NovelToon NovelToon
Happy Ending ?

Happy Ending ?

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:274
Nilai: 5
Nama Author: Ar's

​"Briar" adalah seorang wanita muda berusia 20-an yang tengah berjuang menata kembali hidupnya. Terluka oleh trauma masa kecil dan kehilangan berbagai hal berharga, ia harus bertahan di dunia seorang diri.

​Kesederhanaan, kepolosan, dan paras cantiknya tanpa sengaja mempertemukannya dengan Adrian, tetangga baru yang juga seorang CEO muda penuh kesempurnaan.

Tanpa ragu, Adrian masuk ke dalam hidup Briar, dan dalam waktu singkat, hubungan mereka berlabuh dalam ikatan pernikahan. Untuk pertama kalinya, Briar merasakan kebahagiaan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

​Namun, di balik hangatnya sikap sang suami, pertanyaan-pertanyaan kelam mulai menghantui:

​Mengapa pria sesempurna Adrian begitu terburu-buru menikahinya?

​Rahasia gelap apa yang disimpan Adrian rapat-rapat?

​Ketika takdir mulai mempermainkan segalanya, sanggupkah cinta mereka bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ar's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Teriakan di tepi pantai

Seiring berjalanya waktu, aku mulai menata kembali kehidupanku. Berpura-pura seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Bersandiwara dan menutup kotak penderitaanku serapat mungkin.

Aku sudah hidup terlalu lama dengan semua kenyataan pahit ini. Semua ini benar-benar merusak dan menghancurkanku dari dalam.

Bagaimana mungkin dari banyaknya wanita di dunia ini harus aku yang mengalami nasib seburuk ini sekaligus, di usiaku yang masih sangat muda. Rasanya aku seperti sudah hampir gila, hanya saja aku terus-terusan di tuntut oleh dunia, untuk terus tetap bertahan hidup.

Di benakku selalu muncul pertanyaan-pertanyaan :

"Akankah hidupku berakhir dengan bahagia suatu hari nanti..? Setelah semua penderitaan yang aku alami. Bukankah aku pantas bahagia ya tuhan..".

Semakin lama aku merenungi nasib, semakin banyak pula imajinasi liarku berkembang kemana-mana dan menghasilkan lebih banyak air mata.

-

"Ok !!"

"Daripada aku terus-terusan menangis, bukankah lebih baik jika aku berteriak di tepi laut?". "Bukankah orang-orang bilang, berteriak di tepi laut dapat membuat kita merasa jauh lebih baik..?".

"Jadi.. Apa salahnya jika aku mencobanya..?". Akupun mulai berjalan mendekati ombak dan mulai berteriak sekuat mungkin..

"AAAAAAKKKKKKHHHHHH !!!!"

"TUHAN... AKU SUDAH BENAR-BENAR LELAH..!!"

"RASANYA INI SEMUA SUDAH DI LUAR BATAS KEMAMPUANKU..!!".

-

Tiba-tiba ada suara tawa dari beberapa orang yang muncul ntah darimana. Aku pun mencari-cari asal suara, dan ternyata.. Dalam jarak beberapa meter dari tempatku berdiri sekarang, ada sekitar 10 pria yang sedang bermain bola. Menyadari hal ini, akupun langsung berlari menjauh, meninggalkan pantai sambil menutup wajahku dengan tas kecilku saking aku merasa malu.

"Ya ampun... bodoh sekali aku..".

"Mudah-mudahan saja mereka tidak melihat wajahku dengan jelas.. dan mudah-mudahan tidak ada satu orang pun di antara mereka yang mengenaliku..". Ucapku, sambil berlari ke arah jalan menuju ke arah jalan pulang.

-

Ketika sampai dirumah, aku pergi membaringkan diriku di tempat tidur. Aku memandang ke arah langit-langit kamar lalu merenungi semuanya. Tak lama, air matapun kembali mengalir. Rasanya bercampur aduk. Aku merasa malu atas kejadian tadi, tapi disisi lain aku juga merasa sedih. Padahal niatku hanya membuang stres dengan cara berteriak di pantai. Namun niat itu gagal hanya karena beberapa orang usil yang menertawakanku tanpa tau situasiku.

"Bukankah sudah jelas, bahwa itu tandanya aku sedang merasa stres..? Tidakkah mereka sedikit bersimpati?". Ocehku karena masih kepikiran kejadian tadi.

"Oh iya.. aku punya coklat batangan yang ku simpan di dalam tas. Sepertinya memakan coklat akan sedikit membuatku merasa jauh lebih baik". Aku beranjak mengambil tasku lalu memeriksa kedalam tasku.

"Hmm? Dimana?". Aku mencari-cari dan membongkar tasku, namun aku tak juga menemukannya.

"Bahkan hanya untuk memakan coklatpun aku tidak bisa.. Padahal itu satu-satunya hal yang bisa menghiburku sekarang. Mungkin aku menjatuhkannya ketika aku sedang berlarian tadi. Ntahlah..

-

Kehidupanku benar-benar terasa sangat hampa. Aku bahkan belum pernah berkencan karena aku selalu menutup diri dari pria-pria yang mencoba mendekatiku. Dulu ketika aku masih di bangku sekolah.. Aku termasuk wanita yang cukup populer karena mereka bilang aku ini cantik. Meskipun sebenarnya aku tidak merasa seperti itu. Mungkin karena perawakanku yang putih langsing dan berhidung mancung, sampai-sampai aku di katai sebagai barbie hidup. Padahal aku bukan blasteran.. Hanya saja, aku beruntung ibuku mewariskanku kecantikannya.

"Sepertinya aku harus mulai mencoba bertemu dengan seorang pria.. Mungkin saja aku akan berhenti merasa kesepian..". Ucapku sambil menatap kearah bintang-bintang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!