengan Kanaya, mantan istri Kakak. Arash sengaja melakukannya hanya untuk menyakiti keluarga Kakak dan terlebih lagi untuk menghancurkan Shafiya!" tegas Zidan.

"Apa!"

"Tidak mungkin!"

"Apa kesalahan adik saya kepadanya sampai dia tega melakukan semua itu?" tanya William.

"Saya sampai saat ini tidak menemukan hal itu. Tetapi saya yakin ini berkaitan dengan kecelakaan kekasihnya 5 tahun lalu, semenjak kekasihnya meninggal, Arash memang membenci semua orang, membenci semua kebahagiaan orang lain dan termasuk saya," jelas Zidan.

"Kekasihnya kecelakaan? apa hubungannya dengan adik saya?" tanya William.

"Mungkin karena Shafiya akan menikah dengan saya," jawab Zidan.

"Bisa saya melihat foto mantan kekasihnya?" tanya William.

Zidan menganggukkan kepala memperlihatkan foto yang memang sengaja dia bawa. Foto Arash bersama dengan Chantika.

Melihat foto itu membuat Will mengerutkan dahi seperti merasa tidak asing pada foto tersebut.

"Chantika....." lirih William.

"Apa Kakak mengenal wanita ini?" tanya Zidan.

"Oh, tidak, aku hanya merasa wajahnya tidak asing," jawab Willi.

"Kenapa dia melakukan semua ini kepada adikku? Apa kesalahan Shafiya sampai laki-laki ini harus melibatkan Shafiya," ucap Willi terlihat benar-benar tidak mengerti.

"Saya tahu bagaimana perasaannya seorang Kakak ketika mengetahui adik perempuan satu-satunya tidak bahagia dalam pernikahannya, hanya Kakak yang bisa melepaskan Shafiya dari tangan Arash. Dia laki-laki kejam yang dengan sengaja menghancurkan Shafiya, saat ini bahkan saya tidak bisa menolong Shafiya dan begitu juga kedua orang tua Shafiya!" tegas Zidan.

"Apa kamu bisa mempertanggungjawabkan semua yang kamu katakan kepada saya dengan semua cerita kamu bahwa memang ini yang dialami oleh adik saya?" tanya William.

"Untuk apa saya harus berbohong? saya datang kemari dan membicarakan semuanya karena saya sudah tidak punya cara lagi untuk menyelamatkan Shafiya, Shafiya tidak mungkin datang dan menceritakan semua, karena untuk menceritakan kepada kedua orang tuanya saja Shafiya tidak sanggup melakukannya," jawab Zidan.

"Jadi Kanaya menikah dengan orang ini. Jangan-jangan pria ini sengaja mengatur semua rencana pernikahan dan membuat Shafiya berada di tangannya karena....." Willi sepertinya mengetahui sesuatu.

"Saya saat ini berada di dalam penjara? bagaimana caranya saya keluar dari penjara untuk menyelamatkan adik saya?" tanya Willi.

Zidan tampak berpikir, sebenarnya percuma saja Zidan datang ke kantor Polisi untuk memberitahu nasib Shafiya. Karena Willi sedang dalam proses tahanan dan percuma tidak ada yang bisa dia lakukan.

"Kapan mereka akan menikah?" tanya Willi.

"Maksudnya, Kanaya dan Arash?" tanya Zidan.

Willi menganggukan kepala.

"Minggu depan merupakan hari pernikahan mereka," jawab Zidan.

*****

Kediaman rumah Arash terlihat begitu ramai, sejak tadi beberapa orang mondar-mandir memasuki rumah dengan membawa barang-barang seperti perkakas dan juga hiasan.

Terlihat Amelia sejak tadi memerintahkan orang-orang tersebut untuk mengatur setiap posisi.

"Tante," Tami menghampiri Amelia.

"Ada apa Tami?" tanyanya terlihat sibuk.

"Tante akan membiarkan Arash menikah dengan wanita itu?" tanya Tami.

"Kenapa tidak? Jika itu mampu untuk menghancurkan Shafiya apa yang salah," jawabnya dengan meletakkan kedua tangannya di dadanya.

"Chantika adalah anak Tante dan bukankah seharusnya sebagai seorang ibu, Tante harus menjaga pria yang mencintai anak tante untuk tidak menikah dengan ini dan itu. Tetapi saat ini bahkan Tante membiarkan begitu Arash menikah dengan wanita yang satu dan bahkan yang satu lagi akan dia nikahi," ucap Tami.

"Kematian Chantika tidak terlalu penting untukku, yang aku inginkan adalah bagaimana keluarga Thariq benar-benar menderita, putrinya harus merasakan penderitaan yang aku rasakan sama," batin Amelia tersenyum miring sepertinya memiliki dendam lain dibalik atas kematian Chantika.

"Tante!" tegur Tami sejak tadi tidak mendapatkan respon dari pertanyaannya.

"Tami, jika apa yang dilakukan Arash adalah demi kematian Chantika dan juga untuk keadilan untuknya, maka tidak masalah sama sekali yang terpenting Chantika bahagia di atas sana," ucap Amelia.

"Tetapi menurutku ini terlalu berlebihan, dan bisa saja Chantika justru sedih di atas sana karena pria yang dia cintai ternyata tidak setia kepadanya," ucap Tami.

"Kamu terlalu berlebihan berpikir seperti itu Tami, sudahlah biarkan Arash merencanakan apapun yang dia inginkan," sahut Amelia tersenyum dengan mengusap bahu Tami dan kemudian langsung pergi.

"Mau berapa banyak lagi wanita di rumah ini yang akan dikumpulkan Arash hanya untuk membalaskan dendamnya, satu wanita bahkan sudah gila dan hanya tinggal dimasukkan ke rumah sakit jiwa, apa wanita itu juga akan gila selanjutnya," ucap Tami.

******

Arash baru saja pulang dari kantor. Arash memasuki kamar yang terlihat kamar itu tampak begitu sepi tidak ada siapapun di sana.

Arash berjalan menuju jendela, melihat ke bawah dan ternyata kolam renang tampak sunyi, biasanya Shafiya selalu berada di sana tampak melamun.

"Apa dia mandi?" ucapnya menduga-duga ketika memang sejak tadi terdengar suara air di kamar mandi.

Air yang curah dari keran, tetapi tidak terdengar aktivitas apapun.

Arash menarik nafas dan membuang perlahan kedepan. Arash duduk di pinggir ranjang dan membuka ponselnya.

..."Arash aku sudah tidak sabar untuk hari pernikahan kita, aku akan menjadi pengantin yang cantik di hari pernikahan kita nanti," tulis Kanaya benar-benar bucin pada Arash....

"Hah!" Arash mendengus mendengar perkataan itu.

"Mengapa wanita ini terlalu percaya diri sekali, kenapa juga aku harus menikah dengannya. Dia tidak tahu saja jika dia hanya di manfaatkan," batin Arash.

Bersambung....

1
Dew666
💝💝
vitrienoor99
gitu donk Arash kamu jangan langsung emosi denger dulu penjelasan shafiya
Dew666
☀️☀️☀️
vitrienoor99
Arash sebaiknya masalah kecelakaan cantika kamu omongin baik baik dengan abi thoriq biar jelas semuanya
Dew666
🪭🪭🪭
vitrienoor99
semoga Arash benar-benar sudah berubah, jadian shafiya
vitrienoor99
Arash yang benar nie... ga mau belah duren😄 nanti kalau udah berhasil belah duren pasti kamu ketagihan
vitrienoor99
usir aja Amelia dari rumah Arash, nek
vitrienoor99
ternyata Arash pintar juga menghadapi Amelia, lama lama tumbuh benih cinta dech si Arash ke shafiya
vitrienoor99
oh ternyata Arash sudah menyelidiki tentang Amelia dan masa lalunya, semoga Arash cepat menyadari kalau dirinya hanya dijadiin alat balas dendam Amelia, semangat updatenya thor
Dew666
🔥🔥🔥
vitrienoor99
kira kira siapa yang berkunjung mau bertemu dengan willi ya, berarti willi masuk penjara gara gara Kanaya ya, masalahnya apa ya sampai willi masuk penjara
Anonim
Maaf ….. aku paling benci baca novel wabita yg selalu terrindas …..
mama: 🤣sama kak,pling benci baca novel wanita ny lemah yg bisanya cm nangis🤭.. gk seruuuu.
total 1 replies
Dew666
🍎🍎🍎
vitrienoor99
esmosi banget aku bacanya, Arash lucu ketika zidan ngasih harapan ke syafiyah, Arash ga Terima. Arash jangan terlalu benci ke syafiyah takutnya nanti kamu bencimu jadi bucin kan malu nanti
Dew666
👑👑👑
Dew666
💜💜💜
Dew666
🌹🌹🌹
Dew666
💎💎💎
Dew666
🪻🪻🪻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!