NovelToon NovelToon
Kau Yang Ku Rawat Hingga Sembuh

Kau Yang Ku Rawat Hingga Sembuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: SulSya

Selama 5 tahun Maya mengorbankan seluruh hidup dan cita-citanya demi merawat bagas, Suaminya yang koma dan lumpuh akibat akibat kecelakaan.

Maya harus bekerja keras banting tulang untuk biaya ruah sakit dan selalu setia menemani sang suami dengan air mata dan doa.

Akhirnya membuahkan hasil, Bagas perlahan-lahan sembuh.

Tapi apa yang Maya dapat, Setelah sembuh, Bagas mendapatan pekerjaan bagus dan ia malah menjalin hubungan dengan teman kantornya yang bernama Rania, Karena ia malu memiliki istri seperti Maya yang terlibat kusam akibat penderitaan selama bertahun-tahun.

Perceraian itu akhirnya terungkap saat Maya menemukan surat cerai di saat hari pernikahan mereka yang ke-7 tahun.

Maya pun harus bangkit dari kehidupan, pengorbanannya selama ini ternyata sia-sia, iya akan menunjukkan ketulusannya akan menjadi penyesalan terbesar Bagas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SulSya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 21

Pagi itu, suasana di divisi pemasaran terasa riuh oleh pembicaraan mengenai kesuksesan proyek kuartal lalu.

Bagas berjalan menyusuri koridor kantor dengan langkah percaya diri seperti milyader.

Sepatu kulit oxford barunya mengilap tertimpa cahaya lampu, dan jam tangan bermerek Swiss di pergelangan tangan kirinya beberapa kali sengaja ia pamerkan saat membetulkan kerah kemeja agar terlihat oleh seluruh karyawan perusahaan.

Namun, fokusnya terpecah saat melintasi meja Rania, seorang manajer pemasaran muda yang baru dipindahkan dari kantor cabang.

Rania terkenal bukan hanya karena kecerdasannya, tetapi juga penampilannya yang selalu modis,

gaun bernilai jutaan rupiah, perhiasan minimalis yang elegan, serta wangi parfum bunga yang lembut namun bertahan lama.

"Selamat pagi, Bagas," sapa Rania halus. Suaranya renyah, dibarengi dengan senyuman manis yang tertuju tepat pada mata Bagas.

Bagas terhenti, agak terkejut dengan sapaan hangat yang tidak biasanya itu. "Eh, selamat pagi, Rania. Ada apa?"

Rania berdiri dari kursinya, melangkah mendekat dengan gaya yang sangat anggun serta dan menggoda.

Matanya melirik pergelangan tangan Bagas. "Wah, jam tangan baru, ya? Tag Heuer edisi terbatas, kan?"

Mata Bagas berbinar seketika. Hatinya melambung tinggi mendapat pengakuan dari wanita seperti Rania.

"Iya, nih. Cuma apresiasi kecil buat diri sendiri setelah proyek kemarin."

"Pilihan yang luar biasa. Berkelas banget," puji Rania seraya menyentuh ujung lengan jas Bagas secara halus,

menyisakan sensasi hangat yang membuat dada Bagas berdebar. "Laki-laki sukses memang harus tahu cara menghargai dirinya sendiri.

Nggak semua orang punya selera sebagus kamu, Gas."

Kata-kata Rania seolah menyindir kesederhanaan Maya secara tidak langsung, dan anehnya, Bagas justru merasa sangat tersanjung.

"Terima kasih, Rania. Kamu sendiri selalu kelihatan sempurna setiap hari," balas Bagas, mencoba memberanikan diri melemparkan pujian balik.

Rania tertawa kecil, suara tawa yang begitu renyah di telinga Bagas.

"Ah, bisa saja kamu. Oiya, siang ini kamu ada acara makan siang nggak? Aku mau minta saran soal presentasi untuk klien besok. Sekalian aku mau traktir kamu kopi di kafe bawah."

"Sama sekali nggak sibuk! Boleh, nanti kita jalan bareng jam satu ya," jawab Bagas cepat tanpa berpikir dua kali.

Jam menunjukkan pukul satu siang. Di sebuah kafe eksklusif di lantai dasar gedung perkantoran,

Bagas dan Rania duduk berhadapan. Rania tampak lihai memainkan perhatian.

Ia menyandarkan dagunya di atas telapak tangan, menatap Bagas dengan binar mata yang penuh rasa tertarik.

"Kamu tahu nggak, Gas?" bisik Rania pelan, condong ke depan.

"Sejak pertama kali aku pindah ke kantor ini, cuma kamu staf laki-laki yang punya aura pemimpin sejati. Pekerja keras, punya visi, dan tahu cara berpenampilan."

Bagas tersenyum canggung, namun menyukai tiap kata yang keluar dari bibir Rania. "Masa, sih? Aku biasa saja, Rania."

"Jangan rendah hati gitu, dong," puji Rania lagi. Jemarinya yang lentik dengan kuku terawat rapi memegang cangkir kopinya.

"Cowok sehebat kamu itu harus didepan dan didampingi orang yang sepadan. Yang bisa bikin kamu makin bersinar, bukan malah menarik kamu ke bawah."

Bagas terdiam sejenak. Pikiran tentang Maya yang mengenakan gaun krem sederhana di acara pesta kantor langsung membayang di kepalanya.

Kontras antara Maya dan Rania terasa makin lebar bagaikan bumi dan langit.

"Kenapa melamun, Gas? Ada yang salah?" tanya Rania lembut, menatap tajam mata Bagas.

"Nggak... nggak ada apa-apa," jawab Bagas terbatap. "Cuma... kata-kata kamu ada benarnya juga."

"Tentu saja benar," senyum Rania makin mengembang.

Ia menyentuh tangan Bagas yang tergeletak di atas meja secara terang-terangan, membelainya perlahan.

"Kalau kamu butuh teman ngobrol, teman diskusi, atau teman jalan yang bisa imbangi kamu... aku selalu ada buat kamu, Bagas."

Perlakuan manis dan godaan halus Rania meracuni pikiran Bagas.

Rasa bersalah pada Maya yang sempat tersisa di hatinya perlahan menguap, tergantikan oleh rasa bangga yang semu karena merasa akhirnya diperlakukan seperti pria sukses oleh wanita sesempurna Rania.

1
Ma Em
Bagus Maya kamu hrs ambil keputusan yg tegas dan tepat jgn hanya karena cinta Maya jadi bodoh , biarkan bagas menyesal akibat perbuatan nya sendiri .
Ma Em
Bagas tdk tau diri diwaktu dia sakit Maya yg mengurusnya sekarang setelah sehat malah mau menyingkirkan Maya tanpa memberi kompensasi apapun , semoga usaha Bagas yg dia agung agungkan itu bangkrut dan menerima karma yg sangat menyedihkan karena sdh berkhianat .
SulSya: bener tuh kak, emang nggak tau dirinya itu si bagas
total 1 replies
SulSya
👍terimakasih kk penyemangat maya
Ma Em
Ayo Maya bangkit tunjukan pada Bagas bahwa tanpa dia Maya bisa cari uang dan sukses , buat Bagas menyesal karena sdh menceraikan mu Maya .
Ma Em
Alhamdulillah Maya selamat dan ada orang yg menolong .
Ma Em
Maya kamu kok bisa kalah dari Bagas sampai ngemis ngemis bikin malu saja , semoga Maya bisa sukses balas si Bagas buat dia menyesal dan berlutut minta maaf sama Maya tapi jgn mau untuk memaafkan nya .
Ma Em
Bagus Maya kamu hrs tegas jgn bisanya cuma nangis itu wanita lemah , Maya hrs berani buat Bagas menyesal setelah ditinggalkan sama Maya .
Ma Em
Thor yg benar nama suami Maya itu sebenarnya Bagas atau Aris jadi bingung , sebentar dipanggil Bagas sebentar dipanggil Aris .
SulSya: Rania mengaku kepada Maya bahwa nama pacar nya itu Aris kepada Maya agar tidak ketahuan sama maya
total 1 replies
Ma Em
Maya kamu jgn cuma nangis cepat bergerak dan selidiki kelakuan Bagas diluar rumah seperti apa kelakuan nya .
SulSya: iya itu, ini malah nangis aja
total 1 replies
SulSya
🙏🙏
Ma Em
Lelaki modelan Bagas yg tdk pantas ditolong sama maya dulu lbh baik biarkan saja dia cacat dan tdk bisa berjalan lagi , sungguh menyebalkan setelah sehat dan mapan malah melupakan Maya yg merawat dan banting tulang untuk membiayai Bagas .
SulSya: bener banget tuh kak, besok kita siksa dia
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!