"Siapa kamu?" ucap Airin, melihat bayangan laki laki yang berjalan kearahnya.
Kepala Airin terasa sangat berat saat itu membuat nya tidak sadar kan diri, malam yang panjang itu pun ia lalui dengan seorang CEO yang cukup terkenal dikalangan bisnis.
Disinilah Airin memulai kehidupannya.
Bagaimana kisah selengkap nya,,, ikutin terus yaaa:):):):)
.
.
.
Instagram @linaa.pndk
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maulina Nur Latifah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 9 - Bertemu
"Wahhh" ucap Airin melihat banyaknya menu seafood yang Sahabatnya pesan.
"Spesial untuk keponakan gue, jadi gue pesen banyak" ucap Lala.
Airin segera mencuci tangannya, dan langsung saja melahap makanan yang ada dimeja.
Porsi makan Airin memang lebih banyak dari kedua sahabatnya, namun itu tidak membuat tubuh Airin menjadi gemuk. Tubuh Airin tetap saja stabil.
Setelah selesai makan, mereka langsung menuju ke arah toko perhiasan yang cukup besar. Lala dan Feli sudah dahulu memasuki toko perhiasan.
Airin masih menerima telfon dari kliennya. Setelah beberapa menit Airin menyusul kedua sahabatnya yang sedang asik mencoba coba. Airin melihat salah satu kalung yang menarik perhatian nya.
"Mba saya mau lihat ini" ucap Airin dan wanita disampingnya bersamaan.
Ketika Airin menoleh sumber arah suara tersebut, alangkah kaget nya ia melihat kembali penghianat yang sudah berhasil merusak kebahagiaannya.
"Wahh Airin, ternyata kau mau hidup" ucap Abel dengan sinis. Airin berusaha tetap mengontrol emosi nya.
"Lo hamil? tanpa suami? wah Gilak sih? untung Lo udah kami buang, jadi gak malu maluin" ucap Abel karena melihat ukuran perut Airin yang sudah membesar.
"Untung sih gue udah gak tinggal disitu, ya kalo tinggal palingan Lo sama nyokap Lo bakalan habis sama gue" ucap santai Airin. Ia harus tetap tenang karena kondisi nya sekarang.
"Gak akan terjadi, sekarang gue udah kaya. Lo disini cuma mau liat liat doang ya? uang Lo gak cukup? sini gue kasih" ucap Abel merendahkan Airin karena tampilan Airin saat ini sangat lah sederhana.
"Gue gak perlu uang haram, hasil meras bokap gue aja bangga" ucap sinis Airin.
"Apalo bilang? jangan kurang ajar Lo ya" ucap bentar Abel.
"Kenapa gak terima? ngadu sana sama ****** dirumah Lo" ucap Airin langsung pergi meninggalkan Abel.
Airin tidak ingin terjadi apa apa dengan anaknya jika terus meladeni Abel. Namun ketika akan melangsungkan Abel spontan menarik rambut Airin.
Untung saja Airin bisa menyeimbangkan tubuhnya. Lala yang melihat itupun langsung berlari menepis tangan Abel.
"Lo gilaa? Lo siapa berani beraninya nyentuh Sahabat gue?" bentak Lala.
"Oh sekarang Lo punya pengawal? kasihan banget sih" ucap Abel.
Airin langsung saja menarik paksa tangan Lala,, sebenarnya Lala ingin sekali meladeni Abel, namun karena itu toko dan juga banyak juga yang melihat membuat Airin segera membawa sahabatnya itu keluar.
"Siapa sih dia, berani beraninya Jambak rambut Lo" ucap Lala masih kesal.
"Dia Abel, anak istri baru bokap gue" ucap Airin.
"Kenapa Lo tarik gue keluar sih, harusnya Lo biarin gue kasih pelajaran buat dia" ucap Lala.
"Hussttt udah udah,, panggil Feli ayo kita pulang" ucap Airin.
Disisi lain.
"huwekkk huwekkkkk" Alfa terus memuntahkan apapun yang ia makan.
Hyper yang melihat kondisi tuannya sangat khawatir sekali, sudah beberapa obat yang masuk namun selalu keluar.
"Tuan kita harus ke dokter" ucap Hyper.
"Tidak, hari ini akan ada meeting. Proyek ini cukup besar jadi aku harus memenangkan proyek kali ini" ucap Alfa.
Hyper hanya menuruti saja kemauan tuannya.
"Kenapa ini? kenapa aku merasa mual sekali?" batin Alfa.
.
.
.
.
.
.
"Bantu Vote dong.
Outhor bakal usahain upluod tiap hari buat ngehibur kalian.
Jangan lupa Like, coment, follow yaa
Instagram @Linaa.pndk