Shella namanya, seorang gadis kecil yang tumbuh dilingkungan keluarga yang membenci ibunya, dia dipisahkan dari Lisna sang ibu dengan cara paksa.
Meski demikian, Shella sering diperlakukan tidak adil setelah ayahnya menikah lagi, namun dia enggan kembali pada ibunya. Seiring berjalannya waktu dia sering menghilang tanpa kabar.
Ini menjadi dilema tersendiri bagi anak korban perceraian. Apakah Shella akan ikut membenci Lisna seperti hasutan yang selama ini diberikan oleh keluarga sang ayah? dan apakah Lisna bisa mendapatkan kembali hati anaknya dengan kesabaran yang dia miliki?
Sikahkan simak kisahnya ya.. 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selly setiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10 Fakta Mengejutkan
Hari ini Shella perpisahan sekolah. Kami datang untuk menghadirinya. Entah kenapa akhir-akhir ini aku merasa Shella semakin menjauh. Ah mungkin saja itu hal biasa yang terjadi pada remaja, mengingat kini usianya memasuki masa ABG karena sebentar lagi Shella masuk SMP.
Jika aku datang menemuinya kami hanya bertegus sapa dan mengobrol sebentar, tidak banyak yang dia ceritakan dan setelah itu Shella selalu pergi bersama teman-temannya.
Ketika Shella bersiap untuk masuk SMP. aku membelikan seragam beserta kebutuhan sekolah lainnya. tapi, saat kuberikan semua itu pada Shella dia tidak sesenang biasanya. Aku memaklumi semua perubahan itu dan ku anggap hal yang wajar-wajar saja.
Suatu hari aku pergi kepasar dekat sekolah Shella. Saat aku melewati gerbang sekolahnya, ku lihat dia sedang berisitirahat dengan teman-temannya yang lain.
Dewi namanya, teman kecil sekaligus teman sekolah Shella melihatku berjalan didepan gerbang.
"Eh Shel, itu mama kamu kan?" tanya Dewi.
"Oh, tante Lisna" jawabnya singkat.
"Kok tante sih? itu bener mama kamu samperin sana" tegas Dewi.
"Iya udah si, kekantin aja yuk!" Shella mengalihkan pembicaraan.
Aku yang sedari tadi mendengarkan percakapan mereka merasa heran dan terkejut. "Apa aku tidak salah dengar, tadi Shella memanggilku tante? apa dia sedang marah padaku? tapi kenapa? perasaan selama ini hubungan kami baik-baik saja," gumamku dalam hati.
Aku mencoba menghiraukannya dan melanjutkan perjalanan untuk sampai ketujuan awalku. Sesampainya dirumah aku kefikiran percakapan Shella tadi siang. Apa yang membuat dia sampai mengatakan hal yang menyakitkan seperti itu? ah semua ini membuatku resah.
###
Keesokan harinya aku mencoba bertanya pada Dewi dan memastikan apakah yang diucapkan Shella kemarin adalah benar bahwa dia memanggilku tante dan Dewi membenarkan itu semua.
"Jangan terlalu diambil hati tan, mungkin aja kemarin Shella sedang kesal atau banyak fikiran" Dewi mencoba membela Shella dan menenangkanku.
Ku coba berfikir positif mungkin saja apa yang dikatakan Dewi itu benar. Hari demi hari berlalu aku belum sempat bertemu dengan Shella lagi. Memang selama ini aku banyak mendengar kabar burung mengenai Mira (ibu tiri Shella), kabarnya dia menyuruh Shella agar tidak menganggapku sebagai ibunya dan memutar balik fakta jika aku yang telah menelantarkan Shella.
Para tetangga sering melihat Shella diperlakukan kurang baik oleh Mira. Tapi aku mencoba untuk tidak percaya pada kabar itu. Hingga datang waktunya Shella menemuiku sendiri. Dia datang membawa tas berisi pakaian, rupanya Shella sengaja ingin menginap dirumah kami.
Ku suruh dia masuk dan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, ternyata selama ini kabar yang sering kudengar mengenai Shella adalah benar adanya. Dia sering mendapatkan perlakuan kurang baik disana.
"Shella sering disuruh-suruh sama mama Mira,sementara adik-adik yang lain bisa bermain bebas sesuka hati mereka, Shella mau nginep dimama 2 minggu aja ya."
ku peluk dia dipangkuanku.
"Jangankan dua minggu, kamu mau tinggal selamanya sama mamapun mama sangat senang sekali. Kenapa selama ini Shella gak cerita sama mama?"
"Shella takut dimarahi mama Mira mah."
"Mulai sekarang apapun itu, cerita sama mama ya, Shella gak usah takut lagi."
Aku menceritakan bagaimana dulu Shella bisa sampai tinggal bersama ayahnya dan tidak tinggal bersamaku.
"Andai dulu tante kamu tidak membohongi mama, pasti sekarang Shella udah tinggal sama mama, maafin mama ya karena membiarkan kamu hidup seperti ini" ujarku sambil menangis. Akhirnya kami tenggelam dalam kesedihan.
Selama dua minggu Shella tinggal bersamaku, selama itu juga kami banyak berbagi cerita. Aku sering mengajaknya berbelanja kebutuhan toko sambil memperkenalkan bagaimana caraku menjalankan usaha ini.
"Ehhhh bu Lisna, bawa adiknya ya?" tanya seorang karyawan toko langgananku.
"Bukan aa, ini anak sulung saya. cantik ya?"
"Iya,cantik bu. buat saya aja" jawabnya gombal.
Setelah dua minggu berlalu Shella pamit untuk pulang. Aku tidak ingin mengizinkannya, ku bujuk dia agar tetap tinggal bersamaku.
"Nanti mama sekolahkan Shella sampai SMA, mau? asal Shella jangan kembali lagi kesana."
"Nggak apa-apa mah Shella pulang aja dari pada nanti jadi masalah" pintanya.
Aku mengantarkannya pulang dan memberikannya bekal untuk jajan.
"Kalau ada apa-apa kabarin mama ya" Shella mengangguk dan masuk kedalam rumah.
Mira yang sedang berada didalam mencoba basabasi mengajaku masuk tapi aku menolaknya. Aku bergegas pamit untuk pulang.
Selama diperjalanan aku merasa sangat kesal melihat wajah Mira. Ternyata selama ini mereka berupura-pura baik dihadapanku. Aku tak akan membiarkan semua ini terus berlanjut.
"Sudah cukup dulu mereka memperlakukanku dengan buruk dan mengapa sekarang anakkupun diperlakukan tidak baik? ah dasar keluarga tidak punya hati," umpatku dalam hati kesal.
Bersambung..
Salam kenal 😉💐
mampir juga di karyaku
Salam dari novelku : "Cinta Tulus Viola" bila berkenan, mampir ya kak.. hehe ditunggu😅
likeback ke Who is He ya, dah UP😄💕
dan minta tolong kk komen di sana sebagai kehadirannya yah, hehe😅