NovelToon NovelToon
KESEDERHANAAN CINTA

KESEDERHANAAN CINTA

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:126.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: poppy susan

Ini bukan sebuah Novel tentang Bos dingin menjadi bucin ataupun perjodohan antara si kaya dan si miskin,ini adalah sebuah Novel yang menceritakan kisah cinta antara sepasang manusia berbeda Negara, kisah cinta yang ringan dan dibumbui dengan komedi yang menghibur.

Indiana Khan seorang wanita cantik berhijab yang bekerja disebuah toko bunga tidak sengaja bertemu dengan Aiman Arsya Ady yang merupakan Pemilik Restoran ternama di Malaysia.

Indi dan Aiman tidak menyadari kalau pertemuan mereka yang tidak sengaja adalah merupakan awal dari kisah cinta mereka berdua.

Selain ingin mengembangkan usahanya, kedatangan Aiman ke Indonesia adalah untuk mencari adiknya yang hilang.

Akankah Aiman bisa menemukan adiknya dan menemukan cintanya di Indonesia?

Yuk, ikuti kelanjutan kisah mereka🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perasaan Aneh

🌺

🌺

🌺

🌺

🌺

Keesokan harinya...

Indi sudah bangun dan seperti biasa membereskan rumah dan halaman, sedangkan Ibu Ninik sudah berangkat ke rumah Bu Sarah.

Biasanya hari minggu Ibu Ninik libur, tapi karena Bu Sarah sedang sakit makannya Ibu Ninik disuruh untuk datang kerumah dan Bu Sarah juga berjanji akan membayar dua kali lipat karena bekerja di hari libur.

Disaat Indi sedang membersihkan halaman, Indi merasa ada yang kurang karena biasanya ada Azzam dan gerobaknya didepan rumah Indi yang ngegombal sana-sini tapi sekarang ga bakalan ada lagi soalnya Azzam sudah mempunyai tempat untuk jualan.

"Huftt...kangen Bang Azzam," gumam Indi.

Indi pun masuk kedalam rumah, karena semuanya sudah beres Indi tinggal duduk manis dan melakukan aktifitas rutinnya yaitu membaca Novel online.

Tidak lama kemudian, Keysa pun datang...

"Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam, masuk Kei."

"Ibu kemana?"

"Ada kerjaan Kei, katanya hari ini akan di bayar dua kali lipat, kamu mau minum apa Kei?" tanya Indi.

"Ga usah repot-repot Ndi, nanti biar aku ngambil sendiri aja, kamu masih aja baca Novel online?" tanya Keisya yang sudah tahu kebiasaan Indi dari dulu.

"Iya Kei, buat membunuh kejenuhan aja."

"Makannya cari pacar dong, biar ga diam di rumah terus," goda Keisya.

"Hai apakabar dengan dirimu? memangnya dirimu sudah punya pacar apa?" sahut Indi.

"Hehehe..benar juga ya kita sama-sama jomblo, eh iya Ndi aku boleh tanya sesuatu ga sama kamu?" tanya Keisya.

"Mau tanya apa Kei?"

"Hmm..anu, bukannya kamu dekat dengan Bang Alex ya, aku pikir kamu pacaran sama Bang Alex," seru Keisya dengan ragu-ragu.

"Oh itu, Bang Alex sudah aku anggap seperti Abang aku sendiri, dia memang orangnya baik, penyayang, dan juga perhatian. Kenapa nih tiba-tiba nanya soal Bang Alex, jangan-jangan kamu suka ya Kei sama Bang Alex?" goda Indi dengan menaik turunkan alisnya.

"Apaan sih Ndi, jangan ngaco deh," ucap Keisya gugup dan salah tingkah.

"Ketahun banget dari kelakuan kamu Kei, kalau kamu suka sama Bang Alex ya deketinlah aku setuju kok kalau kamu pacaran sama Bang Alex."

"Aku malu Ndi, sepertinya Bang Alex cuek deh sama aku malah aku lihat Bang Alex perhatian banget sama kamu, jangan-jangan Bang Alex suka lagi sama kamu," sahut Keisya sedih.

"Hai, kalau perhatian ya jelaslah soalnya aku kan sudah lama kenal sama Bang Alex, tapi kalau untuk urusan suka kayanya enggak deh, secara aku sama Bang Alex itu kenal sudah lama Kei kalau Bang Alex suka sama aku mungkin sudah dari dulu kali Bang Alex nembak aku, nah sekarang buktinya apa? Bang Alex ga pernah tuh nyatain cintanya ke aku itu tandanya berarti Bang Alex hanya menganggapku sebagai adiknya saja ga lebih," jelas Indi dengan senyumannya.

Keisya yang mendengarkan penjelasan Indi akhirnya mengbangkan senyumannya, berarti kesempatan dia untuk mendapatkan Alex semakin besar.

"Benarkah itu Indi?" tanya Keisya antusias.

"Iya, jadi kamu jangan pantang menyerah dong masa belum juga perang sudah menyerah aja," seru Indi dengan mencubit pipi Keisya.

"Ok deh Indi."

Disaat kedua wanita cantik itu sedang berbincang-bincang, tiba-tiba ada yang berteriak dari luar.

"Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam, itu pasti Bang Azzam yuk Kei kita keluar."

"Hai Indi, hai Keisya, Masya Alloh adem sekali melihat bidadari-bidadari Abang dipagi yang cerah ini," seru Azzam dengan cengengesannya.

"Hai Bang Azzam, Bang Azzam bisa aja ayo silahkan duduk," seru Indi.

"Oh iya, kenalkan ini teman Abang namanya Fais," seru Azzam.

"Hai Bang Fais, aku Indi dan ini teman aku Keisya," sahut Indi.

"Pantesan aja kamu betah banget jualan disini Zam, ternyata ada wanita cantiknya disini," ucap Fais.

"Iyalah, kamu ga tahu ya kalau mereka ini bidadari-bidadari aku, nah aku ada rencana mau nikahin mereka berdua Is," Azzam bercanda dengan khasnya.

"Idih enak aja, aku ga mau ya di Poligami Bang," tolak Indi.

Seketika semuanya tertawa terbahak-bahak...

"Indi, nih Abang bawa buah-buahan dan sayuran, Abang pengen di masakin sama Indi pengen merasakan masakan Indi, please boleh ya, ya, ya, ya," rengek Azzam dengan mengedip-ngedipkan matanya.

"Cacingan lo ya," seru Fais sembari memukul punggung Azzam.

"Rese lo, barusan kamu mukul punggung aku keras banget bisa-bisa aku cacingan beneran nih," sewot Azzam.

"Ya sudah, Indi masakin deh spesial buat Bang Azzam."

"Asyik makasih Indiku Sayang," ucap Azzam.

"Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam, ayo masuk Bang Alex," seru Indi.

Keisya tiba-tiba langsung gugup melihat Alex, dia tidak tahu kalau Alex juga bakalan datang karena Indi tidak pernah memberitahukannya. Sementara Indi yang melihat kearah Keisya tahu kalau Keisya saat ini sedang gugup.

"Bang Azzam dan Bang Fais, bantuin Indi masak yuk," ajak Indi tiba-tiba.

"Biar aku aja yang bantuin Indi," sahut Keisya.

"Jangan, kamu disini saja temenin Bang Alex yuk Bang Azzam, Bang Fais buruan bantuin Indi," seru Indi.

"Asiap Indi, ayo Is," ajak Azzam.

Sementara itu Alex tampak bingung dengan kelakuan mereka, dan Keisya malah semakin salah tingkah. Dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Alex pun duduk disamping Keisya.

"Mereka kenapa Kei?" tanya Alex.

"Ah ga tahu Bang."

Sementara itu didalam dapur rumah kontrakan, Azzam dan Fais membantu Indi memasak, mereka berdua bantuin memetik kangkung, bayam, dan juga sayuran lainnya.

"Bang Fais tolong bantuin iris-iris bawang merah ini ya."

"Siap Indi."

Indi mulai meracik bumbu untuk memasak oseng kangkung, sayur bayam, ada cumi asam manis pokoknya menggugah selera perut yang lapar.

Dipojokan sana, Fais tampak terisak menangis dengan memegang pisaunya.

"Kamu kenapa Is, malah nangis kaya gitu?" tanya Azzam.

"Perih Zam mata aku, astaga Indi kamu tega banget buat aku kaya gini," seru Fais.

"Ya ampun Bang Fais, maaf-maaf sini biar Indi saja yang lanjutin."

Indi pun mengambil alih kerjaan Fais karena tidak tega melihat Fais yang sudah keluar air dari semua lubang.

Sedangkan Alex dan Keisya diluar masih hening tidak ada yang mau memulai pembicaraan karena Keisya merasa malu sedangkan Alex tidak tahu harus memulai dengan bagaimana.

"Hmm..Kei, kamu sudah lama ya temenan sama Indi?" tanya Alex.

"Iya Bang sudah sejak SMP bareng terus."

"Sudah lama juga ya, oh iya bagaimana Indi orangnya?" tanya Alex.

"Indi emang orang yang baik dan ramah Bang, dia banyak disukai semua orang karena orangnya gampang kenal."

"Iya, Indi memang sangat berbeda membuat semua orang ingin dekat dengannya," puji Alex dengan senyumannya.

Keisya yang menangkap cara Alex berbicara sangat berbeda kala Alex membicarakan Indi, membuat Keisya merasa kesal.

"Hallo.." sapa Fais.

"Hallo, kamu temannya Azzam ya?" tanya Alex.

"Iya kenalkan aku Fais," ucap Fais mengulurkan tangannya.

"Alex, oh iya Is kamu temenin Keisya dulu ya aku mau kedalam dulu lihat Indi masak," seru Alex.

"Ok."

Fais pun duduk disebelah Keisya yang terlihat cemberut, sementara Alex masuk kedalam untuk melihat Indi.

Sementara itu Azzam menghampiri Indi yang sedang memasak.

"Hmm..harum sekali masakan kamu Ndi, pasti enak nih."

"Iya dong pastinya."

"Ndi, boleh aku minta sesuatu ga sama kamu?" tanya Azzam ragu-ragu.

"Minta apa Bang, Indi ga punya apa-apa," canda Indi.

"Ini mungkin permintaan terakhir aku, aku janji ga bakalan minta apapun dari kamu."

Indi menghentikan kegiatan masaknya, dan menatap penuh tanya kepada Azzam.

"Abang mau minta apa? kenapa Abang ngomong seperti itu, kaya yang mau pergi jauh saja," seru Indi.

"Mungkin, suatu saat nanti Abang bakalan pergi jauh," sahut Azzam dengan cengengesan.

"Ih Abang jangan ngomong seperti itu ah, Indi kan jadi takut, bercanda aja kerjaannya," ketus Indi.

"Bagaimana kamu mau ga mengabulkan permintaanku?" tanya Azzam.

"Abang mau minta apa sih dari Indi?"

"Abang ingin kamu memanggil Abang dengan sebutan Abi, sepertinya adem banget dengernya kalau kamu yang manggil Abi," seru Azzam dengan menundukan kepalanya.

Indi terkejut dan langsung menoleh kearah Azzam.

"Kok, Abang pengen Indi panggil dengan sebutan Abi? kan biasanya kalau yang dipanggil Abi itu orang yang sudah menikah Bang," sahut Indi bingung.

"Siapa bilang, banyak kok yang pacaran juga dipanggil Abi, ayolah Indi please anggap saja ini sebagai permintaan terakhirku ya, ya, ya," seru Azzam nyengir sembari menangkupkan kedua tangannya dengan memperlihatkan deretan giginya yang putih.

"Abang ini kenapa sih aneh banget hari ini?"

"Gapapa cuma pengen dipanggil beda aja sama Indi, kalau manggil Abang kan sama Alex dan Fais pun kamu manggil Abang, aku pengen Indi manggil itu tapi kalau kamu ga mau juga gapapa kok," ucap Azzam dengan memetik cabe rawit yang ada dihadapannya.

Indi pun yang melihat raut wajah Azzam berubaj menjadi sedih merasa tidak tega juga, apalagi selama ini Azzam sudah begitu baik kepada Indi jadi apa salahnya kalau Indi menuruti keinginan Azzam toh keinginannya pun sangat gampang.

Indi pun tersenyum kearah Azzam dan sedikit mencondongkan wajahnya kearah Azzam.

"Baiklah Abi Azzam," ucap Indi dengan senyumannya yang sangat manis.

Azzam yang sedang memetik cabe rawit langsung menoleh kearah Indi dengan mata yang melotot.

"Apa? coba kamu katakan sekali lagi Indi."

"Katakan apa Abi?" goda Indi.

"Masya Alloh Indi, adem banget rasanya ini hati dipanggil Abi sama kamu, terima kasih ya."

"Sama-sama Abi, makannya cari pasangan biar Abi pun bisa memanggil Umi ke pasangan Abi nanti," ledek Indi.

"Kan Uminya sudah ada."

"Mana, kok ga dikenalin sama Indi."

"Lah, Uminya kan ini yang ada disamping aku yang lagi masak."

"Ih bercanda mulu ah."

"Tapi lucu lho Ndi kalau aku panggil kamu Umi, aku panggil kamu Umi ah boleh ya?"

Indi hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Azzam.

"Terserahlah."

"Asyikk terima kasih Umi."

Azzam dan Indi pun akhirnya tertawa bersama, sementara itu Alex yang tadinya ingin menghampiri Indi menghentikan langkahnya saat melihat Indi dan Azzam sedang berbincang dengan asyiknya.

Alex memutuskan untuk menguping pembicaraan Azzam dan Indi dibalik dinding, dan betapa terkejutnya Alex saat mendengar permintaan Azzam kepada Indi.

Alex pun memutuskan untuk tidak menghampiri Azzam dan Indi, Alex memilih kembali kedepan bersama Keisya dan Fais.

"Abi sudah sana kedepan gabung sama yang lainnya, inibkan tingga masak cumi aja nanti kalau sudah selesai Indi panggil semuanya," seru Indi.

"Baiklah Umi."

Azzam pun memutuskan bergabung dengan yang lainnya diluar, Alex tampak melirik Azzam merasa tidak suka dengan Azzam. Azzam duduk bersila dibawah Keisya.

"Hai Keisya yang cantik," sapa Azzam.

"Hai juga Bang Azzam."

"Kei, kamu tahu ga kata orang nyasar itu rugi banget, tapi aku ga ngerasa rugi karena aku nyasarnya ke hati Bidadari seperti kamu," seru Azzam.

"Abang ini bisa aja," sahut Keisya.

"Yaelah, dimana-mana selalu tebar gombalan," cibir Fais.

"Mending tebar gombalan daripada tebar kejahatan, hayo..." jawab Azzam.

"Bisa aja lo ngelesnya kaya bajaj," sahut Fais.

"Nih anak kenapa sih, semua wanita di gombalin maunya apa coba?" batin Alex.

Tidak lama kemudian Indi pun keluar...

"Ayo semuanya kita makan, sudah matang tuh," seru Indi.

"Asyiiiik, kita makan disini aja Ndi biar adem," sahut Azzam.

"Oh ok, Kei bantuin yuk bawa kesini."

"Ok Indi."

Indi dan Keisya pun membawa hasil masakan Indi ke teras rumah untuk dimakan bersama-sama. Indi dan Keisya mengambil nasi dan lauk pauknya untuk ketiga pria tampan yang berada dihadapan mereka.

"Ayo semuanya dicicipi ya masakan Indi, makan yang banyak," seru Indi.

"Siap Umi."

"Hah..Umi," seru Fais dan Keisya bersamaan sentara Alex yang sudah mengetahuinya hanya diam saja.

"Ah, seperti kalian ga tahu aja sama kelakuan tuh orang yang suka bercanda," sahut Indi.

Semuanya pun tampak hening mencicipi masakan Indi yang terasa sangat enak dan pas dilidah semuanya.

"Wah masakan Indi enak banget, contoh calon istri idaman kalau seperti ini," puji Fais.

"Bang Alex kenapa diam saja dari tadi?" tanya Indi.

"Ah gapapa Indi," jawab Alex.

"Iya Lex, ga biasanya kamu diam seperti ini," seru Azzam.

Alex hanya melirik sekilas kearah Azzam dan kembali memakan masakan Indi dengan lahapnya. Indi merasa ada yang aneh dengan Alex, tidak seperti biasanya Alex diam seperti ini.

Dengan hitungan menit, hasil masakan Indi ludes seketika membuat semuanya kekenyangan dan Indi merasa sangat senang karena masakan Indi habis.

"Kok Abi makannya ga nambah sih? katanya enak masakan Indi," seru Indi.

"Abi, apa-apaan nih?" seru Fais.

"Ishh..biasa aja kali ngomongnya ga usah teriak-teriak kaya gitu," sahut Azzam.

"Maksudnya apa kamu manggil Bang Azzam dengan sebutan Abi? apa kalian sudah jadian?" tanya Keisya senang.

"Tidak kami tidak jadian kok, cuma Bang Azzam pengen dipanggil Abi aja ya udahlah ga masalah cuma panggilan doang kan," sahut Indi.

"Kirain kalian jadian," ucap Fais.

Azzam hanya tersenyum menanggapi ocehan Fais.

"Umi, Abi ini contoh laki-laki yang setia lho makan aja ga mau nambah apalagi pasangan," celetuk Azzam.

Indi hanya geleng-geleng kepala...

"Yuk Kei, kita beresin semuanya dan bantuin Indi mencuci piring dan gelas kotor."

"Yuk."

"Maaf ya kita tinggal dulu, kalian santai-santai aja dulu," seru Indi.

Indi dan Keisya pun meninggalkan tiga laki-laki itu diteras rumah. Sepeninggalnya Indi dan Keisya, ketiga laki-laki itu tampak hening tidak ada yang berbicara satu sama lain.

"Kamu kenapa Lex, ga biasanya seperti ini?" tanya Azzam.

"Gapapa, oh iya aku mau nanya sama kamu, kamu suka ya sama Indi?"

"Apa? suka sama Indi? kamu ngomong apa sih Lex, aku itu sudah menganggap Indi seperti adik aku sendiri, jangan-jangan dari tadi kamu diam karena kamu cemburu ya sama aku?" goda Azzam.

"Enggak, apaan sih Zam."

"Jangan bohong deh, aku tahu kamu sudah sejak lama kan suka sama Indi, aku akan mendukungmu karena kamu pantas mendapatkan Indi," seru Azzam dengan menepuk pundak Alex.

"Tapi tadi kamu panggil Umi dan Abi sama Indi."

"Itu cuma sebuah panggilan Alex, jangan dianggap serius, anggap aja Indi seperti memanggil Abangnya dengan sebutan Abi."

"Maaf ya tadi aku sudah salah pahan sama kamu."

"Nyantei aja Lex sama Abi Azzam mah ga usah baper."

Keduanya pun tertawa bersama, Alex merasa lega akhirnya terjawab sudah kekhawatirannya selama ini kalau Azzam memang menganggap Indi hanya sebatas adiknya saja tidak lebih. Sementara Azzam terlihat menerawang jauh kedepan dengan senyumannya yang sulit diartikan.

🌺

🌺

🌺

🌺

🌺

Jangan lupa dukungannya yang kenceng dong ok🙏🙏😘😘

Kau adalah kenangan yang akan selalu dikenang, canda tawamu akan selalu ku ingat terima kasih sudah mewarnai hari-hari kami dengan keceriaan, I MISS YOU buat kamu yang ada disana🙏🙏😍😍

Maaf ya Authornya lebay sedikit🙏🙏🤭🤭

Jangan lupa

like

vote dan hadiah

komen

TERIMA KASIH

LOVE YOU💋💋💋

1
Heryta Herman
endingnya bikin nyesek...tapi begitu lah kehidupan...pada akhirnya akan peegi jua..
Heryta Herman
ya Allah..sedihnya,aku baca sambil nagis thor...
thor..aku penasaran ni,si azzam manggil indi 'buna',apa arti nya?...
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: Gak tahu, dia dulu spontan aja candaannya gitu panggil Buna sama Indonesia😭😭
total 1 replies
Heryta Herman
azzam sakit apa?jantung kah?
Heryta Herman
selamat jln azzam...
Heryta Herman
hahaha...azzam...bisa aja bercandanya.../Facepalm/
Patrick Khan
.abang azaammmmm
Patrick Khan: .udah q klik kak
total 7 replies
Patrick Khan
.q nangis lo banggg😫😫😫
Patrick Khan
.nah kan azam adik e
Patrick Khan
.bang azam kok ngilang
Patrick Khan
.kyk e azam adik e nya aiman yg di cr
Patrick Khan
.bang azzam baik bgt
Patrick Khan
.bang azzam ada ada saja😆
Kak Jum
jgn2 c azam adiknya
Rastika Wati
😭😭😭😭😭😭😭sedih bgtt nie crita,,,,
Alevia
bang azzam itu plng adk nya yg hilang
inayah machmud
😭😭😭😭😭😭
Via Vivi
ya allah sakit banget bang azzammmmm😭😭😭
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: ini kisah nyata ya🙏
total 1 replies
Erni
bagus ceritanya engk berbelit-belit semangat ya Thor 💪💪💪
tapi sayang ya yg menjadi tokoh Azzam dibuat meninggal saya jadi engk rela karena dia belum lama jumpa keluarga kandungnya
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: ini kisah nyata ya, dan Alm.Azzam memang meninggalkan semuanya secara mendadak🙏🙏
total 1 replies
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽
ini kisah nyata ya, yang fiksinya cuma beberapa persen saja🙏🙏
Nazla K. R
indi kok ngomong gtu, pdhal alex udh prnah nembak km, kmunya ja yg nolak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!