NovelToon NovelToon
LIHAT AKU, GUS!

LIHAT AKU, GUS!

Status: tamat
Genre:Obsesi / Diam-Diam Cinta / Beda Usia / Nikahmuda / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: mama reni

Gus Shabir merasa sangat bahagia saat ayah Anin datang dengan ajakan ta'aruf sebab dia dan Anin sudah sama-sama saling menyukai dalam diam. Sebagai tradisi keluarga di mana keluarga mempelai tidak boleh bertemu, Gus Shabir harus menerima saat mempelai wanita yang dimaksud bukanlah Anin, melainkan Hana yang merupakan adik dari ayah Anin.

Anin sendiri tidak bisa berbuat banyak saat ia melihat pria yang dia cintai kini mengucap akad dengan wanita lain. Dia merasa terluka, tetapi berusaha menutupi semuanya dalam diam.

Merasa bahwa Gus Shabir dan Anin berbeda, Hana akhirnya mengetahui bahwa Gus Shabir dan Anin saling mencintai.

Lantas siapakah yang akan mengalah nanti, sedangkan keduanya adalah wanita dengan akhlak dan sikap yang baik?

"Aku ikhlaskan Gus Shabir menjadi suamimu. Akan kuminta kepada Allah agar menutup perasaanku padanya."~ Anin

"Seberapa kuat aku berdoa kepada langit untuk melunakkan hati suamiku ... jika bukan doaku yang menjadi pemenangnya, aku bisa apa, Anin?"~Hana

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Sepuluh

"Kak, aku sudah mengikhlaskan semuanya. Mungkin memang bukan takdirku dan Gus Shabir bersama. Aku saat ini sedang mencoba melupakan semuanya. Ketika kita mencintai seseorang dengan ikhlas, maka merelakan dia pergi juga harus ikhlas," ucap Anin.

Tanpa bisa dicegah, air mata jatuh membasahi pipinya Anin. Syifa mengulurkan tangan dan menghapus air mata adiknya. Dua bulan sudah lamanya, dia berpura-pura tak tahu tentang apa yang terjadi antara adiknya dan Gus Shabir, tapi dia tidak bisa terus-terusan begitu.Akhirnya Syifa beranikan diri datang dan ingin bertanya langsung dengan adiknya itu.

"Alhamdulillah jika begitu, Dik. Kakak harap kamu tidak menyalahkan Hana atau Papi dan Mami. Kakak rasa semuanya juga tak tahu mengenai perasaan kamu dan Shabir ini. Yakinlah, Allah telah menyiapkan seseorang yang lebih baik dari Gus Shabir untukmu. Kamu anak baik, Kakak yakin kamu akan dipertemukan dengan pria yang baik juga."

"Tidak ada yang salah di sini. Baik Aunty Hana, Papi dan Mami.Hanya cinta kami yang salah. Tumbuh di saat tak tepat. Doakan saja aku bisa menjalankan semua dengan ikhlas dan dapat melupakan semua. Pria bukan hanya satu Gus Shabir di muka bumi ini. Masih ada Gus Shabir Gus Shabir yang lainnya," ucap Anin dengan senyuman.

Syifa memeluk adiknya dengan erat. Dia tahu, mungkin tak mudah bagi Anin melupakan Gus Shabir karena itu merupakan pria pertama yang membuat dia jatuh cinta. Namun, sebelum cinta itu bersemi, dia harus melupakan semuanya. Beruntung adiknya memiliki pemikiran yang dewasa.

Setelah cukup lama berbagi cerita, Syifa mengajak adiknya ke hotel tempat dia menginap.

**

Pagi itu di rumahnya, Hana sedang mempersiapkan sarapan untuk sang suami. Mereka tinggal di rumah yang dibuatkan khusus untuk para guru di pondok pesantren. Hana membuatkan sarapan nasi goreng, lengkap dengan telur dadar dan kerupuk udang.

Gus Shabir yang telah selesai berpakaian rapi, langsung duduk di meja makan. Dia menyantap makanan tanpa suara. Hana hanya bisa menarik napas dalam setiap suaminya mengacuhkan kehadiran dirinya.

"Mau sampai kapan kamu begini, Mas?" tanya Hana. Pertanyaannya itu mampu membuat perhatian Gus Shabir yang awalnya tertuju ke nasi goreng teralihkan ke Hana, istrinya.

"Maafkan aku, Hana," ucap Gus Shabir pelan.

"Aku tidak membutuhkan kata maaf darimu, Mas. Sudah kenyang aku mendengar kata maaf darimu. Katakan saja dengan jujur, apakah kamu sebenarnya tidak menginginkan pernikahan ini?" tanya Hana dengan suara penuh penekanan.

Gus Shabir menarik napas dalam. Dia tidak tahu harus bicara apa lagi. Sadar telah menyakiti Hana selama ini.

"Apa sebaiknya kita pisah sama?" tanya Hana.

"Aku tidak tahu, Hana. Aku sadar telah menyakiti kamu. Beri aku waktu lagi, Hana!"

"Sampai kapan? Setahun, dua tahun, tiga tahun?" tanya Hana dengan suara yang sedikit tinggi.

"Setahun. Jika dalam waktu itu aku belum bisa menjalankan kewajiban sebagai seorang suami, kamu boleh pergi," jawab Gus Shabir.

Hana tertawa pelan. Dia tampak menggeleng-gelengkan kepalanya tanda tidak terima dengan ucapan sang suami.

"Jadi jika dalam setahun kamu belum bisa menerima aku, kita pisah? Itu enak bagimu, tidak bagiku. Sekarang aku minta kejujuran kamu, kenapa kamu masih belum bisa menerima aku sebagai istrimu?Kamu pasti tahu Mas, jika suami tidak menjalankan kewajibannya kepada istri, hukum suami tidak memberi nafkah dalam Islam adalah haram dan berdosa," ucap Hana.

"Aku harus bagaimana, Hana? Aku kan telah berusaha. Namun, setiap aku ingin melakukan hubungan, aku merasa berdosa karena melakukan dengan terpaksa. Makanya aku urungkan lagi," balas Gus Shabir.

Kembali terdengar tawa dari mulutnya Hana. Dia masih ingat sebulan yang lalu hampir saja mereka melakukan hubungan badan, tapi batal karena tiba-tiba suaminya mengatakan jika dia masih belum siap. Lucu bukan? Setelah dua bulan pernikahan, masih saja berkata jika belum siap.

"Aku akan mencoba bertahan jika tahu alasan sebenarnya kamu belum mau menyentuhku, bukan hanya bersembunyi di balik kata belum siap! Katakan saja, aku siap mendengarnya," ucap Hana.

"Aku takut menyakiti kamu, Hana," balas Gus Shabir.

"Apa Mas pikir selama ini tidak menyakitiku? Sakit, Mas. Kita menikah, tapi hanya di atas kertas. Kamu tidak pernah mau menyentuhku sama sekali. Jika kamu memang gentle, katakan alasan sejujurnya. Jika aku tidak bisa menerima, aku mohon lepaskan aku dan pulangkan pada abangku," ucap Hana dengan sedikit emosi.

Gus Shabir menarik napas dalam. Selama 3 bulan pernikahan, mereka seperti pasangan lain, selalu bersama. Hanya saja di dalam kamar, mereka tidak pernah tidur seranjang. Tidur terpisah.

"Aku mencintai wanita lain," jawab Gus Shabir akhirnya.

Hana merasa dunianya hancur. Tubuhnya lemah dan dada terasa sesak mendengar jawaban sang suami.

Selama ini dia terlalu berharap pada Gus Shabir. Dia pikir memang selama ini pria itu belum menerimanya karena pernikahan mereka yang berlangsung cepat, perlu pengenalan lebih lanjut. Ternyata karena suaminya mencintai wanita lain.

"Apakah itu Anin?" tanya Hana. Dia telah curiga sejak hari pernikahan, suaminya begitu kuatir mendengar Anin sakit. Tapi dia mencoba menepis perasaan curiga dan cemburu itu.

...----------------...

Selamat Pagi. Sambil menunggu novel ini update bisa mampir ke novel anak online mama di bawah ini.

1
Rezeki
perempuan itu makhluk aneh sabir..
18tahun hidup bersama,tiap malam aku naiki🤣,10x sehari bilang cinta,, tapi tiap hari pula dia tanya " mas sang aku gak sih"😭..telat jawab 3detik,itu muncungnya bisa kita ikat🤣
Nur Faidah
ini kan judulnya lihat aku gus
seharusnya kan ini ceritanya hana karena dia istrinya gus itu lah ini kok lebih condong ke Anin ya?
🌟 Dauzz🇲🇨
benci cerita seperti ini
Mama Reni: 😭😭😭😭😭
total 1 replies
🌟 Dauzz🇲🇨
Hana kau egois sekali
🌟 Dauzz🇲🇨
awal baca saja sudah nyesek
Elly R.Rasya
🤣🤣🤣...
Elly R.Rasya
jadi muak ke hana....isssh
Reni Fitria Mai
Kalau memang cinta Hana dan anaknya dia akan berjuang mendapatkan hati Hana bukan menerima pinangan orang' lain, mantap Hana pertahan kan harga diri mu
Reni Fitria Mai
Mertua laknat 😡😡😡
Reni Fitria Mai
Jujur aku senang kalau Anin yg jadi sama Gus sabir
74 Jameela
hana jd sprti terObsesi dg gus shabir bkn murni cinta sayang tp nafsu obsesi memiliki suami yg tampan..seorang putra kyai🙏
antha mom
keren 👍
Arya Al-Qomari@AJK
menilik dari latar belakang Hana yg "anak pelakor" n kerap diabaikan oleh keluarga baik pihak Gibran maupun Aisha, menurutku sikap n sifat Hana ke Shabir itu semata² agar Shabir dapat jadi tempat (berlindung, tempat mendapatkan keluarga seutuhnya) tanpa dipandang sebelah mata tp yg didapat malah begitu.
Arya Al-Qomari@AJK
coba saja emaknya Shabir ada diposisi Hana.
Arya Al-Qomari@AJK
kasihan Hana diusia dibawah 23 tahun rahimnya sudah diangkat, apalagi si Shabir berpotensi nikah lagi soalnya masih lirik² anin
Arya Al-Qomari@AJK
wah semoga ibu mertua Anin tidak menjadi biang kerok huru hara
Arya Al-Qomari@AJK
nah kan si Shabir masih saja oleng otaknya
Arya Al-Qomari@AJK
Shabir munafik sekali anda
Arya Al-Qomari@AJK
nah terbukti kan, baru lihat saja (setelah lama tk berjumpa) mata Shabir langsung berbinar sampai gk peduli ada istri disampingnya
Arya Al-Qomari@AJK
kenapa gk nyalahin Shabir? tapi malah pada fokus pada tindakan Hana yg menyuruh Anin menjauh. betul kata Hana. seandainya keluarga pihak Gibran n Aisha tau klo Shabir & Anin saling mencintai pasti yg akan disalahkan Hana kemudian sumpah serapah n caci maki akan terlontar, dan hinaan yg paling menyakitkan adalah Hana disamakan dg ibunya yg "pelakor" yaitu merebut Shabir dari Anin.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!