NovelToon NovelToon
Bayangan Sang Kembar

Bayangan Sang Kembar

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Balas dendam pengganti / Tamat
Popularitas:204.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Jmn

Zee dan Zia adalah saudara kembar tak identik yang bersekolah di tempat berbeda. Zia, sang adik, bersekolah di asrama milik keluarganya, namun identitasnya sebagai pemilik asrama dirahasiakan. Sementara Zee, si kakak, bersekolah di sekolah internasional yang juga dikelola keluarganya.
Suatu hari, Zee menerima kabar bahwa Zia meninggal dunia setelah jatuh dari rooftop. Kabar itu menghancurkan dunianya. Namun, kematian Zia menyimpan misteri yang perlahan terungkap...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukan Sekedar Pindah

Pagi menjelang dengan tenang, seperti tak pernah terjadi apa-apa. Seperti biasa, keluarga Wolfe duduk di meja makan, menikmati sarapan dalam diam. Hanya denting sendok dan garpu yang terdengar, membentur piring-piring porselen mahal.

Zee menatap makanannya tanpa minat. Suasana meja makan seperti biasa—dingin dan kosong. Sama seperti hatinya sejak kepergian Zia.

Lalu, tiba-tiba…

“Aku mau pindah sekolah,” ucapnya datar, tanpa mengangkat wajah.

Zidan dan Zavira sontak saling berpandangan. Keheningan mendadak terasa lebih menusuk. Suara angin di luar bahkan terasa lebih nyaring dibanding percakapan mereka.

“Kenapa tiba-tiba, Nak? Ada masalah?” tanya Zavira perlahan, mencoba menjaga nada.

Zee menatap mommynya—dingin, namun menyimpan api kecil di balik matanya. Api yang sejak malam itu tak pernah padam.

“Aku cuma... ingin pindah,” ulangnya, suaranya lebih tegas, seolah tak memberi ruang untuk perdebatan.

Zidan meletakkan garpunya perlahan. “Zee, kamu tinggal setengah semester lagi. Kalau kamu pindah sekarang, semua catatan akademikmu harus disesuaikan. Apa tidak lebih baik menunggu kelulusan?”

“Aku tidak peduli,” potong Zee.

Zavira memberi kode pada suaminya. Kode yang selama ini berarti: ikut saja maunya, jangan ribut sekarang.

Zidan mengangguk kecil, menelan napas.

“Baik. Kalau itu keinginan kamu, Daddy akan bantu proses perpindahannya.”

“Kamu mau pindah ke mana?” tanya Zavira, suaranya lebih tenang.

“Wolfe House,” jawab Zee singkat—menyebut nama sekolah asrama elit milik keluarga mereka. Tempat yang dulu dihuni Zia.

Zidan tampak terkejut.

“Kamu sendiri yang bilang, kamu tidak suka tinggal di asrama. Aturannya ketat, dan kamu selalu bilang butuh ruang bebas.”

Zee menatap mereka berdua, tanpa ragu.

“Aku muak tinggal di rumah ini,” katanya pelan, namun nadanya penuh tekanan.

Kalimat itu menghantam mereka lebih keras dari sekadar permintaan pindah sekolah. Zavira membuka mulut hendak membalas, namun urung. Mereka sudah tahu—Zee tak akan mengubah keputusannya.

“Kalau itu yang kamu inginkan, Mommy dan Daddy izinkan,” ucap Zavira akhirnya, pelan.

Zee berdiri. Sarapannya nyaris tak disentuh.

“Kalian pasti lebih tenang bekerja kalau aku di asrama,” gumamnya lirih, setengah menyindir.

Tanpa menunggu balasan, ia melangkah pergi—meninggalkan ruang makan dan dua orang yang dulu ia sebut ‘rumah.’

 

Zee memacu motornya melintasi jalanan kota dengan kecepatan tinggi. Angin menerpa wajahnya, membuat rambutnya berkibar liar. Tapi di dalam pikirannya hanya satu hal berputar: kemunafikan.

Sudah dua hari sejak kepergian Zia. Dan kedua orang tuanya… masih bisa sarapan seperti biasa, bersiap kerja seperti biasa. Seolah kehilangan seorang anak bukan sesuatu yang pantas diratapi.

Orang lain mungkin mengira dia sedang menuju sekolah. Seragamnya rapi, helmnya menutup wajah. Tapi arah tujuannya berbeda.

Zee membelokan motornya, lalu memasuki sebuah area sunyi—pemakaman umum.

 

Ia melangkah perlahan di antara barisan batu nisan, hingga akhirnya berhenti di hadapan pusara yang masih basah.

"Zia Venya Alexandra Wolfe," tertulis jelas di nisan putih bersih.

Zee berjongkok, menyentuh nama itu dengan tangan yang mulai bergetar. Air matanya mengambang, tapi tak jatuh.

“Zia…”

“Apa lo baik-baik aja di sana? Gue harap… lo tenang.”

“Baru dua hari. Tapi rasanya kayak setahun. Gue bener-bener ngerasa kosong.”

Tangannya meremas tanah basah di atas pusara. Rasa marah dan kehilangan menyatu dalam satu gejolak yang tak bisa ia redam.

“Gue nemu surat lo, Zi. Gue tahu lo gak bunuh diri.”

“Gue gak peduli dengan hasil penyelidikan mereka yang setengah hati… Gue gak akan berhenti sampai tahu siapa yang bikin lo gini.”

Zee menarik napas panjang, menahan emosi yang mendesak naik ke tenggorokan.

“Dan jangan khawatir… gue gak akan minta bantuan dua orang itu. Orang tua kita yang bahkan gak tahu gimana caranya jadi orang tua.”

“Gue akan masuk ke Wolfe House. Gue akan gali semua yang lo sembunyikan… dan gue bakal temui pelakunya."

Ia menunduk lebih dalam, membisikkan kalimat terakhir dengan suara yang hampir tak terdengar:

“Tunggu gue, Zia… Gue bakal balas semuanya.”

1
bakpao
/Good//Good/
hadeta yorsi
ini yang aku tidak suka, seharusnya ciuman atau kecupan itu didasarkan suka sama suka. Harusnya rey lebih menghargai zee. bukan membuat dia kesal. seolah olah cinta itu harus seperti itu agar terlihat tulus.
hadeta yorsi
dari awal dia udah mencurigakan kok,
hadeta yorsi
tolong jangan buat aku kesel bacanya. walaupun rey suka sama zee, tapi dia seperti mempermainkan zee, itu menyebalkan. aku jadi enggak berharap mereka jadi pasangan.
hadeta yorsi
kalau ini tema misteri, aku fikir bukan hera deh, terlalu kelihatan
Akta Fernanda S
Luar biasa
Asra
wah, ceritanya bagus! sudah tamat aja, kak, nggak ada lagi ya?😁
Nona Jmn: Ada kak! Cari di kronologibaku🥰🫶
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
Bener2 arti sahabat ada diantara mereka dengan versi masing2 sifat.
Siti Choiriyah
di lihat dr profil masih sedikit karyanya... tp ceritanya udah top... dn bagus bngt gk bertele tele...
Nona Jmn: Makasih kakak🫡🫶
total 1 replies
arniya
luar biasa kak, apalagi klo ceritanya di lanjutkan....
arniya
banyak teka-teki yang harus di pecahkan....
Mut Dawamah
terlalu berbelit alurnya ngga sat set sok misterius
Itoh
kyanya si vio deh ini yg bunuh zia
Ira Resdiana
ooh bukan sama Raka ya suka nya si Klara
Ira Resdiana
nah kaaannn.. bener kan.. cuman aku kok td nulisnya miss rahma ya xixixiixi, miss sarah maksudnya.. semuanya penuh topeng
Nona Jmn: Jangan Lupa Vote Kakak🤭🫰
total 1 replies
Ira Resdiana
whaattt... sdh lulus kuliah 2 taon lalu???? dan semua hanya karena cinta bertepuk sebelah tangan...
Ira Resdiana
hooo..akhirnya terungkap.. beneran Viola
Ira Resdiana
hooo bukan biola brati.. klara pelakunya?
Ira Resdiana: eh kok biola... wkwkwkkw viola mksd nya
total 1 replies
Ira Resdiana
eh kok bingung... yg anaknya kepsek nih viola ato klara sih... kok klara jg mencurigakan. ibu ini miss rahma bukan?
Ira Resdiana
owalaaahhh pada suka sama Raka ternyata....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!