Satu malam karena pengaruh alkohol, Arkananta Mahendra merenggut segalanya dari Zevanya, seorang pelayan hotel yang tak berdaya. Arkan pergi tanpa tahu wajah wanita itu, meninggalkan Zevanya dengan janin yang tumbuh di rahimnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nia Rmdhn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Calon Istri yang Posesif
Langkah Arkan terasa berat saat ia memasuki ruangannya sendiri.
Pikirannya masih tertinggal pada wanita misterius di trotoar tadi.
Namun, pemandangan di depannya justru membuat kaget.
Clarissa Adeline sedang duduk santai di atas meja kerja Arkan, sambil membolak-balik dokumen tanpa izin.
"Kamu ngapain ada di ruanganku, Clarissa?"
suara Arkan rendah, namun penuh penekanan.
Clarissa menoleh, memberikan senyuman manis.
"Aku menunggumu. Aku mau mengajakmu makan malam berdua. Bukankah Om Baskara menyuruhku bekerja di sini supaya kita bisa semakin dekat? Jadi, apa salahnya kita memulainya sekarang?"
Arkan tidak mendekat. Ia tetap berdiri di dekat pintu yang masih terbuka.
"Tidak, Clarissa. Kamu itu tidak sopan. Masuk dan duduk di ruanganku tanpa izin"
Clarissa tertawa, tanpa bersalah.
"Kenapa aku harus izin dengan kantor yang dimiliki calon suamiku sendiri, Arkan? Sebentar lagi, apa yang milikmu juga akan menjadi milikku."
"Keluar kamu!" bentak Arkan,
membuat Clarissa tersentak keluar dari meja.
"Aku sedang tidak mau diganggu. Aku banyak pekerjaan dan soal makan malam, aku tidak lapar." ucap Arkan
Clarissa melangkah mendekat, aroma parfum mawar milik zevanya tercium di hidungnya.
"Kenapa sih, dari mulai kita ketemu kamu dingin banget sama aku?"
Clarissa mulai berteriak frustrasi.
"Dan ini... jas kamu bau parfum wanita! Lembut, seperti mawar...! Apa jangan-jangan kamu sedang dekat dengan wanita lain?
Kalau iya, kenapa kamu menuruti ayahmu dan mau dijodohkan denganku?"
"Kamu jangan asal bicara, Clarissa! Lebih baik sekarang kamu keluar," usir Arkan tanpa menatapnya.
"Aku tidak asal bicara, Arkan! Bau ini ada di jasmu!" Clarissa menunjuk dada Arkan dengan telunjuknya.
"aku hanya tidak sengaja menabrak seorang perempuan tadi dan itu pun aku tidak kenal!" ucap Arkan.
"aku tidak percaya padamu Arkan. Dan Aku bukan wanita yang bisa kamu khianati begitu saja.
aku akan mencari siapa wanita pemilik aroma ini, aku tidak akan tinggal diam!"
"Kamu sudah tidak waras Clarissa" teriak arkan.
Clarissa menyambar tasnya dan keluar dengan hentakan kaki yang keras.
Arkan segera mengunci pintu ruangannya dari dalam.
Ia melepas jasnya, lalu mencium bagian bahunya. Benar. Aroma mawar itu masih ada.
Arkan terduduk di kursinya dengan lemas,
Sementara Clarissa membanting pintu mobilnya dengan napas tersengal.
Amarahnya memuncak. Bayangan Arkan yang begitu dingin dan aroma parfum mawar di jas Arkan terus berputar di kepalanya.
"Bau itu... bukan parfum mahal dari mall. Baunya sangat lembut, seperti bunga asli," gumam Clarissa sambil meremas kemudi.
"Arkan tidak pernah membiarkan wanita menyentuhnya, tapi tadi bau itu sangat jelas. Dia pasti habis memeluk seseorang!"
Clarissa segera mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Cari tahu di mana Arkananta berhenti sebelum dia kembali ke kantor hari ini. Saya ingin rekaman CCTV jalanan di sekitar gedung Mahendra Group! Sekarang!"
Clarissa akhirnya duduk di depan layar monitor ruang pengawas CCTV dengan tatapan tajam yang tak berkedip
Layar menunjukkan Arkan yang berjalan terburu-buru, lalu... BRAK! Arkan menabrak seorang wanita.
Clarissa menyipitkan matanya, mencoba melihat sosok itu dengan jelas.
Begitu kamera melakukan zoom, Clarissa tertawa.
Tawa yang dipenuhi penghinaan.
"Wanita ini, keliatan seperti wanita miskin!"
Clarissa menunjuk layar dengan jarinya yang gemetar karena marah.
"aku ga yakin kalo dia ga sengaja pasti wanita ini sengaja menabrakan dirinya ke Arkan dan tujuan dia pasti menggoda Arkan, liat aja aku bakal cari dia dan kasih dia pelajaran!"
Clarissa segera mengambil gambar cuplikan CCTV itu dengan ponselnya.
Wajah Zevanya terlihat jelas, dan postur tubuh beserta pakaiannya sangat jelas.
"Cari tahu di mana wanita miskin ini tinggal,"
perintah Clarissa pada detektif pribadinya melalui pesan singkat.
gas terus sampai mereka bersatu..💪💪💪