Semua wanita ingin pernikahan yang indah. Ingin menciptakan kenangan manis bersama sang suami. Ingin rasanya waktu tidak berjalan jika sedang berada didekatnya. Hanya ingin menatap matanya, dan hanya nafas kita yang beradu dengan hembusan nafasnya.
Tapi yang dialami Zyona beda! Bahkan pernikahannya jauh dari yang namanya tenteram dan damai. Setiap harinya hanya ada cekcok, pertengkaran, dan tidak bisa menerima satu sama lain.
Zyona Adisti, dinikahkan oleh orang tuanya dengan Adrian Gadangga. Pernikahan mereka yang ternyata sudah diatur sejak mereka kecil, tidak dapat dihindari dan dielakkan.
Adrian tidak bisa menerima kehadiran Zyona sebagai istrinya, sbab dia juga sudah mempunyai kekasih yang sangat dia cintai. Hingga begitulah seterusnya, Adrian tetap berhubungan dengan kekasihnya, bahkan itu didepan Zyona sekalipun.
Tidak peduli dengan perasaan istri pilihan orang tuanya itu! Lelaki itu terlalu buta akan cintanya pada Moza, kekasihnya.
Diabaikan!
Tidak dianggap!
Perlakuan kasar!
Diejek dan dihina!
Zyona sudah kenyang. Bahkan, dia capek dan sangat lelah dengan pernikahan ini.
Ada sesuatu yang terjadi pada Moza, kekasih Adrian.
Yang menimbulkan rasa kosong yang mendalam dihati pria itu.
Zyona hanyalah pengisi kekosongan Adrian.
Hingga tanpa sadar, lelaki itu betah menatapnya. Hingga jatuh sejatuh jatuhnya pada pesona istrinya yang dulu sering dihinanya.
Perlahan, Adrian mulai mendekap dan mulai mengatakan cinta pada Zyona.
Apakah itu artinya dia bisa bahagia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asih sunkar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masalah Diner 2
Sesampainya Zyona di rumah mertuanya. Zyona langsung mencium punggung tangan Ayah dan Bunda secara bergantian. Setelah itu, Zyona melirik pada seorang pria kisaran umur 23 tahunan. Dia tersenyum pada Zyona ketika mata mereka bertemu.
"Sayang, ini Derrel, adiknya Adrian" Bunda memperkenalkan pria itu pada Zyona, dan Zyona hanya tersenyum canggung kepada Derrel.
"Ril, ini kakak iparmu, namanya Zyona, cantik kan" Bunda sekarang memperkenalkan Zyona pada Derrel
"Iya Bun, kak Adrian memang top cer pilih binik, hahaha" Mendengar guyonan Derrel, Ayah, dan Bunda tertawa geli, sedangkan Zyona hanya tersenyum tipis sebagai pelengkap untuk menghilangkan kecanggungan.
"Adrian mana Nak?" Ayah Angga bertanya pada menantunya ini
"Adrian sedang ada urusan penting di kantor Yah" Jawab Zyona jujur, sesuai apa yang dikatakan Adrian tadi.
"Oh, gak papa" Sambung Nita dengan lembut "Sekarang kita masak ya Nak, nanti malam kita akan makan malam keluarga, untuk menyambut kepulangannya Derrel" Ucap Bunda meneruskan kalimat nya. Sebab anak bungsu nya ini baru pulang dari London karena telah menyelesaikan study-nya disana.
Pria ini adiknya Adrian? Batin Zyona ketika menatap Derrel lagi. Lalu dia berjalan ke dapur mengikuti langkah kaki Bunda.
Malam harinya mereka makan malam keluarga bersama. Ayah, Bunda, Derrel dan Zyona. Adrian tidak ada, dia tidak ada muncul untuk menghadiri makan malam bersama keluarga nya.
Tadi Ayah dan Bunda sudah mengajak Melda, Mamanya Zyona. Tapi beliau tidak dapat hadir lantaran Herman, Papa Zyona yang sedang sakit di rumah sakit.
Keharmonisan keluarga Adrian sangatlah hangat. Mereka makan malam dengan canda tawa yang memberi kehangatan pada malam ini. Zyona lebih banyak diam, dia hanya berbicara jika ditanyai, dan hanya tersenyum sesekali, itu pun jika perlu saja.
"Nak, kamu beneran akan pulang malam ini, nginap aja di rumah ya sayang" Ucap Bunda Nita sambil mengelus puncak kepala Zyona.
"Iya Bun, kalau Zyona gak pulang nanti siapa yang jaga rumah"
"Jaga rumah atau jaga kak Rian????" Ledek Derrel yang tiba-tiba muncul. Mendengar perkataan Derrel, Bunda mengulum senyuman dibibir ranumnya
"Yaudah, kamu pulanglah, kasihan suami mu menunggu di rumah" Ujar Bunda sambil senyum-senyum tipis.
Jangan terlalu berharap ya Nita. Anakmu si Adrian itu gak terharapkan!
"Ril, antar kakak iparmu pulang" Titah Bunda pada anak bungsu nya itu.
"Siap nyonya"
Zyona dan Derrel mencium punggung tangan Bunda secara bergantian. Setelah itu Derrel mengantar kakak iparnya menggunakan mobil.
Di mobil, Zyona juga lebih banyak diam. Berkali-kali Derrel melirik pada kakak iparnya ini. Hm, apa selera kak Rian usah berubah ya? Bukannya kak Rian doyan yang seksi dan feminin. Batin Derrel, karena dia melihat penampilan Zyona yang bisa dibilang mendekati jantan.
Memakai jaket warna abu-abu, celana panjang, topi merah, dan masker. Gadis tomboy bukanlah selera seorang Adrian Gadangga.
"Kita sudah sampai kakak ipar" Derrel memberhentikan mobilnya di depan rumah Adrian. Zyona turun dari mobil, begitu juga dengan Derrel
"Loh, kok lampunya mati? Apa jam segini kak Rian belum pulang?" Tanya Derrel pada kakak iparnya. Masa sih? ini kan udah jam sebelas malam loh
"Adrian hari ini lembur, tapi biasanya dia pulang jam enam sore kok" Zyona menjawab sebisa mungkin.
Kenapa masih dilindungi sih Zy! Lelaki seperti Adrian itu pantasnya diceburin aja ke got.
"Oh, begitu, kalau gitu Derrel pulang dulu ya kak, kakak ipar istirahatlah, selamat malam" Derrel masuk ke dalam mobil, berpamitan dan langsung pulang ke rumah nya.
Zyona masuk ke dalam rumah Adrian. Dia mandi karena tidak nyaman dengan keringat yang menempel dikulit. Setelah mandi dan berpakaian, Zyona mengoleskan salep ke kulitnya yang melepuh akibat terguyur air panas kemarin malam.
Setelah itu, dia berjalan menuruni tangga menuju lantai satu. Zyona duduk di ruang tengah sambil menonton Tv. Menunggu Adrian pulang.
Karena jika Zyona tidur sekarang, nanti kalau Adrian pulang siapa yang membukakan pintu, sedangkan pintu pastinya dikunci oleh Zyona. Jadi Zyona memilih untuk menunggu Adrian pulang barulah dia kembali ke dalam kamarnya sendiri
Berjam-jam susah berlalu. Sekarang waktu sudah menunjukkan pukul tiga dini hari. Tapi Adrian belum pulang juga. Zyona mengucek matanya mengumpulkan nyawa yang masih berlarian. Karena tadi dia sempat ketiduran di atas sofa.
Karena merasa Adrian juga tidak akan pulang lagi malam ini, Zyona akhirnya memilih mengunci pintu, dan masuk ke dalam kamarnya.
TBC...
DI LIKE RATE DAN KOMEN, VOTE JUGA DONG ❤
ADRIAN, BUNDA DAN DERREL.