NovelToon NovelToon
Duda Sawit Milik Ku

Duda Sawit Milik Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Perjodohan / Duda
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: bini pond

Zahra Syariah zalza Bila adalah seorang anak broken home, ia anak yg di besarkan oleh ibunya sebatang kara, akibat orang tuanya yang berpisah di usia dimn anak lain masih mendapatkan peran kedua orang tua nya, Zahra harus mencari peran itu dari orang² terdekat nya, namun sifat Zahra yang selalu susah di atur dan selalu membuat masalah bagi ibunya di tambah ibu nya juga yg sudh tua, ibunya pun harus menikah kan Zahra dengan seorang duda yang bernama Ansar zuliyan kerna menurut nya Ansar akan mampu mendidik Zahra di dalam proses menuju dewasa.....





di bacaa ya teman teman biar tau Gimn kelanjutan kisahnya Zahra dan Ansar.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bini pond, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20..

Zahra dan Ansar telah sampai di rumah milik kakek Hasan.

Sepanjang perjalanan Zahra diam, entah apa yg di pikirkan Ansar sendiri tidak tau..

"aku masuk deluan om"pamit Zahra tanpa menunggu jawaban Ansar.

Zahra masuk ke kamar, ia mematikan lampu, merebah badan di kasur dan memeluk bantal guling nya

"hikss bapak jahat hikss, mama juga nikah lagi"ucapnya sembari menangis sesenggukan..

.....

Ansar yg tak tau mau kemana hanya menemani Zahra di rumahnya sendirian kerna ia tau kakek Hasan pasti blm pulang kerna, lagi pula kakek Hasan meminta nya menemani Zahra sembari menunggu mereka pulang...

Kerna bosan Ansar berjalan keliling keliling memandang seluruh rumah yg Zahra tempati..

Hingga pandang nya jatuh ke arah foto gadis kecil dengan kakek Hasan di samping kananya dan nenek Siti di sisi kirinya

*jadi sedari kecil dia tidak pernah tinggal dengan orang tua nya*batin Ansar yg merasa kasian..

Ansar kembali berjalan ke dapur, ia merasa lapar, ia membuka kulkas dan mencoba memasak.

Ansar memutuskan memasak sup dan ayam goreng yg tidak begitu sulit baginya.

Tak lama kemudian makan itu telah ia hidangkan di meja makan, ia memanggil nama Zahra namun tak ada sahutan

"Zahra makan sini dulu woi "

"Ra makan sini" panggil yg tak di sahut

*mungkin dia tidur* positif thinking Ansar.

Akhirnya Ansar makan sendirian di meja makan selesai makan Ansar memutuskan untuk beristirahat di sofa yg pernah ia tumpangi tidur

Di tempat nenek Siti

"makan yg banyak dek biar cepat ketemu Zahra "ucap kakek Hasan menyuapi nenek Siti

"Zahra kira' sudah makan belum kak??, apa dia baik' saja di titipkan sama nak Ansar "tanya nenek Siti

"semua pasti baik' saja dek , kakak tau bagaimana nak Ansar itu" ucap kakek Hasan..

Tak terasa waktu berjalan begitu saja hingga sore hari Ansar tersadar dari tidur nya saat matahari sore menyinari muka nya

"eung"Ansar meregangkan tubuh nya ia berjalan ke dapur melihat makanan yg belum di sentuh sama sekali oleh Zahra.

*anak itu belum ada makan sama sekali*

Merasa ada yg tak beres Ansar mencoba datang ke kamar Zahra

Tok tok

"Ra aku masuk ya "

Ansar menunggu jawaban dari dalam, namun tak ada satupun kalimat yg ia dengan, merasa makin khawatir ia masuk ke dalam kamar Zahra, syukur nya kamar Zahra tak di kunci dari dalam..

Ansar terkejut melihat badan Zahra yg penuh keringat saat ia dekati tangan Zahra memegang tangan Ansar begitu erat.

"bapak jangan tinggalkan Zahra pak hiks"ucap Zahra yg mengigau

kulit Zahra terasa begitu panas saat bersentuhan dengan kulitnya..

"Ra Bagun Ra "ucap Ansar yg menggoyang kan tubuh Zahra

"eumm bapak Zahra rindu sama mama hiks "ucap Zahra yg membuka mata, ia memeluk erat tubuh Ansar

"badan kamu panas Ra "ucap Ansar, merasa tak tega Ansar juga memeluk tubuh Zahra..

"hikshs, kepala Zahra syakit pa hikss"ucapnya yg memegang kepala nya.

"Zahra sini dulu ya aku ambilin makan "Ansar bersiap untuk pergi mengambil makanan untuk di makan Zahra, namun Zahra menahan nya

"Zahra gak mau makan pa, Zahra mau bobo di temanin bapak hiks"ucapnya yg memandang dengan wajah yg memerah dan mata yg membengkak.

"Zahra makan dlu baru bapak temanin bobo ya"ucap Ansar yg juga memanggil dirinya bapak.

"eumm gak mau pak Zahra gak mau makan hiks gak mau hiks!!"ucap Zahra yg menangis tambah kencang

"yaudah gak usah makan ya nak,jangan menangis dong "ucap Ansar yg mengelap air mata Zahra

*kasian banget hidupmu ra*batin Ansar

"bapak bobo sini "ucap Zahra yg bergeser agar ada tempat kosong di sebelah nya

"bapak temanin Zahra bobo duduk aja "Ansar merasa tak enak tidur di atas kasur Zahra apa lagi mereka berdua tak ada hubungan apapun.

"bapak gak mau dekat-dekat sama Zahra ya pak" tanya Zahra dengan mata berkaca-kaca

"bukan gitu nak"Ansar menghela nafas ia memutuskan baring di samping Zahra, agar wanita itu tak menangis takut Deman nya makin tinggi.

'grepp'

Zahra memeluk erat tubuh Ansar, Ansar yg merasa di pelukan merasa tak aman

*deg deg, sialan di hati *batinya

Ansar membalas pelukan Zahra, memakai kan nya selimut "tidur ya nak"

"Zahra sayang bapak selamanya" ucap Zahra yg memeluk erat Ansar erat meletakan kepalanya di atas dada Ansar.

Ansar yg di perlakukan seperti itu hanya merasa deg deg an.

Hingga akhirnya Zahra tertidur, menepatkan wajahnya didada bidang milik ansar, ia memeluk Ansar begitu erat.

"kasian sekali kamu cil"guman Ansar yg tangan nya mengusap kepala Zahra.

Ansar merasa tak tenang tidur dengan posisi seperti ini, ia takut nanti mereka dituduh berbuat yg tidak tidak, ingin melepaskan pelukan Zahra, namun Ansar khawatir Zahra akan bangun dan menangis lagi.

Ansar mencoba meraih hp Zahra dan menghubungi kakek Hasan.

dring~dring~ suara panggilan itu hingga akhirnya terhubung.

"halo kakek"ucap Ansar yg berbicara pelan takut Zahra bangun.

Sedangkan kakek Hasan yg menjaga nenek Siti yg terlelap merasa risauh saat mendengar suara pria yg menghubungi nya.

"halo kamu siapa?cucu saya mana?"tanya kakek

"eh,, kakek ini saya Ansar, saya cuma mau beri tau malam ini saya tidur satu kasur dengan Zahra kek"ucap Ansar yg sangat pelan.

"Apa!, kenapa kamu tidur satu kasur dengan cucu saya sar!!"ucap kakek yg nadanya sedikit keras.

"maaf kan saya kek, Zahra sakit dan tadi di jalan pulang saya ketemu dengan pria yg Zahra panggil bapak,dan sesampainya di rumah Zahra tidak mau makan, setelah saya cek ternyata dia Deman dan mengigau kalo saya ini bapak nya kek"jelas Ansar

terdengar suara helahan nafas berat dan di susul suara kakek hasan"saya mohon sar jaga cucu saya, jangan kamu apa-apain dia sar, dia sudah banyak menderita sejak kecil!"ucap kakek Hasan lalu mematikan telepon itu.

*maafkan kakek ra, kamu pasti benci kakek *batin kakek Hasan yg menggenggam tangan nenek Siti..

telepon yg di matikan sepihak itu membuat Ansar bingung "apa gpp seperti ini "guman yg memandang Zahra tidur begitu nyenyak.

Ansar hanya memandangi wajah Zahra yang tertidur lelap,ia tak bisa tidur, hingga pukul 03:24

Di saat rasa ngantuk menghampiri Ansar, ia baru saja ingin tidur, namun tidak jadi saat mendengar suara.

"hiks, bapak jahat,mama juga jahat!!"ucap Zahra yang masih tertidur dengan keadaan meringkuk.

Ansar yg mendengar itu menarik tubuh Zahra, memperbaiki posisi tidur nya.

"erghh, mama jahat nikah lagi, bapak juga nikah lagi nanti aku tinggal sama siapa hiks,hikss"ucapnya yg sedikit setengah sadar.

"uh cup cup cup, udah ya jangan nangis dong"ucap Ansar yg mengelap air mata Zahra.

Zahra yg merasa usapan hangat di wajahnya membuka mata nya, dan melihat Ansar yg ada di depan wajah nya.

"hiks om ngapain di sinihiks"Ucapnya yg masih menangis.

"udah ya jangan nangis nanti kamu makin sakit oon"ucap Ansar yang memeluk tubuh Zahra.

"hiksh omhh bapak sama mama jahath kan om hiks"ucapnya yg membalas pelukan Ansar.

"biarin saja mereka oon, biar om yang gantikan orang tua kamu itu okey"ucap Ansar memeluk Zahra sembari mengelus kepala Zahra.

Zahra tak menjawab ia hanya mengangguk,

"kalo begitu berhenti menangis ra, om akan berikan semua yang orang tua kamu tidak bisa berikan" ucap Ansar mencium sekilas kening Zahra.

Zahra yg di cium hanya mematung.

Ansar yg melihat Zahra seperti hanya bertanya tanya dalam hati*apa tindakan ku salah ya*

"tidur lagi ya Ra, apa mau makan dulu"tanya Ansar yg kembali membuka obrolan.

"saya mau makan om!"ucap Zahra yg duduk dengan mata yg merah

"mau om bawain ke sini??"

"makan di bawah aja om"

"kalo begitu ayo kita ke bawah"ajak Ansar.

Ansar dan Zahra turun ke bawah, Zahra menunggu di meja makan, sedangkan Ansar memasak makanan yg bisa mereka makan, ia memasak

sup ayam dan telur goreng.

"ini makan yang banyak ya, habis itu tidur lagi"ucap Ansar memberikan piring berisi makanan.

"baik om"ucap Zahra yg memakan makanan itu...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!