NovelToon NovelToon
Once Upon A Wedding

Once Upon A Wedding

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Pengantin Pengganti / Aliansi Pernikahan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:86.6k
Nilai: 5
Nama Author: yu aotian

Alone Claney hidup dalam kesendirian seperti namanya. Ibu suri yang terpikat padanya pun menjodohkan Alone dengan putra mahkota, calon pewaris tahta. Tak seperti cerita Cinderella yang bahagia bertemu pangeran, nestapa justru menghampirinya ketika mengetahui sifat pangeran yang akan menikahinya ternyata kejam dan kasar.

Karena suatu kejadian, seseorang datang menggantikan posisi pangeran sebagai putra mahkota sekaligus suaminya. Berbeda dengan pangeran yang asli, pria ini sungguh lembut dan penuh rasa keadilan yang tinggi. Sayangnya, pria itu hanyalah sesosok yang menyelusup masuk ke dalam istana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yu aotian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 : Sebuah Tautan Jari

Selarik cahaya yang menimpa rambut pria itu membuatnya semakin terlihat menawan dengan potongan barunya. Mata legamnya begitu bersinar saat berpadu dengan senyum yang terurai dari bibirnya.

Masih terpana dengan tatapan yang tertancap padanya, aku lantas mengangguk cepat. "Persis! Sangat persis! Tapi ..."

Mengapa ia mendadak mengubah tampilan rambutnya sama seperti pangeran Julian?

Keheningan mendadak mengisi ruangan itu, sebelum akhirnya ia berkata, "Nona Alone, mari kita membuat kesepakatan."

Ucapan yang dilontarkan pria itu sukses membuatku sempurna membeku. Kutatap wajahnya dengan saksama. Tak ada secuil guratan keraguan, justru aku menemukan sepasang mata yang memancar serius. Pada detik itu juga, bibirku langsung membentuk lengkungan senyum. Bukankah ini adalah sinyal persetujuan darinya?

Aku dan dia kini duduk saling berhadapan di meja kayu berbentuk persegi. Kami saling bertukar pandangan sebelum memulai kesepakatan penting.

"Omong-omong, mengapa tiba-tiba kau menyetujui permintaanku?"

Dia tampak menghela napas dengan tenang, kemudian berkata, "Aku hanya ingin posisi putra mahkota tetap aman untuknya. Meski ada segelintir kabar di luar sana yang mengatakan dia tak layak menjadi penerus takhta, meski dia terkenal dengan julukan pangeran berdarah dingin, tapi aku ingin takhta itu tetap di tangannya. Dengan begitu, ibu kami bisa beristirahat tenang dan tidak lagi menyesali keputusannya meninggalkan Julian di istana.

Aku tertegun seketika. Mendadak, aku teringat dengan informasi yang diberitahukan Theo padaku kemarin.

"Nona, sesuai dengan yang Anda perintahkan saya telah berbaur dengan masyarakat di sekitar sini untuk mendapatkan informasi tentang kelompok yang dipimpin pangeran Bright. Namun, saya justru mendapatkan fakta yang cukup mencengangkan."

"Apa itu?"

"Ternyata masyarakat di sini sangat mengelu-elukan pangeran Julian. Sepertinya hasil jarahan kelompok pangeran Bright digunakan untuk pembangunan di wilayah ini dengan memakai atas nama pangeran Julian. Jadi ... selama ini masyarakat mengira bantuan dan kemajuan wilayah mereka berkat kebaikan hati pangeran Julian. Bahkan masyarakat di sini sudah tidak sabar menerima kehadiran pangeran Julian sebagai pemimpin mereka. Mereka juga menantikan pernikahan antara Nona dan pangeran Julian."

Aku tak menyangka dia sangat peduli dan sayang pada saudara kembarnya. Kemungkinan, selama ini dia selalu memantau pangeran Julian secara diam-diam. Bahkan rela menjadi bayangan pria itu.

"Selain itu ...." Bright melanjutkan, "anggap saja kerja sama ini bagian dari sebuah permintaan maaf dariku atas sikap tak berkenan yang dilakukan oleh Julian pada Anda, Nona Alone," ucapnya dengan penuh rasa prihatin.

Aku bergeming. Mencoba menelisik mata pria itu. Ada sebuah ketulusan di sana.

"Baik. Sekarang kita telah menjadi sekutu. Mari buat kesepakatan bersama. Mulai sekarang kau adalah pangeran Julian. Kau akan menjalankan peranmu sebagai pangeran Julian untuk batas waktu yang tidak ditentukan."

"Baiklah. Aku adalah Julian Kingsley, putra mahkota dari kerajaan Veridia."

Aku tersenyum simpul. "Karena kau hidup di luar kerajaan, ada beberapa hal yang perlu kau pelajari sebelum masuk ke istana. Seperti aturan dan tata krama kerajaan, ilmu pemerintahan serta mengenal keluarga kerajaan dan para jajaran pejabat."

"Baik," balasnya sambil bersedekap dengan tenang.

"Kau juga harus menyesuaikan kehidupanmu sebagai seorang pangeran. Karena kau akan berperan sebagai saudaramu, maka kau juga harus mengetahui segalanya tentang dia. Termasuk menirukan tulisan dan tanda tangannya, gaya berjalan, gaya duduk, caranya berkomunikasi, serta mengingat apa pun yang menjadi kesukaannya."

"Baik!" ucapnya kembali sambil memiringkan sedikit dagunya.

"Saat ini, orang-orang istana mengira pangeran Julian sedang berada di Amberstone karena sebelumnya memang dia ditugaskan berada di sana selama sebulan. Jadi, kita bisa memanfaatkan waktu sebulan itu untuk mempelajari semuanya, sebelum kau benar-benar masuk ke istana.

"Baik." Kali ini dia mengangguk-angguk.

"Berkuda dan berburu adalah kegiatan favorit pangeran Julian yang hampir tiap Minggu ia lakukan. Apa kau bisa melakukan keduanya?"

"Untuk berburu, kau seharusnya tak meragukan aku karena aku pemimpin kelompok panah. Tapi, untuk berkuda ... aku tidak terlalu mahir."

"Kalau begitu kau harus berlatih keras, karena tak ada yang bisa menandingi kecepatan laju berkuda saudaramu."

Bright mendongak dengan napas kasar yang berembus. "Kenapa banyak sekali yang harus kupelajari dalam waktu sebulan." Ia lalu menoleh ke arahku sambil berkata, "katakan apa lagi yang harus kukuasai? Apa aku harus tahu mengendalikan angin? Air? Api? Huuff!"

"Kurasa cukup. Oh, satu lagi. Pangeran Julian sama sekali tidak memiliki bakat seni apa pun. Jadi, jangan pernah tunjukkan bakat senimu selama berada di lingkungan istana. Itu akan memicu kecurigaan orang-orang."

Dia kembali mengangguk-angguk. "Baiklah."

Aku lalu memperhatikan wajah dan postur tubuhnya dengan detail. "Oh, iya, aku baru sadar, wajahmu terlihat kusam dan kau tampak lebih kurus dari dia."

Dia tertawa kecil lalu berkata, "Apa kau sedang membandingkan orang yang bekerja keras tanpa kenal waktu dengan orang yang sehari-hari hanya duduk berpangku kaki di singgasana?"

"Maka dari itu selama sebulan ini kau harus melakukan perawatan wajah dan banyak makan bergizi untuk menambah bobot tubuhmu. Kau juga harus tidur yang cukup agar lingkaran gelap di bawah matamu memudar."

"Bukankah kau bilang dia seharusnya sedang ditugaskan di Amberstone? Kenapa tidak bilang saja ke mereka kalau di sana aku mengalami sakit hingga terlihat kurusan."

"Tidak bisa. Pangeran Julian selalu tetap terlihat tampan dan sempurna meski dalam kondisi yang tidak sehat."

Dia mengangguk-angguk sambil mencebikkan bibir. "Baiklah."

"Kurang lebih sebulan lagi kita akan menikah, tapi kita tidak akan menjalani kehidupan sebagai suami istri sungguhan, kecuali saat berada di depan banyak orang."

"Sepakat."

"Kita juga tak akan saling mengusik privasi masing-masing, kecuali jika itu menyangkut tentang istana dan pangeran Julian."

"Sepakat. Tapi ... bagaimana jika sebelum pernikahan itu tiba, Julian mendadak sadar?" tanyanya.

"Maka kita tak perlu menikah. Yang pasti kerja sama kita akan berakhir hanya tergantung pada kesadaran pangeran Julian."

"Baik. Aku sepakat!"

"Apa ada hal yang ingin kau masukkan dalam kesepakatan kita?" tanyaku.

"Aku cuma ingin kita saling jujur dan terbuka satu sama lain. Tidak boleh ada rahasia dan tidak perlu ada yang saling ditutupi karena kita punya tujuan yang sama."

Aku tertegun seketika. Namun, sedetik kemudian bibirku mengembangkan senyum diikuti anggukan kecil yang menandakan aku setuju.

Aku tersentak ketika ia menyodorkan jari kelingkingnya ke arahku. "Janji?"

Aku mengerutkan dahi karena tak paham dengan sodoran jari kelingkingnya. "Apa ini?"

Dia tersenyum lembut seraya berkata, "Pinky promise¹. Sebuah ikrar janji."

Dengan pelan dan sedikit ragu, aku ikut menyodorkan jari kelingkingku seperti yang tengah dia lakukan saat ini. Jari kelingkingnya langsung menyambut hingga membuat jemari kami saling bertautan erat.

Masih saling menautkan jari kelingking, aku berkata, "Tenang saja, setelah semua ini berakhir, kau boleh minta apa saja yang kau inginkan padaku. Akan kuusahakan untuk memenuhinya."

Dia tersenyum miring sambil menjawab, "Aku melakukan ini tidak untuk mendapat keuntungan darimu."

.

.

Jejak kaki

Pinky promise atau yang dikenal dengan nama asli yubikiri, tradisi janji kelingking dari jepang yang berasal dari tahun 1608 kemudian menyebar ke seluruh dunia

Like dan komeng

1
sakura🇵🇸
apa kau berharap menghabiskan malam panas dengannya?🤣🤣🤣 dalam mimpiiii😜
sakura🇵🇸
candu sama barbara atau candu sama obat2an yang diberikan?heeemmm sepertinya dua2anya🙄
sakura🇵🇸
telur 4 detik mending kau telen aja mentah2 jadi jamu obat kuat lah😅
ㅤㅤ ၂͠ꫀꫀ
Julian memperlakukan batubara dengan baik, tapi baik menurut Bright ini lain keknya 🤭🤭
sakura🇵🇸
oke Alone...terima kasih infonya,meskipun g terang benderang setidaknya g mentah2 amat lah ya ngadepin si ulet bulu
bisa lah sedikit waspada dan pasang kuda2,tapi jangan mau diajak main kuda2an ya😅🤭
ㅤㅤ ၂͠ꫀꫀ
diiehhh... batubara mode uler Keket 😒😒😒
melia Wijaya
selalu berpikir positif apa terlalu polos???
Цветение вишни
cuman aku yg komen eh kopernya baru
bu anto
gimana ini..ada cameo ga kong?aku takut ter braight.
bu anto
si adik kelihatan lebih tua dr kakaknya
bu anto: mungkin dia jones/Shy/
total 1 replies
Nciet
ternyata flynn tau banget wanita berkualitas yg layak dijadikan pendamping hidup, baru dateng ke istana udah punya rival aja nih si bright
Nciet
nah lo nah lo....ketemu ama si bar bar, jadi deg deg an, mana bright ga tau sama sekali ttg si bar bar ini
nyaks 💜
ehhh apa kamu juga terpesona dgn si batuaki, Bright?? 😂😂
nyaks 💜
kalian tidak bermimpi wahai prajurit 😅😅
nyaks 💜
😍😍😍😍
nyaks 💜
duhhh 😍😍😍
nyaks 💜
🤣🤣🤣🤣
nyaks 💜
waduhh
nyaks 💜
🤣🤣🤣
nyaks 💜
ohh astaga... basah dong kacanya 🤣🤣🤣🤪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!