"Memosisikan dirimu sebagai musuhku adalah kesalahan terbesar dalam hidupmu, Aleeza!"
AUSTIN VANDERBILT — Miliarder Spanyol yang sempurna, kaya, dan berkuasa. Pria yang disembah semua wanita, kecuali ALEEZA WIRA, paparazzi blasteran Indonesia yang paling ia benci.
Hidup Aleeza hancur saat berita skandal panas Austin mendadak meledak dan namanya difitnah sebagai dalang utama. Demi membalas dendam, Austin menyeret Aleeza masuk ke dalam sangkarnya.
Di antara kebencian, jebakan konspirasi, dan pesona berbahaya, akankah Aleeza berhasil lolos atau justru sang miliarder yang akan berlutut pada wanita yang paling ia benci?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veyra Noir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
3. PERMAINAN DI ATAS MEJA MAKAN
"Jadi sudah berapa lama kalian saling mengenal?"
Pertanyaan dari Olivia Vanderbilt ibu kandung Austin membuat Aleeza Wira hampir menyemburkan air mineral yang baru saja diteguknya. Suasana restoran Prancis bernuansa mewah di tengah kota Madrid itu mendadak terasa mencekam bagi Aleeza.
Aleeza menyunggingkan senyuman kaku, berusaha menutupi gejolak rasa bersalah di dadanya saat menatap mata ibu Austin yang berbinar penuh kehangatan.
"Belum terlalu lama, Nyonya Vanderbilt," jawab Aleeza canggung.
Sebenarnya, ada rasa iba yang menyeruak di hati Aleeza. Wanita paruh baya di hadapannya ini terlihat begitu anggun dan tulus. Namun, Aleeza terpaksa terus memainkan kebohongan gila yang dimulai oleh anak laki-lakinya. Demi membalas dendam pada Austin yang telah menghancurkan karirnya, Aleeza sengaja mengiyakan ajakan makan siang ini.
"Tolong ceritakan padaku, Aleeza!" desak Olivia gembira.
Aleeza terkekeh Pelan sebuah tawa palsu yang dipaksakan. "Sebenarnya, pertemuan pertama kami tidak berjalan mulus. Austin sangat marah saat mengira aku membocorkan berita tentang mantan kekasihnya, Angeline. Pria itu sangat arogan, Nyonya. Dia bahkan memanipulasi bosku dan membeli media tempatku bekerja!"
Aleeza sengaja membeberkan kelakuan licik Austin untuk menjatuhkan citra pria itu di depan ibunya sendiri.
Namun, bukannya marah, Olivia justru tertawa kecil dan menggenggam erat jemari Aleeza di atas meja. Binar bahagia terpancar jelas saat mata Olivia tertuju pada cincin berlian besar yang melingkar di jari manis Aleeza.
"Tapi dia langsung melamarmu, bukan?" potong Olivia lembut. "Love at first sight! Aku tidak pernah menyangka hal ini bisa terjadi pada Austin-ku!"
Aleeza membeku. Rencana untuk memojokkan Austin justru beralih menjadi boomerang baginya.
"Austin itu pria yang sangat dingin dan tidak mudah tersentuh sejak Angeline meninggalkannya demi pria lain," lanjut Olivia dengan raut wajah yang berubah penuh keharuan. "Austin sangat mencintai Angeline sejak kecil. Ketika Angeline memilih pergi, Austin menutup rapat hatinya Sampai kau hadir, Aleeza!
Deg!
Wajah Aleeza langsung pias. Pengakuan Olivia membuat puzzle di kepalanya mendadak menyatu.
Jadi skandal yang diciptakan Austin di media bukan sekadar balasan dendam padaku? batin Aleeza terperanjat.
Pria iblis itu sengaja mengumumkan pertunangan palsu dengannya untuk melindungi Angeline dan menutupi rasa sakit hatinya karena ditinggal menikah! Austin menjadikan Aleeza sebagai tameng dan alat pembalasan dendamnya pada sang mantan!
Poor you, Austin Vanderbilt Kau mencintai orang yang salah, desis Aleeza dalam hati dengan penuh amarah. Tapi kau memilih musuh yang salah jika berpikir bisa menjadikanku umpan seenaknya.
"Melihat lamaran nekat yang dia berikan padamu di depan media, aku sangat yakin..." Olivia tersenyum lebar, menatap Aleeza penuh harapan. "Austin benar-benar telah melupakan masa lalunya dan menemukan cintanya yang baru pada dirimu."
Aleeza menyunggingkan senyum manis—senyuman paling berbahaya yang bisa dilemparkan seorang wanita.
"Terima kasih, Nyonya Vanderbilt," sahut Aleeza penuh kepura-puraan. "Austin memang Pria yang penuh kejutan."
"Aku akan meneleponnya sekarang agar dia bergabung bersama kita!" ujar Olivia antusias seraya merogoh ponselnya dari dalam tas mahal.
▪️▪️▪️
Di saat yang sama, beberapa kilometer dari restoran tersebut, Austin Vanderbilt duduk di kursi kebesarannya di lantai teratas Vanderbilt Tower. Layar ponsel mewahnya menyala, menampilkan nama sang ibu.
Austin menatap layar itu dingin, lalu mematikan panggilannya tanpa ragu. Ia sudah tahu apa yang akan dibicarakan ibunya Pasti mengenai wanita sialan bernama Aleeza Wira.
Austin menyandarkan tubuhnya menyunggingkan senyum licik yang mematikan.
"Bermain-mainlah sepuasmu dengan ibuku, Aleeza Wira. Besok pagi, sangkar emasku sudah siap untuk mengurungmu selamanya."
▪️▪️▪️
Aleeza: Langsung membuka mulut.
PEMBACA: AHAHAHAHA! Aleeza, ternyata ancaman El Oso cukup ampuh!