Keluarganya di rampok oleh pemdekar Aliran hitam, ayah dan ibunya terbunuh sedangkan ia terjatuh di lembah Bangkai, Seekor Elang hitam raksasa menyelamatkan nya, di bawah asuhan Elang Hitam Dia tumbuh menjadi pendekar sakti dan menumpas kejahatan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bang deni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Senjata Rahasia
Melihat gerakan Jaka yang menjadi lambat tetua ular tersenyum
" punggungmu sepertinya sangat baik untuk di jadikan sarang ular peliharaanku" ucapnya lalu dengan satu gerakan seperti ular ia menyerang Jaka, tangan membentuk kepala ular yang akan mematuk
wuuut
Jaka berusaha menghindar, tetapi pengaruh racun itu sangat mempengaruhi gerakannya
" plaaaak"
Aaaargh
JAka menjerit kesakitan darah menyembur dari mulutnya , pukulan tetua ular membuat hawa panas dari jarum beracun semakin menyebar ke seluruh tubuh jaka, ia jatuh dengan dengan muka memucat
" Ini akibatnya kau menganggu Perguruan macan Hitam" teriak Tetua Harimau sambil mengangkat tangannya untuk memberikan pukulan terakhir
"Jurus Cakar pemecah tulang"
Wuuuut
cakar tetua Harimau mengarah ke kepala Jaka, jika terkena sudah di pastikan kepala Jaka akan hancur
Syuuut
Plaaak
Aaaargh
Braaaak
tiba tiba satu bayangan putih melesat dengan cepat menyambut pukulan tetua Harimau, tetua harimau menjerit dan terpentak menabrak tiang pondok kayu , membuat pondok kayu itu miring
"Siapa kau!" tetua ular yang melihat ada sosok yang menyelamatkan Jaka berteriak marah, namun ia menjadi gemetaran saat sosok itu melepas baju tambalannya, di hadapannya kini seorang kakek tua berdiri gagah dengan baju putih bersih
" Ki...ki Ageng Surya" ucapnya tergagap melihat sosok di depannya, bagaimana ia tidak gemetaran nama besar ki Ageng Surya sudah terkenal tiga puluh tahun yang lalu , seorang pendekar golongan putih dari Gunung Kuning, desas desusnya ia telah wafat tetapi kini malah berdiri di hadapannya
" Kau masih Hidup" gumamnya tak percaya
" Sudah lama aku menyamar menjadi pengemis mengawasi perguruan Macan Hitam kalian, kalian telah berbuat banyak kejahatan kini saatnya mengakhiri langkah kalian" ucap Ki ageng Surya
ki Ageng Surya berjalan mendekat ke arah Jaka, lalu mengeluarkan pil dan langsung memasukan ke dalam mulut Jaka
" Kerahkan tenaga dalammu untuk mengusir racun itu" ucap Ki Ageng Surya
Jaka mengangguk, ia duduk bersila mengatur pernapasannya ,
" ada yang datang lagi?" gumam Ki Ageng Surya, telinganya yang tajam menangkap derap kaki kuda , benar saja tak lama sebuah kereta kuda yang mewah mendekat di kawal selusin prajurit dengan seragam merah
" Kereta itu berhenti di dekat Tetua Harimau yang baru berdiri . dari dalam kereta satu sosok tinggi besar dengan waja sombong turun
" Adipati Jaya Sukma?" gumam Ki Ageng Surya saat melihat siapa yang datang , ia jelas tahu siapa yang datang penguasa di kadipaten ini dan juga dulunya seorang pendekar
" Ki Ageng Surya, sudah lama aku menantikan kesempatan seperti ini" Adipati Jaya Sukma berkata dengan sombong
" Adipati bantu kami, ia telah melukai kami" tetua Harimau mendekat dan meminta bantuan
" Tenang saja aku yang akan menghadapi Ki Ageng Surya" Sahut Adipati Jaya Sukma
" Jaya Sukma, aku tak menyangka kau bersekutu dengan Perguruan Macan Hitam!" bentak Ki Ageng Surya
" He he he, yang ku lakukan demi kemakmuran kadipaten ini" sahut Adipati Jaya sukma tertawa kecil
" Prajurit, bentuk barisan Perisai Berdarah!" perintak Adipati Jaya Sukma
"Siap adipati" jawab prajurit itu sambil bergerak mengepung Ki Ageng Surya
Kwaaaaaaahk
tiba tiba raungan keras terdengar dari atas langit, satu titik hitam terlihat di atas langit dan perlahan membesar.
"Elang Hitam!" sreru Adipati Jaya Sukma saat melihat bayangan hitam itu
Wush
braaak
Aaaaaa
satu kibasan sayap Elang itu mengeluarkan angin kencang , membuat para prajurit yang mengepung terpental
Ki Ageng Surya yang melihat itu segera membopong Jaka, dan melesat pergi, ia bukan tak bisa melawan Jaya Sukma, namun keselamatan Jaka lebih penting
Dengan ilmu meringankan tinggi ki Ageng Surya melesat pergi
" Tahan Dia!" seru Adipati Jaya Sukma saat melihat Ki Ageng Surya
melesat pergi dengan membawa Jaka
Wush
namun kibasan sayap besar elang hitam menghalangi mereka
"Binatang sialan!" raung Jaya Sukma,ia melesat dengan pedang di tangannya
swiiiing
desing suara pedang terdengar membelah udara
wuuut
elang hitam menggerakan kepalanya menyambut serangan itu
traaang
plaaaak
aaargh
Jaya Sukma menjerit saat cakar elang hitam mengenai dadanya, ia terjatuh, dan saat berusaha bangkit , elang Hitam mengepakan sayapnya dan membumbung tinggi
" Kita kembali ke kadipaten" ucap Adipati Jaya Sukma , dengan di bantu beberapa prajurit ia naik ke kereta kuda
sementara Ki Ageng Surya dengan kecepatan tinggi melesat menuju ke sebuah gunung yang berada tak jauh dari sana, ia pernah tinggal di salah satu goa yang ada di gunung itu
Ki Ageng Surya membawa Jaka masuk kedalam goa itu
Ki Ageng Surya meletakan Jaka di atas Batu panjang yang datar, ia segera mencabut jarum jarum yang menancap di tubuh Jaka, ternyata Jaka terkena tiga Jarum, di kaki, pundak dan perut, Jarum itu sangat halus seperti rambut, ujungnya berkilau kebiruan , tubuh Jaka yang terkena jarum pun ikut membiru,
" Racun yang sangat ganas" gumam Ki Ageng Surya melihat ujung Jarum itu
Ki ageng Surya keluar dari goa guna mencari tumbuhan obat untuk menawarkan bisa ular. tak lama ia kembali dengan beberapa tanaman di tangannya, ternyata ia membawa kunyit, daun pepaya dan daun putri malu, Ki Ageng Surya menumbuk ketiga bahan itu hingga menjadi bubuk dan dengan sedikit di campur air ia mulai menempelkan ramuan itu.
secara perlahan warna biru di tubuh Jaka memudar, dan akhirnya hilang setelah beberapa jam
" Eng" jaka tersadar dari pingsannya ia membuka matanya, saat melihat satu sosok berbaju putih di hadapannya
" Terima kasih kek, kau sudah menolongku" ucap Jaka sambil berusaha bangun dari tidurnya
" He he he anak muda kau tak mengenaliku" Ki Ageng Surya tertawa kecil
" Pa..paman pengemis" ucap Jaka tak percaya karena penampilannya jauh berbeda, tetapi ia mengenali suara Ki ageng Surya yang sama dengan paman Pengemis
" Iya ini aku, paman pengemis, kemarin aku sedang menyamar karena mengamati pergerakan Perguruan Macan Hitam, dan aku tak menyangka, jika Adipati Jaya Sukma sudah bersekutu dengan perguruan Macan Hitam" tutur Ki Ageng Surya
" Kalau begitu baiknya kita memberitahukan pihak kerajaan, rakyat nantinya akan sengsara jika di diamkan" sahut Jaka
" seharusnya pihak kerajaan sudah mengetahui, tetapi entah mengapa mereka belum mengatasinya" Gumam Ki Ageng Surya
" Bisa jadi orang yang melapor tak sampai istana, atau ada yang berkhianat di kerajaan" ucap Jaka
" Ya itu dua kemungkinan besar, tetapi kini yang penting adalah dirimu," ucap Ki Ageng Surya
" Aku kenapa kek?" tanya Jaka
" Kau mempunyai ilmu dan tenaga dalam tinggi, tetapi kau ceroboh dan kurang waspada hingga bisa di bokong musuh" ucap Ki ageng Surya
Jaka menunduk memang ia akui ia ceroboh, ia yang baru turun dalam rimba persilatan tak mengetahui cara lawan yang licik