SEBELUM MEMBACA INI, BACA DULU DERITA ISTRI KETIGA YA.
Setelah bercerai dengan istrinya yang pertama dan istri kedua meninggal dunia, Arya Sanjaya fokus bekerja dan membesarkan kedua buah hatinya. Ia tak lagi memikirkan tentang cinta, sebab ia juga masih mencintai mantan istrinya yang ia ceraikan.
Ditambah dengan kerumitan rumah tangga sang Papa yang rupanya tidak seindah yang ia bayangkan selama ini
Adakah seorang wanita atau gadis yang bisa membuat dirinya jatuh cinta kembali dan bisa menjadi Ibu sambung bagi anak-anaknya? Dan bisakah Arya menjadi penengah bagi kedua orang tuanya.
Ikuti terus kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ivan witami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 12 KELUARGA UTUH
Kemala akhirnya pulang ke apartemen setelah tiga hari di rawat di rumah sakit. Arya juga mendatangkan kedua anaknya Zea dan Zidan tanpa baby sister dan sang Mama. Arya hanya ingin tahu bagaimana reaksi sang anak dan reaksi Kemala terhadap kedua anaknya. Apakah menerima sang anak dengan baik dan begitu sebaliknya.
Kemala masih berbaring di tempat tidur menunggu kedatangan suaminya yang sedang menjemput anak kembarnya di rumah. Kemala juga tidak tahu kenapa sampai saat ini, ia belum di kenalkan pada sang mertua perempuan, tetapi Kemala menghargai keputusan Arya.
Arya masuk membawa anak-anaknya, dan berjalan pelan menghampiri Kemala yang masih tertidur. Zidan dan Zea perlahan naik di atas tempat tidur di ikuti Arya. Mereka bertiga ikiyt berbaring dan melihat Kemala.
“Pa, Mama baru cantik ya!” bisik Zidan.
“Cantikan bu Audy,” sambung Zea yang juga berbisik.
“Sssttt, Sudah tidur.” Mereka pun memejamkan mata, walau sesekali melirik ke arah Kemala.
Arya meraih tangan Kemala dan menggenggamnya sambil mengusap rambut Zea, sementara Zidan mencuri-curi memeluk lengan Kemala dan tersenyum melihat wajah Kemala. Sepertinya Zidan lebih antusias memiliki Mama baru, tidak seperti Zea. Kemungkinan Zea sudah terobsesi oleh ibu gurunya Audy.
Tengah malam Kemala terbangun dan terkejut melihat dua anak kecil tidur bersamanya, sedangkan Arya duduk di sofa sambil tangannya lincah menari di atas keyboard laptop. Kemala tersenyum lalu mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Kini ia tahu kedua anak tersebut adalah anak suaminya.
“Mas...,” panggil Kemala dengan sebutan ‘Mas’ Arya diam sejenak mencerna panggilan Kemala.
Arya melihat Kemala menghampiri dirinya. Arya sejenak teringat Bella yang dulu juga memanggil dirinya dengan sebutan ‘Mas’. Kemala melihat Arya yang terdiam dan melihatnya. Ia takut jika Arya tidak menyukai jika di panggil ‘ Mas’ tanpa seizinnya.
“Maaf, Tuan!” Kemala menunduk lalu berlari kecil keluar dari kamar.
Arya hanya tersenyum lalu bangkit dari duduknya kemudian menyusul Kemala keluar. Arya melihat Kemala sedang mengambil air minum di dapur. Arya menghampirinya kemudian memeluknya dari belakang. Kemala terkejut sampai ia gemetaran dan salah tingkah.
“Coba panggil aku mas lagi!” pinta Arya lalu mencium pipi Kemala.
“Em ... maaf kalau Tuan tidak berkenan. Saya salah, sudah lancang.”
“Kalau aku gak marah berarti, aku gak keberatan dan aku menyukainya. Aku senang kamu berinisiatif dulu.”
Arya tersenyum dan memegang tangan Kemala. Ia tahu Kemala sedang gugup, Arya membalikkan tubuh Kemala dan mereka saling berhadapan. Arya memegang dagu Kemala dan tersenyum.
“Semua akan baik-baik saja. Kamu gak perlu lagi takut akan Ayahmu itu. Semua sudah Aman.”
“Maksudnya?”
Kemala heran apa yang dimaksud aman. Apa sang suami menjebloskan Ayahnya ke penjara atau hal lain.
“Tidak usah di pikirkan. Cukup kamu menjadi istri yang baik, hm.” Arya kemudian mencium bibir Kemala. Namun Kemala sedikit mendorongnya.
“Tuan,”
“Kenapa?”
“Boleh minta sesuatu?”
“Apa itu.”
Kemala mendekatkan wajahnya ke telinga Arya dan berbisik.“ Jangan bermain kasar tuan, saya tidak suka dan itu sakit bukan nikmat.”
Kemala tersenyum malu. Arya pun tersenyum lalu mencium kembali bibir Kemala. Arya membopong tubuh Kemala ke kamar satunya yang tidak ada anak-anak. Arya melakukan sesuai permintaan Kemala. Rupanya Kemala hampir sama dengan Bella. Arya baru menyadari tidak semua wanita mampu mengimbangi dirinya, hanya Laura saja istri yang bisa mengimbanginya. kali ini ia tidak mau lagi egois masalah ranjang, ia harus memikirkan lawannya.
“Tuan, kenapa tidak memakai pengaman?” tanya Kemala.
“Kamu istriku. Tidak apa-apa, kan.” lirih Arya di sela permainannya. Kemala tersenyum lalu memeluk sang suami yang berada di atasnya. Ya ... pada akhirnya Kemala merasakan apa yang orang katakan. Kenikmatan surga dunia.
Setelah selesai Arya memeluk Kemala dan meyakinkan dalam hati cukup Kemala yang wanita terakhir dalam hatinya. Terlepas sang Mama setuju atau tidak. Dan Arya akan melanjutkan mencari tahu siapa sebenarnya Kemala? Sebab Arya sudah mendapatkan informasi jika Ayah yang selama ini menganiaya Kemala bukanlah Ayah kandungnya dan sang Ibu bukanlah Ibu kandung Kemala. Namun Baik ayah dan ibunya menutupi semua dari keluarga dan Kemala sendiri. Bahkan pak leknya juga tidak mengetahui jika Kemala bukanlah keponakan kandungnya.
“Tidurlah, besok kita jalan-jalan dengan anak-anak.” Arya mencium kening Kemala dan mereka tidur sampai pagi.
Pagi harinya Kemala bangun lebih pagi, ia menyiapkan sarapan untuk suami dan anak-anak suaminya. Ia harus bisa mencuri hati anak-anak suaminya. Saat Kemala sedang mencuci perkakas sisa memasak. Tiba-tiba Zidan datang menghampirinya. Zidan berdiri di samping Kemala dan terus melihat Kemala.
Zidan mendekat dan menarik Dress kemala.“Mama,” lirihnya membuat Kemala sedikit terkejut kemudian melihat ke arah Zidan.
“Halo sayang, Selamat pagi!” Kemala mencuci tangannya lalu menggendong Zidan dan mencium pipinya.
“Mama cantik!” puji Zidan terus melihat Kemala.
“Oh, iya. Zidan juga tampan seperti Papa.” Kemala mendudukkan Zidan di kursi meja makan.
“Wah ... Mama masak enak! Ini kesukaan Zidan!” Zidan hendak mengambil udang goreng, Namun Kemala mencegahnya.
“Cuci tangan dulu, Sayang.” Kemala membantu Zidan mencuci tangannya di wastafel.
“Nah ... sekarang boleh makan.” Kemala mengambilkan sarapan nasi, Zidan begitu lahap makan masakan Kemala.
“Adek Zea belum bangun?” tanya Kemala.
“Belum, Ma. Zea kalau tidur kayak beruang.” keduanya tertawa kecil.
“Kamu bisa saja. Habiskan sarapannya, ya.”
“Iya, Ma. Terima kasih ya, Ma.”
“Sama-sama, Sayang.” Kemala tersenyum dan tidak sengaja melihat Arya di ambang pintu kamar sedang melihatnya.
Arya juga tersenyum kemudian menghampiri keduanya. “Pagi, Sayang!” Arya mencium pucuk rambut Zidan lalu beralih ke pipi Kemala.
“Pagi, Pa.”
“Pagi, Mas.” Kemala tersenyum malu lalu mengambilkan kopi yang sudah ia buat untuk Arya. Arya duduk di samping Zidan kemudian menyeruput kopinya.
“Mas, aku bangunkan Zea ya.”
“Jangan, biarkan dia bangun sendiri. Zea itu seperti Mamanya, tidak suka di bangunkan kalau sedang libur sekolah. Biarkan bangun sendiri.”
Kemala mengangguk paham. Rupanya anak kembar juga memiliki sifat yang berbeda. “ Ya sudah, Mas mau sarapan sekarang?” tanya Kemala.
“Nanti saja, Mau minum kopi dulu. Kamu saja dulu. Kamu juga masih minum obat, kan.”
“Iya, nanti saja.”
“Mama,” panggil Zidan.
“Ya, Sayang.”
“Boleh Zidan minta suapi?”
“Ouh, tentu saja. Sini Mama suapi.”
Kemala kemudian menyuapi Zidan dengan penuh kasih sayang seperti anaknya sendiri. Arya terharu melihat pemandangan yang sudah lama ia rindukan. Mempunyai keluarga yang utuh dan harmonis tanpa campur tangan siapa pun termasuk sang mama. Akan tetapi sepertinya kedepannya ia harus bisa meyakinkan sang mama untuk menerima Kemala sebagai istri dan Mama bagi anak-anaknya.
haaaa
biat sm2 menyesal tk kedepanya
abi beserta abang dan adiknya juna dan putra. sms2 tukang selingkuh. mereka mengarasnamakan agama agar bisa berpoligami. padahal itu hanya untk menutupi nafsu syahwat mereka yg tdkbterkendali. aku memenagvtdk membenaekan sikap angkuh utari. tapi kalau sj abi bertndk tegas pada utari. pasti utari akan berubah. ya paling tdk kalau sdh gak bisa dikasih tahu kepas sj. dan dia menikah lagi. itu baru benar. inibtdk sdh 11 tahun utari merasa di bodohi. kalau keadaanya dibalik gmna. semua istri dari keluarga sanjaya. seperti itu selingkuh apa. para suaminya akan menrima dengan lapang dada. saya rasa tdk. emang utari dan wilina gak akan berubah. wilona lagi kalau sdh kena dia baru jyahok loe
aku tahu utari istrnya abibitu jahat. tapi gak sepertj itu juga x. kalau istrinya gak bisa di bilangi lagi. atau gak mau dipakai lagi ya ceraikan sj. jadi sakit hati utari hanya sebentar sj. dia gak seperti di khianatai. coba keadaanya dibalik. iatri dari keluarga sanjanya yg seperti itu. apa mereka menerima setelah tahu keadaanya. tentu tdk. mereka hanya menyalahkan org lain demi membenarkan keadaan mereka.