NovelToon NovelToon
Di Paksa Menikah

Di Paksa Menikah

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Romantis / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 5
Nama Author: Anindita Ningtias

Seorang pria bernama Axel Kevlar tidak membutuhkan yang namanya perrnikahan di dalam hidupnya karena menurutnya itu hanya akan membuatnya kesulitan dan tidak ada hal baik yang ia dapatkan dari sebuah pernikahan.

Karena tidak ingin terus-terusan di paksa ibunya untuk menikah ia pun menerima perjodohan itu tanpa pikir panjang karena menurutnya sekarang atau nanti hasilnya aman tetap sama.

Yang lebih mengejutkan lagi Axel membuat perjanjian yang sangat mengejutkan dan justru di setujui oleh wanita itu tanpa sepengetahuan keluarganya maupun keluarga wanita tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindita Ningtias, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep.10 Pulang Bersama

Bianca ibunya dan nyonya Kevlar duduk di meja makan menunggu para pria datang, sekitar lima menitan menunggu ayahnya dan tuan Kevlar tiba di ruang makan bersamaan.

“Di mana Axel?” tanya tuan Kevlar menatap istrinya

“Axel masih mengantuk pa, katanya dia enggak ikut sarapan” jelas Bianca

Suara dari arah sana mengagetkan Bianca “Siapa yang bilang begitu?”

Axel berjalan menuju meja makan dengan rambutnya yang masih basah dan mendudukkan dirinya di samping Bianca, sedangkan Bianca hanya menatap kesal ke arahnya.

“Cih, yang benar saja” gerutu Bianca pelan yang hanya dapat di dengar oleh Axel yang berada di sampingnya. Axel yang mendengar itu pun hanya tersenyum gemas sambil menundukkan kepalanya agar tidak ketahuan oleh orang sekitarnya.

Mereka menyantap sarapan dengan damai setelah selesai sarapan Bianca membantu ibunya dan nyonya Kevlar membersihkan meja makan. Bianca mengangkut piring kotor ke wastafel sedangkan para prianya berjalan ke ruang tengah untuk berbincang-bincang.

“Biar aku aja ma” ucap Bianca pada ibunya yang berdiri di depan wastafel ingin mencuci piring.

“Biar mama bantu ya”

“Enggak ma, aku aja. Mama istirahat saja di sana” ucapnya kepada ibu dan calon ibu mertuanya itu.

“Ya sudah, makasih ya sayang” ucap ibunya

“Kami tinggal ya nak” ucap nyonya Kevlar.

Bianca hanya tersenyum menatap kedua ibunya itu, setelah para ibu itu sudah tidak terlihat lagi di jangkauan pandangannya barulah Bianca memulai kegiatan mencuci piringnya itu. Bianca mencuci piring kotor itu satu persatu, ia bersenandung kecil sembari mencuci piring namun tiba-tiba ia di kejutkan oleh seseorang.

“Perlu bantuan?”

Bianca yang fokus dengan kegiatan mencucinya sontak kaget dan terpekik pelan “Astaga!” pekiknya tertahan sambil meletakkan tangannya di depan dadanya.

Bianca menoleh ke samping ke arah sumber suara itu dan ia mendapati Axel yang kini tengah berdiri memperhatikannya. Bianca memutar bola matanya jengah, pria yang membuatnya kesal itu selalu saja mengejutkannya.

“Perlu bantuan?” tanya Axel lagi

“Tidak, aku bisa sendiri” ucap Bianca tersenyum sekilas menatap Axel lalu mengalihkan pandangannya pada piring kotor itu lagi.

“Kau yakin?”

“Hem, ini hanya pekerjaan kecil lagi pula sebentar lagi bakalan selesai”

“Baiklah, aku akan menemanimu” ucap Axel.

Bianca terdiam dan tidak lagi bersenandung, jantungnya tiba-tiba berdegup dengan sangat kencang. Bagaimana tidak kini Axel sedang menemaninya dan berdiri di sampingnya, ia mencoba menenangkan dirinya entah kenapa ia selalu menjadi gugup saat berada di samping Axel.

“Sudah selesai?” tanya Axel saat melihat Bianca mengelap tangannya.

Bianca menganggukkan kepalanya menatap Axel “Hem...”

Bianca dan Axel berjalan beriringan menuju ruang tengah tempat di mana para orang tua mereka berada. Bianca duduk di sebelah Axel, ia merasakan kecanggungan yang teramat. Bianca memainkan jarinya sesekali ia curi-curi pandangan melirik ke arah Axel dan kadang-kadang ia juga ikut masuk ke dalam pembicaraan para orang tua tersebut.

**

Di sore harinya, Bianca terlihat tengah bersiap-siap karena sebentar lagi ia dan keluarganya akan pulang ke mereka. Bianca turun ke bawah dan di sana terlihat orang tuanya dan orang tua serta Axel sendiri sudah selesai bersiap-siap.

Bianca dan orang tuanya pamit kepada keluarga Kevlar “Terima kasih ma, maaf kalo kamu banyak ngerepotin” ucap Bianca tidak enak hati.

“Tidak kok sayang, jangan sungkan begitu” jawab nyonya Kevlar

“Iya ma, kami pamit ya ma” ucap Bianca, kedua orang tuanya juga pamit kepada nyinya dan tuan Kevlar.

“Oh iya, Bianca pulangnya biar di anterin Axel aja ya nak” ucap nyonya Kevlar “Ya kan xel? Kau juga akan pulangkan?” tanyanya sambil menyikut anaknya.

“Tidak ma, tidak perlu. Bianca sama mama papa aja kan satu rumah juga” tolak Bianca

“Enggak apa-apa kok nak, biar kalian tambah dekat jadi nanti enggak bakal canggung lagi”

“Tapi ma...”

“Sudah pulang sama Axel aja, toh Axel juga enggak keberatan tuh”

Pada akhirnya Bianca dan Axel pulang bersama menggunakan mobil pribadi Axel dan orang tua Bianca pulang terlebih dahulu menggunakan mobil mereka sendiri. Seperti biasanya mobil Axel hanya ada keheningan setelah setengah perjalanan akhirnya Axel membuka suara memulai percakapan.

“Besok kau ke kampus?” tanya Axel

“Hem? Ah iya, kenapa?”

“Tidak ada” ucap Axel singkat dan keheningan kembali menyelimuti mereka.

Lalu beberapa menit kemudian Axel kembali memecahkan keheningan itu “Besok akan kujemput” ucap Axel pelan

“Hem?” tanya Bianca bingung ke arah Axel “Apa kau mengatakan sesuatu?” tanyanya

“Ya, aku akan menjemputmu besok”

Axel dan Bianca saling menatap selama beberapa detik sebelum akhirnya Axel mengalihkan pandangannya cepat ke arah depan. Bianca? Jangan di tanya lagi jantungnya kini berdegup sangat kencang dan pipinya sedikit memerah saat ini.

“Ba-baiklah...” ucap Bianca

Bianca tersenyum kikuk dan mengedarkan pandangan matanya ke arah jalanan melalui kaca jendela mobil sedangkan Axel kini fokus menyetir dengan wajah datarnya. Tak lama setelahnya mereka pun sampai di depan rumah Bianca, Bianca pun turun dari mobil yang di ikuti oleh Axel.

“Apa kau ingin mampir dulu?” tawar Bianca

“Tidak terima kasih, lain kali saja. Aku sedang buru-buru kebetulan ada yang harus kukerjakan sedikit di kantor”

“Ah, maaf karena sudah menyita waktumu” ucap Bianca tak enak hati.

“Tidak apa, masuklah. Aku akan pergi, sampai jumpa”

Keesokan harinya Axel benar-bebar datang menjemputnya pulang kuliah namun ternyata bukan karena tidak ada alasan kenapa pria itu dengan baik hati ingin menjemputnya. Dan ternyata nyonya Kevlar lah yang memintanya untuk menjemput Bianca untuk memilih baju yang akan mereka kenakan nantinya di hari pernikahan mereka.

1
falea sezi
bodoh jangan mau buat masih banyak cwok baik g kayak suami mu mending ceraiiuuu
nuraeinieni
ceritax bagus dan keren,,,,,👍👍👍👍👍
nuraeinieni
ceritax bagus dan keren,,,,👍👍👍👍👍
R'vina
Luar biasa
Nur Alimi
Exel bego bin bodoh
Tiwi Ramadhani
hay hay thor semangat terus ya thor
uda mampir belom di cerita ku👉 Izora 👉 Melati untuk Marvel yuk mampir dan saling dukung thor
Nani Rodiah
seru dan tidak bosan bacanya
Hesti Surbakti
axel nya bodoh x
Tiwi Ramadhani
semangat thor.
mampir ya ke karya pemula ku Izora.
Windha Winda
bgus Bianca..
Windha Winda
pergi sja Bianca.. buat alex bucin dan mnyesal atas perbuatan. x....
Windha Winda
alex tdk pnya perasaan... 🤣🤣🤣🤣🤣
Windha Winda
ayoo mampir lagi.. 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Windha Winda: iya sma2..... 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰q
total 3 replies
Windha Winda
bgus. mampir dlu thoorrr....
Kartikayani Kirono Prapti
biasanya salah satu tidur disofa....
nikah terpaksa tpi romantis.. tidur seranjang.... kurang tegang ya.... hhhhh
Kartikayani Kirono Prapti
Bianca jangan cengeng dong.....
Monica Chang
mantap thor dan terus berkarya
mochipeachy: Aamiin..
terima kasih kak monica🥰 kakak juga keren semangat ya ngejalanin hari-harinya🥰🤗
total 1 replies
Erike Tampubolon
hyt itu Uda Bianca di blg cimta
Erike Tampubolon
ah lucu sekali,plg kmpg Uda psti ktmu binca,kmpgya sama,crta ga mnrk krna sama dgn npl ttg hy nama aja yg bd
Erike Tampubolon
gr lg
mochipeachy: hihihi
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!