NovelToon NovelToon
Kubalas Suami Brengsekku

Kubalas Suami Brengsekku

Status: tamat
Genre:Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Tamat
Popularitas:204.1k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Suaminya berkhianat, anaknya di tukar dan dihabisii. Selama lima tahun dia merawat anak suami dan selingkuhannya yang bahkan tinggal satu atap dengannya berkedok sebagai pengasuh.

Bahkan dirinya diracuni oleh pelayan kepercayaannya. Ratih, berakhir begitu tragis. Dia pikir dia adalah wanita paling malang di dunia.

Namun nasib berkata lain. Ketika dia membuka mata, dia berada tepat dimana dia akan melahirkan.

Saat itu Ratih bersumpah, dia akan membalas suaminya yang brengsekk itu. Dia akan mengambil bunga dari setiap perbuatan suami dan semua yang telah menyakitinya dan anaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10. Ditolak

Ketika Fandi pulang kerja, dan pergi ke ruang laundry. Sarah mengadukan semua yang dilakukan oleh Ratih padanya.

"Mas, lihat ini. Aku bahkan belum makan malam. Pekerjaanku banyak sekali!" keluh Sarah.

Fandi yang melihat banyaknya selimut dan mantel yang harus dicuci oleh Sarah pun berpikir kalau Ratih pasti melakukan semua itu dengan sengaja. Selama ini bahkan yang di antar ke tempat laundry saja tidak sebanyak itu.

"Kamu sabar dulu ya, ibumu kan sedang berusaha mengusir pengasuh itu. Nanti aku juga akan membujuknya untuk menjadikanmu pengasuh Rafa!"

"Cepatlah mas, tanganku pegal sekali!"

"Yang mana yang pegal? biar aku pijat ya..."

"Mas, bukan disitu, kamu nakal sekali...!"

Sementara Ratih di kamarnya, masih bersama dengan bi Asih.

"Nyonya besar sudah menjelaskan semuanya pada saya, nyonya. Untuk tidak percaya pada tuan dan bibi Erma!" kata bibi Asih.

Ratih mengangguk.

"Satu lagi bi, jangan percaya pada Sarah. Pelayan bagian laundry itu juga. Pokoknya jangan biarkan orang-orang menyentuh Rafa. Jangan pernah biarkan mereka bersama Rafa tanpa pengawasan bibi!"

"Baik nyonya!"

Bibi Asih memang tidak mengerti apa yang terjadi di rumah ini. Yang jelas dia bekerja untuk Ratih dan Maya. Karena itu, hanya perintah dari dua orang itu saja yang akan dia dengarkan dan dia patuhi.

"Oh ya, kalau ada sesuatu yang terjadi ke depannya. Jangan panik, dan jangan biarkan mereka menghakimi bibi. Telepon aku! jika aku berada di luar! jangan biarkan bibi Erma semena-mena pada bibi meski dia kepala pelayan di sini!"

Bibi Asih kembali mengangguk.

"Baik nyonya!"

"Bibi bisa istirahat, biasanya Rafa hanya akan bangun sekali atau dua kali saja! aku bisa mengatasinya!"

"Baik nyonya!"

Bibi Asih segera keluar dari kamar Ratih. Dan tak lama kemudian, pintu kamar itu terbuka lagi.

Ceklek

"Sayang!"

Ratih menoleh dan membenarkan jubah tidurnya.

"Iya mas, ada apa? kamu pulang terlambat lagi ya? pasti lelah kan? seharusnya kamu langsung istirahat!"

Fandi yang tadinya mau mendekati Ratih, menghentikan langkahnya.

"Iya aku baru pulang. Pekerjaan di kantor..."

"Sangat banyak ya?" sela Ratih.

"Iya sayang, sangat banyak. Maaf ya, seharusnya aku lebih banyak meluangkan waktu untukmu dan Rafa!"

"Tidak apa-apa mas. Kamu bekerja juga untuk masa depan Rafa kan? ya sudah, kamu istirahat saja! aku juga mau tidur!"

Ratih bahkan mengatakan semua itu tanpa beranjak dari kursinya. Sebenarnya Fandi agak merasa heran. Biasanya istrinya itu kalau Fandi masuk kamar, akan selalu langsung menyambutnya. Memijatnya dan memberikan apapun yang Fandi minta. Tapi saat ini, Fandi bahkan merasakan kesan kalau Ratih seperti malas bicara pada Fandi.

"Sayang, sebenarnya kamu kenapa?" tanya Fandi.

Ratih menoleh dengan santai ke arah Fandi. Pertanyaan itu memang pasti dia dengar.

"Aku?" tanya Ratih menghela nafas panjang.

Ratih pun berdiri dan menghampiri suaminya yang dia nikahi karena di anggap menolongnya. Tapi ternyata Fandi bukan pria itu. Ratih juga tidak ingin mencaritahu. Pria itu pergi, berarti memang sama sekali tidak ingin bertanggung jawab. Untuk apa Ratih mencarinya.

"Mas, kamu ingat tidak? dulu kamu pernah bilang, supaya aku juga harus mengerti kamu. Kamu sudah lelah di perusahaan, aku masih terus merengek, makan saja menunggu kamu pulang. Mau kemana-mana minta kamu antarkan, padahal ada supir. Aku juga bisa mengemudi sendiri, iya kan? setelah aku pikir-pikir, kamu benar, mas. Aku tidak boleh terus membuatmu kerepotan, aku mau mandiri sekarang. Jadi kamu tidak terlalu lelah!" kata Ratih.

Fandi mencoba memperhatikan Ratih. Tapi sepertinya memang Ratih bukan sedang marah. Doa mengatakannya sambil tersenyum.

"Benarkah?" tanya Fandi.

"Benar sekali! mas bisa istirahat sekarang. Aku juga mau tidur. Aku akan mengantarmu sampai pintu!"

Fandi kembali heran. Bukankah sama saja kalimat itu adalah kalimat untuk mengusir Fandi keluar secepatnya.

"Sayang, kamu tidak berpikir yang aneh-aneh kan. Selama ini aku memang sibuk, jadi tidak begitu memperhatikanmu. Tapi aku selalu berusaha..."

"Iya mas, aku tahu!" sela Ratih.

Sesungguhnya Ratih sudah muak mendengarkan Fandi. Lebih muak lagi melihat wajah Fandi. Pria yang ternyata sangat buruk.

"Tapi kamu minta aku pindah kamar, dulu itu kan aku tidak menyentuhmu karena..."

"Mas, aku paham. Aku hamil saat itu, kamu tidak mau kenapa-kenapa dengan anak kita. Aku paham!" sela Ratih lagi, "tapi sekarang aku juga baru melahirkan kan? tidak baik kalau aku menggunakan alat kontrasepsii dan semacamnya saat aku menyusui Rafa. Jadi selama aku menyusui Rafa, kamu bisa cari hiburan di luar. Tidak masalah, tapi perhatikan kebersihan dan kesehatanmu ya!"

Fandi terkejut bukan main. Dulu saja dia melirik ke arah wanita lain. Ratih mengamuk dan berdrama sampai pulang ke rumah orang tuanya. Sekarang, istrinya yang posesif itu mengatakan padanya untuk mencari hiburan di luar. Dia sungguh sulit percaya.

'Malah bengong! aku sudah tidak bisa menahannya, melihatnya dengan jarak sedekat ini lima menit lagi, aku bisa muntah!!' Ratih sungguh ilfil habis-habisan pada Fandi.

"Mas, aku lelah sekali. Kita bicara lagi besok ya!" kata Ratih yang sedikit memberikan dorongan pada Fandi, supaya pria itu cepat keluar dari kamarnya.

Ratih tersenyum setelah Fandi berhasil dia dorong perlahan sampai keluar dari kamar.

"Selamat malam mas!" kata Ratih.

Ceklek

Ratih langsung menutup pintu dan mengunci kamarnya. Bahunya turun dengan cepat, dia lega sekali. Dia nyaris tak bisa menahannya tadi. Sungguh muak sekali melihat Fandi.

Hanya saja, dia butuh beberapa tahun lagi. Supaya kedua manusia yang dulu menukar bayinya Ratih dan menjadikannya pengemis itu merasakan rasa sakit yang sama dengannya.

Dan di luar pintu. Fandi masih memandang heran ke arah pintu kamar Ratih.

"Dia menolakku? cih, tak tahu malu. Wanita kotor sepertimu menolakku? awas saja, kalau aku punya kesempatan mengambil alih semuanya. Aku akan pastikan langsung menyingkirkan mu!" gumamnya pelan.

Fandi pun pergi dari sana dengan kesal. Dia kembali ke kamar Sarah. Untungnya Ratih menempatkan kamar Sarah di luar rumah utama. Jika tidak, rumahnya pasti akan terasa tidak nyaman, karena di buat tempat mesumm oleh suaminya dan simpanan suaminya itu.

***

Bersambung...

1
Atoen Bumz Bums
bagaimana cara menghilangkan penyakit judi ini biar DIA berhenti gak mau LG,
aku muak nahankan
Alvia Vi
wahhh
Thor aku baru mampir...
seru cerita nya
Noer: terima kasih
total 1 replies
Achmad
bagus ceritanya
Noer: terima kasih
total 1 replies
guntur 1609
sadis Ratih. menhancutkna mental erma. tapi emang pantas kok
guntur 1609
dasar gk tahu diri, gk sadar juga kalian. gk tahu ja kalian klu bom yg di tanam Ratih tinggal tgu ledakan yg dahsyat🤣🤣🤣
guntur 1609
bagus ben
guntur 1609
kalajengking nya
guntur 1609
gak tahu ja kalian. bahwa cucumu yg kalian buang
guntur 1609
apa mngkn khalid ayahnya ben ya
guntur 1609
rasain kalian. di preteli satu oersatu
guntur 1609
brti Rafa anaknya ben
Elsa Devika
tamatlah sudah Al kisah Sarah
tinggal nunggu Fandi sma erma
راني
famdi kasihan bgt kmu
راني
bang ben ceo yang menyamar ya
Elsa Devika
aligator rawa² gak tuh🤭
gina altira
kebakaran jenggot tuh Trio ubur"
gina altira
Ratih mengulang waktu
Ika Yanti Unyil
meski ada fiksinya tentang kelahiran kembali Ratih,tapi tetap keren novelnya thor.bisa membalas mereka semua yang sudah berbuat jahat dan mendapatkan karma yang sesuai.
berbahagialah ben dan ratih...
terus semangat berkarya thor ❤️❤️❤️
Noer: terima kasih
total 1 replies
adriani kd
seru.. seru..
Noer: terima kasih
total 1 replies
rumah poke
bagus
Noer: terima kasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!