Menikah bukan berarti jodoh sudah bermuara pada tempatnya. Terkadang Tuhan hanya mempertemukan, namun tidak menyatukan.
Senja adalah perempuan korban dari perjodohan kedua orangtuanya, niat hati untuk mengabulkan keinginan orang tuanya, membuat Senja harus menelan pahit sekelumit kisahnya sendiri.
Seperti apa kehidupan Senja setelah menikah????
Akankah ia temukan kebahagiaan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AYSEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Apa sebaiknya bercerai saja?
Hingga pelajaran berakhir dan para guru mengantarkan murid-muridnya menunggu jemputan dari para orang tua mereka, Risa masih saja mengekori Senja.
Tingkat ke kepoan nya meningkat setelah melihat sepanjang jam belajar, Senja begitu akrab dengan si anak baru "Kamu kok bisa kenal sama anak baru itu? Ketemu dimana? Kamu tahu tidak dia anak siapa?" Risa terus saja melontarkan pertanyaan beruntun yang sama.
"Senja!!" Risa terus merengek menanti jawaban dari Senja.
Menyerah dengan keberisikan Risa, Senja pun menjelaskan awal mula pertemuannya dengan anak kecil bernama Biru, "Waktu aku keluar dari rumah sakit, terus ketemu dia di lobby. Dia anaknya banyak tanya, jadi sekali ketemu langsung bisa akrab gitu. Emang kenapa sih kepo banget!"
Risa manggut-manggut mendengarkan penjelasan Senja, "Kamu seriusan enggak tahu dia anak siapa?" tanya Risa.
"Enggak! emang anak siapa?!"
"Dia itu Albiru Adityawarman! anak dari Pengusaha terkenal Awan Adityawarman dan model sexy yang biasa wara wiri di tv itu loh!" Risa mencoba mengingat nama model yang diketahui sebagai Ibu dari murid barunya itu.
"Tapi dengarnya, mereka udah pisah karena perempuannya milih jadi model ketimbang ngurusin anak,"
Senja mengambil sekeping biskuit dan menyuapkan ke mulut Risa, karena hanya makanan yang bisa membuat Risa berhenti berbicara, "Sudah pulang ayo!" Senja mengenakan jaket yang tersampir dikursi lalu keluar dengan menenteng tote bagnya.
Senja dan Risa berjalan menyusuri trotoar menuju Halte Bus. Ditengah perjalanannya, Senja melihat seorang pria dibalik kemudi mobil yang sedang menatap tajam kearahnya,
"Mas Dewo??" Senja meneliti kembali mobilnya, Ya! itu mobil yang biasa dikendarai oleh suaminya. Senja berniat menghampiri mobil yang dikendarai Dewo, namum Dewo yang menyadari langsung melajukan mobilnya kembali,
"Mas!! Mas Dewo!!! Mas!!" Senja berteriak memanggil nama suaminya, tapi mobil yang Dewo kendarai melaju dengan kecepatan tinggi membuat Senja tak mampu untuk mengejarnya.
Risa menyusul Senja yang berlarian ditengah jalan, "Nja, itu bukannya suami kamu? kok langsung pergi?" tanya Risa menyelidik.
"Mungkin Mas Dewo nggak lihat aku, Ris!" Senja berkilah, sampai detik ini tidak ada satu orang pun kecuali keluarganya dan Tika yang mengetahui seperti apa hubungan Senja dan Dewo.
Senja kenapa ya? apa sedang bertengkar dengan suaminya? jelas-jelas tadi mereka saling lihat.
Risa menatap aneh kearah Senja, ternyata dia melihat dengan jelas saat mata Senja bertemu dengan Dewo yang sedang menatapnya.
Sampai dirumah, Senja mencoba menghubungi ke nomor Dewo, tapi nomornya masih juga belum aktif. Meski Dewo sudah keterlaluan terhadap Senja, Ia masih berharap bisa memperbaiki hubungannya dengan Dewo.
"Kamu kenapa, Nduk?" Bu Ina mengejutkan Senja ditengah lamunannya.
Senja menatap nanar manik mata Bu Ina yang semakin menua, "Senja lihat Mas Dewo, Bu,"
Seketika wajah Bu Ina pias, Ia tak menyangka Dewo masih berani memperlihatkan mukanya didepan Senja, "Dia menemui kamu, Nduk? dia nggak ngapa-ngapain kamu kan?" tanya Bu Ina penuh kekhawatiran.
"Enggak, Buk! Senja lihat Mas Dewo dari jauh,"
Bu Ina terdiam sesaat, seperti sedang memikirkan sesuatu untuk diungkapkan, "Senja... Apa sebaiknya kamu bercerai saja dari Dewo??"
"Astaghfirullahaladzim! Ibu! kenapa Ibu berpikiran seperti itu?!" Senja terkejut dengan permintaan Ibunya, meski benar rumah tangganya tak seperti rumah tangga pada umumnya. Tapi Senja tetap berharap agar Dewo bisa merubah sikapnya dan mau memulai menjalin hubungan baik dengannya.
Rupanya, kejadian kemarin membuat Bu Ina merasa bahwa rumah tangga putrinya tak lagi bisa diselamatkan. "Ibu hanya berpikir, kalau Dewo memang tidak baik untukmu, Nduk! Ibu salah menilai Dewo hanya karena kedua orangtuanya yang baik kepada keluarga kita, ternyata sikapnya begitu kasar."
Senja berusaha menepis rasa kekhawatiran Bu Ina, "Bu, Senja merasa sikap kasar Mas Dewo sama aku karena perjodohan yang mungkin masih belum bisa dia terima, tapi Senja juga masih berharap suapaya Mas Dewo mau menerima Senja dengan baik suatu saat nanti, Senja tidak pernah berpikir untuk bercerai dari Mas Dewo, Bu!"
Senja tidak akan pernah berfikir untuk menceraikan Dewo meski sudah berulang kali disakiti oleh suaminya itu.
lu yg tinggalkan anak dan suami lu demi karir modelmu.
egois lu Jihan dan gak tahu malu.
Setuju banget mak, mencintai orang yg Sama dg waktu yg lama dan harus setiap hari tanpa lelah Dan bosan.
Mantap mak pesannya. Angkàt topi untukmu.
Alamak.......mantap banget kata²nya Thor.
"I know... Tapi, jika suatu saat kamu merasa ingin memulai kembali berpetualang, aku ingin kamu tahu, ada aku dan Biru yang siap menemanimu untuk kembali berpetualang, mencari seperti apa rupa kebahagiaan dan membangun tempat untuk kata Pulang,"
Bukan kata dan rayuan gombal tapi juatru kata² oenuh makna ini yg bikin hati aq juga ikut meleyot Bang Awan.