Zora pulang ke kampung halaman Setelah sekian lama tinggal di kota, kepulangan dia kali ini tentu untuk merawat orang tua yang sudah begitu lanjut usia dan hanya Dia anak yang dimiliki oleh keluarga tersebut.
Rumah yang begitu besar dan terkesan begitu menyeramkan sekali bila hanya dilihat dari luar, tapi ternyata bukan hanya di luar dan di dalam telah menyimpan misteri yang begitu mengerikan sekali, bahkan Zora sama sekali tidak menyangka bahwa itu semua bersangkutan dengan dirinya.
Apa yang terjadi dengan rumah itu?
Apa kah Zora bisa bertahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10. Di hadang
Melihat keadaan yang sepi seperti ini maka Devano segera mengambil kesempatan untuk membuat beras di dalam mangkok kaca seperti yang dikatakan oleh Ustadz tadi, dia tahu bahwa Tante Rika masih ada di dalam rumah ini namun dia terus bergerak cepat agar tidak ketahuan dan segera meletakkan beras di dalam mangkok tersebut.
Entah ini maksudnya apa juga Devano masih belum tahu secara pasti karena tadi tidak mendapat jelasan secara lengkap, namun dia tidak banyak bertanya dan memutuskan untuk membuat apa yang telah diperintahkan itu sebaik mungkin sehingga dia segera membawa beras di dalam mangkok menuju pintu belakang dan meletakkan di tempat yang agak tersembunyi.
''Ini pasti tidak ketahuan karena bagian sini tidak terlihat oleh mata yang jelalatan.'' Devano sangat yakin.
''Oh tutup pakai pot bunga yang ini saja kalau begitu.'' pria ini mendapat ide yang lebih bagus sehingga dia segera mengangkat pot bunga tersebut.
Namun ketika dia sudah mengangkat pot bunga itu dan membawa di dekat pintu, Devano sama sekali tidak menyadari bahwa di bawah pot bunga ada lipan sebesar lengan orang dewasa dan dalam sekejap mata juga menghilang, wajar bila Devano tidak bisa melihat karena pergerakan dari lipan tersebut begitu cepat sehingga dia sama sekali tidak menangkap sosok yang sangat mengerikan tersebut.
''Aaaah Kalau begini pasti aman dan tidak akan ada yang tahu.'' Devano tersenyum lega.
''Semoga Tante Rika segera pulang Agar aku bisa menghubungi Ustadz tadi untuk datang ke sini.'' harap Devano.
''Mas Devano sedang apa di situ?'' Paini muncul dengan wajah yang pucat sehingga Devano agak kaget juga.
''Ah anu, hanya melihat tanaman saja karena bagian sini terlihat begitu indah.'' dusta Devano.
''Non Zora sedang istirahat di dalam kamar dan dia sepertinya membutuhkan teman.'' ujar pembantu muda ini.
''Apa terjadi sesuatu lagi kepada Zora?'' Devano agak kaget dan dia segera berlari menuju kamar untuk melihat keadaan sang istri.
Rasanya di dalam rumah ini begitu banyak masalah sehingga untuk bersikap sampai sebentar saja seolah tidak memiliki kesempatan, ketika tiba di dalam kamar maka Devano melihat keadaan Zora yang memang sudah begitu pucat dan terlihat bahwa wajah wanita itu sangat ketakutan dengan apa yang telah baru saja dia alami di sini.
''Sayang.'' Devano segera menghampiri Zora.
''Bang, Kamu benar bahwa kita memang membutuhkan Ustad sekarang juga.'' Zora menangis dan segera memeluk Devano.
''Kamu yang tenang dulu, nanti kita bicarakan itu setelah kamu agak tenang.'' ujar Devano sembari mengelus punggung sang istri.
''Mama Pasti mendapat gangguan iblis karena dia tadi saja kerasukan dan hampir membunuh aku.'' cerita Zora sembari terisak.
''Apa?'' Devano yang Mendengar hal itu tentu saja menjadi kaget.
''Kita harus bergerak cepat karena tubuh Mama juga sudah mulai membusuk dari ujung kaki, pada bagian punggung juga ada koreng dan di sana ada ulat.'' Zora bercerita dengan bibir gemetar karena ketakutan.
Devano yang mendengar hal itu tentu saja menjadi semakin kaget karena rasanya tadi malam dia melihat dengan jelas bahwa Kaki Ibu Susi sama sekali tidak ada yang aneh, namun kenapa sekarang Zora justru mengatakan bahwa kaki Bu Susi sudah mulai membusuk dan bahkan ada bagian pinggang yang terdapat luka cukup parah.
''Aku sudah menemukan Ustaz yang tepat tapi kita harus menunggu Tante Rika pergi dulu dari rumah ini.'' Devano mengatakan yang sebenarnya agar Zora bisa tenang.
''Sungguh?''
''Ya, kamu tenang saja dulu Karena nanti dia pasti akan datang setelah aku menghubungi.'' angguk Devano kepada sang istri.
''Maaf karena sebelumnya aku tidak setuju saat kamu akan memanggil Ustaz.'' Zora merasa menyesal dengan hal itu.
Devano hanya tersenyum saja karena dia sama sekali tidak menyalahkan sang istri untuk masalah itu, dengan keadaan sakit seperti ini maka tentu saja pikiran Semua orang menjadi bimbang tidak karuan namun setidaknya dia masih bisa mengatasi hal itu Dan berharap akan segera selesai permasalahan ini.
...****************...
''Abi jadi pergi?'' Rinjani menyiapkan makanan untuk sang suami.
''Jadi, nanti katakan kepada Felix bahwa aku akan mengajak dia.'' Zayn menjawab sambil tersenyum.
''Iya, aku akan ikut dengan Abi juga.'' Felix muncul dengan wajah yang tersenyum manis.
''Nah anak Umi sudah ganteng seperti ini jadi bisa pergi.'' Rinjani menatap pemuda itu dengan sangat bangga.
Felix juga tersenyum dan dia segera duduk di sebelah Zayn yang sudah menyantap hidangan, malam ini Zayn berencana untuk mengajak Felix ikut mendatangi rumah Devano karena dia tidak mau sendirian dan ingin mengajak Felix juga agar pemuda itu tahu bagaimana menangani masalah seperti ini.
''Tapi Apa memang keluarga itu mendapat gangguan iblis ya?'' Felix bertanya ketika sudah di perjalanan menuju rumah tersebut.
''Kita akan tahu bila sudah tiba di sana.'' jawab Zayn.
''Kalau agak berat maka kita pasti meminta bantuan dari Mama Purnama kan ya, Bi?'' Felix bertanya untuk memastikan terlebih dahulu.
Zayn mengangguk setuju dengan hal tersebut karena dia tidak akan menangani masalah ini sampai selesai Bila memang berhubungan dengan iblis yang memiliki sengketa begitu panjang, kecuali iblis itu pendatang dan hanya sementara saja maka dia masih mau menangani sampai selesai, namun bila iblis tersebut memiliki sengketa yang begitu panjang luar biasa maka sudah pasti Zayn akan mundur dan menyerahkan kepada Purnama.
''Eh Kenapa mendadak motor kita mati seperti ini?'' Felix kaget karena motor itu tadi terlihat biasa saja.
''Audzubillahiminasyaitonirrojim.'' Zayn mulai merasakan ada yang aneh.
'' Bismillahirohmanirohim, Allahu La ilaha illa huwal hayyul qoyyum.. ....
Felix juga mulai membaca ayat kursi karena pemuda ini sebenarnya bukan manusia biasa, di dalam dirinya memiliki darah campuran iblis sehingga dia sedikit memahami apa yang telah terjadi saat ini, andai saja dia tidak berada di bawah bimbingan Ustadz maka dapat dipastikan Felix akan menjadi tersesat tidak tentu arah, ini sepertinya ada gangguan sehingga mereka harus menghadapi terlebih dahulu.
''Kenapa kau menghadang langkah kami seperti ini?'' Felix menatap kegelapan malam.
''Hihihiiiiii....
''Kami tidak ada niat untuk mengganggu dirimu, jangan ganggu kami selagi aku masih berbaik hati.'' Felix sedikit menggertak kepada iblis yang sedang tertawa mengejek.
'' Qul a'udzu birabbinnas, malikinnas, ilahinas, minsyahril...
Dieeeeeeek.
Zayn tersurat beberapa langkah ketika dia sedang membaca surah al- Anas, mendadak saja hantaman maut tepat menghantam pada bagian dada sehingga dia terpental untuk beberapa saat, Felix menjadi bertambah marah karena tadi dia sudah memberikan peringatan namun iblis ini malah sengaja menyerang Abi dia terlebih dahulu sehingga sudah pasti dia siap melakukan pertarungan.
Selamat malam, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya.
Zora ,Devano ,kenapa lah ga cepat cepat pergi dari rumah yang jadi sarang iblis ?