Cinta pertama, semua orang pasti pernah merasakan, itulah yang di rasakan Briana gadis cantik yang baru saja menginjakkan kakinya di sekolah menengah atas atau SMA.
Briana dia mengagumi kakak kelasnya yang merupakan ketua team basket, hanya saja sampai si pria lulus sekolah Briana tidak pernah mengungkapkan perasannya dia hanya menyimpan rasa suka itu di hatinya.
Hari-hari di sekolah Briana lewati dengan santai walau permasalahan mulai muncul namun dia tidak pernah ambil pusing.
Tiga tahun sudah dia sekolah disana dan saat masuk universitas Briana di pertemukan lagi dengan sang pujaan hati.
Apakah Briana mengambil kesempatan ini untuk mendekati sang pujaan hati?....
Yu baca kisahnya.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astri Reisya Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hanya bisa mengagumi.
Tibanya di rumah setelah mengucapkan salam aku hendak naik ke kamar ku namun tiba-tiba mama muncul.
"Eh anak mama udah pulang lagi, gimana sekolahnya? " tanya mama saat melihatku.
"Gak ada yang menarik, " jawab ku lalu naik ke atas ke kamar ku walau dengan kaki sedikit pincang karena masih sakit.
Tibanya di kamar aku langsung merebahkan tubuhku lalu membuka ponselku. Aku masuk sekolah itu hanya sendiri karena semua teman-teman ku masuk sekolah SMA Negeri. Aku masuk sekolah itu karena pemilik sekolah kakak dari kakak ipar ku. Saking capeknya aku pun memutuskan untuk tidur lumayan masih ada waktu dua jam sebelum magrib.
"Tok... tok.... tok..., " suar pintu di ketuk.
"Siapa? " tarian ku karena ganggu aku tidur saja.
Aku pun bangun lalu membuka pintu dengan wajah bangun tidur ku.
"Kamu baru bangun? " tanya mama, ternyata mama yang mengetuk pintu ku.
"Bangun, baru juga mau tidur, " ucap ku.
"Ini jam berapa, kamu baru mau tidur, " omel mama.
"Baru jam empat ma, " balas ku.
"Bukan tuh mata, sekarang udah hampir setengah tujuh semua orang udah siap buat makan malam, " beritahu mama membuat ku kaget.
aku melirik jam di ding ding dan ternyata benar sudah setengah tujuh malam.
"Udah sana mandi, udah mandi langsung turun makan, " ucap mama lalu pergi dan aku pun masuk ke dalam lalu mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi.
Setelah selesai aku turun dan semua orang hampir selesai makannya. Aku pun duduk lalu mengambil makanan dan langsung memasukannya kedalam mulut tanpa banyak bicara.
"Kamu pasti cepek ya!, sampai-sampai ketiduran gitu, " ucap kak Indra suami kakak ku.
Aku hanya tersenyum tidak membalas ucapannya.
"Ya maklum lah biasa sekolah biasa sekarang masuk ke sekolah yang super sibuk ya k. o dia, " ejek bang Rian.
"Serah abang deh," ucap ku males berdebat dengan bang Rian.
"Gak seru lo, " ledeknya.
"Abang, " tegur mama dan aku hanya menjulurkan lidah ke bang Rian.
"Udah kamu makan saja, Rian papa tunggu di ruang kerja, " ucap papa membuat bang Rian menghela nafas.
"Kasian deh lo, " ledek ku dan bang Rian langsung pergi nyusul papa.
Aku pun selesai makan lalu hendak kembali ke kamar namun di cegah mama.
"Sini biar mama obati kakinya, " ucap mama.
"Gak usah ma udah sembuh ko tadi di sekolah udah di pijit juga, " tolak ku karena memang sudah lumayan membaik.
"Udah sini mama olesi obst takut jadi bengkak nantinya, " ucap mama lalu aku pun nurut saja dan duduk lalu mama mulai mengoleskan obat di pergelangan kaki ku.
"Kenapa bisa cidera? " tanya mama.
"Ketabrak orang ma gak sengaja, " jawab ku.
"Kamu jalannya melamun kali, " balas sang mama.
"Itu mama tau, " ujar ku.
"Mama tau kamu gak senang sekolah di sana, tapi mama gak bisa nolak tawaran kakak ipar mu. Lagian itu sekolah mahal dan yang sekolah di sana anak-anak orang kaya semua, " ucap mama.
"Ya justru itu buat aku susah cari teman ma karena aku gak biasa dengan gaya anak orang kaya, " balas ku karena setelah satu minggu sekolah aku belum bisa dapat teman.
"Kamu tunggu disini, " titah mama lalu mama pergi dan masuk ke kamarnya. Tak lama mama keluar dengan membawa beberapa tas belanja entah apa isinya.
"Ni, buat kamu tadi kakak kamu yang belikan, " mama memberikan nya padaku dan saat di buka ternyata isinya tas bermerek dan sepatu bermerek saat di lihat harganya bikin aku geleng kepala.
"Ma apa gak terlalu mahal? " tanya ku sambil mencoba sepatunya.
"Kakak mu yang belikan mama aja udah protes tapi dia malah bilang gak apa-apa, " jawab mama.
"Ya udah deh bilangin makasih aja deh, " ucap ku.
"Aku ke kamar ma, " pamit ku lalu naik ke lantai atas sambil membawa tas dan sepatunya aku pakai.
Namun di tangga aku malah bertemu bang Rian.
"Dih tas baru, " ucapnya sambil menarik tasnya.
"Gila bermerek, mama punya duit dari mana? " tanya Bang Rian.
"Bukan mama yang beliin tapi kakak Kanaya, "beritahu ku.
" Oh, kirain mama, "balas nya lalu turun.
Aku pun melanjutkan naik ke atas dan masuk kamar. Sebelum tidur aku sempatkan untuk buka-buka internet aku cari tentang sekolah ku lalu tentang ekstrakulikuler basket dan aku langsung dapat foto dan info tentang Haidar. Cowok yang tadi siang menabrak ku, setelah puas aku pun memutuskan untuk tidur.
Hari senin pun tiba dan aku sudah rapi dengan seragam. baru ku. Aku turun untuk sarapan dan hari ini aku minta di antar papa karena bang Rian kuliah siang.
"Pa sarapannya cepat dong, aku gak mau kesiangan ni, " ucap ku pada papa yang masih santai membaca koran.
"Iya, iya ini udah ko, kamu tunggu di mobil saja, " balasnya dan aku pun langsung pergi menuju mobil dan menunggu papa di dalam mobil. Papa pun datang lalu masuk dan menjalankan mobilnya. Karena hari senin jalanan cukup ramai namun beruntung belum macet.
Tak butuh waktu lama aku pun sampai dan langsung turun lalu berlari masuk untuk mencari kelas ku. Setelah berputar akhirnya aku menemukan kelasnya dan saat masuk aku bingung harus duduk dimana. Aku pun berjalan ke sebelah jendela di sana masih kosong dan aku duduk. Namun tidak lama datang seorang cewek menghampiri ku.
"Masih kosong kan? " tanya nya.
"Masih" jawab ku.
Cewek itu pun duduk lalu mengajak ku kenalan.
"Gue Zahara, lo? " tanya nya.
"Gue Briana, panggil aja Ana, " jawab ku.
"Oke, " ucapnya.
Kami pun mulai mengobrol sampai guru masuk, pelajaran di mulai dan aku mengikuti dengan serius. Bel istirahat pun berbunyi dan semua murid langsung berhamburan ke luar.
"Ke kantin yu! " ajak Zahara pada ku.
"Boleh, " jawab ku.
Kami pun ke kantin dan ternyata sudah ramai. Setelah mendapat apa yang kita mau, kita langsung duduk. Namun tiba-tiba suasana kantin langsung ramai saat seorang cewek masuk. Aku hanya melirik sekilas lalu lanjut makan.
"Dia tuh cewek paling cantik di sekolah, " ucap Zahara membuat aku melihat kearahnya.
"Gue dengar jangan pernah singgung dia kalau gak mau punya masalah, " lanjut Zahara.
"Oh, " balas ku cuek.
Setelah habis aku pun langsung mengajak Zahara untuk ke kelas kembali namun saat melewati lapang basket aku melihat Haidar sedang bermain dengan teman-temanya. Pandangan ku terus tertuju padanya.
"Kak Haidar ganteng ya, tapi sayang udah punya cewek, " ucap Zahara membuat aku kaget dan menatapnya.
"Lo kenapa kaya kaget gitu? " tanya Zahara.
"Enggak, ya wajar orang ganteng udah punya cewek, " jawab ku.