NovelToon NovelToon
Dinikahi Konglomerat Sejagat

Dinikahi Konglomerat Sejagat

Status: tamat
Genre:Komedi / Contest / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: Rhiy Navya

Sudah direvisi lebih bagus, silakan dibaca dari awal. Terima kasih!

Tidak kenal, tapi menikah. Nadin menyetujui surat perjanjian karena ditolong oleh tuan muda, saat hendak dijual dengan temannya sendiri. Nadin tidak menyia-yiakan kesempatan, dia berusaha membuat Argan jatuh cinta padanya. Akankah dia berhasil mencapai tujuannya, disaat banyak rintangan yang menghalangi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhiy Navya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumah Sakit

Hah! hah! hah!

Bunyi suara nafas Dera berlari, berusaha mengejar Heru. Dia tidak ingin bila pria di depannya ini akan menang darinya.

"Aku harus mengalahkan dia, ayo semangat Dera. Kamu pasti bisa!" Dera bergumam sendiri. Dia terus berlari sekencang-kencangnya.

"Ayo Dera kejar aku." Heru tertawa-tawa kecil.

Tiba-tiba langkah mereka terhenti, tatkala melihat Argan yang mengangkat Nadin dengan terburu-buru.

"Dera, lain kali saja kita lanjutkan lombanya. Ayo kita segera menghampiri tuan muda"

Dera hanya mengangguk, tidak menjawab dengan satu kata pun. Dia merasa ada hal darurat yang terjadi.

"Cepat bantu aku mengangkat Nadin, ke dalam mobil!" Argan melirik Dera.

Dera segera membantu Argan mengangkat tubuh Nadin masuk ke dalam mobil. Heru menyalakan mesin mobil, hingga melaju dengan kencang meninggalkan villa.

Di rumah sakit, ranjang pasien dibawa ke emperan. Pekerja rumah sakit bergerak cepat, saat tahu siapa yang datang.

"Suster, cepat bantu istri saya."

Para suster itu mendorong ranjang pasien, dan membawanya ke ruang VVIP.

"Tuan, kenapa nona muda bisa celaka?" tanya Heru.

"Dia tadi jatuh dari sepeda, kepalanya terbentur batu."

"Harusnya tuan lebih berhati-hati, dalam mengawasi nona muda." Heru keceplosan.

Argan langsung naik pitam mendengarnya, lalu mencengkeram kerah baju Heru. "Kamu berani menyalahkan aku?" bentak Argan.

"Aku tidak bermaksud seperti itu tuan, maaf."

Argan melepaskan cengkeramannya. "Berani kamu menyalahkan ku seperti tadi lagi, aku tidak segan-segan untuk menggantung mu pada tiang bendera!" ancam Argan.

Dokter keluar dari ruangan Nadin dirawat. Argan segera menghampiri dokter. "Dok, bagaimana keadaan istri saya?" tanyanya.

"Istri anda mengalami pendarahan yang lumayan banyak di bagian kepalanya. Dia harus menginap beberapa hari di sini, untuk mendapatkan perawatan."

"Lakukan perawatan yang terbaik, untuk istri saya dok." titah Argan.

"Kami pasti mengusahakannya semampu kami Pak."

Argan adalah pemilik rumah sakit itu, wajar saja bila dia disegani oleh pekerja yang ada di sana.

Niken mengendap-endap, takut ada yang melihatnya. Dia ingin masuk ke kamar Nadin secara diam-diam.

"Hore, pengawal sedang beristirahat. Ini saatnya untuk beraksi." Niken berlari sekencang mungkin.

Dia meraih gagang pintu kamar Nadin dan Argan. Namun ternyata pintunya dikunci, memang tidak beruntung. "Ah sial, padahal aku ingin mengetahui sedikit saja rahasia tentang tuan muda." batin Niken.

Tiba-tiba saja sebuah suara mengagetkannya. "Sedang apa kamu di sini?" tanya salah satu pengawal, dia adalah pak Wawan.

Niken mengelus dada berdebar, menghembuskan nafasnya dengan kasar supaya tenang. "Aku tadi mau menawari nona muda makan siang Pak." Alibi Niken, namun segera berbalik badan.

"Apa kamu tidak tahu kalau nona muda sedang pergi ke villa, bersama dengan tuan muda dan asisten siaga?" tanyanya lagi.

"Aku tidak tahu Pak. Permisi, aku mau segera ke dapur." Niken meninggalkan pak Wawan yang bingung.

"Apa iya, dia hanya ingin mengantar makanan. Kenapa gelagatnya terlihat mencurigakan?" Bertanya-tanya sendiri.

Mbek! Mbek! Mbek!

Ponsel pak Wawan berbunyi. Fendi dan Andi segera menyambar ponsel yang dipegang oleh pak Wawan.

"Kalian tidak sopan sekali sih."

"Maaf pak, nada deringnya mirip pelayan Niken." Fendi tertawa.

"Kapan kalian mendengar nada dering ponselnya?" Tanya Wawan penasaran.

"Belum lama ini Pak."

"Aku sudah lama tidak membawa ponsel. Ini baru keluar dari tukang servis."

"Oalah gitu, pelayan Niken baru bekerja juga. Jangan-jangan, kalian jodoh yang tertunda." Andi menutup mulutnya, menahan tawa lantang.

"Tidak lucu bercanda kamu, dia terlalu muda untukku." ujarnya.

"Tidak apalah dibawa bercanda sesekali. Hitung-hitung, merilekskan otot tubuh yang keram."

Nadin belum juga sadar dari pingsannya, namun Argan setia menunggu di rumah sakit. Argan sambil berpikir, kenapa sepeda Nadin bisa masuk ke dalam jurang.

"Tuan, apa ada yang bisa kami bantu?" tanya Heru.

"Kalian pulanglah. Tolong ambilkan aku baju ganti, karena aku tidak akan pulang ke rumah. Aku mau menunggu Nadin, sampai dia bangun."

"Baik tuan muda." jawabnya.

Heru dan Dera segera keluar dari ruangan Nadin dirawat. Mereka berdua saling mendiamkan, hingga Heru membuka pembicaraan.

"Ingat iya Dera, kamu akan segera menuruti apa yang aku mau." ungkap Heru.

"Apaan sih kamu, masih sempat bercanda. Ini bukan waktu yang tepat, karena nona muda terkena musibah." jawab Dera ketus.

"Perlombaan kita belum selesai. Aku mau posisi saat memulai lomba berikutnya, seperti posisi kita akhir tadi."

"Jadi, kamu merasa rugi bila memulai lombanya dari awal?" tanya Dera, dengan nada kesalnya.

"Iya rugilah, aku hampir saja menang." Heru membuang muka. Ala-ala sok jual mahal.

Dera mengerucutkan bibirnya, kakinya melangkah mendahului Heru. Ingin segera sampai ke istana, karena dia sudah merasa lelah.

Sahara sibuk mencari Argan dan Nadin, bertanya ke semua pengawal rumah. Mondar-mandir tidak jelas, membuat para pelayan pusing.

"Papa, kenapa Kak Argan dan kakak ipar belum pulang sampai sekarang?" tanya Sahara.

"Sudahlah, kamu jangan menunggu mereka. Nanti juga pulang, mereka bukan anak kecil." jawab Hadi, dengan ketus.

”Aku tahu, pasti sekarang Argan sedang di rumah sakit. Maafkan papa Argan, papa sengaja melakukan ini. Diam-diam, Papa buat blong rem sepedanya Nadin. Papa tahu, kalian akan bersepeda di sana. Papa benci dengan pernikahanmu, dengan perempuan kampung itu.” batin Hadi.

Sahara menggoyang-goyangkan lengan papanya, Sahara bingung, karena Hadi malah terdiam cukup lama. Tatapan matanya seperti sedang kosong, hanya fokus terhadap apa yang dia pikirkan.

"Papa memikirkan apa sih?" tanya Sahara.

"Tidak apa-apa."

Tiba-tiba Dera dan Heru muncul, mereka menghampiri Sahara. Matanya masih mencari sosok manusia, yang sejak tadi ditunggu olehnya.

"Kak Heru!" panggil Sahara.

"Iya sayang." jawab Heru ramah.

"Di mana kakak?" tanyanya penasaran.

"Dia di rumah sakit sayang. Tadi Kak Nadin jatuh dari sepeda."

"Huaa..." Sahara menangis, sambil mengucek matanya.

"Kamu tidak boleh menangis sayang."

"Aku sedih, karena Kakak mutiara celaka."

Heru mengernyitkan dahinya "Kak Nadin namanya bukan Kakak mutiara."

"Dia seperti mutiara, dia baik hati sekali. Aku suka padanya, aku senang bermain dengan Kak Nadin." jawab Sahara, dengan jujur.

”Bahkan dia yang masih kecil saja tahu, bahwa Nadin adalah wanita baik-baik.” batin Dera.

Dia memikirkan perjumpaan pertamanya dengan Nadin, tidaklah dengan sapaan hangat. Melainkan Dera mengusir secara kasar, agar menyingkir dari depan gerbang Argan.

Heru sudah membawa barang yang diinginkan Argan. Di rumah sakit, Argan belum terlelap. Tidak peduli tengah malam, dia harus tetap bangun. Heru diam saja, duduk di kursi tunggu. Dera tidak ikut, namun Heru tetap menemani tuan muda.

1
Hj Hasmiati
Biasa
Rahma Inayah
gila ja rumh sdh spt hotel bintg 5 aja ..es jagung lgi viral.skrg ..ya..
Rhiy: Lebih dari fasilitas bintang lima hhh
total 1 replies
Yuniati Widya Amastuti
thor perbaiki kosa kt dlm penulusan ..contohnya..oermisi dl ya..bkn permisi dulu iya..🙏🙏🙏
maaf krn sukak dg ceritax,semiga makin sukses..💪💪💪
Rhiy: Terima kasih
total 1 replies
Rhiy
Jangan lihat komentar masa lalu, namun baca isi novelnya sekarang. 👍
Meity Manoppo
Lantai berlian, dinding emas, stap kristal...seribu kamar, seribu toilet, seribu pelayan, yg tinggal di situ hanya tuan muda...halu nya tingkat dewa..thor, tp lanjut baca aja deh namanya jg novel 😆😆😆
Lisma Wati
jangan kebanyakan ngmng dlm batin Thor ,cerita nya jd ga seru ,udah serius baca ujung2 nya batin yg ngomong ,jd ky di prank .
Besse sumarniekarani Ekarani
knp banyak bahasa dlm hati si nadin
Besse sumarniekarani Ekarani
aku suka crt ceo
yg jahat tp nanti bucin
walau crt sama tp beda nama doang
tp aku suka crt ceo
tiya amelia
suara nada ponselnya itu loh
mbek mbek mbek 😂😂😂
achie puspita
seru
Rhiy: Terima kasih
total 1 replies
Amanah Amanah
kucing dn tikus
Amanah Amanah
suka dh dg kejailn Sahara dn argan
Amanah Amanah
👍👍🥰🥰👍
Amanah Amanah
katanya nadin sudh tidur thooor koq Sling pndng SMA dera
Amanah Amanah
ga ada insyapnya ya vahisa dn niken
Amanah Amanah
tooobbat vahisa ,,,nikeen
Amanah Amanah
semoga happy smuanya
Amanah Amanah
semoga g ada lgi yg mengganggu nadin dn argan
Amanah Amanah
suka thooor
Amanah Amanah
syukur dh argan waspada thdp minuman itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!