Perjalanan Rasa
Kring… kring… Suara ponsel genggam Vita berdering dan membuat dia sedikit terkejut seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya di layar ponsel “Kak Yana? Mau apa yah dia menelfonku?” Ujarnya dalam h
0
0
Si Angkuh Jatuh Cinta
Radu membanting ranselnya ke meja ketika baru saja ia datang ke kelas. Kemudian ia melangkahkan kaki dan langsung duduk di depan Lyla yang memutar bola matanya malas. Radu membolak-balikkan lembar buk
0
0
Popsicle
Aku duduk di sebuah bangku di pinggir sungai yang sudah menjadi tempat dimana kami saling bertemu. Ditemani cahaya lampu yang terang dan juga rumput dan pepohonan yang subur. Tempat ini sudah sangat b
0
0
Cinta dan Secangkir Kopi
Aroma kopi yang semerbak dipagi hari membuat siapa saja yang melewati cafe itu akan tergoda. Terlihat jalanan kota yang mulai ramai. Banyak manusia yang berlalu lalang dan memulai pagi dengan kesibuka
0
0
Jia Li
Nyaris tak ada yang berubah. Desa kecil ini masih sama setelah kutinggalkan bertahun-tahun lamanya. Seperti napak tilas dari masa itu, akhirnya aku kembali dengan membawa sekelumit cerita yang baru ta
0
0
Yang Tak Terduga (Part 2)
Malam harinya saat aku duduk termenung di atas tempat tidurku, Mas Rian mengetuk pintu kamarku. Aku pun bergegas bangun untuk membuka pintu. Setelah pintu terbuka, Mas Rian sudah berdiri di depanku. S
0
0
Yang Tak Terduga (Part 1)
Kata orang, mawar putih itu simbol ketulusan, kesucian, kemurnian, spiritualitas, dan simpati. Mawar putih juga mempunyai makna yang mirip dengan mawar merah, yaitu simbol cinta sejati. Oleh karena it
0
0
Tentang Rindu
“Jika ini akhir dari semua yang sudah kita ciptakan, maukah kamu menungguku di masa depan mengulang semua?” — Vano Sore ini di penghujung hari di tengah-tengah keramaian taman. Awan yang terlihat keab
0
0
Perkenalan
Pagi itu, tampak sosok lelaki bertubuh agak gelap duduk di bangku kayu ruang tamu menghadap ke arah Lukisan Pohon Kaktus. Melamun seperti jatuh di sebuah lorong yang sunyi, menandakan adanya sedikit b
0
0
Adik Kakak Zone
“Aku cinta kamu, Dek!” Ujar Aldi berterus terang. “Aku enggak bisa cinta sama kamu, Kak!” “Kenapa?” “Aku udah nyaman begini. Aku tahu gimana nanti alurnya, kita yang awalnya kakak-adik, tau-tau PDKT,
0
0
Malaikat Keempat
“Juno, jangan lupa yaaa, reuni emasnya,” kata Ninuk melalui WA. “Yooo, insyah Allah, aku hadir.” “Juno, sampeyan ditunggu sama Dewi dan Putri,” kata Ninuk lebih lanjut. “Ha…, ha…, ha…, salam yaaa, unt
0
0
Sepenggal Catatan (Part 2)
Sampai di Kedung Pengilon mentari sudah hampir sampai puncak. Kedung Pengilon sebenarnya hanya merupakan bendungan yang tidak terlalu besar, membendung beberapa sungai kecil sehingga terbentuk kedung.
0
0
Sepenggal Catatan (Part 1)
Pada usia yang sudah menginjak senja, entah mengapa tiba-tiba aku kepengin menulis tentang diriku sendiri. Tidak panjang, hanya sepenggal catatan yang nantinya akan aku simpan dalam kumpulan surat was
0
0
Kisah Klasik
Kurang lebih sudah mau setahun hubungan ini terjalin. Kisah cinta gadis SMA dengan seorang pengajar Bahasa. Lelaki-lelaki itu jangkung, hitam manis, rambutnya tipis, wajahnya bulat namun kalau sudah s
0
0
Kenapa Aku?
Sore itu, langit terlihat sangat gelap padahal waktu masih menunjukkan pukul 16:00, sepertinya sebentar lagi akan turun hujan. Aku masih berdiri di depan halte, menunggu angkutan umum lewat. Hai kenal
0
0
Perempuan Pertama
Kalbu berdebar. Malam ini aku akan mendapatkanmu atau justru kehilanganmu. Sedikit aksara sudah kusiapkan untuk mengutarakan rasa, semoga semua sesuai rencana. Notif WhatsApp darimu terus berkicau dar
0
0
Sekotak Bekal
Laki-laki itu berhasil memikatku. Laki-laki yang dingin, tapi kalau bersama teman laki-lakinya menjadi ceria. Kurasa ia jaga jarak dengan perempuan? Kalau begitu, akan susah untukku mendekatinya. Tapi
0
0
Anindira Dirgantara (Part 3)
Anindira Angelina “I’m here, Nin..” Kata-kata Tara barusan memberiku banyak kekuatan. Cukup terkejut aku mendapatinya disini. Namun jauh dilubuk hatiku, rasa syukurku membuncah dengan sangat. Melihat
0
0
Anindira Dirgantara (Part 1)
I got so much pain and time until I can face today without, you know, tangis histeria dan linangan airmata. Well, I don’t say if I don’t cry. I am crying. Still. Tapi rasa sakitnya mulai banyak berkur
0
0
Senja
“Senja, senja, senja terus” Ucapku kala itu dengan wajah cemberut. “Bagus loh Ren, apa sih salah senja?” Tanyanya. “Jelek ah, kaya apa sih alay gitu nggak sih? Banyak loh yang suka senja, aku nggak ma
0
0