NovelToon NovelToon
SEPHIA

SEPHIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Diam-Diam Cinta / Slice of Life
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Azkaqia

Sephia tidak pernah menyangka, kehadiran tetangga baru itu akan mengubah segalanya.
Berawal dari pertemuan-pertemuan tak sengaja, satu sekolah, hingga satu kelas—mereka perlahan menjadi dekat. Terlalu dekat, sampai Sephia mulai merasakan sesuatu yang seharusnya tidak ada.
Sayangnya, perasaan itu datang di waktu yang salah.
Dia sudah memiliki seseorang.
Sephia memilih diam, menyimpan semuanya sendiri.
Hingga sebuah kejadian memaksa mereka untuk saling mendekat, lebih dari yang seharusnya.
Namun, bahkan setelah jarak memisahkan, waktu tetap tidak pernah berpihak.
Dan saat mereka dipertemukan kembali…
segalanya sudah berbeda.
Kali ini, justru Sephia yang harus belajar melepaskan.
Karena tidak semua yang hampir, akan benar-benar menjadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azkaqia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kontras di Gerbang Sekolah

Sephia menatap punggung tegap Alan yang berjalan beberapa langkah di depannya. Aroma hangat dari bubur ayam di tangannya perlahan menembus udara pagi yang dingin. Sephia mendengus kecil, menahan senyum yang hampir lolos dari bibirnya.

​Sialan, nih cowok sebenernya niatnya mau ngerjain gue apa mau bikin gue diabetes sih? batin Sephia heran. Jantungnya masih berdegup agak kencang gara-gara adegan sentuhan tangan dadakan tadi.

​Begitu mereka berdua berbelok di pertigaan terakhir menuju gerbang sekolah, suasana mendadak berubah. Murid-murid lain sudah mulai ramai berdatangan, ada yang turun dari angkot, ada juga yang diantar motor.

​Secara refleks, Alan memperlambat langkah kakinya sampai dia kembali berjalan sejajar di samping Sephia. Namun, ekspresi wajah Alan yang tadinya jahil dan hobi ngeledek langsung berubah total. Wajahnya kembali datar, matanya menatap lurus ke depan dengan dingin, persis kayak patung es yang gak tersentuh.

​Sephia sempat melirik ke samping, agak takjub dengan perubahan kilat sifat cowok di sebelahnya ini. Wah, bener-bener punya kepribadian ganda nih bocah. Di jalan tengilnya minta ampun, pas deket sekolah langsung sok jaim, cibir Sephia dalam hati.

​Kehadiran mereka yang berjalan beriringan tentu aja gak luput dari perhatian murid-murid lain yang lagi berjalan masuk lewat gerbang. Bisikan-bisikan kecil mulai terdengar, terutama dari siswi-siswi kelas sepuluh yang emang lagi gencar-gencarnya ngefans sama si anak baru ganteng itu.

​"Eh, itu Kak Alan kan? Kok bisa barengan sama Kak Sephia?"

​"Rumahnya searah kali. Tapi kok cocok ya?"

​Sephia yang mendengar bisikan itu langsung merasa risih. Dia mempercepat langkahnya, berniat memisahkan diri dari Alan. "Gue duluan ya," bisik Sephia pelan tanpa menoleh, lalu langsung setengah berlari menuju tangga arah kelas 11-B. Alan gak menjawab, dia cuma melirik sekilas lalu berjalan santai menuju arah yang sama tanpa beban.

​Begitu Sephia masuk ke dalam kelas, kondisi kelas masih sepi banget. Cuma ada dua orang anak cowok yang lagi mabar di pojokan, dan... Hana. Sahabatnya itu ternyata beneran dateng pagi hari ini demi melanjutkan sesi kepo yang tertunda kemarin.

​"Pia! Lo beneran dateng pagi?!" pekik Hana heboh begitu Sephia menaruh tasnya dengan kasar di atas meja. Mata Hana langsung tertuju pada kantong plastik yang dipegang Sephia. "Wah, bau-bau makanan enak nih. Lo bawa apa?"

​"Bubur ayam," jawab Sephia lemas, langsung mendudukkan diri di bangkunya.

​"Tumben lo beli bubur? Biasanya kan sarapan angin pagi doang kalau buru-buru," selidik Hana curiga. Dia merebut plastik itu dan membukanya. "Loh, sendoknya ada dua? Ini mah porsi dua orang, Pia! Jangan bilang..."

​"Bukan gue yang beli," potong Sephia cepat sebelum Hana makin ngaco. Sephia menopang dagunya dengan malas. "Si Alan yang beliin tadi di jalan."

​Hana langsung membekap mulutnya sendiri, matanya membelalak sempurna seolah baru aja denger kabar kalau sekolah mereka mau runtuh. "DEMI APA?! Si Alan beliin lo sarapan?! Gila, gila, gila! Ini mah bukan cicilan utang, Pia! Ini mah namanya modus terselubung!"

​"Modus apaan, orang dia beliin gara-gara perut gue bunyi di depan dia. Sialan banget emang, gue dimalu-maluin dulu baru dibeliin," adu Sephia dengan muka yang kembali memerah kalau mengingat kejadian di jalan tadi.

​"Tapi tetep aja, Pia! Cowok cuek kayak Alan mana mau repot-repot beliin bubur kalau gak ada 'apa-apanya'. Fix, dia tertarik sama lo!" kompor Hana sambil menaikkan turun alisnya jahil. "Udah, buruan dimakan daripada mubazir. Sini, gue minta satu porsi ya, laper juga gue liatnya."

​Mereka berdua akhirnya sibuk memakan bubur tersebut di pojok kelas. Tepat saat Sephia baru saja menelan suapan terakhirnya, Alan melangkah masuk ke dalam kelas.

​Suasana canggung itu kembali terasa. Alan berjalan melewati meja Sephia tanpa menoleh sedikit pun, langsung duduk di bangku belakangnya dan mengeluarkan buku pelajaran. Gak ada sapaan, gak ada lirikan jahil, bener-bener kayak orang asing yang gak saling kenal.

​Sephia yang melihat hal itu langsung meremas sendok plastik di tangannya dengan gemas. Dasar cowok aneh. Di luar manis, di dalam kelas dinginnya kayak kulkas dua pintu! rutuk Sephia kesal, merasa dipermainkan oleh sikap kontras Alan.

​Hana yang menyadari perubahan raut wajah Sephia cuma bisa senyum-senyum misterius. "Kenapa lo? Kesel ya dicuekin pangeran es?"

​"Gak! Siapa juga yang kesel!" kilat Sephia gengsi, meskipun dalam hati dia bener-bener kepikiran kenapa Alan harus bersikap sekaku itu kalau di sekolah.

1
Ayunda
judulnya bikin inget lagu Sheila on seven yg viral pd jamanya
Arya Suluran
wahh adapakah ini??😄
Arya Suluran
plenger juga sih Sephia ini ya😄
Azkaqia Ratna: ya gugup soalnya doi hehe
total 1 replies
Arya Suluran
apakah jatuh cinta pandangan pertama??
Azkaqia Ratna: belum kyknya, cuma awal mengagumi 😆
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!