Namaku Anabel Putri Cahya, aku mencintai seseorang yang bernama Ferdi dian Anggara tapi sayang beribu ribu sayang, ia selalu saja cuek terhadapku. Hingga akhirnya ada seseorang yang datang, ia adalah Aldi Herdiansyah. Sejak kehadiran Aldi, aku tidak lagi merasa sedih karena setiap kali aku ingat kepada Ferdi, Aldi selalu bisa membuatku tersenyum dan lupa kepadanya. Saat hati aku sakit karena melihat Ferdi yang bermesraan dengan wanita lain. Aldi selalu menghiburku hingga aku lupa dengan rasa sakit itu dan ketika aku sudah belajar untuk melupakannya dan mencitai Aldi. Ferdi malah datang mengungkapkan perasaanya. Lalu aku harus bagaimana? Sedangkan selama ini ia selalu saja mencampakkan diriku. Salahkah jika aku memilih Ferdi? Tapi aku takut, aku takut akan menyesal dan salah pilih. Tuhan....Bantu aku.............
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evi Tamala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pingsan
Setelah selesai makan dan membayar semua makanannya. Anabel langsung mengajak Puput dan juga Aldi untuk pergi dari kantin itu. Anabel gak mau lama lama di liatin oleh cowok cowok yang ada di kantin itu terutama Ferdi yang dari tadi hanya bengong melihat dirinya. Jika dulu Anabel sangat berharap di perhatikan oleh Ferdi tapi tidak untuk saat ini. Ia sudah bosan dan ia sudah tak lagi berminat untuk bisa mendapatkan cinta Ferdi bahkan sedikitpun rasa cinta itu kian hari kian menghilang entah kemana.
Sejak 2 tahun yang lalu Anabel mengejar ngejar Ferdi, tak peduli jika Ferdi akan membentaknya, mempermalukan dia di depan umum, menghina harga dirinya, memfitnahnya, memaki dirinya, bersikap dingin dan acuh tak acuh. Dan selama dua tahun itu pula Anabel berusaha untuk bersabar karena berharap Ferdi akan luluh kepadanya tapi nyatanya sikap Ferdi makin hari makin membuat ia jenuh dan bosan. Lalu salahkan jika saat ini rasa cinta itu mulai menghilang? Salahkah jika saat ini Anabel sudah tidak lagi peduli kepada Ferdi? Salahkan jika ia bersikap dingin kepada Ferdi? Salahkan jika rasa ini berganti dengan rasa benci dan muak melihat wajahnya?
Anabel gak mau peduli akan hal itu lagi. Ia gak mau peduli dengan kehidupan Ferdi lagi. Yang ia pedulikan adalah masa depannya, restorannya, perusahaannya, persahabatannya, keluargannya dan juga saat ini Anabel juga di sibukkan dengan Panti Jompo dan juga Panti asuhan yang Anabel buat dengan hasil jerih payahnya. Ia ingin menjadi manusia yang berguna. Jika dulu hanya menyumang ke panti asuhan dan juga panti jompo tapi kini ia bikin sendiri agar ia bisa menampung orang orang di luar sana. Bahkan Anabel juga membuat sekolah gratis untuk anak anak yang kurang mampu. Ia juga memberikan uang yang cukup besar untuk sebuah masjid yang masih belum selesai di renovasi. Anabel gak mau menikmati hasil jerih payah nya seorang diri, ia ingin membagi bagikan kepada orang lain agar ia tak sia sia bekerja siang dan malam.
Saat Anabel, Puput dan juga Aldi lagi asyik ngobrol di taman. Seseorang memberikan bunga kepada Anabel.
"Bell, ini ada bunga dan surat buat kamu." Ucap Wendy.
"Dari siapa?" tanya Anabel.
"Ferdi." Jawab Wendy lalu ia pergi gitu aja.
Anabel memegang bunga mawar dan amplop yang berwarna pink. Ia melihat ke arah Ferdi yang lagi menatap ke arahnya. Anabel hanya tersenyum kecut lalu ia membuang bunga dan surat itu tanpa membacanya terlebih dahulu. Ferdi yang melihat itu semua merasa hatinya begitu sakit. "Sebegitu bencikah kamu ke aku bell?" tanya Ferdi dalam hati.
Sedangkan Anabel tak lagi menoleh ke arahnya dan malah asyik melanjutkan obrolannya.
"Kenapa di buang bell?" tanya Puput.
"Buat apa? Aku sudah gak peduli lagi kepada dia bahkan rasa cinta yang dulu ada kini sudah hampir sirna." Jawab Anabel ketus.
"Emang kamu gak penasaran dengan isi surat itu?" tanya Aldi.
"Enggak sama sekali. Sudah cukup ia membuat aku menderita selama dua tahun. Kini aku gak mau hidupku hanya untuk mengemis cintanya. Masih banyak cowok selain dia. Dan aku yakin, suatu saat aku pasti akan mendapatkan cowok yang jauh lebih baik dari dia." Ucap Anabel dengan mantap.
Kini Puput dan juga Aldi merasa bahwa Anabel sudah benar benar berubah, ia bukan lagi wanita yang lemah. Anabel sudah tidak lagi di butakan oleh cintanya.
"Aku senang bell lihat kamu yang kayak gini." Ucap Aldi.
"Ini semua karena kalian berdua. Terima kasih ya. Terima kasih karena kalian selama ini selalu ada untukku. Menghiburku di kala aku sedih, menamiku di kala aku kesepian, memberikan aku semangat di saat aku lagi terpuruk. Kalian memang sahabat terbaikku." Ucap Anabel lalu ia pun memeluk sahabat nya itu. Ups yang di peluk cuma Puput doan ya sedangkan Aldi hanya bisa tersenyum melihat orang yang ia sayang kini sudah tak lagi merasakan kesedihan seperti dulu lagi.
Setelah puas mengobrol Anabel, Puput dan juga Aldi langsung kembali ke kelas karena jam istirahat sudah habis. Di saat jam pelajaran kedua, lagi lagi Ferdi gak masuk kelas. Tapi Anabel gak peduli itu malah ia senang karena ia gak bertemu dengan Ferdi. Pelajaran kedua berjalan dengan lancar.
Setelah jam pelajaran ke dua berakhir, kini mereka harus pergi ke musholla untuk sholat dhuhur berjamaah. Setelah selesai merek langsung kembali ke kelas untuk melanjutkan pelajaran terakhir.
2 jam kemudian..............
Pelajaran terakhirpun selesai. Dan kini semua murid berhamburan keluar kelas dan menuju keparkiran untuk mengambil kendaraan mereka.
"Bell?" Panggi seseorang.
"Iya, ada apa?" tanya Anabel.
"Kamu ikut aku ya. Aku ada keperluan sama kamu." Ucap cowok itu. Anabel hanya mengangguk saja.
"Al, Put. Kalian duluan deh. Nanti aku pulang sendiri. Toh aku juga bawa mobil kan." Ucap Anabel.
"Oke, aku dan Aldi pulang dulu ya. Kamu hati hati pulangnya. Jangan ngebut ngebut. Kalau ada apa apa, langsung von aku atau Aldi." Ujar Puput.
"Oke."
Setelah Aldi dan Puput pergi, Anabel langsung mengikuti langkah cowok itu yang membawanya ke ruang UKS.
"Ngapain ke sini?" tanya Anabel.
"Tuh liat! ucap Cowok itu sambil menunjuk ke arah Ferdi yang lagi pingsan.
"Siapa dia, aku gak kenal." Ujar Anabel dengan nada ketus.
"Plis, kamu jangan bersikap dingin seperti ini. Kasihanilah dia." Pinta cowok itu yang bernama Sofyan, teman dekat Ferdi.
"Kasihan kamu bilang? Emang dia kasihan sama aku selama dua tahun ini. Gak kan? Lalu kenapa aku harus kasihan sama dia."
"Bell, aku tau kamu mencintai dia. Beri dia kesempatan untuk dekat sama kamu. Aku tau, selama ini sikap dia begitu kelewatan sama kamu. Tapi dia sudah menyesal. Dia menyesal karena sudah memperlakukan kamu seperti itu."
"Dia menyesal setelah dia tau kalau aku orang kaya. Andai saja dia belum tau siapa aku yang sebenarnya mungkin sampai detik ini, dia masih saja memperlakukan aku layaknya seperti binatang yang tidak pantas untuk di kasihani." ucap Anabel dengan nada sinis.
"Bell, tolong jangan seperti itu. Aku mohon maafkan lah dia." Pinta Sofyan.
"Maaf, aku harus pergi. Aku masih banyak kerjaan yang harus aku kerjakan. Jika kamu kasihan kepada dia, rawatlah dia tapi jangan bawa bawa aku karena aku sudah gak ada urusan lagi dengannya bahkan rasa cinta yang dulu ada kini sudah menghilang karna sikap dia yang selalu menyakiti hati dan perasaanku." Ucap Anabel lalu ia pergi meninggalkan Sofyan yang masih ingin ngomong panjang lebar kepada Anabel.
Anabel pergi menuju ke mobilnya. Di dalam mobil, Anabel menangis terisak isak. Ia benci sama Ferdi, kenapa dia mau bersikap baik setelah dia tau kalau dirinya adalah orang kaya. Kenapa gak dari dulu, kenapa ia menyesal setelah rasa cinta ini mulai menghilang. Anabel benar benar tidak habis fikir kenapa ini bisa terjadi. Tapi yang pasti ia tidak akan memberikan Ferdi kesempatan untuk dekat dengan dirinya.
Ngapain Anabel masih mau terima Ferdy
mending JD janda
ikutin jg bukalah hatimu untukku ya...
ttp smangat.....😘