Halo semuanya...
Ini karya novel pertamaku.
Isekai biasanya tertabrak mobil atau truk sedangkan aku cuma ketiduran. Aku Lisa Aspasa harus mengalami isekai. Aku terbangun dalam sebuah novel dimana tubuh inilah tokoh villiannya. Seorang villian dipastikan akan berakhir kematian. Kematian yang mengerikan bagi siapapun yang melihatnya.
Akankah aku bisa menghindari takdir kematian?
Akankah aku mendapatkan kebahagiaan?
Pada pertengahan perjalan jiwa pemilik asli tubuh ini datang.. apa yang ia inginkan? akankah dia mau membantuku atau sebaliknya?
Berlahan tapi pasti sesuatu yang tidak terungkap dalam novel mulai muncul kepermukaan...
Apakah itu?
Penasaran... langsung baca saja
27 Oktober 2020
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sisi Miring Petagon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 10
WARNING TYPO BERTEBARAN
***
Melisa POV
Berbagai jenis suara masuk kedalam indra pendegaranku. Mereka membuka mulut menghasilkan berbagai nada. Ekpresi yang menyakinkan menambah kesan dalam setiap cerita yang disampaikan. Aku mendengarkan setiap gosip yang keluar mulut mereka. Telingaku rasanya mau pecah atas apa yang aku dengar. Mereka berbicara layaknya seorang yang suci tanpa dosa.SRUPP suara seruputan dalam sebuah sedotan menambah keramaian kantin. Rasa strawberry dengan rasa manis menyegarkan memenuhi indra pengecapku.
Aku duduk diam menikmati jus strawberry yang berada ditangan kananku. Tangan kiriku sibuk membuka berbagai jenis aplikasi yang berada dihp. Mataku fokus pada setiap baris yang ditampilkan layar. Sesekali mataku bergerak mencari seseorang. Aku menunggu Rini datang kekantin. Rasanya kakiku sudah lumutan kelamaan duduk menunggu seseorang yang tidak kunjung datang.
BYURR tetesan air berwarna putih meluncur dibajuku. Seketika tubuhku berasa lengket tersiram gula. Bau teh menghilangkan parfum yang berada pada tubuhku. Sensasi dinginnya es mendominasi suhu tubuhku. Aku menoleh berlahan kearah pelaku. Mataku setajam pisau siap mencabik-cabik tokoh protagonis perempuan. “ Apa kau tidak bisa berjalan dengan benar?” kataku dengan nada dingin. Suasana katin yang ramai seketika sunyi kayak kuburan.
“Ma..maaf” kata yang keluar dari bibir mungilnya. “ Aku minta maaf” kata olivia terbatah-batah dengan air mata yang mengenang di kelopak matanya. Aku diam tanpa merespon mengamati setiap gerak-gerik tokoh utama. “Aku...aku benar-benar minta maaf” kata Olivia dengan air mata mengalir deras “Akan aku bersihkan” lanjutnya. Ia berusaha untuk membersihkan bajuku.
Aku menepis tangannya “ Tidak perlu” berlahan berdiri dari zona nyaman. Aku melangkah meninggalkan Olivia. Ingin rasanya mataku memutar dan melontarkan perkataan apakah semua tokoh utama perempuan menanggis saat mendapatkan masalah termasuk masalah kecil. Aku sebagai penonton tak menyukainya penulis.
Berlahan tangan kananku melayangkan sisa jus strawberry ditanganku. Dalam hitungan detik warna merah pada jus strawberry menempel sempurna pada seragam yang dikenakan. Seketika seluruh kantin melotot semua. Orang yang aku siram berdiri bersiap mengelurkan amarahnya. “ Anak tujuh belas tahun memiliki kemampuan motorik dan psikomotorik yang matang” suaraku mengema. Mereka yang mendengarkan mencerna setiap perkataanku. “ TIdak mungkin anak tujuh belas tahun bisa jatuh tanpa adanya faktor pendukung” kataku dengan mengitimidasi.
Orang yang aku siram mengeluarkan suara teriakan yang mengema diseluruh kantin “AKU TIDAK
MELAKUKAN APAPUN PADANYA”. Ia mengubah ekpresi wajahnya dengan angkuh “ Jangan sok tahu mengenai pertumbuhan manusia.”katanya. Aku diam mendengarkan “ Seperti Elgartara mau saja menikahimu” katanya provokasi. Aku binggung dengan arah pembicaraan ' kenapa bawa-bawa Elgartara saat hanya aku dan kau yang bermasalah?'. Seluruh gengnya yang berada dimeja saling melimpar tanggapan dan bumbu provokasi agar aku semakin marah. Kemudian berubah menjadi hulk untuk menghancurkan semua seperti kesurupan.
Aku berjalan melewati meja mereka dengan santai. Aku sengaja menginjak kaki salah satu temannya yang masih berada diposisinya. Suara lolongan kesakitan memenuhi setiap sudut kantin. Ia memengang kakinya diiringi rintihan tak kuasa air mata mengalir keras. Aku menunjuk orang yang barusan kuinjak kakinya “ Pelaku yang membuatku basah”. Ia seorang perempuan dengan rambut panjang dengan make up tebal. Aku menoleh pada Olivia yang banjir air mata “ Umpan”. Aku menoleh kepada orang yang kusiram jus strawberry “ Otak pelaku”. Orang yang kusiram melotot sempurna bernama Cika Salsabilla.
Cika Salsabilla merupakan anak dari direktur perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan. Cika merupakan ketua geng yang terdiri dari 4 orang yaitu Sarah, Kaka, Rumi dan Cika. Dalam Cerita novelnya Cika sangat membenci Olivia sehingga membully Olivia dengan berbagai cara yermasuk menghasut Melisa. ‘yang aku tidak pahami bagaimana bisa Melisa terhasut oleh Cika? Karena menurut novel cika dan Melisa tidak bergitu akrab?’ pertanyaan yang aku lontarkan dalam hatiku. Back to story alasan Cika tidak menyukai Olivia karena Olivia mendapatkan perhatian dari ayahnya. Ayah Cika kagum atas Olivia sang pemeran utama wanita. Semua orang pasti kagum dengannya termasuk aku.
Aku berjalan meninggalkan kantin dengan mengeluarkan aura dingin untuk menutup semua suara. Terdengar suara Elgartara yang memenuhi kantin. Aku terkekeh kecil menertawakan orang-orang yang masih berada dikantin ‘setelah gempah dasyat diterjang tsunami’.
Aku masuk kedalam ruang ganti yang sepi. Aku mengirim sebuah pesan pada Rini. Aku mengambil seragam ganti yang berada dilemari. Kemudian berganti dengan seragam yang ada ditanganku. Tak butuh waktu lama bunyi bel masuk terdengar. Aku keluar dari ruang ganti menuju kelas untuk mengikuti proses pelajaran.
Pulang sekolah aku langsung pergi ketempat studio pemotretan. Aku memasukki studio pemotretan yang tidak berubah seperti pertama kali datang. Dengan sopan aku menyapa seluruh crew dengan senyum. Bagaimanapun aku anak tujuh belas tahun lebih muda dari mereka. Walaupun faktanya aku yang lebih tua dibandingkan mereka semua.
Kak Ani menyambutku dengan begitu antusias dengan boom pertanyaan yang membuat mulutku berbusa. Aku bersyukur langsung diseret kak Sandra. Sebenarnya keluar kandang macam masuk kandang singa. Dihadapkan dengan ribuan alat make up kak Sandra sangat cekatan. Bersamaan dengan mulut yang selalu mengeluarkan suara. Menjelaskan setiap detail konsep hingga curhat kepadaku.
Kak Sandra memberikanku poni kecil untuk menampilkan sisi imut dariku. Ia mengambil anak rambut menjadikan satu agar rapi ia menggutingnya. kemudian mencatok anak rambutku, jadilah poni kecil yang rapi.
Setelah selesai kak Sandra memintaku berganti pakaian yang telah disiapkan. Aku mengenakan setelan pakaian hitam putih. Kak Sandra menambahkan topi sebagai aksesoris.
Kak Faiz memangilku yang berarti giliranku berpose. Aku melihat seorang model cantik dengan pakaian putih hitam yang fresh. Berlahan aku menghampirinya. Ia akan menjadi patnerku pada pemotretan kali ini. Aku hanya ingin berkenalan “ Permisi, perkenalkan nama saya Melisa Abbriana Claviana"
Kak cantik yang akan menjadi patnerku membalas perkenalanku dengan senyum cerah “Aku Kang Hyewon” kata kak Hyewon. Sekilas kak Hyewon tampak judes dan angkuh ternyata ramah.
“ Kak Hyewon mohon bantuannya” kataku dengan sopan kepada kak hye won. Kak hyewon merupakan model profesional asal korea yang sedang naik daun. Kak Hyewon menjadi model muda yang berbakat.
“ Aku juga mohon bantuannya. Hah..pemotretan kali ini membuatku gugup pasalnya aku tidak terlalu mahir ini berpose imut” kata kak Hyewon dengan nada sedikit khawatir.
“ Aku juga tidak pernah berpose imut. Tapi aku bersemangat untuk pemotretan kali ini soalnya aku berpatner dengan model on top seperti kak kak hyewon” kataku dengan nada malu-malu yang dikemas dengan ekspresi Melisa yang bagus. Aku tahu kak Hyewon model on top dari kak Sandra.
Kak Hyewon tidak membalasku namun dengan senyum sudah membuktikan bahwa ia bangga dengan dirinya. Sepertinya ia berusaha keras dibidang permodelan ini.
“ Kalian sudah saling akrab sekarang mari kita mulai pemotretannya” kata kak Faiz menghentikan arah pembicaraan kami. Kami berpose sesuai intruksi yang diberikan. Kak Hyewon berpose dengan sangat baik dan berusaha keras menampilkan sesuai yang diinginkan kameramen.
Setelah selesai aku melakukan basa-basi perpisahan dengan kak Hyewon dan beberapa crew disana. Kak Ani dan kak Sandra memintaku lebih lama berada disini untuk mengobrol bersama. Tentu saja kak Elisa berubah menjadi beruang kutub yang sedang marah. Bagaimanapun aku masih ada jadwal les yang diketahui kak Elisa.
Aku berjalan menuju parkiran mobil. Aku lupa dimana area tempat parkir mobil hitamku. “ Ada anak sekolah yang tersesat” sebuah suara laki-laki yang terdengar ramah. Aku menoleh yang langsung disuguhkan pemandangan surgawi. Seseorang pemuda tampan dengan rambut silver dengan senyum manis menghiasi wajahnya. “ Jangan melihatku seperti itu” kata pemuda itu yang salah tingkah.
Aku tersenyum membalas perkataannya “ Kak Rayhan terlihat berbeda dari yang aku ingat”. Kak Rayhan terlihat fresh dengan tampilan barunya. Kak Rayhan bertambah tampan berkali-kali lipat ‘kuatkanlah jantungku’.
Kak Rayhan melebarkan mata “ Apakah terlihat tidak cocok?” tanyanya dengan nada rendah.
Aku mengeleng “kak Rayhan cocok dengan rambut silver terlihat tampan”. Aku memujinya secara terus terang. Aku merasa wajah kak Rayhan sedikit memerah mungkin kepanasan. Ia mendehem “Melisa, bagaimana kabarmu?”
Aku membalas dengan senyuman “Seperti yang kak Rayhan lihat, aku dalam keadaan yang baik”. Ia mengangguk “ Aku tahu kau dalam keadaan baik itu hanya basa-basi saja em kenapa kamu berada disini?”.
Aku terkekeh pelan mendengar penuturannya “ Kebetulan, Aku menjadi model penganti
kak”
Ia
tampak berpikir sejenak “ berarti kamu menjadi patner Hyewon?”. Aku mengangguk “tepat sekali” aku memberi jeda “ dari mana
kakak tahu?”.
“Dari bos Ramos katanya Arin yang seharusnya menjadi patner Hyewon tidak hadir karena sakit campak” jelas kak Rayhan kepadaku. Aku membalas dengan anggukan. “ Bagaimana rasanya berpose dengan model top?.
Aku diam mencari kata-kata yang pas tidak mungkin aku bilang biasa saja. “Rasanya tidak dapat diungkapkan” perkataan yang menurutku pas yang pasti masih membuat kak Rayhan penasaran. “ Ungkapkan saja senangkah gerogi atau seperti apa?” tanya kak Rayhan dengan mengebu-gebu. Aku membalasnya dengan senyuman dengan sedikit memutar mataku untuk menemukan tempat parkir mobilku.
Kak Rayhan yang peka bertanya padaku “kau sedang mencari apa?”.
“ Tempat parkir” jawabku dengan jujur yang tanpa sadar aku mengerucutkan bibirku. Aku lelah mencari tempat parkir yang tidak kunjung ketemu. Aku ingin segera pulang untuk menonton komedi stuasi yang tayang perdana pada hari ini. Ditambah jadwalku hari ini cukup ketat membuatku sedikit waktu luang. ‘ Mungkin aku sedikit tidur larut malam alias begadang?’ kata hatiku.
“ Aku antar ke parkiran” tawaran kak Rayhan yang sangat membantu. Aku sedikit ragu “ Memangnya kak Rayhan hafal lokasi disini?” tanyaku untuk memastikan bahwa aku tidak akan tersesat. Kak Rayhan membalasku dengan tawa “Aku sudah lebih dulu mengenal tempat ini dibandingkanmu bisa dibilang kau juniorku”
“Memangnya kak seorang model?” tanyaku kepada kak Rayhan yang dibalas dengan cemberut. Kak Rayhan tambah tampan kalau cemberut jantungku tak kuasa melihat cogans berperilaku seperti ini. Wajar kalau kak Rayhan menjadi model dengan wajah tampan bak malaikat harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
“ Tentu saja, apa kekuranganku? Aku memiliki wajah tampan, tinggi, menarik dan yang paling penting pesona” kata kak Rayhan dengan sombong. Tanpa sadar membuatku tertawa memang benar ia memiliki semua itu tapi rasanya lucu saja ada orang yang kelewat pd sepertinya. “ Sepertinya hanya seorang Melisa Abbriana Clavianayang tidak terpesona kepadaku” katanya dengan nada sedih yang ditutupi dengan senyuman. Apa hanya perasaanku saja?
"Aku percaya" kataku menangapi perkataan kak Rayhan dengan sedikit tawa. Kak rayhan kesal tapi ini menyenangkan aku tidak akan berhenti.
" Berhentilah mengejekku sekarang sudah sudah sampai” kata kak Rayhan menghentikan tawaku. Aku
melihat banyaknya mobil yang terpakir rapi. Aku mencari mobil hitam ah ketemu “ Terimakasih kak Rayhan sudah mengantarkanku kemari” kataku dengan senyum menghiasi wajahku. Aku menangkap sosok pak mamat dari kejauhan yang sedang mencariku.
“ Sama-sama” kata kak Rayhan.
" Kak Rayhan aku duluan sudah dicari pak mamat” pamitku kepada kak Rayhan. aku sedikit menunjuk kearah pak mamat yang diikuti dengan mata kak Rayhan. Ia mengangguk sambil tersenyum “Hati-hati” katanya dengan melambaikan tangan.
Aku membalas senyumannya “ iya kak “ kataku sambil berjalan menemui pak mamat yang sedang kesusahan karena diriku. Sebelum aku meninggalkan kak Rayhan aku menyempatkan memberinya semagat sebagai balas budi “ Semagat kak Rayhan berposenya”. Aku tidak tahu bagaimana ekspresi kak Rayhan karena aku tak menoleh kearah kak Rayhan.
Pak mamat memitaku untuk cepat naik ke mobil sebab aku sudah ditunggu guru les dirumah. Sampai rumah aku langsung les private tanpa ada jeda istirahat.Sehabis les menonton komedi stuasi ditemani lima toples kripik beraneka rasa. Suara tawaku mengema diseluruh rumah besar ini sampai rasa kantukku mengalahkan rasa penasaran terhadap adegan selanjutnya. Dengan berat hati aku ke kasur, mengambil selimut untuk menutupi tubuhku. Aku mematikan lampu, memejamkan mata diiringi doa tidur yang akan mengantarkanku kealam mimpi.
***