''hutang anda akan lunas jika putri anda menikah dengan saya, dan juga saya akan memberikan tambahan uang setiap bulannya kepadamu''
''baik saya sangat setuju''
*****
Clarissa adalah gadis yang ramah dan baik hati, ia di besarkan oleh kakek dan neneknya sebab kedua orang tuanya sudah cerai dan memilih hidup masing masing
saat kakek dan nenek Clarissa meninggal ia tinggal bersama dengan ibunya yang minim akhlak
sebab beliau selalu meminjamkan uang kepada orang banyak hal itu juga yang membuat ayah Clarissa menceritakannya sebab harta beliau habis untuk melunasi hutang ibunya
tidak hanya itu ibu Clarissa rela menjualnya untuk melunasi hutangnya yang sangat besar
*****
okeee guys kalau kalian kepo sama kelanjutannya silahkan mampir yahhhh
terimakasih.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitriishn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab. 10
HAPPY READING
pukul 01:20 Alex mendengarkan suara gigi yang saling bertautan dan menghasilkan bunyi yang tidak nyaman dari sampingnya, ia membuka matanya dan melihat Risa yang meringkuk kedinginan
Risa menangis dengan masih tertidur entah apa yang ia mimpikan yang membuatnya sampai sebegitu sedih
Alex memegang kening Risa yang sangat hangat dengan cepat ia membangunkannya, Risa terbangun dan langsung memeluk Alex dan menangis disana
"kenapa ibu jahat mas? Hiks"
"apa yang dia perbuat?" tanya balik Alex dengan suara serak dan amarah yang Ia pendam, ia merasakan sakit saat melihat Risa menangis
"ibu bilang kalau dia mati matian untuk membeli minuman keras, dibandingkan aku yang anaknya sendiri. Rasanya sakit banget hiks dia juga pukul aku pakai botol alkohol... aku cuman takut ibu sakit hiks. kalau aku marah sama ibu aku takut jadi anak durhaka hiks Risa harus bagaimana mas?" tanya Risa sesenggukan dan suaranya yang sudah serak ditengah tengah ceritanya, juga ia ingin mendapatkan solusi dari seseorang yang bisa membuatnya tidak mengingat perkataan ibunya
Alex mengelus pipih Risa yang sudah basa akan air mata "shutt... Jangan menangis seperti itu aku merasakan sakit melihat air matamu, biarkan aku yang memperingati ibu tua mu itu" ucap Alex membuat sudut bibir Risa melengkung tersenyum
"makasih hiks udah hadir di hidup aku, aku senang punya suami baik seperti mas" ucap Risa mempererat pelukannya
Untuk pertama kalinya Alex tersenyum sangat manis dan tulus saat mendengar perkataan Risa "istirahat lah, aku akan memanggilkan dokter untuk mencek keadaan mu" ucap Alex melerai pelukannya dan membantu Risa membenarkan posisinya, ia turun dan mengambil ponselnya dan menelfon Jean yang memang memiliki profesi sebagai dokter
Tut...
Tut...
Tut...
Satu panggilan tak kunjung di angkat ia mematikan layar ponselnya dan mengambil kunci mobil yang terletak di atas meja nakan dengan cepat ia mengedari mobilnya dengan kecepatan tinggi juga karena jalanan yang masih sepi memudahkan ia berkendara bebas
Sesampainya di apartemen milik Jean ia langsung menerobos masuk kedalamnya karena dia mengetahui sandi apartemen itu
Dia kembali berjalan menuju kamar milik Jean, dan bisa di lihat bahwa temannya itu yang sedang tertidur dengan tidak elitnya dengan kaki yang berada di atas bantal dan kepalanya di tepi tempat tidur
"cihh dasar dokter gadungan" ucap Alex menatap malas sahabatnya itu
Alex menampar wajah wajah tampan milik temannya hingga meninggalkan bekas disana, dan hal itu juga mampu membuat Jean terbangun
"anjir sakit bangat" ucapnya sembari mengelus pipihnya yang berdenyut dan juga ia masih di ambang ambang kekantukannya
Ia mulai tersadar dan melihat Alex yang bersedakap dada menatapnya tajam "anjing hantu sialan Lo" kaget Jean meloncat dan melemparkan bantal guling miliknya kepada Alex, dengan cepat Alex menangkisnya
"Lo Alex atau hantu si?" tanya Jean takut melihat Alex
"bacot!! Istri gue lagi sakit Lo harus periksa dia" ujar Alex membuat Jean terkejut
"hah?" ngelangnya
"cepat anjing, mau gue bunuh?"
dengan cepat Jean menyiapkan barang barang yang akan ia perlukan nantinya, rasanya ia masih sangat ngantuk dan capek akibat jadwalnya yang sangat padat, tetapi mau gimana lagi sudah nasibnya memiliki teman seperti Alex
Sebelum pergi ia menyempatkan diri menuju kamar mandi untuk sekedar mencuci wajah dan mulutnya
Setelah selesai keduanya pergi meninggalkan apartemennya menuju rumah Alex
"Lex Lo apain dah si Risa? Kalau bersetubuh jangan sampai segitunya juga kali Lex kasihan dia" Ucap Jean di tengah perjalanan yang sepi Alex melirik Jean dengan lirikan pembunuhan
seolah sedang bahaya ia berdehem untuk menghilangkan rasa takut dan gugupnya, entah apa yang dia takutkan dari sahabatnya itu padahal mereka sama sama kuat dan bisa juga ia membunuh alex dengan mudahnya.
Sesampainya di rumah Alex keduanya segera menuju kamar milik Alex dan Jean memeriksa keadaan Risa, tak lupa ia memasangkan infus di tangan kiri Risa. ia sempat kaget saat kepala Risa di perban, mau bertanya pada Alex yang ada dia malah di kacangi lagi
Ia kembali mencek suhu tubuh Risa yang hasilnya sangat tinggi, setelah semua sudah beres Jean menatap Alex yang sedari tadi memperhatikan setiap tindakan yang di lakukan olehnya
"dia terlalu banyak pikiran ditambah efek lukanya yang membuatnya demam tinggi, juga jika panasnya belum turun besok pagi, maka kita harus segera bawa dia ke rumah sakit"
"kenapa harus ke rumah sakit?" tanya Alex
"dia harus mendapatkan perawatan lebih lanjut, disini tidak ada alat yang bisa membantu gue untuk mengobati Risa"
"ohh, pulang sana" ujar Alex tak tau terimakasih
"masa sih gue pulang Lex? gue tidur di kamar sebelah yah gue lelah anjir" ucap Jean dan dibalas deheman oleh Alex
Jean membereskan semua barangnya dan keluar dari kamar keduanya menuju kamar yang sering ia pakai jika nginap di rumah Alex
kembali lagi pada Alex dia tidak lagi tertidur melainkan menyelesaikan semua tugas kantornya agar ia bisa merawat Risa untuk beberapa hari ini
💮💮💮💮💮
Pagi sudah tiba demam Risa sudah menurun dan hal itu tentunya tidak perlu membuat mereka harus pergi kerumah sakit
Alex mengajak Jean untuk pergi ke suatu tempat dan tentunya ia sudah berpesan pada pelayan di rumahnya untuk menjaga dan memberi makan Risa
ditengah perjalanan Jean merasa kebingungan dan gelisah Alex akan membunuhnya "anjir salah gue dimana dah apa gue mau dibunuh sama Alex? kalau emang gue mau di bunuh fix gue hantuin nih orang, aaa takut juga belum nikah lagi" begitulah perkataan Jean di dalam hatinya
Dugaannya salah besar mereka malah pergi menuju rumah Rossa ibu Risa "kita ngapain kesini?" tanya Jean
"gue punya misi yang seru" jawab Alex dengan senyum yang menyeramkan
mereka langsung masuk karena Alex memiliki kunci cadangan rumah itu, saat pertama masuk rumah tersebut, rumah itu sudah seperti kapal pecah akibat berantakannya, mereka duduk di sofa dan Alex dengan santainya malah memainkan handphone miliknya
Sedangkan Jean malah di buat ngeri menatap rumah itu botol alkohol yang berserakan dan Bahakan pecahan botol kaca yang berlumuran darah dan pada saat itu banyak pertanyaan muncul di benaknya
Ia mencoba untuk rileks seperti Alex yang santai saja
Dua jam hanya duduk disana tiba tiba dari luar ada yang membuka pintu dan tertawa sangat keras, dia adalah Rossa dan teman temannya
Saat ketiganya menuju ruang tamu tempat Alex dan Jean berapa ketiga wanita paruh baya itu terkejut melihat siapa yang duduk di sana
"apa lagi keperluanmu datang kesini? Saya sudah memberikan anak sialan itu padamu" ujar Rossa menatap Alex
"cihh ibu macam apa kau ini? Sangat kasar dan bodoh" ujar Alex mencaci ibu mertuanya itu
"Halah gak usah bangat omong deh kamu, kita sudah tidak punya urusan apa apalagi mending kau pergi dari rumah saya"
"tentu saya punya urusan dengan anda, atas apa yang telah anda perbuat kepada istri saya" ujar Alex membuat Rossa membulatkan matanya terkejut
"jadi bagaimana ibu mertuaku? Sudah siapa menerima hal yang sama?" tanya Alex berdiri mendekati Rossa dan ditangannya sudah ada vas bunga kaca yang berukuran kecil tapi tebal
tanpa mendapatkan pembalasan dari lawan bicaranya Alex memukulkan vas bunga itu ke kepala Rossa hingga pecah, bahkan disana tinggal beberapa kepingan kecil dari vas bunga itu Rossa terduduk lemah ingin pingsan tetapi Alex seperti orang yang sudah habis akal ia tak mengizinkan terjadi dan memecahkan botol wine hanya dengan mengunakan tangannya segera ia menyiramkannya ke kepala Rossa yang dipastikan itu sangat perih bercampur dengan sakit
Mereka yang berada disana menatap ngeri menantu dan mertua itu, salah satu teman Rossa menjauh untuk menelepon seseorang dan kembali lagi setelah selesai
"bagaimana? Sakit bukan?" tanya Alex dibalas anggukan kepala oleh Rossa
"itu yang di rasakan istri ku saat berkunjung kesini, bahkan lebih sakit dari ini"
Alex menatap tangan Rossa yang tidak bisa diam ingin memegang kepalanya dengan cepat ia mencengkram kuat tangan itu dan berucap "pasti tangan kotor mu ini yang sudah melukai gadisku kan?, baik lah akan ku buat sebuah karya yang sangat indah disini"
"ALEXX!!"
💮💮💮💮💮
Cukup sekian terimakasih hehehe maap nanggung
kan sah suami istri... tinggal masukin satu kamar aja😁
selesai perkara
pasti gaya batu bisa🤣
emangnya hari kemerdekaan diperingati 🤣
yg benar "mengingatkan" Thor
be better 👍
Risa dan Cia kembar?
typo bertebaran..
sebaiknya diamati dulu dengan teliti sebelum di upload.. biar agar lambat, tapi hasilnya memuaskan
karena pembaca bisa terlanjur pergi atau memberikan penilaian rating jelek.. mana harus revisi lagi
tapi mati matian
harus paham sampai ke makanan dan minuman..
apa mereka juga harus faham kalau kamu masih suka ngiler saat tidur?🤣🤣🤣
tatapan penuh nanah.. nggak sekalian lalat dan belatung Thor,?🤣🤣🤣
sepertinya zea dalangnya.🤣
typo Thor... menyusul x 😁
kebanyakan "tidak"