Karin gadis pemalas yang punya hobby nonton Drakor dan Dracin sepanjang masa remajanya, tidak menyangka bahwa nasibnya akan seperti di drama drama yang pernah ia tonton.
Diumur ke 20 tahun ia dipaksa menikah muda dengan Om Om yang di jodohkan Oleh Ayahnya.
Om Om itu adalah kolega bisnis Ayah Karin bernama Arjuna Prayoga.
Meskipun hanya berbeda 7 tahun tapi Karin yang saat itu masih kuliah, sangat sulit untuk menerima perjodohan dan pernikahan itu.
Apalagi Karin sudah memiliki pacar yang telah dipacarinya selama bertahun tahun bernama Kai Bagaskara seorang cowok populer dan sangat dicintainya.
Dapatkan Karin Lolos dari perjodohan yang disiapkan Ayahnya?
Ataukah pada akhirnya ia akan benar benar menikah dengan Om Arjuna?
Selamat membaca semoga kalian suka dengan karyaku, saranghae 🩷
BTW karena ini cerita tentang pernikahan Harap bijak sebelum membaca okey...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YirumaNitya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Deep talk
"Yah sampai kapan kita harus merahasiakan tentang penyakitmu pada anak anak?" Tanya Bunda sebelum Bagas dan dirinya mulai akan memejamkan mata di malam itu.
Bagas terdiam suhu AC yang biasanya terasa biasa saja malam ini menjadi terasa lebih dingin baginya.
Dikasur mewah super king deluxe itu mereka berbaring untuk melepas lelah, bersiap tidur dimalam yang kini sunyi sepi karena kepergian Karin dan suaminya.
"Yah, Bunda gak tahan lagi harus menyembunyikan segalanya di depan mereka semua yah." Ucap bunda wajahnya nampak diliputi emosi yang kompleks, ada kesedihan, ketakutan, dan cemas.
Bagas menatap wajah istri yang sangat dicintainya itu lalu berkata "Ini bukan waktu yang tepat Bun, Ayah tidak mau menganggu ketenangan mereka karena harus mengasihani penyakit Ayah." Pria dingin yang terkenal tegas itu mencoba terlihat tetap tenang.
Air mata Ibunda Karin dan Tody itu tumpah, "Bagaimana dengan Bunda yah, bunda tidak sanggup menghadapi ini semua, terlebih harus melihat Karin salah paham terhadap Ayah sampai seperti ini."
"Bunda sedih melihat Karin menangis, tapi Bunda tau Ayah melakukan semua ini semata mata demi melindungi dirinya juga masa depannya." Kini wanita itu terisak isak air matanya tumpah ruah.
Sejak kemarin akad nikah sebenarnya ia ingin sekali bilang pada Karin kalau hal yang terjadi semata mata hanya karena cinta Bagas yang terlalu besar untuk mereka semua
Bagas hanya tidak mau kalau nanti ia telah pergi, Karina gadis manja itu salah langkah dan jalan, Bagas ingin sekali melihat anaknya dicintai oleh orang yang benar benar tepat, baginya tak ada kandidat sebaik Arjuna yang mampu menerima Karin.
Kini Bunda memeluk Bagas erat, bagaspun balik memeluk istri tercintanya itu.
"Bun, kita harus usahakan pengobatan terbaik bagi Ayah, tapi sebelum Ayah sembuh lebih baik kita bersikap biasa aja, dan kalaupun ada apa apa, jangan merepotkan mereka, sebagai orangtua kita harus kuat demi mereka semua." Ucap Bagas Pradipta CEO Pradipta Company itu.
Bagas memang sangat tegas dan terlihat berdarah dingin dalam dunia bisnis, tapi sebenarnya dia adalah sosok Ayah yang sangat menyayangi dan ingin selalu melindungi anak anaknya.
"Kamu doakan ayah sembuh ya Bun, ayah tidak akan menyerah untuk bisa tetap hadir demi kalian semua, tapi kamu juga harus tetap kuat berdiri di sisiku bunda." Ucap lelaki berusia 50 tahunan itu membuat tangis istrinya pecah.
"Maafkan bunda ya yah, sampai saat ini bunda cuma jadi beban Ayah, dan suka merepotkan Ayah." Ujar Anggi Melia yang merupakan nama kecil Bunda.
"Tidak sayang, kamu, Tody, Karin dan Danu adalah titipan Tuhan yang memang seharusnya menjadi tanggung jawab Ayah."
"Kalian penyemangat hidup ayah, bagaimana kalian bisa di sebut beban." Bagas mengelus lembut kepala istrinya.
Bunda sesenggukan meratapi nasib suami tercintanya yang kini menderita Leukemia stadium 3.
"Lalu Karin bagaimana yah, Bunda sangat khawatir sekali dengan mental Karin." Bunda mengutarakan isi hatinya.
"Semalam saja ia menangis sampai segitunya, hati bunda benar benar sakit yah." Kata bunda lagi, ia memegangi jantungnya seakan rasa sakit itu masih terasa sampai saat ini.
"Ayah juga Bun, tapi Ayah yakin Arjuna lelaki yang baik, dia akan bisa melindungi dan menjaga Karin, kelak Karin pasti dapat dididik menjadi istri yang baik, terlebih Arjuna mencintai Karin, kini tinggal kita serahkan pada Tuhan, semoga Karin cepat atau lambat bisa mengerti maksud hati Ayahnya dan juga melihat dengan jelas lelaki yang manjadi suaminya adalah lelaki yang terbaik." Pelipis Bagas rembes ia menangis.
Tangisan yang hanya bisa ia keluarkan saat bersama soulmatenya Anggi Melia.
Dia yang dingin dan terlihat tidak berperasaan itu justru sebaliknya adalah sosok Ayah yang penyayang, semua gambaran yang terlihat diluar hanyalah casing, aslinya Bagas sangat sangat mengkhawatirkan dan menyayangi Karin lebih dari siapapun.