ini novel ketiga ku..
novel ini lebih menguras emosi, berisi tentang perjodohan dan berakhir dengan perselingkuhan..
merasa sama-sama nyaman dan saling membutuhkan sehingga menimbulkan keterikatan..
Nayla yang terus disiksa fisik maupun batin oleh suaminya akhirnya menemukan tambatan hati, hanya saja lelaki tersebut telah memiliki istri..
sedangkan Edward yang merasakan kehampaan rumah tangganya serta perselingkuhan istri nya berkelana mencari cinta sejati, tetapi terhalang restu orang tua??
bagaimana kisah cinta mereka...
baca terus novel-novelku yang lain, tolong like dan vote terus ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian hafiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
perasaan Edward
sesampai dirumah Nayla masih melihat pengasuh Kayla yang masih menemani Kayla bermain...
Nayla mencuci tangan dan segera menghampiri mereka
"maaf mbak saya pulang telat, papa nya Kayla belum pulang mbak?" tanya Nayla
" belum buk..."
" mbak boleh pulang biar saya yang tidurkan Kayla " ujar nya
pengasuh Kayla pamit dan Nayla segera membawa Kayla pindah ke dalam kamar,setelah Kayla tidur Nayla segera membersihkan diri
Ponsel Nayla berbunyi menandakan pesan masuk
💌
selamat beristirahat Nay, semoga mimpi indah~Edward
Nayla senyum-senyum sendiri membaca pesan dari Edward
" kenapa aku ini,kenapa rasanya senang mendapat pesan dari Edward"gumam Nayla
Nayla membalas pesan Edward
💌
terimakasih Ed..🤗🤗
Edward yang mendapat balasan pesan dari Nayla senang bukan main seperti orang memenangkan Lotre...
ada perasaan nyaman pada Edward saat berdekatan dengan Nayla,dia merasakan kehidupan baru...
*****
tak terasa sebulan sudah Nayla bekerja di perusahaan Edward,mereka semakin dekat karna tiap hari nya Alan akan mencari cara terus agar Nayla bisa naik kelantai atas dan bertemu dengan Edward..
Stella merasakan keanehan karna tiap hari nya Nayla pasti memasuki ruangan Alan dan juga Edward tapi Stella menyangka Alan lah yang menyukai Nayla.
seperti siang ini Alan yang sengaja mendatangi Nayla untuk mengajak makan siang
" Nay..habis ini makan siang di atas,ada pekerjaan yang harus dibahas" ucap Alan lalu pergi meninggalkan ruangan Nayla
" Nay...loh kok tiap hari ada aja kerjaan di atas" tanya Sarah heran
" mungkin pak Alan suka kali mbak sama Nayla" ucap Sandra
" hus...Jangan ngomong sembarangan,memang saat ini lagi ada proyek yang pak Edward minta aku bantu" jawab Nayla berjalan keluar ruangan menuju lantai atas
kali ini Nayla langsung masuk keruangan Edward,karna tadi Alan sudah mengirimi pesan langsung ke ruangan Edward
" ada apa?"tanya Nayla sesudah memasuki ruangan
" ayo kita makan siang bersama..." jawab Edward
selesai makan siang Alan pamit duluan dia tidak mau menjadi obat nyamuk bagi Edward yang sekarang sedang bucin- bucin nya pada Nayla...
" aku duluan Nay?" ucap Alan meninggalkan ruangan
Nayla menganggukkan kepala, sedangkan Edward duduk dan mendekati Nayla
"bila tak ada pekerjaan aku keluar" ucap Nayla pada Edward
" pulang nanti aku antar Nay" ujar Edward
" tidak usah, aku bisa pulang sendiri" tolak Nayla
" kamu kan tau aku tidak terima penolakan"
" tapi bila aku terus-terusan naik keruangan mu dan pulang bersama mu, orang-orang akan mengira kita ada hubungan lebih" ucap Nayla
" biarkan orang mau berpikiran apa Nay,,jangan memikirkan ucapan orang"
" bagaimana aku tidak berpikiran Ed,aku ini berstatus istri orang"
" apa aku salah Nay, menyukai istri orang?"
"deg..."
"apa?? apa maksud dari ucapan mu Ed?" tanya Nayla
" aku-aku menyukaimu Nay,sejak pertama aku bertemu dengan mu aku menyukaimu Nay,aku tidak bisa berbohong kalau aku merasakan kenyamanan bersamamu" Edward menggenggam tangan Nayla
" itu hanya perasaan nyaman saja Ed" elak Nayla melepaskan tangan nya dari genggaman Edward
" tidak Nay, bukan hanya sekedar nyaman tapi juga sayang dan cinta" ucap Edward lantang
" jangan Ed,aku istri orang dan kamu juga sudah beristri"
" aku tau akan pernikahan mu yang tidak harmonis,tinggalkan dia menikah dengan ku"
ujar Edward tegas
Nayla menggeleng dan lari meninggalkan ruangan Edward
"Nay...." pekik Edward tapi Nayla tak menghiraukan
" argggg......" Edward meremas kepalanya
" kenapa harus secepat ini aku mengatakan nya,pasti Nayla Shock mendengar pengakuanku" batin Edward
sesampai di ruangan Nayla mengemasi barangnya
" mau kemana Nay" tanya Sarah
" mbak, aku izin siang ini,,kepalaku tiba-tiba pusing" jawab Nayla
" ke dokter aja Nay"
Nayla hanya menganggukkan, sedangkan yang lain hanya berpandangan melihat keanehan Nayla sesudah dari ruangan atas tiba-tiba pulang
Edward berusaha menghubungi Nayla berulang kali tapi tidak ada jawaban dari Nayla..