Kalau kau tidak mencintaiku kenapa kau menikahi ku gus ?
Kenapa kau tak merelakan aku bersama teman mu yang mencintaiku ?
Kau mengikat ku dalam hubungan yang menyakitkan !
Anisa Az-Zahra seorang gadis biasa yang terpana dengan bahu seorang laki-laki saat hari terakhir OSPEK, dia memendam rasa pada laki-laki tersebut yang kemudian ia mengetahui namanya yaitu Muhammad Ali Haidar yang merupakan seorang gus besar.
Sampai akhirnya Zahra menikah dengan Ali, tapi kehidupan setelah menikah tak seindah yang Zahra bayangkan karena dalam hati Ali terdapat nama wanita lain yaitu Selly bahkan nama Zahra pun tak tertera dalam hati Ali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ulfi Syafa'ati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 25 CEMBURU
Keadaan Umi berangsur-angsur membaik, Umi sering kali ingin membantu pekerjaan ku tapi aku melarangnya karena itu akan melelahkan Umi.
"Ra kamu sibuk ya" kata Umi saat aku mengerjakan laporan bulanan pesantren
"nggak ko Mi, Umi ngapain keluar dari kamar apa Umi butuh sesuatu ? “ tanya ku
"Nggak kok sayang Umi cuma mau bantu kamu, kasian kamu kecapekan" kata Umi
"Nggak kok Mi ini juga tugas terakhir jadi besok-besok sudah longgar lagi" kata ku pada Umi
"Terima kasih ya Ra kamu sudah banyak membantu keluarga kita" ucap Umi
"Ini kan sudah kewajiban Ra Mi, jadi Ra seneng jalanin ini semua." ucapku
"Emm Ali kemana Ra ?" tanya Umi
"Kayaknya sih lagi survey tanah yang mau diwakafkan untuk madrasah Mi" jawabku
"Owalah ya udah Umi tinggal dulu ya nak, nanti kalau kamu capek istirahat saja jangan memaksakan diri" kata Umi
"Iya Umi" jawab ku
Umi berjalan menuju kamar meninggalkan ku, sedangkan aku melanjutkan kegiatanku yang sempat tertunda sejenak, ditengah-tengah pekerjaan ku ini, aku mendengar ucapan salam seorang laki-laki.
"Asslamu'allaikum" suara laki-laki itu
"Waalaikumsalam" jawab ku, yang kemudian membuatku terbelalak karena melihat orang yang mengucapkan salam itu
"Hai Ra apa kabar? " tanyanya
"Ridawan?, aku baik-baik saja" jawab ku
"Nggak dipersilahkan masuk nih" tanyanya
"Oh silahkan masuk Rid" ucapku
"Iya terimakasih Ra" katanya
"Duduk Rid biar aku buatin minuman" aku mempersilahkan Ridwan duduk dan mengambil minuman untuknya
"Silakahkan diminum Rid" kata ku sambil meletakkan secangkir teh di hadapan Ridwan
"Iya terima kasih Ra, kamu malah repot-repot" katanya
"Nggak ko aku nggak repot, ngomong-ngomong ada apa ini tumben banget kamu kesini" tanyaku
"Oh ini Ra aku mau kasih kamu undangan reuni buat kamu dan Ali" katanya
"Oh reuni, terima kasih ya Rid" kata ku sambil membuka undangan itu
"Iya Ra, ngomong-ngomong bagaimana kabar mu dengan Ali ? " tanyanya
"Maksudnya ? " tanyaku balik
"Iya bagaimana hubungan kamu dengan Ali" katanya
"Aku baik-baik saja sama Mas Ali" jawabku sedikit kurang nyaman
"Ohh syukur kalau gitu, oh ya Ra ini ada kartu namaku barang kali kamu minat bergabung dengan perusahaan ku, biar kamu nggak bosen di rumah terus" katanya
"Iya terima kasih Rid tapi maaf kalau untuk itu sepertinya tidak deh, aku lebih memutuskan menjadi ibu rumah tangga biasa saja, toh ini juga sudah cukup bagi ku" jawabku sedikit kesal
"Apa Ali melarang mu bekerja ?, padahal kamu lulusan terbaik loh pasti banyak perusahaan yang mau menerima mu bahkan menawari mu pekerjaan yang bagus, apa nggak sayang nolak pekerjaan sebagus itu" katanya sedikit menyinggung hati ku
"Mas Ali tidak pernah melarang hal apa pun Rid ini memang keputusan ku sendiri, aku sadar Rid aku tidak mampu menjadi ibu rumah tangga sekaligus wanita karir, dan soal pekerjaan sebagus apa pun yang ditawarkan padaku, aku tidak merasa menyesal jika harus menolaknya karena ini keputusan ku bukan sebuah paksaan" jawabku
"Oh bagus kalau begitu, ya paling tidak kartu nama ini bisa ..... " sebelum Ridwan melanjutkan perkataannya Mas Ali datang
"Assalamu'allaikum, eh ternyata ada tamu tak di undang" kata Mas Ali sambil duduk disamping ku
"Ehh Al gimana kabar mu" tanya Ridwan
"Seperti yang kau lihat baik-baik saja, ada urusan apa kau kesini?" tanya Mas Ali
"Oh ini aku memberi undangan reuni untuk kalian berdua, acaranya tiga hari lagi dilaksanakan di hotel Cahaya" jelas Ridwan
"Jadi kita juga mengundang pasangan teman kita yang sudah menikah biar rame tu datang sama pasangannya, berhubung ini acaranya di mulainya malam untuk mengantisipasi temen-temen kita yang siangnya kerja jadi kita selaku panitia memilih tempatnya di hotel, iuran untuk reuni ini sedikit lumayan sih karena setelah reuni kita bermalam di hotel" lanjutnnya
"Oh gitu" jawab Mas Ali singkat
"Ya udah Ra kalau begitu aku permisi dulu" kata Ridwan
"Disini juga ada orang lo kok cuma Zahra aja yang dipamitin" sahut Mas Ali kesal
"Iya Al gue pamit ya, assalamu'allaikum"
"Waalaikumsalam" jawab ku bersamaan dengan Mas Ali
Setelah Ridwan berlalu dan tak terlihat jejaknya, kulihat wajah Mas Ali yang bete.
"Mas kamu nggak papa ?" tanyaku
"Nggak cuma nggak suka aja ketemu sama trenggiling satu itu" katanya
"Hah trenggiling ? " jawabku bingung
"Iya si Ridwan itu, aku nggak suka lihat dia nggoda-nggoda kamu" ucapnya dengan berjalan meninggalkan aku di teras sendiri
"Hah nggak suka aku di goda-goda mana ada Ridwan goda istri orang, kenapa sih Mas Ali tu, apa mungkin cemburu?, ah tau ah malas mikirin itu" batin ku
..
Pagi ini setelah sarapan Mas Ali menyampaikan sesuatu pada ku.
"Ra .. ? " panggilnya
"Ya gimana Mas? " tanya ku
"Siang ini kamu sibuk nggak? " tanyanya
"Nggak Mas, emang ada apa? “ kata ku
"Nanti jam dua aku ajak kamu keluar" ucap Mas Ali
"Iya Mas" jawab ku dengan hati bahagia
..
Siang ini aku dan Mas Ali mengendarai mobil menuju salah satu pusat perbelanjaan ditengah kota.
"Ngapain Mas kesini" tanyaku
"Udah ikut aja" jawabnya
"Iya Mas" kataku
Mas Ali berjalan menuju busana-busana muslim, dan melihat-lihat beberapa baju muslim muslimah senada.
"Menurut mu ini bagus tidak" tanyanya sambil memperlihatkan sebuah gaun pesta muslim berwarna navy dan sebuah jas dengan warna senada
"Ini Mas ? bagus banget" kataku
"Ya udah ambil ini aja" kata Mas Ali sambil berjalan menuju kasir
"Kamu beli buat siapa sih Mas" tanya ku pada Mas Ali
"Buat kita lah" jawabnya singkat
"Buat apa Mas? " tanyaku
"Buat reuni nanti malam" jawabnya
Hah nanti reuninya pake baju couple gini? tumben-tumbennya Mas Ali merhatiin sampai segitunya kata ku dalam hati,
..
Setelah ba'da isya' aku dan Mas Ali berangkat menuju hotel Cahaya. Di dalam mobil aku dan mas Ali sedikit berbincang-bincang.
"Mmm Mas nanti kita nginep di hotel? " tanya ku polos
"Iya" jawabnya singkat
"Emm ohh" kataku
"Kamu keberatan kita nginep di hotel" tanya Mas Ali
"Nggak kok" jawabku
Setelah beberapa lama aku dan Mas Ali memasuki hotel, aku dan Mas Ali tidak langsung ketempat reuni melainkan menaruh beberapa barang dulu di kamar hotel.
Setelah beberapa saat handphone ku berdering, ternyata Aliya yang menelponku.
"Ra kamu di mana kok aku cari-cari nggak ada" katanya
"Iya Ya, aku masih di kamar ini baru mau ganti baju dulu" kata ku, kamarku ini berada di lantai 15 sedangkan acara reuni ini di gelar di lantai 2 hotel.
"Ya udah cepetan turun aku tunggu gak pake lama" bawelnya
"Iya Aliya cantik" kataku dan telpon kami pun terputus
Sesaat kemudian aku dan mas Ali mengganti baju kami dengan baju yang telah kami beli tadi. Aku ganti baju di kamar mandi sedang mas Ali berganti baju di kamar.
"Gimana kamu sudah siap" tanya mas Ali saat mendengar pintu kamar mandi terbuka
"Sudah Mas" jawabku
"Bagus kalau gi...... " perkataan Mas Ali tidak dilanjutkan ketika berbalik badan dan memandang ku
"Ada apa Mas?, aku nggak cocok ya pakai ini? " tanyaku
"Enggak cocok kok" jawab Mas Ali sedikit canggung
Tak berlama-lama lagi aku dan Mas Ali turun ke lantai 2 untuk menghadiri acara tersebut.
Terlihat banyak teman-teman yang sedang asyik mengobrol dan tertawa bersama. Hah bahagianya bisa melihat kawan-kawan seperjuangan.
entah q ny yg bapran ato novel ny yg bnyk bwang