Gerry adalah seorang pemuda yang selalu diremehkan dan direndahkan oleh teman temannya bahkan dia sering di bully.
sampai suatu hari dia mengetahui identitas aslinya, kemudian membalaskan sakit hati dan penderitaan yang di alaminya selama ini.
iingin tau kelanjutannya ikuti terus ya .
"hallo" sobat semua ini karya pertama saya, jadi tolong di beri masukan agar saya semakin termotivasi dalam berkarya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ferry Siburian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10.kebenaran yang menyakitkan
Gerry kembali menjaga keamanan di area basemen dan tak terjadi masalah apapun sampai waktunya pergantian shift, seorang petugas security yang lain pun datang untuk mengisi pos jaga, Gerry kembali ke kantor keamanan dan mengganti pakaiannya lalu segera berjalan pulang sebab Gerry sudah merasa lelah dan letih sehabis kerja seharian, sesampai di rumah Gerry segera masuk dan betapa kagetnya Gerry saat melihat ibunya terbaring tak sadarkan diri di samping meja makan, Gerry yang merasa khawatir dan panik melihat kondisi ibunya langsung membawa kerumah sakit, sesampai di rumah sakit dokter langsung menangani ibu Gerry, Gerry menunggu dokter yang memeriksa ibunya di luar merasa gelisah tak karuan dan terus berputar-putar di depan pintu, sampai akhirnya dokter keluar dan mengatakan bahwa ibu Gerry sudah sadar dan bisa untuk di jenguk, Gerry langsung masuk dan menemui ibunya.
"ibu kenapa sampai bisa pingsan lagi?" tanya Gerry dengan mata yang berkaca-kaca dan merasa sedih melihat kondisi ibunya.
"ibu tidak kenapa napa, kamu jangan sedih Ger.." ucap ibu sambil memegang tangan Gerry, tidak lama kemudian masuk dokter yang memeriksa ibu Gerry dan mengajak Gerry berbicara di luar.
"dok bagaiman kondisi ibu saya, apa ibu saya baik-baik saja?" tanya Gerry pada dokter yang memeriksa kondisi ibunya.
"ini hasil foto ronsen dari ibu anda " ucap dokter sambil menyerahkan berkas yang di tangan dokter pada Gerry.
"ini apa dok saya kurang paham?" tanya Gerry lagi.
"di foto itu menunjukan bahwa ibu anda terkena gagal ginjal, itu yang menyebabkan ibu anda mudah lelah dan sering pingsan " ucap dokter mejelaskan pada Gerry .
"apa... ibu saya terkena gagal ginjal, jadi apa yang harus di lakukan agar ibu saya bisa pulih kembali dok?" tanya Gerry .
"jalan satu-satunya adalah mendapatkan donor ginjal dan segera melakukan operasi cangkok ginjal, kita harus melakukan operasi paling lama seminggu lagi atau mungkin nyawa ibu anda dalam bahaya " ucap dokter.
"jadi kondisi ibu saya saat ini sedang kritis " ucap Gerry yang frustasi.
"benar,saya harap anda bisa mendapatkan donor yang sesuai untuk ibu anda" ucap dokter kemudian pergi meninggalkan Gerry.
ibu Gerry yang mendengar percakapan antara Gerry dan dokter sudah tidak berharap banyak lagi, ibu hanya teringat dengan kejadian lalu dan ingin memberi sebuah kalung yang sudah sangat lama dia simpan.
"Ger ada yang ingin ibu ceritakan pada mu sebelum ajal ibu datang menjemput " ucap ibu Gerry.
"ibu gak boleh ngomong begitu, ibu harus yakin bahwa ibu akan dapat donor ginjal dan sembuh, Gerry sebentar lagi wisuda apa ibu gak mau dampingi Gerry saat wisuda " ucap Gerry yang memegang tangan ibunya dan dengan butiran bening di kedua bola matanya.
"ibu tau waktu ibu udah gak banyak lagi, jadi kamu harus dengar baik-baik apa yang ibu katakan " ucap ibu dengan senyuman.
"iya, ibu mau bilang apa sama Gerry?" tanya Gerry.
"walau kamu tidak lahir dari perut ibu, ibu dan ayah sangat menyayangi dan menganggap kamu seperti anak kandung kami, dan memberikan segala yang terbaik yang kami miliki" ucap ibu Gerry.
"iya Gerry juga sudah menganggap ibu dan ayah seperti orang tua kandung Gerry" ucap Gerry dan mencium tangan ibunya.
"sewaktu almarhum ayah membawa mu pulang kerumah, ibu hanya menemukan sebuah kalung yang berbentuk hati dan terukir sebuah nama di kalung itu " ucap ibu yang kemudian mengeluarkan kalung yang di simpan dan di berikan kepada Gerry.
"Gerry, jadi yang memberi nama pada ku bukan ibu dan ayah, tetapi karena di kalung ini sudah terukir namaku?" tanya Gerry.
" itu karena ibu dan ayah dulu berharap kamu bisa bersatu dengan orang tua kandung mu" sahut ibu Gerry.
"ibu, makasih ya sudah mau menolong dan merawat Gerry dengan penuh cinta dan kasih sayang dari kecil, walau Gerry bukan anak kandung ibu" ucap Gerry sambil mencium tangan ibunya.
"iya nak, ibu dan ayah juga senang sekali bisa merawat dan membesarkan mu walau dengan serba kekurangan, ibu juga mau bilang makasih karena sudah hadir di kehidupan ayah dan ibu" ucap ibu Gerry sambil mencium kening Gerry dengan penuh kasih sayang.
"iya sudah ibu istirahat ya, ibu harus banyak-banyak istirahat biar bisa cepat sembuh" ucap Gerry.
"kamu istirahat dimana nak?" tanya ibu Gerry .
"Gerry istirahat di lantai aja, jadi kalau ibu butuh sesuatu bisa langsung panggil Gerry" ucap Gerry yang kemudian membentangkan sebuah matras untuk alas Gerry tidur, Gerry terus berfikir tentang siapa orang tua kandungnya yang tega meninggalkan Gerry di jalan yang gelap dan hujan lebat .
"apa mereka tidak sayang pada ku, apa mereka tidak menginginkan aku, apa yang sebenarnya terjadi hingga aku di telantarkan" ucap Gerry dalam hatinya.
Gerry yang menduga-duga di pikirannya tapi tidak menemukan jawaban akhirnya terlelap dengan pulas, matahari pun tiba, Gerry segera bangun dan melihat ibunya masih tertidur merasa sedih, karena baru saja ayahnya pergi meninggalkan dia, kini jika ibunya tidak mendapat donor ginjal, ibunya pun akan pergi meninggalkan dia.
"Tuhan berilah ibu hamba pendonor ginjal, hamba belum siap untuk kehilangan ibu, bahkan hamba belum bisa membalas dan membuat ibu bahagia, Engkau sudah mengambil ayah dari ku, aku mohon jangan ambil ibu juga, karena hanya ibu satu-satunya yang aku punya" ucap Gerry yang berdoa kepada sang kuasa .
tak lama setelah selesai berdoa ibu Gerry bangun dan seorang perawat masuk ke kamar memberi makanan untuk ibu Gerry sarapan.
"pak ini sarapan buat ibunya" ucap perawat yang meletakkan diatas meja.
"iya sus makasih" ucap Gerry.
"setelah sarapan, ini obat yang harus di makan sama ibunya " ucap perawat dan memberikan beberapa obat kepada Gerry yang kemudian pergi meninggalkan Gerry, Gerry mengambil sarapan untuk ibunya dan langsung menyuapinya, setelah selesai sarapan ibu Gerry meminum obat dan kembali beristirahat .
"Ger kamu tidak kerja ?" tanya ibu Gerry.
"sepertinya Gerry tidak usah bekerja, Gerry mau jagain ibu aja di sini " sahut Gerry.
"gak usah kan ada dokter sama perawat yang jagain ibu di sini, kamu lebih baik pergi bekerja" ucap ibu Gerry.
"baik lah Bu, tapi Gerry masuk agak siangan kok, jadi Gerry masih bisa jagain ibu sampai mau berangkat kerja" ucap Gerry yang memikirkan soal biaya untuk rumah sakit dan jika ibunya mendapat donor ginjal dan melakukan operasi pasti memakan biaya yang besar sehingga Gerry memerlukan uang dan harus bekerja meninggalkan ibunya.
ini bikin tokohnys stres