NovelToon NovelToon
Simpanan Nona Muda

Simpanan Nona Muda

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang / Masalah Pertumbuhan / Persahabatan / Tamat
Popularitas:685.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Desau

Tumbuh menjadi anak pembantu semenjak kecil, tidak membuat Rifan malu. Dia justru merasa beruntung, selain dibiayai sekolah oleh majikan, Rifan bahkan diperbolehkan bersahabat dengan Alisha, nona mudanya.

Namun satu insiden karena candaan merubah segalanya. Ketika rasa penasaran berubah jadi petaka berkelanjutan. Rifan dan Alisha ketagihan tidur bersama, padahal mereka sudah sama-sama punya kekasih. Sampai suatu hari, ibunya Rifan berhasil memergoki kelakuan putranya dengan sang nona muda, saat itulah Rifan dipaksa pergi dari rumah. Tapi apakah itu akan jadi akhir hubungan Rifan dan Alisha? Tentu saja tidak.

"Kembalilah padaku dan jadilah simpananku." Alisha.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter ¹⁰ - addicted

Rifan menjatuhkan dirinya ke samping Alisha. Seketika tubuh mereka terlepas dari kedekatan sebelumnya. Keduanya kini sama-sama sibuk mengatur napas, tubuh terasa lelah namun hangat.

Jantung Rifan berdegup sangat kencang. Hal serupa tentu juga dirasakan Alisha. Ada rasa penyesalan dan juga perasaan belum cukup dari mereka.

Rifan melirik Alisha. Jujur saja, tubuh indah Alisha yang polos itu selalu membuatnya terpana. Membuat sesalnya seketika sirna dan berubah menjadi nafsu yang menyeruak. Tapi untuk sekarang, Ridan akan menahannya dulu. Apalagi Alisha terlihat sedang kewalahan.

“Apa kau bisa melakukannya semalaman? Kayaknya sekali saja bagiku tak cukup,” celetuk Rifan sambil tersenyum tipis.

Alisha menatapnya pelan, lalu terkekeh. “Ternyata kau ketagihan juga. Ya udah kalau gitu. Tapi emang kau bisa lagi?”

“Tentu saja. Tapi aku butuh istirahat beberapa menit dulu,” jawab Rifan sambil menghela napas panjang. Dalam hati, ia masih belum percaya bahwa semua ini benar-benar terjadi.

“Kita tidur dulu juga nggak apa-apa,” ujar Alisha pelan. Ia memiringkan tubuhnya, menghadap Rifan, lalu memeluknya dengan lembut. Keduanya menutup mata dalam kehangatan yang baru saja mereka ciptakan.

Rifan tersenyum kecil, lalu ikut memejamkan mata. Namun tidurnya tak berlangsung lama. Saat jam menunjukkan sebelas malam, ia terbangun. Pandangannya langsung tertuju pada Alisha yang masih tertidur pulas di sampingnya, wajahnya terlihat tenang dan lembut.

Rifan menatap gadis itu lama sekali. Ada debar kuat di dadanya—antara kagum dan rasa bersalah yang entah kenapa bercampur menjadi satu. Dalam diam, ia hanya bisa berbisik, “Al... Alisha...”

Alisha perlahan terbangun, mengerjap-ngerjap menatap Rifan. “Kenapa? Kau mau...” ucapnya setengah sadar, tapi belum sempat menyelesaikan kalimatnya karena Rifan sudah mendekat dan mencium bibirnya.

Ciuman itu terjadi begitu saja—hangat, dalam, dan membuat keduanya larut lagi dalam perasaan yang sulit dijelaskan. Rifan menatap mata Alisha, lalu membalas pelukannya. Malam kembali membawa mereka tenggelam dalam kedekatan yang lebih dalam dari sekadar rasa ingin tahu.

Kali ini mereka tak terburu-buru. Segalanya berlangsung dengan lembut dan penuh perasaan. Rifan dan Alisha saling menyentuh dengan hati-hati, seperti dua jiwa yang sama-sama belajar tentang makna keintiman.

Malam itu terasa panjang. Beberapa kali mereka terlelap dan kembali terjaga, saling memeluk dan berbagi kehangatan. Hingga waktu menjelang subuh, keduanya masih berada dalam pelukan yang sama, seolah enggan terpisah.

Saat sinar pertama pagi mulai menembus jendela, Rifan memejamkan mata sambil menarik napas panjang. Ia kelelahan tapi juga merasa aneh—ada perasaan campur aduk antara bahagia dan bingung.

“Sial... ini benar-benar gila,” katanya setengah berbisik.

Alisha tersenyum kecil. “Kita benar-benar ketagihan, ya? Sekarang aku paham kenapa malam pertama itu dianggap penting.”

Rifan menoleh menatapnya. “Kenapa? Sekarang kau menyesal?”

“Ya... Aku menyesal. Harusnya kita nggak pernah mencoba ini...” jawab Alisha lirih, menatap kosong ke langit-langit kamar. Suaranya bergetar, seperti seseorang yang sedang berusaha menenangkan hatinya sendiri.

Namun sebelum Rifan sempat menanggapinya, terdengar suara dari luar kamar.

“Rifan? Kau sudah bangun?” Suara Fatma, ibu Rifan, terdengar jelas. Gagang pintu pun tampak bergerak, seolah hendak dibuka.

Rifan dan Alisha sontak terkejut. Mereka langsung bangkit dari ranjang dan saling berebut pakaian yang berserakan, berusaha menutupi keadaan mereka secepat mungkin sebelum pintu benar-benar terbuka.

1
Eti Alifa
ketemu maning2 son😁
Eti Alifa
tumben alisa ga ngeyel🤭
Eti Alifa
oalah loro2 ne pada bae🤭
Eti Alifa
godaannya besar ya fan 🤭
Dyah Rahmawati
😭😭😭😭😭
cikolu ndoke
cerita kayak anjing, authornya juga bodoh
Siti Khoirunnissa
bagus ceritanya👍👍
Novi Yantisuherman
Gw penasaran sama kakaknya Alisha ( kak Faris ),
gimana kabar ceritanya tuh 🤔🙄🤔
Novi Yantisuherman
Mungkin Merry punya trauma sama laki², tetangga gw juga ada kaya gitu
dibohongi suami nya sampai punya anak baru bilang dia istri ke 3 😑,
sekarang dandanannya udah persis kaya cowok abis
Novi Yantisuherman
sumpah gw deg-deg kan tau,takut Roy tau rencana nya 🙄
Novi Yantisuherman
Si Roy kaya punya penyakit Sayko🤔 🙄,serem ihh
Novi Yantisuherman
Author nya ga korban Short mini Drama China kiamat zombie?? kan
😁
Novi Yantisuherman
LGBT 🏳️‍🌈 LGBT 🏳️‍🌈
Novi Yantisuherman
Kambing 🐐 cuman mimpi 😁😁😂
Novi Yantisuherman
Pucuk dicinta ulampun Tiba 😁😁😏,Ya Rifan wkwkwk
Novi Yantisuherman
Begitu dong Alisha jual' mahal sedikit wkwkwk 😁😏
Novi Yantisuherman
ibarat nya kucing 🐈 di kasih ikan asin 🤭😁,Ga nolak kan Rifan wkwkwk
Novi Yantisuherman
apa pemikiran gw aja,kalo ayahnya Rifan tuh mampu,tapi ga di restuin keluarga pihak ayahnya Rifan gitu,
biasa nya kan begitu🤔🤔🤭
SuryaDharma S
mantabbbb ceritanya
Eva Nietha✌🏻
Saking semangat baca karya mu thor ampe begadang 😀 selalu suka tengkyuhhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!