Delapan Tahun Dicari Mafia Kejam
Malam itu hidup Alena hancur setelah tanpa sengaja menumpahkan minuman ke tubuh Kael Ardion, mafia paling kejam di kota. Satu malam kelam merenggut segalanya, lalu pria itu membuangnya tanpa belas kasih saat Alena datang membawa kabar kehamilan.
Delapan tahun berlalu.
Alena hidup susah membesarkan putranya seorang diri hingga takdir mempertemukannya kembali dengan Kael. Namun pria yang dulu menghancurkannya itu kini justru terobsesi mendekati putra kecil Alena, tanpa tahu bahwa anak tersebut adalah darah dagingnya sendiri.
Something Better
yang menceritakan tentang seseorang yang suka berjudi yang Ter Isekai menjadi yang lebih baik
Kau Rebut Suamiku, Ku Rebut Suamimu
"Ambil saja suamiku, tapi bukan salahku merebut suamimu!"
Adara yang mengetahui pengkhianatan Galang—suaminya dan Sheila—sahabatnya, memilih diam, membiarkan keduanya seolah-olah aman dalam pengkhianatan itu.
Tapi, Adara bukan diam karena tak mampu. Namun, dia sudah merencanakan balas dendam yang melibatkan, Darren—suami Sheila, saat keduanya bekerjasama untuk membalas pengkhianatan diantara mereka, Darren mulai jatuh dalam pesona Adara, tapi Darren menyadari bahwa Adara tidak datang untuk bermain-main.
"Apa yang bisa aku berikan untuk membantumu?" —Darren
"Berikan saja tubuhmu itu, kepadaku!" —Adara
Panggil Aku Ketika Sampai di Rumah
Suara dering telepon dari ponsel Bapak selalu punya ritme tersendiri di rumah kami. Itu bukan nada dering standar pabrikan yang kaku, melainkan sebuah lagu daerah lama yang nyaring dan diputar dengan
0
1
Takdirku bersama suami mafiaku
Sinar matahari masuk lembut lewat celah tirai, terdengar kicauan burung dari luar jendela. Perlahan aku membuka mata, pandanganku masih buram dan samar-samar. Aku mencoba bangkit duduk perlahan, namun
0
6
Yuki si gamer
Yuki adalah seorang pemuda yang sangat gemar bermain game. Hampir setiap harinya ia habiskan di dalam kamar, bermain game daring maupun luring—khususnya permainan RPG—dan ia selalu menggunakan nama as
0
0
Bab 2 : Bayang-bayang di Ruang Bekas Kantin
Malam itu, aku tidak bisa memejamkan mata. Bayangan wajah Raina yang hancur, namun sorot matanya yang begitu hidup penuh amarah dan kesedihan terus berputar di kepalaku. Setiap kali aku memejamkan ma
0
0