NovelToon NovelToon
Retrouvailles

Retrouvailles

Status: tamat
Genre:Contest / Ketos / Nikahmuda / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Net Profit

📢📢 WELCOME DI AREA BAWANG GORENG😭😭

Kamiya Maulida harus merelakan kebahagiaan yang selama ini ia bangun hancur, demi mewujudkan wasiat terakhir sang ibu. Tahun ke tahun ia berusaha menghapus semua kenangan indah yang makin lama nampak semakin nyata. Bahkan sosok sempurna di depan matanya tak bisa menggantikan satu nama yang tetap tersimpan apik di hati.

"Gue nggak pernah pengen lu pergi, Mi. Tapi kalo lu nggak percaya sama kebahagiaan yang gue tawarin lu boleh pergi. pergilah, gue tetep di sini. tapi jika suatu saat lu kembali, gue pastiin perasaan ini bukan buat lu lagi. gue pastiin nggak akan ada 'kita' lagi." Ardi Rahardian.

"Aku dan kamu pernah bersama, bahagia. Berada di fase dunia milik berdua, yang lain ngontrak. Karena suatu hal aku pergi, membiarkanmu merasakan ditinggal pas sayang-sayangnya. Jika kini aku kembali, bisakah kamu dan aku menjadi kita?" Kamiya Maulida.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Net Profit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sepuluh

Freya sudah berdiri di depan pintu apartemen dengan nomor dua puluh tujuh yang pernah di tempatinya enam tahun lalu. Banyak cerita di tempat ini dari mulai syukuran hunian baru dengan mahakarya spesialnya hingga ia memiliki Retha. berulang kali Freya menekan bel tapi pintu itu tak juga terbuka.

“Apa si daddy abal-abal belum bangun yah? Kakak ipar terbaik tercantik teruwuw datang kok nggak dibukain pintu sih.” Gerutunya sambil menekan pin apartemen, berharap Ardi belum mengubah pin nya.

“ternyata nggak di ganti.” Ucap Freya setelah berhasil membuka pintu.

Freya meletakan barang bawaannya di dapur. “Woy daddy abal-abal kamu di mana? Mama Freya bawain sarapan nih?” teriaknya.

Tak ada jawaban, Freya mulai memeriksa ruangan satu persatu. Tak mendapati Ardi dimana pun ia mulai khawatir. Pergi ke kantor? Tak mungkin, ini belum masuk jam kerjanya Ardi. Mengingat adik iparnya itu biasa berangkat ke kantor jam delapan.

Freya mengambil ponselnya di tas kemudian menekan ikon telpon di samping kontak bernama ‘Daddy abal-abal’, sudah tiga kali deringan tapi tak juga ada jawaban dari sana.

“Nggak usah nelpon Fre, aku di sini.” Seru Ardi yang baru saja masuk, lelaki itu melewatinya dan mengambil sebotol air mineral dari lemari es kemudian duduk di sofa.

Freya mengikutinya, dan ikut duduk berhadapan dengan Ardi. Ditatapnya adik ipar yang sedang meneguk air mineral dari dalam botol. Masih mengenakan kemeja navy yang kemarin dengan tiga kancing teratas yang terbuka serta lengan yang digulung hingga ke siku.

Freya bisa dengan mudah mencium bau rokok dari tubuh Ardi. Meskipun dari kejauhan tapi ibu dari dua anak itu bisa sangat sensitive dengan rokok mengingat Arka tak pernah menyentuh apa lagi meng hisap benda yang mengandung nikotin itu.

“Kamu ngerokok Di?” tanya Freya, setahunya Ardi juga sama dengan suaminya. Tak pernah menyentuh benda yang jelas-jelas sudah ada peringatan bahaya di kemasannya. Eh ralat, dia tak bisa memastikan Ardi tak pernah menjamah rokok karena ia tak bisa dua puluh empat jam bersama adik iparnya. Terlebih setelah kepergian Miya, Ardi banyak berubah.

“Cuma beberapa batang doang, kalo lagi pusing.” Jawab Ardi.

“Terus dengan merokok pusing kamu jadi ilang gitu?” mode emak-emak ceramah mulai on.

“Ya nggak juga sih.”

“Apa kamu nggak baca itu peringatan di bungkusnya, bisa-bisanya malah konsumsi benda kayak gitu. Nggak baik buat kesehatan, jangan ngerokok lagi!”

“Iya deh kakak ipar, besok- besok mau beli vodka aja lah. Kali aja ilang pusingnya.” Jawab Ardi asal.

“Ardi!” teriak Freya kesal.

“Cuma becanda Fre. Iya lain kali nggak ngerokok lagi.” Jawabnya. “kalo nggak khilaf.” Imbuhnya sambil menghela nafas dalam.

“Aku udah bawain sarapan, bunda juga bilang minta maaf buat yang semalem Di. Aku siapin makanannya yah.” Freya beranjak dari duduknya.

“Nggak usah Fre, aku sarapan di kantor aja nanti. Bilangin ke bunda, aku yang salah. Bunda nggak usah minta maaf.”

Freya kembali duduk di tempatnya, ia tau betul kali ini adik iparnya sedang butuh patner curhat bukan sarapan.

“Di… mau sampe kapan sih kayak gini? Aku tau ini berat bahkan lebih berat dari saat kamu ngerelain aku nikah sama Bang Ar.”

“Berat banget. Melebihi rindu yang Dilan bilang.” Jawab Ardi diakhiri senyum masam dari bibirnya.

“Aku serius Di, jangan di bawa becanda.” Kesal Freya.

“Aku juga serius Fre. Kalo nggak serius nggak mungkin aku jomblo empat tahun, sampe dikira duda segala duh… miris banget dah nasib percintaan ku.”

“Ya maka dari itu Di, mau sampe kapan kayak gini terus?”

“Kapan-kapan lah.” Jawab Ardi sambil tertawa.

Lelaki yang menyebut dirinya Daddy nya Retha itu selalu menghindar setiap kali membahas masalah cinta. Tapi kali ini Freya sudah diambang batas sabar, sesekali tak apa lah mengorek luka lama adik iparnya dari pada dia terus-terusan dengan status yang tak jelas. Karena sampai saat ini pun Freya tak tau masalah apa yang terjadi diantara keduanya hingga Miya menghilang begitu saja. Padahal saat pemakaman ibu Miya, dia dan seluruh keluarganya datang ke Jogja dan ikut mengantar ibu Miya hingga tempat peristirahatan terakhir. Semuanya masih terlihat baik-baik saja, bahkan Miya masih menangis berulang kali di pelukan Ardi.

“Ardi!” dua bantal sekaligus mendarat di wajah tampan Ardi.

“Aku bener-bener lagi serius sekarang. Aku nggak mau kamu ngehindar lagi Di. Ini udah empat tahun dan selama itu kamu selalu ngehindar setiap di tanya soal Miya. Bahkan sampe pindah kesini. Aku nggak bisa diem aja Di, liat kamu sama bunda jadi jauh kayak gini.” Ucap Freya.

Ardi masih terdiam, ia justru kembali mengambil botol air mineral di meja dan meneguknya hingga tandas.

“Ardi… kenapa kamu nggak jujur aja ke aku? Kita sahabatan sejak SMK Di, aku udah bahagia sama kakak kamu. Tapi aku juga pengen kamu bahagia Di, meskipun nggak bersama dia.” Ucap Freya lirih di akhir kalimat. Rasanya begitu berat mengucapkan kata terakhir itu, mengingat seberapa besar ia ingin Ardi dan Miya bersama. Dari mulai rencana ngidam yang mereka sutradai bersama hingga kedua insan itu benar-benar bersatu dan bahagia, tapi sayang tak selamanya. Hanya sekilas jika dibandingkan dengan perpisahan yang sudah mereka jalani saat ini.

“Miya kamu di mana? Kenapa tega ngilang gitu aja.” Batin Freya yang kini tanpa sadar meneteskan air matanya.

Ardi menghela nafas panjang sebelum akhirnya melemparkan kotak tisu di hadapannya pada Freya, “aku yang ditinggalin Fre, kenapa kamu yang nangis-nangis sih?”

Freya tak mengambil tisu yang terjatuh di sampingnya, ia menyeka air matanya dengan jari. “sedih aja Di, kok persahabatan kita jadi kayak gini. Dulu aku udah seneng banget pas kamu sma Miya jadian, nggak nyangka bakal jadi kayak gini.” Ucapnya sambil terisak.

“Udah jadi Mama jangan mewek mulu. Pulang sana, ntar Shaka rewel kalo kelamaan nggak liat mamanya.” Usir Ardi, sebenernya ia juga ingin menangis tapi tidak jika harus menangis di hadapan Freya, “lagian aku juga mau ke kantor.” Imbuhnya.

“Ya udah aku pulang. Tapi inget lain kali kalo aku kesini kamu harus ceritain semuanya Di.” Ucap Freya seraya beranjak dari duduknya.

“Iya.” Balas Ardi.

Freya sudah meninggalkan apartemen, pintu juga sudah kembali tertutup. Ardi berdiri di belakang pintu, bersandar pada benda lebar itu. “Apa yang harus aku ceritain ke kamu Fre? Alasan dia pergi aja aku nggak tau. aku juga maunya ngelupain dia Fre, tapi aku nggak bisa.” Gumam Ardi.

.

.

.

Dukung aku dengan like komen dan favoritkan!

Dukung aku dengan like komen dan favoritkan!

Dukung aku dengan like komen dan favoritkan!

Dukung aku dengan like komen dan favoritkan!

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Jesi di suruh ke rmh tuh buat ngejelasin boar miya ga slh phm lg tp malah bikin huru hara baru, dasar somplakk.😆
Alfi Alfi
Luar biasa
Irni Yusnita
baru baca kayaknya bagus ceritanya Thor bukannya ceritamu selalu ok👍
Fina Fitriani
makinnn seruuuu... tp sayang harusnya aku bacanya urutan ya dr ortunya eh ini aku baca pas udh baca cerita Jesi sama anaknya ArMi... gak apa2 deh yg penting seruuuuu... lanjut ah baca kisah Ridwan dan renatha .....cus.....
Muliana
Luar biasa
N Wage
semua karya2 kak net gak ada yg gak bagus.
semuanya👍👍👍👍👍
N Wage
baca utk yg ke 2 kali
ALIKA🥰🥰CHEN ZHE YUAN.LIN YI
seson 3 ardi rahardian .kamiya.adik arkana .
Dina Marliana
Suami mana suami,......arghhhhhh😅🤭
Dina Marliana
lailahailaallah,....thorrrr nanggung panjangin dikit napah part nya wkwkwk😁🤭
Dina Marliana
yaa elahh thorrr lagi nanggung juga 😅😂🤭
Dina Marliana
tuh kn jadi🤭jadi ikutan seneng juga🤗
Dina Marliana
berharap cuma ngeprank ni si tante-tante😭😭
Dina Marliana
Mmm,... jodohnya Wildan datang😏
Dina Marliana
,👣👣👣👣👣👣😁
Dina Marliana
belum baca yg cerita nya Ardi sama miya gass keunnnn 👍👍😁
aisyah
kisah terberat yg ditulis kak net
aisyah: aq baca ulang semua cerita kak net
total 3 replies
aisyah
aku ikut mewek lagi😭
Fikha Clara
👍
Ratna Nanda Juwita
aku lebih dl bca kisahnya jesi dri pd kisah nya freya arka,miya ardi sama kaleng dirga...jd ky flas back jatohnya.tp ttp seru...lanjut lg kk othor....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!