seorang anak yang harus menjadi korban perceraian orang tua nya,hidup dengan nenek dan kakek dengan begitu banyak cemoohan dari orang orang maupun teman-teman nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pena merpati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 9
"Tapi jika benar suatu saat mas Arif ingkar dengan janji nya,lalu tidak memperlakukan Aira dengan baik bagaimana"
"Ah sudahlah,aku yakin mas Arif tidak akan seperti itu"
Eka pun yang masih sibuk dengan pertanyaan di dalam pikiran nya dan menjadi bimbang akhirnya iya memilih untuk tidur saja.
Hari yang di nanti pun tiba kini orang tua dari Arif berkunjung ke rumah Eka dan membicarakan kedepannya untuk hubungan Eka dan Arif,para orang tua pun berkumpul di meja ruang tamu.
Ibu dari Arif pun berterus terang tentang kondisi Arif serta menceritakan tentang Arif dan ketiga anak nya apa adanya.
"Kedatangan kami kemari untuk meminangkan Eka untuk anak saya Arif, sebagaimana sudah kita ketahui bahwa keduanya juga saling mencintai"ucap ibu Lasmini ibu dari Arif
"Saya juga ingin menyampaikan terus terang bahwa anak saya Arif ini,sudah pernah menikah dua kali dan gagal. Dan dari pernikahan nya yang pertama ia mempunyai tiga orang anak"lanjut Bu Lasmini
"Sebelumnya terimakasih karena ibu memiliki niat yang baik begitu juga dengan nak Arif,dan untuk ibu Lasmini mohon untuk mengetahui bahwa anak kami Eka juga seorang janda dan ia juga memiliki seorang anak perempuan"ucap ayah Eka
"Baik,anak saya Arif juga sudah mengatakan kedapa saya tentang Eka dan juga anak nya, mereka sama-sama sudah dewasa dan pernah menjalani kehidupan rumah tangga jadi menurut saya tidak apa yang terpenting mereka sama-sama suka dan mau merawat anak-anak mereka dengan baik,sebagai orang tua pasti hanya menginginkan yang terbaik untuk anak nya" ucap bu Lasmini
"Benar apa yang di katakan ibu,bahwa semua orang tua juga pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya,dan saya berharap jika suatu saat nanti mereka sudah membina rumah tangga saya sangat berharap Arif pun menerima segala kekurangan ataupun kelebihan Eka Putri kami"
"Saya juga sangat setuju dengan itu,apalagi anak saya Arif tidak memiliki anak perempuan jadi sudah pasti nanti Arif akan sangat senang jika Aira menjadi anak nya"
"Saya juga berharap demikian"
"Lalu bagaimana dengan pinangan dari kami bapak ibu"
"Saya sebagai orang tua dari Eka sudah menyerahkan semua keputusan kepada putri kami , jika memang Eka menerima pinangan dari nak Arif kami hanya bisa merestui pernikahan mereka"
"Baiklah bagaimana dengan nak Eka,apakah nak Eka menerima pinangan dari anak ibu Arif "
Dengan jantung yang berdetak kencang karena gugup,Eka pun menoleh ke arah ibu nya Arif karena sejak pertemuan tadi Eka selalu menunduk dan mendengarkan percakapan orang tua mereka.
Memang bukan hal yang pertama bagi Eka,tetapi tetap saja ia merasa gugup.
Eka pun menutup mata dan menghela nafas panjang,lalu membuka mata nya.
"Bagaimana nak Eka" tanya Bu Lasmini
Hufff
"Bismillahirrahmanirrahim saya menerima pinangan dari mas Arif" ucap Eka yakin
"Alhamdulilah " ucap semua orang
"Baiklah karena nak Eka sudah menjawab pinang dari anak saya Arif,jadi sekarang kita tinggal mencari tanggal dan bulan yang baik untuk melangsungkan pernikahan mereka, bagaimana nak Eka"
"Ekhmm ,maaf sebelumnya tapi apakah bisa jika acara pernikahan nya sederhana saja tanpa ada pesta ". Ucap Eka
"Apakah nak Eka keberatan jika di adakan pesta"tanya ibu Arif
"Ah tidak bukan begitu,tapi alangkah lebih baiknya hanya acara sederhana saja dan hanya keluarga serta kerabat yang datang karena kami sama-sama janda dan duda jadi saya pikir tidak perlu ada acara pesta "jelas Eka
"Oh baiklah jika itu keinginan nak Eka"
"Bagaimana Arif apa kau setuju dengan pendapat Eka"
"Arif setuju Bu,lagipula kami ini sudah pernah menikah dan kami sama-sama janda dan duda jadi tidak perlu acara pesta lebih baik seperti yang Eka bilang tadi lebih baik sederhana dan hanya di hadiri oleh keluarga dan kerabat dekat saja"papar Arif
"Kami juga setuju dengan mereka,lebih baik acaranya sederhana saja"ucap orang tua Eka
"Baiklah ,semua sudah deal dan sekarang tinggal cari tanggal nya untuk mengurus surat-surat ke KUA dan ijab qobul"
"Bagaimana jika bulan depan saja,tanggal 5 kebetulan saat ini kamu sedang sibuk jadi tidak ada waktu luang "
"Baiklah,kebetulan sanak saudara kami juga bukan depan ingin pulang kampung jadi bisa sekalian menghadiri acara ijab qobul Eka dan Arif " ucap orang tua Eka
"Baiklah tanggal nya sudah di tentukan,semua sudah selesai sekarang"
"Oh ya apa saya boleh meminta sesuatu,jika bisa nanti saat ijab qobul di lakukan di rumah mempelai lelaki " pinta Bu Lasmini
"Baiklah kami tidak keberatan untuk itu"ucap ayah Eka
"Baiklah semua sudah selesai"
"mari kita makan dulu tadi kami sudah menyiapkan hidangan sederhana"ucap ayah Eka
"Tidak perlu repot-repot calon besan "ucap bu Lasmini
"Tidak apa-apa, tidak repot sama sekali mari silahkan "
Semua orang pun sudah berkumpul di meja makan, dengan banyak hidangan di meja.
"Mari silahkan, tidak usah sungkan anggap saja rumah sendiri apalagi sebentar lagi kita jadi besan"
"Baiklah,mari selamat makan "ucap ibu Arif
Mereka pun makan dengan seksama tanpa adanya percakapan,karena menghargai makanan dan itu sudah menjadi kebiasaan di keluarga Eka maupun Arif.
Setelah makan mereka pun duduk sebentar dan membicarakan hal-hal yang lucu menurut mereka,dan agar lebih akrab lagi apalagi sebentar lagi akan menjadi keluarga.
Setelah beberapa saat keluarga Arif pun berpamitan kepada keluarga Eka untuk segera pulang karena semua urusan telah selesai.
"Bapak ibu kami pamit terlebih dahulu" pamit ibu Arif
"Baiklah hati-hati di jalan besan"ucap ibu Eka dengan cipika cipiki dengan ibu Arif
"Baiklah,nak Eka ibu pamit pulang dulu ya tunggu sebentar lagi kalian akan segera menjadi keluarga"
"Baiklah ibu, hati-hati di jalan"ucap Eka sembari menyalami dan mencium tangan ibu dari calon suaminya
"Iya baiklah , kami permisi dulu assalamualaikum"
"Waalaikumasalam "ucap Eka dan kedua orang tua nya
Setelah keluarga Arif pulang ,Eka pun membantu sang ibu membersihkan meja dan juga piring
"Sini ibu biar Eka bantu"
"Tidak usah kau istirahat lah,ibu tau kau pasti tadi sangat gugup bukan"
"Apa begitu terlihat Bu"tanya Eka
"Nak,aku ini ibumu aku pasti tau sudah lebih baik kau istirahat saja"
"Ah tidak nanti saja aku akan membantu ibu membersihkan ini dulu,baru setelah itu aku akan beristirahat "
"Baiklah jika itu mau mu,kau ini memang keras kepala ya"kekeh ibu Eka
"Hehehe ibu ini,aku keras kepala juga kan sama seperti ibu"