Antagonis H2
Bali, 14 November 2021 Bali lebih cepat satu jam dari Medan. Ditulis untukmu, seorang wanita dewasa yang akan bertugas dinas malam di salah satu rumah sakit swasta yang ada di Kota Medan. “Udah dibawa
0
0
You are Mine! (Part 1)
Cahaya bulan terlihat remang. Awan gelap telah menutupi pesona sang ratu malam. Dari atas balkon apartemen, jalan masih terlihat ramai oleh kendaraan. Desir angin yang lumayan kencang membuat seorang
0
0
Juni (Part 2)
Tak terasa hari-hari aku berada di rumah sakit telah berakhir. Aku diperbolehkan untuk pulang. Akhirnya, aku bisa beraktivitas lagi, aku berjanji akan lebih berhati-hati lagi, mengerjakan tugas sekola
0
0
Juni (Part 1)
Juni “Haah… alasan aku menyukai ginkgo…” Ia terdiam sebentar. Kedua pualam hitamnya menatap ke luar jendela, menatap hujan yang tak kunjung berhenti menangis, apakah hujan sedang bersedih? Padahal Jun
0
0
Whitory
Cantiknya sinar rembulan di bawah langit malam bertabur bintang. Jaevin Narendra Bagaskara & Winazel Catherina Ocean, Pasangan yang sudah menjalin hubungan sekitar 2 tahun belakangan ini. Mereka serin
0
0
Putih Abu Abu
Hai aku Kanaya, aku duduk di bangku SMA yang berada didaerah Bandung. Aku baru saja memasuki semester 2 kelas 12 dan aku memilih kelas IPS karena cita citaku yang ingin menjadi seorang pengacara. Dima
0
0
Melepaskan Segala Siksaan Rindu yang Membelenggu Dirimu di Kota Seribu Gereja
Jarak bukan lagi hal yang menjadi penghalang bagi kita yang masih bergejolak pada asmara. Di awal September lalu kita terpaksa berlabuh di kejauhan. Engkau berusaha meraih mimpi di kota seribu Gereja,
0
0
Phone Ringing That Night (Part 2)
“Jangan menuduhku yang tidak-tidak! Aku kemarin tak sempat meneleponmu, karena ayahku melarangku untuk menggunakan telepon. Dan akhirnya aku langsung tidur dan tak meneleponmu dulu,” ucapku sedikit be
0
0
Phone Ringing That Night (Part 1)
Hari ini merupakan hari yang membahagiakan bagiku. Pasalnya, aku akan menjalani libur panjang karena aku baru saja lulus dari jenjang Sekolah Menengah Pertama. Hal yang pertama harus aku lakukan adala
0
0
Sesaat Tak Bersamamu
Drttt… drttt… drttt… Tangan Marsya meraba-raba kasur, mencari sumber suara HP yang bergetar. Setelah ia mendapatkannya, matanya terbelalak melihat pesan whatsapp dari benda persegi panjang tersebut. “
0
0
Hadiah Terindah Bumi
Sudah tiga puluh menit kurang dua detik aku terduduk bersama arabikaku yang kian mendingin. Selain karena sentuhan air conditioner di kafe ini, mungkin juga karena waktu yang sudah seharusnya membuat
0
0
Aku Cemburu Pada Gelas yang Setiap Saat Menyentuh Bibirmu
Pukul 15.00 sore aku menelusuri sebuah lorong kecil. Kesepian di lorong itu membuat aku tercekam. Dalam benakku, aku selalu berharap agar bisa berjumpa dengan Sovia, kekasihku. Aku terus melangkah, da
0
0
Cinta Kilat
Perjalanan Surabaya-Malang terasa singkat sekali ketika di sebelahku duduk seorang gadis cantik. Dia menjadi teman perjalanan yang asyik bagiku sejak bus patas yang kutumpangi berangkat dari terminal
0
0
The Best
Hujan baru saja reda dan menyisakan hawa dingin yang kusukai. Boulevard Ijen perlahan dipadati lagi lalu lalang mobil dan motor orang-orang masih beraktivitas. Di depan museum Brawijaya aku menepi dan
0
0
Jatuh di Pelukan Hamdan
Dua mata pilu itu, masih saja menahan air tergenang yang sudah lama ingin terjun bebas dari pelupuk matanya, bibirnya yang semula merah merona kini pucat pasi tak berdaya, Ia masih saja menggelutkan d
0
0
Bulan Tampak Indah Malam ini (Part 2)
Dalam sekejap ia kembali dengan sebuah teleskop bintang melingkar di lengannya. Ia memasang dudukan teleskopnya lalu menyetel kiri dan kanan. “Ini silakan.” Ia mempersilahkanku melihat teleskopnya. Se
0
0
Bulan Tampak Indah Malam ini (Part 1)
Aku melangkah keluar dari supermarket dengan sekantung makanan bergelantung di tangan kananku. Aneh sekali, padahal sudah malam tapi udara masih hangat. Aku berjalan melewati lorong, tanpa lampu jalan
0
0
A Special Secret Admirer (Part 2)
Satu minggu kemudian adalah hari ujian akhir semester di kampusku. Ujian dilakukan serentak satu kampus ditanggal yang sama. Ujian untuk jurusanku dilaksanakan selama satu minggu dengan 2 mata kuliah
0
0
Cinta Lama Belum Kelar (Part 2)
“Selamat pa—!” Belum lengkap menyapa semua orang, Gina dikejutkan dengan kehadiran seseorang. Ari sudah duduk manis di meja makan tepat di samping kursi yang biasa Gina duduki, dan itu satu-satunya ku
0
0
Cinta Lama Belum Kelar (Part 1)
Gina memekik senang ketika atasannya mengabarkan bahwa kliennya meminta bertemu untuk membicarakan kerja sama mereka. Dan Gina, ditunjuk untuk menemui mereka di Kafe Panorama satu jam lagi. Segala ber
0
0