Revisi . Kisah seorang Kinanti Rara Abibawa puteri seorang pengusaha sukses , yang hasil diculik dan hidup dalam kesengsasaraan dan kepedihan , di saat usia Kinanti sembilas tahun , kinanti bertemu dengan seorang pria yang membuat keduanya saling jatuh hati tetapi cinta mereka pun terhalsng restu ibunda Brataseno . bagaimanakah cinta mereka untuk selanjutnya ? mari kita simak
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azizah sulaeman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
-
" Mas Gilang , Arini memanggil nama suaminya , yang berada di belakang Brataseno , yang sempat ia khawatirkan , sekarang benar benar akan terjadi melihat gelagat mata suaminya .
" Dengan mendengar nama Gilang ", seketika Brataseno membalikan tubuhnya , dan mata mereka beradu pandang .
" Gilang yang biasanya ciut di hadapan atasanya" sekaligus kawannya , sekarang matanya mulai berani menatap manik tajam Brataseno .
Arini , melihat dua pria yang terlihat mulai memanas ", Arini berlari menerobos lorong yang sempit , dan hampir saja menabrak tubuh Brataseno , yang sedang berhadap hadapan dengan Gilang yang hanya beberapa meter saja jarak dari keduanya .
" Gap , tangan Arini menyentuh tangan Gilang ", di tariknya tangan Gilang dengan secara paksa .
" Mas ayo cepat kita keluar dari sini" ucap Arini dengan tetap setengah menarik , pergelangan tangan Gilang .
" Gilang melihat Arini , seperti mau mengajak menghindari Brataseno , tangannya di kepiskan Gilang dengan kuatnya , hampir saja Arini tertarik terlempar dengan kepisan tangan besar Gilang .
" Maaf Arini aku tahu kamu masih menyimpan perasaan untuknya " , tapi ingat sekarang kamu ini istriku , denga maka itu , kamu harus bisa menekan perasaanmu , mana suamimu , dan mana pria yang sudah membuangmu , ucap Gilang dengan suara lantangnya menghardik Arini .
" Mendengar kata kata Gilang" dan sikapnya pada Arini yang terlihat kasar , Brataseno tidak terima melihat Arini hampir saja terpelanting dengan kepisan tangan .
" Brataseno balik menatap tajam" mata bawahannya sekaligus kawanya .
"Maaf , tuan Seno, ujar Gilang, saya sudah tahu semuanya, dan saya sudah sabar dengan apa yang anda lakukan dan ucapkan untuk istri saya, tapi' tidak dengan hari ini ucap Gilang, saya paham dengan keadaan posisi saya sekarang , mungkin menurut anda saya kurang ajar..belum selesai bicara .
" Bugh...bugh..Brataseno menendang dan memukul muka Gilang"tapi Gilang menghindar dari pukulan tangan kekar Brataseno , justru yang kena pukulan Brataseno wajah Arini lagi .
"Awwww....Arini menjerit dan menutup wajahnya" dengan kedua telapak tangan nya, mendengar jeritan Arini, Sailendra yang hendak menuju ke toilet merasa kaget, dan berlari mencari arah suara.
"Tanpa di duga, bugh bugh braaak,...Brataseno terpental" ke sudut bangunan , Gilang menghantam tubuh Brataseno dengan kaki dan tangan nya,
" Gua harus sabar gimana lagi, lo terus bikin ulah , jangan mentang" lo punya duit dan kekuasaan, ujar Gilang, sambil mencengkram krah baju Brataseno.
"Tanpa di sadari, dengan sekilat mata, Brataseno menendang alat vital Gilang " dan mengudar cengkraman baju nya, Brataseno mengambil posisi lawan dengan membalikkan tubuh nya , dan melempar tubuh lawanya ke ke lantai .
" Maaaas.....dengan bersamaan jeritan Arini ", Sailendra pun datang , dengan kaget nya Salilendra menghampiri tubuh Gilang , yang ambruk di pojok bangunan toilet .
"Sailendra melirik ke arah Brataseno
Ko bisa sih ! kejadian begini ujar Sailendra
" Brataseno tidak menjawab, dengan muka lebam nya" , ia cuma mendengus sambil mengayunkan kaki nya keluar dari lorong toilet .
" Saaaayang wajahmu kenapa ? Tanya Sisilia " dengan keliatan dari mimik muka nya merasa cemas , dimas , kathrine dan Arimbi pun sama mengjawatirkan .
" Bos lo kenapa ? babak belur begini "? Tanya Dimas , Dimas dalam hatinya paham pasti ini karena Arini , kejadian seperti ini dulu sering terjadi .
" Abis deh ganteng nya canda Dimas" dengan sedikit menyipitkan matanya pada Brataseno .
" Diam lo , ucap Brataseno , tuh urus mahluk yang satu itu , lihat saja Gua pecat si sontoloyo itu ucapnya dengan geram , dan tanpa mendengar lagi ocehanan kawanya Brataseno melenggangkan langkahnya masuk ke dalam villa dan langsung menuju kamarnya di lantai 2 , Sisilia melihat Brataseno tampak acuh , mengintilnya dari belakang .
" Brataseno meminta air untuk mengompres" wajahnya pada si mbok .
" Mbok tolong , bawakan air campur es dengan waslapnya dan bawa ke kamarku ucap Brataseno
" Oh ia , baik tuan , ucap si mbok
"Ceklek , pintu kamar dibuka, "Brataseno dan Sisilia pun masuk .
" Brataseno melangkah ke arah tempat tidur dan langsung merebah kan tubuh nya di atas tempat tidur , Sisilia pun mendekat dan duduk di pinggir tempat tidur dan berkata , sayang ganti baju nya, ini kotor ucap Sisilia .
"Sisilia bukan tidak tahu ada kejadian baku hantam di belakang villa, karena pas mendengar ada suara blag blug blug , ia berlari mencari arah suara , tanpa ia sadar melihat dan mendengar kata" Gilang, ia paham, mereka berkelahi karena wanita itu.
"Ada rasa kecewa dan sakit yang menelusuk dalam hati," tapi di ingat ingat lagi , dan ia sadar ia hanya bekerja untuk mengelabui kawan kawanya itu , dan bukankah wanita itu yang di cintai pria , yang sekarang terlentang dan memejamkan mata di depanya .
"To tok tok, tuan ini air kompresan" dan obat luka , ujar si mbok .
"Sisiia tanpa menjawab membuka pintu kamar "dan mengambil wadah air kompresan untuk kekasih bayaranya .
" Oh ia mbok, terima kasih" ucap Sisilia sambil menutup lagi kamar nya .
" Iya non sama sama jawab si mbok .
"Sisilia membawa baskom "kompresan ke arah Brataseno .
"Sisilia mengelap luka lebam di wajah Brataseno dengan hati .
"Diambinya waslap dr dalam baskom" lalu di peras, dan di tempelkan pelan ke seluruh luka yang ada di wajah Brataseno .
dan satu lagi setelah kata itu tanda koma atau titik tidak ada spasi.
baru setelah ada tanda titi atau koma ada spasi untuk kata selanjutnya...
punyaku di Bab 1 sampai 10 masih belum baik peletakkan tanda koma dan titiknya, tapi dari Bab 11 sampai sekarang Alhamdulillah udah ada perbaikan...
Bayu membalas pelukan Brataseno dan kepala kecilnya menelisik ke dada sang ayah.
Satu Minggu setelah Bayu di culik, pencarian dari pihak kepolisian setempat dan keluarga Gilang masih belum.
pengen gue 👊👊 😡😡