NovelToon NovelToon
Suami Yang Di Tukar

Suami Yang Di Tukar

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:160.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: devi oktavia_10

Di hari Pernikahannya Kayla Sanjaya 25th di paksa menukar calon suaminya dengan calon suami kakak sepupunya, Apakah Nayla menolak atau menyerahkan calon suaminya untuk kakak sepupunya... Yukkk... Kepoin Karya baru author...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon devi oktavia_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Hari ini Kayla datang ke cafe Nusantara seorang diri, bukan hanya ingin berjumpa dengan sang suami, tapi Kayla juga sedang bertemu dengan kliennya untuk membicarakan pekerjaannya.

Kayla datang dengan tampilan anggun tanpa polesan berlebihan, rambut di kuncir kuda, celana kulot putih di padukan dengan kemeja over size warna biru muda garis garis lengannya di singsing sebatas tengan lengan, tas di sandang di bahu, memakai flat shoes hitam senada dengan tas, dan beberapa dokumen di tangan kanan

Kayla masuk ke dalam cafe dengan langkah anggun dan wajah yang selalu terlihat ceria dan senyum manis tak pudar di bibirnya saat di sapa oleh pelayan.

"Waahhh..... Cantik banget tamu kita hari ini." gumam pelayan yang persona melihat Kayla.

"Iya, cantik dan ramah, tadi aku mempersilahkan dia masuk, di jawab dengan ramah dan senyum manis." ucap temannya yang tadi mempersilahkan Kayla masuk.

"Beruntung banget tuh cowok yang jadi pasangannya." puji yang satu lagi.

"Cantik apaan sih, biasa aja. " judes Dewi yang tidak suka melihat Kayla, memang gadis itu sangat tidak suka saat orang orang memuji orang lain.

"Dasar iri ." cibir Ita yang selesai mengantarkan pesanan orang.

"Apasih loe, nyamber aja." sewot Dewi.

Ita hanya mengedikkan bahu acuh.

"Kalian tau nggak? " ujar Ita yang ingin membagi apa yang dia ketahui.

"Apa? " tanya Rekannya.

"Ibu cantik itu adalah, Istri pak bos tau." ujar Ita berbinar bahagia memberi tahu teman temannya.

"Masaaa.... Loe tau dari siapa Ta?! " pekik sahabatnya heboh.

"Kan beberapa hari lalu bucan kan makan di sini sama teman temannya, trus pak bos ngirim pesanan tambahan buat bu bos, aku yang anter, ibu bos sempat kaget dan menolak, karena nggak memesan makanan tambahan, nggak lama pak bos datang menghampiri bucan, tau nggak pak bos lembut banget klau ngomong sama bu bos." ucap Ita panjang lebar.

"Wahhh..... ini berita paling keren nih, dan makin bikin panas hati seseorang." kekeh tekan Ita yang melirik Dewi.

Hahaha....

Yang lain tertawa puas, dan membayangkan gimana patah hatinya Dewi klau tau istri bosnya itu sangat cantik, di tambah bosnya sangat menyanyangi istrinya.

"Aduhhh.... gue nggak bisa ngebayangin patah hatinya Dewi." kekeh Nurma.

"Udah ah.... Kerja dulu yang benar, nanti di amuk lagi sama nenek lampir." ucap Ita membubarkan teman temannya, karena Dewi sudah menatap sengit kepada mereka.

Sementara di sebuah ruangan di cafe itu, Kayla sedang serius menjelaskan rancangannya, juga harga setiap rancangan.

"Gimana bu, apa kalian puas? " tanya Kayla dengan senyum manisnya.

"Saya puas dengan rancangan kamu, semua bagus bagus dan soal harga, tidak masalah buat saya, tapi ini bisa selesai nggak awal bulan depan? " tanya si ibu.

"Saya usahakan." mantap Kayla.

"Ok, klau gitu saya DP setengah dulu, nanti pelunasannya akan saya bayar saat pengambilan barang." ujar customer Kayla itu.

"Baik ibu terimakasih." ucap Kayla senang.

"Kita makan dulu ya, ini makanan dari tadi sudah menggoda saya." ucap si ibu terkekeh.

"Hehehe.... Mari bu." ucap Kayla ikut terkekeh, dan mulai menyantap hidangan yang sudah tersedia di meja makan itu.

"Oh ya nak Kayla, sudah punya kekasih belum? " tanya si ibu kepo.

Kayla tersenyum tipis, lalu menjawab dengan suara rendah. "Saya susah menikah bu." ucap Kayla lembut.

"Yaaa.... Terlambat dong saya, saya pikir masih lajang, klau masih lajang, ingin saya jodohkan sama anak saya." ujar si ibu kecewa.

"Hehehe... Ibu bisa aja." kekeh Kayla.

Mereka kembali melanjutkan makan sambil ngobrol ringan.

"Ya sudah nak kay, untuk hari ini sampai di sini dulu ya, ke asikan ngobrol malah udah siang aja." kekeh si ibu melihat jam mahal di tangannya.

"Baik ibu." ucap Kayla ikut berdiri dan mereka bersalaman.

"Nak kay mau bareng saya? " ajak si ibu berjalan di samping Kayla.

"Terimaksih ibu saya bawa kendaraan sendiri, dan kebetulan saya juga mau bertemu suami saya dulu sebelum kembali ke butik." ucap Kayla.

"Baiklah klau begitu, saya duluan ya." ucap si ibu.

"Silahkan ibu, hati hati di jalan." ucap Kayla melambaikan tangan.

"Bu bos." sapa Ita.

"Astaga, mbak. Kamu ngagetin aja." kaget Kayla memegang dadanya.

"Ehhh.... Maaf Bu bos, saya salah." ucap Ita merasa bersalah.

"Udah nggak apa apa, saya aja yang bengong." ucap Kayla menepuk pelan baju Ita yang terlihat merasa bersalah.

"Mas Rangga ada nggak mbak? " tanya Kayla.

"Ada di ruangannya bu bos." jawab Ita sopan.

"Baiklah, boleh antar saya kesana." ucap Kayla lembut.

"Mari bu." ajak Ita menuntun Kayla ke lantai dua, ke ruangan bosnya.

"Ehhh.... Ita, mau kemana kamu." seru Dewi dengan nada ketus.

Ita hanya memutar mata malas.

"Kepo amat loe." sinis Ita.

"Ngapain kamu bawa bawa pelanggan ke ruangan bos, memang udah bikin janji sama bos." ketua Dewi lalu menatap sinis ke arah Kayla, terlihat sekali tatapan tidak sukanya.

"Ibu cantik ini nggak usah bikin janji klau mau ketemu pak bos." ucap Ita santai.

"Maksud loe apa, nggak perlu bikin janji, loe pikir dia orang penting." bentak Dewi.

"Ya iyalah dia orang penting, sangat penting malah." ucap Ita.

"Nggak usah aneh aneh deh loe, loe tau sendiri kan, klau pak bos nggak suka ada perempuan yang masuk ke dalam ruangannya, itu hanya orang orang tertentu, termasuk gue." sombong Dewi membanggakan diri, merasa klau dia paling dekat sama Rangga.

Kayla hanya diam dan melihat perdebatan ke dua karyawan suaminya itu, terlihat sekali Dewi gadis yang sangat mencari muka.

"Ayo bu, nggak usah peduliin dia." ajak Ita.

Kayla mengangguk dan tersenyum kecil kepada Ita,

"Minggir loe, nggak usah sok iya deh, menghalangi jalan orang aja. " sengak Ita lalu mendorong Dewi dengan bahunya, sehingga membuat Dewi sedikit terhuyung tapi tidak sampai jatuh.

"Haiii.... Jangan kasar dong, dan jangan masuk ke dalam ruangan pak Rangga, dia lagi sibuk." larang Dewi menahan tangan Kayla.

"Aww.... Jangan kasar dong mbak, sakit tau." kesal Kayla menarik tangannya yang terasa perih karena cengkeraman tangan Dewi.

"Makanya nggak usah ngeyel, klau di bilangin orang, sana pergi, nggak usah keruangan pak bos." salak Dewi.

"Memangnya kenapa sih, perasaan dari tadi mbak kelihatan kaya yang berkuasa di cafe ini." ucap Kayla yang mulai tersulut emosi.

"Saya memang orang penting di sini, saya itu orang terdekat pak Rangga, jadi nggak usah banyak tingkah mbaknya, lebih baik mbak pulang aja sana, nggak usah kegatalan mau mendekati pak Rangga, mentang mentang cantik, nggak usah di manfaatin buat merayu pak Rangga, nggak bakal dia tertarik." sinis Dewi.

Ita hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkah teman nya itu.

Sementara Kayla mengangguk angguk sok mengerti.

"Jadi yang boleh dekat sama pak Rangga itu siapa? trus pak Rangga itu tertariknya sama siapa? sama mbak? " tunjuk Kayla ke arah Dewi.

Dewi lansung salah tingkah, dan tersenyum malu malu, tak lupa tanganya lansung merapikan anak rambut dengan gaya sok manja.

Ita yang melihat tingkah temannya itu lansung bergidik, dan berpura pura muntah.

"Tentu saja saya, siapa lagi yang bisa mendekati pak Rangga, selama ini saya dan orang kepercayaan pak Rangga saja yang bisa dekat dekat sama pak Rangga, lain dari itu tidak bisa, jadi sudah barang tentu pak Rangga itu hanya menyukai saya." ucap Dewi percaya diri.

Andai memukul orang itu tidak di kenai hukuman, sudah dari tadi Ita ingin memukul kepala Dewi agar gadis itu sadar diri.

"Sayang, kenapa lama sekali? " ucap Rangga tiba tiba keluar dari ruangannya.

Dewi lansung salah tingkah, dan tersenyum malu malu, dia pikir Rangga memanggilnya.

Bersambung.....

1
Heny
Maka nya pk su jng sakiti hati ibu negara susah merayu nya
Heny
Ternyata rangga orang kaya gmn y klau mantan nya tau
sumanto baik 🐊: pasti brab urusannya haha 😄
total 1 replies
Heny
Smg kayla dan rangga bahagia
Heny
Ada y mempelai ditukar sableng emang
Siti Maulidah
ceritanya menarik
Yuliati Soemarlina
pphnya Nia kan andre..ardi pphnya rangga..thor salah nulis mulu..jd pengertiannya juga beda...
Yuliati Soemarlina
bacanya harus fokus nih..banyak kata" yg salah ngetik jadi beda artinya
Yuliati Soemarlina
alhamdulillah nia sdh sadar...jd baik ke kayla
Yuliati Soemarlina
thor umur bayinya 3 bln kali bukan 3 thn...salah" aja nulisnya..
Yuliati Soemarlina
saran thor..mohon teliti dlm menulis..sblm ditayangkan cek kembali..ke balik" nulisnya harusnya ami jadi arum..
Yuliati Soemarlina
kel & calon suami yg ga punya perasaan..
THAILAND GAERI
kamu sama loe bedanya apa?
Aghitsna Agis
di bab 84 bilang nia dan juan nengok kayla dan bapanya nia j7ga sam nengok ibunya nia nga datang sakit terus dibab 85 kok tiba2 bapaknya nia datang sama ibunya terus juan jadi ngejar ita kan juan suaminya nia thor jadi gimana ini mohon penjelasannya
Aghitsna Agis
kok jadi pa ardi kan ayahnya nia pa andre dan ratih jadi ratna ad7h
Aghitsna Agis
kok jadi rayna bukannya ratih ya
Kasih Sklhqu
terimakasih Thor ditunggu karya berikutnya 🙏🙏
Aghitsna Agis
itu tuan aali aoa nga hapal ya.oengantijya.7tu saudaranya andre
Aghitsna Agis
rangga adain pesta besar aja biar nyesel tuh dikira misk8n
Aghitsna Agis
aih udah taman trs ita dan juan gimana akgir ceritanya jasi expart thor mks
kaylla salsabella
semoga cepet sembuh thor😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!