Manusia yang Tidak Bisa Mati
Di Sektor Bawah, rasa sakit adalah satu-satunya mata uang yang tidak pernah mengalami inflasi. Bram mengusap keringat di dahinya dengan punggung tangan yang berlumuran darah kering. Di depannya, di a
0
3
2.2 | Jejak yang Menguap di Meja Ketik
Kabupaten Bekasi, Akhir 2020. Layar laptop di hadapan Arya menjadi satu-satunya sumber cahaya di kamar yang remang itu, membiaskan warna biru pucat pada kacamatanya. Jam dinding sudah lama melewati a
0
0
Sebening Embun Di Ujung Ramadhan
Langit sore di hari ke-27 Ramadhan mulai memerah, membiaskan warna oranye keemasan yang memantul di kubah masjid. Di teras masjid yang sejuk oleh ubin marmer, Alya terduduk lemas. Punggungnya bersa
0
3
Bukan Lagi Teman
Hari itu, matahari bersinar cerah, seolah mengumumkan awal cerita baru di SMA Negeri Harmonia. Suasana kelas XI IPS 2 seperti biasa: ramai, ribut, dan penuh suara bercanda karena guru belum datang. D
0
1
Lampu Sorot yang Membakar
Cindy Rosalia Magdalena duduk di depan cermin rias dengan lampu-lampu bohlam putih yang mengelilingi wajahnya. Di luar ruangan VIP itu, sayup-sayup terdengar teriakan ribuan penggemar yang memanggil n
0
1
Sembunyi dalam Sarung
Malam di pinggiran kota terasa lebih dingin dari biasanya, namun bagi Rohaye, hawa panas justru membakar dadanya setiap kali melirik suaminya, Matori. Lelaki itu duduk di lincak bambu depan rumah, mas
0
1
Arsanta sang penyihir handal
Chapter 1: Upacara Kedewasaan di Kerajaan Kabua Pada zaman ketika gunung-gunung masih dianggap sebagai singgasana para roh dan sungai diyakini menyimpan ingatan leluhur, berdirilah Kerajaan Kabua seb
0
0
Mata kunang- kunang
Ketika duduk dikereta bersama prince, saya ditraktir semua hotel dan kereta gratis, tiba2 melihat ajeng seperti mummy tanpa kain Ajeng :" Eh lu kenapa ngelihat gw kayak gitu el" El:"Sepertinya abd
0
0
Bertahan Dengan Cahayaku
"Haaaa......" aku menghela napas, bangkit dari kursi memandang jauh di balik kaca, "Udah 2 tahun berlalu sejak kejadian itu, namun masih terasa baru kemarin, apa aku belum ikhlas???" gumamku. . . .
0
1
Cahaya Dibalik Tinta Ibu
Lampu neon di langit-langit apartemen sempit itu berkedip-kedip, seolah ikut lelah dengan kehidupan di Negara A. Di atas meja kayu yang permukaannya sudah mengelupas, tergeletak sebungkus burger dingi
1
5
Lebih Dari Sekadar Lapar dan Haus
Langit sore perlahan berubah warna menjadi jingga kemerahan. Matahari yang sejak siang memancarkan sinar yang terik, kini perlahan mulai meredup, tenggelam di balik pepohonan yang berdiri tegak diujun
0
1
Kembali Pulang
Pulang, dalam arti kembali kepada-Nya. Menemukan arti dari Ramadhan yang sesungguhnya. --- "Bangun, Rin! Ya Allah, anak gadis jam segini belum bangun. Sahur!" Tubuhku terguncang keras. Tarikan pa
0
6
Surga Untuk Riana
Tuhan?? Aku tidak pernah percaya dengan kehadiran Tuhan. Do'a hanya rintihan bagi mereka yang putus asa dan tidak mau berusaha. Aku hanya meyakini sesuatu yang dapat dicerna secara logika. Aku tidak
0
6
Maaf yang Menyembuhkan
Ahmad dan Budi adalah dua saudara kandung sederhana yang tinggal di sebuah kampung kecil di pinggiran kota Jakarta yang tumbuh bersama dalam sebuah keluarga sederhana. Ayah mereka adalah seorang pedag
0
1
Judul: Misteri Putri Ketiga
Di sebuah kerajaan tua bernama Ardania, hiduplah seorang raja bernama Raja Arvandor. Ia memiliki tiga putri: Putri Alena yang bijaksana, Putri Miraya yang pemberani, dan yang paling misterius, Putri E
0
0
Rendang dan Kurma
Sore yang sendu didepan rumahku yang sederhana. Malam nanti malam perdana tarawih. Alunan shalawat terdengar nyaring dari speaker masjid, wujud kebahagiaan menyambut ramadhan. Seorang kurir menghentik
0
1
2.1 | Tragedi Dukun Cantik
Cerita ini dimulai sekitar 19 tahun yang lalu, jauh sebelum tragedi mengerikan itu benar-benar terjadi. Latar tempatnya adalah sebuah desa kecil terpencil di pelosok Kabupaten Bekasi, sebuah daerah ya
0
0
"Ketika Ponsel itu Berdering di Masjid"
Ponsel di balik saku sarungnya berdenyut lagi, pelan, seperti sesuatu yang mencoba keluar. Dzakir menekur, menatap ubin masjid yang dingin. Debu tipis berserakan di sela-selanya. Ia memaksakan pandang
0
2
Watching You From a Distance
Hari pertama sekolah setelah masa orientasi selalu terasa canggung bagi sebagian orang. Namun bagiku, hari itu terasa lebih aneh dari biasanya. Aku datang terlalu pagi. Kupikir jam masuk sekolah ada
0
1
SUARA DIBALIK PINTU KAMAR
BRAKKKK!!! “CUMA KARENA KU BICARA SEPERTI KAU SUDAH BERBICARA DANGAN KERAS SAMPAI DI UJUNG KOTA SAJA BISA MERDENGAR SUARAMU!!!“ “AKU CUMA MARAH PADA ANAK PEREMPUANMU ITU! KENAPA MALAH KAU YANG MARA
0
0