Akibat dari cinta satu malam membuat Nara harus merelakan masa mudanya, setelah dikeluarkan dari kampus, ternyata Nara juga di usir dari rumah oleh keluarganya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon annis13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 6
" bibi Rini " Rigel yang sudah bangun melihat Rini duduk di sofa segera menghampirinya,.
"bibi Rini, Terima Kasih ya Mainannya"
" sama-sama sayang"
" Oh ya Nara tadi Bapak telepon, dia bilang sebentar lagi akan panen padi "
" terus hasil panen cabe dan kentang,kemarin uangnya hampir 50 juta, kata bapak , uangnya nanti di transfer "
" bilang ke Bapak Iya Rin uangnya tidak usah dulu ditransfer untuk beli bibit lagi saja nanti sisanya baru ditransfer tapi sebelum itu Bayar dulu para pekerja yang telah membantu memanen"
" siap Ra nanti aku bilang ke Bapak ya Ra, "
ya sekitar 2 tahun yang lalu Nara mendapatkan sebuah jackpot, Nara tidak sengaja mengikuti main saham dengan menggunakan otak cerdas nya, dan hasilnya untuk membeli sawah dan lahan perkebunan di kampung halaman Rini,
setelah membeli sawah Nara menyuruh orang tua Rini mengelola sawah tersebut,
Rini sangat berterima kasih, berkat Nara kedua orang tuanya bisa ada penghasilan, bisa menutup hutang yang menumpuk,
waktu sudah menunjukkan sore ini pun berniat pamit pulang, saat ku akan pulang
Rigel terus merengek meminta Rini tetap di sini Iya masih belum puas bermain dengan Rini dan Rini tidak bisa menginap karena harus menyiapkan presentasi untuk besok,
" besok bibi Rini ke sini lagi ya Sayang sekarang bibi Rinii pulang dulu, terus besok kita jalan- jalan, gimana,,?
" Rigel gk percaya"dengan bibir manyun serta tangan yang melipat di depan dada Rigel pura-pura tidak percaya , dan marah,
" aduh imut sekali si mukanya, kalau lagi marah,,
" terus maunya Rigel apa,,?
"aku maunya bibi Rini kesini, terus nggak bohong lagi" sahut Rigel
" iya bibi janji besok bibi kesini lagi, terus nginep deh disini bobo bareng sama Rigel sekali an ajak Rigel jalan-jakan sore , sekarang Rigel mandi dulu udah sore waktunya bersih bersih biar nggak bau asem " bujuk bibi Rini,
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Setelah kepergian Rini, Rigel tiba-tiba ingin pergi ke taman, dengan berat gatau Nara mengiyakan keinginan putranya yang ingin jalan- jalan
sore Ke taman,
padahal setiap akhir pekan Nara selalu mengajak putranya keluar rumah, sekedar jalan atau ke moll terdekat,
Sambil bergandengan tangan mereka berjalan kaki melewati beberapa komplek, karena taman yang akan mereka kunjungi tidak terlalu jauh dari rumah mereka,
Dengan girangnya fan ceria Rigel tidak hentinya bernyanyi lagu balonku ada lima, dengan bertepuk sebelah tangan,,,
tanpa mereka sadari, dari kejauhan sebuah mobil hitam melihat mereka sampai mengikuti ketaman, sang pemilik mobil terlihat sangat heran, saat seseorang anak yang bersama Nara memiliki wajah yang sangat familiar,
Diam diam Regan mengikuti mereka sampai turun dari mobil, dan ikut ketaman.
ya orang yang mengikuti barusan adalah Regan.
namun karena kondisi taman sangat ramai Regan kehilangan jejak mereka,
disisi lain, Rigel tertawa lepas saat bermain perosotan dan jungkat-jungkit bersama dengan Nara, banyak yang mengira mereka adalah adik dan kakak lantaran wajah Nara yang masih terlihat sangat muda,
Hampir satu jam Nara menemani putranya bermain hingga puas, saat ini mereka dalam perjalanan pulang,
" Bunda, kapan ayah Rigel pulang,? Rigel pengen ketemu ayah telus pengen peluk ayah, "
Nara menghentikan langkahnya , Nara melihat ke Rigel yang sedang menatap ke arah sebrang dimana ada bocah kecil yang sedang digendong oleh seorang laki-laki yang mungkin ayahnya,
" apa ayah Rigel, sudah meninggal y bun, soalnya kata monic, kalau ayahnya gk pulang pulang, itu artinya ayah udah gk ada alias meninggal " jelasnya
" Rigel, dengarkan bunda nak, Ayah Rigel masih ada, dia kerja jauh jadi belum bisa pulang nak, "
" kalau kelja jauh , pulang nya naik pesawat y bun"
" iya sayang, makanya ayah ngumpulin duit dulu biar bisa bawa pulang "
*******
pagi ini Nara tidak terlalu repot seperti kemarin hari ini Nara menyiapkan bekal untuk putranya akan dibawa ke sekolah,
" Bunda nggak siap-siap kelja? ligel bisa ko pake baju sendiri , kan ligel udah besar. " clot teh Rigel saat Nara membantu Rigel memakai baju
" Iya sebentar lagi bunda berangkat kerja kok Sayang"
" Bunda nanti jemput jangan kesolean ya kayak kemalin"
" Bunda Usahain ya sayang"
tidak butuh lama mereka berdua berangkat menuju sekolah TK Rigel "
"bu guru, titip Rigel ya "
" siap mam, pasti aman"
Nara sampai di kantor menuju ruangannya dan sekarang menyelesaikan tugasnya mengumpulkan semua berkas-berkasnya mengingat direktur baru dan pasti ada aturan baru juga,
" Gimana Ra kemarin Rigel aman kan nggak rewel saat aku pulang, ,?
tanya Rini yang tiba-tiba muncul dari arah pintu depan sepertinya Ia juga baru sampai,
" aman Rin kemarin begitu kamu pulang Regal minta jalan-jalan ke taman"
" syukurlah aku kemarin banyak banget yang harus aku kerjain dan mudah-mudahan aku bisa lolos"
" Amin Aku doain semoga lolos dan menjadi manajer pemasaran dan jadi karyawan tetap di sini" doa tulus dari Nara untuk Rini yang telah dapat dipromosikan akan menjadi manajer pemasaran,
ngomong-ngomong tentang manajer marah ingat kemarin dia sempat ditawarin menjadi asistensi boleh tengik itu eh ralat direktur baru.
"Makasih ya Nara doanya" sahur klinis serta memeluk teman baiknya Nara,