NovelToon NovelToon
COMPLICATED

COMPLICATED

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahkontrak / Nikahmuda / Cintamanis / Tamat
Popularitas:254.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Elza Veronika

Season 1 :
"Jika laki-laki yang menghamili mu adalah seorang Dokter, apakah papamu masih akan melakukan itu?"

Aurel tersentak, ia menatap Dokter itu dengan seksama.

"Apa maksud Dokter?"

"Aku akan menikahimu!"

Cerita ini menceritakan tentang perjuangan seorang dokter yang mati-matian menengang teguh sumpah jabatannya, hingga kemudian ia merelakan hidupnya, kepentingannya, perasaannya.

Lalu apakah akan selesai di sini? Masalah kembali datang ketika pria yang menghamili gadis itu muncul, dan tentang siapa sebenarnya pria itu dan apa hubungannya dengan Jessen, membuat hidup Jessen menjadi sangat rumit.

Season 2 :
Kehidupan baru David - Alea dimulai. Kehilangan bertubi-tubi yang dialami David membuatnya hancur dan rapuh.
Yang ia miliki sekarang hanyalah janin yang ada dalam kandungan Alea. Ia tidak ingin kehilangan lagi.
Bagaimana kehidupan mereka?
Siapa Ayah David?
Bagaimana dengan Jessen - Aurel?
Simak terus di COMPLICATED (David - Alea Story) ya ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elza Veronika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Poin Perjanjian

"Jadi ini poin-poin yang harus kita sepakati." Jessen menyodorkan kertas itu dihadapan Aurel, gadis itu tengah mengunyah nasi gorengnya, ia kemudian meraih kertas itu.

Perjanjian Pra Nikah Jessen - Aurelia

Pasal 1

(1) Pernikahan ini hanyalah untuk menyelamatkan kepentingan masing-masing.

(2) Dalam pernikahan ini tidak wajib melaksanakan kewajiban-kewajiban dasar suami istri.

(3) Kewajiban dasar yang wajib dipenuhi hanyalah nafkah lahir istri dan keperluan anak sampai pernikahan ini tiba masanya selesai.

Pasal 2

(1) Setelah menikah, status suami-istri hanyalah sementara, sampai kemudian pernikahan selesai masanya.

(2) Tidak diperkenankan menjalin hubungan asmara dengan lawan jenis khusus untuk istri selama pernikahan berlangsung.

(3) Semua pernikahan ini selesai masanya ketika janin dalam perut istri lahir, atau waktu yang telah disepakati bersama.

Pasal 3

(1) Setelah menikah, istri wajib ikut suami, dan wajib menuruti semua peraturan yang pihak suami buat.

(2) Wajib dan harus menampilkan kesan dan kondisi pernikahan yang sebenarnya dihadapan orangtua masing-masing hingga sampai pada waktu yang telah di tentukan.

(3) Suami tidak diperkenankan menyentuh istrinya meskipun status sudah sah suami istri.

Aurel membaca poin-poin itu, jujur ia masih cukup bingung, kenapa jadi macam UUD 1945 begini sih?

"Ada yang mau ditanyakan?" Jessen membaca raut wajah Aurel yang tampak kebingungan itu.

"Bisa dijelaskan secara detail per poin-nya, Ko?" Aurel menatap Jessen, berharap kebingungannya segera terjawab.

"Oke, aku jelaskan pelan-pelan." Jessen meletakkan sendoknya, lalu dengan serius ia mulai menjelaskan satu persatu poin perjanjian yang ia buat.

"Pasal satu ayat satu, pernikahan kita hanyalah untuk kepentingan kita bersama-sama. Untuk menyelamatkan karierku, untuk membuat kamu tetap bisa kuliah, dan untuk tetap membiarkan janin itu tetap hidup. Paham?"

Aurelia mengangguk pelan, tentu ia paham kalau yang ini, bukankah dulu sudah Jessen jelaskan?

"Pasal satu ayat 2 dan ayat 3 dalam pernikahan kita kelak, tidak wajib melaksanakan kewajiban suami istri, karena kita menikah hanya untuk tujuan tertentu. Jadi kamu nggak harus melayani aku, dalam artian melayani batin, begitu pula sebaliknya. Tapi untuk biaya hidupmu, dan keperluan janin mu jangan khawatir aku akan menanggungnya."

Aurelia kembali mengangguk, parasnya sedikit memerah. Jadi dokter itu tidak akan menyentuhnya selama menikah? Ahh ... kenapa ia jadi kecewa?

"Pasal dua ayat satu status kita memang otomatis akan jadi suami istri setelah pemberkatan dilakukan, tapi itu hanya sementara sampai tiba waktunya kita selesaikan sandiwara ini. Ayat duanya adalah selama menikah aku tidak mengizinkan kamu dekat atau punya pacar, paham?"

"Kenapa?" tanya Aurel penasaran, itu hanya untuk istri, berarti kalau Jessen ia bebas semisal mau punya pacar? Tidak adil!

"Jelas tidak boleh! Kamu sedang hamil. Masa iya kamu masih mau cari pacar?" Jessen menatap dalam manik itu.

"Kalau Koko berarti bebas misal mau punya pacar lagi" Aurel masih tidak terima, kenapa hanya dia yang tidak diizinkan untuk punya pacar?

"Memang masih ada yang mau sama aku kalau statusku sudah jadi suamimu?"

"Aku yakin masih, Koko seorang dokter, tampan pula." tampak wajah itu tidak suka. Jessen bisa melihatnya.

"Buang asumsi mu itu, kalau benar begitu kenapa sampai sekarang aku masih jomblo dan malah ingin menikahi mu?" Jessen tertawa, andai semudah itu untuknya dapat pacar.

"Alasan Koko menikahi aku kan sudah jelas, kalau masalah jomblo, mungkin Koko yang terlalu sibuk kali jadi mengabaikan gadis-gadis yang naksir sama Koko."

"Begitu ya? Kalau sebelum menikahi mu saja aku sudah cukup sibuk sampai mengabaikan mereka, apalagi nanti setelah aku makin sibuk dengan semua pernikahan ini?" Jessen tersenyum simpul, kenapa dengan gadis itu?

"Okelah, lewat. Lanjut pasal berikutnya."

"Pasal dua ayat tiga pernikahan ini hanya sampai bayi kamu lahir, atau waktu yang kemudian kita sepakati bersama."

Aurel kembali mengangguk, ia menatap lekat-lekat pasal demi pasal yang tertuang dalam kertas itu.

"Pasal tiga ayat satu setelah menikah kamu wajib ikut aku, tinggal di rumahku. Apapun itu kamu harus ikut aku, selama statusmu jadi istriku." Jessen masih cukup serius. "Ayat dua, selama menikah kita wajib menampilkan kesan bahwa pernikahan kita ini pernikahan betulan di depan orangtua kita. Jadi jangan kaget kalau tiba-tiba aku peluk bahkan aku cium ketika di depan mereka. Dan bermanja-manja lah padaku di depan mereka."

Aurel kembali mengangguk sambil sesekali menatap wajah yang sedang menatapnya dengan serius itu.

"Pasal tiga ayat tiga aku tidak diperkenankan menyentuh mu, memaksakan berhubungan badan dengan mu meskipun status kita sah suami istri. Paham?" Jessen mengakhiri semua penjelasannya.

"Sangat paham, Ko." Aurel tersenyum, lalu meraih pulpen dan mulai menandatangani selembar kertas itu.

Jessen menatap gadis itu, kemudian ketika kertas itu dihantarkan kepadanya, ia gantian membubuhkan tandatangan nya di atas materai yang tertulis namanya itu.

Sungguh, ia sebenarnya tidak ingin mempermainkan lembaga pernikahan seperti ini, namun apa boleh buat ... inilah cara terbaik menyelesaikan semua permasalahan ini.

"Ko, boleh tanya satu hal?"

Jessen mengangkat wajahnya, menatap sosok yang duduk di depannya itu.

"Apa? Silahkan bertanya."

"Seumpamanya salah satu diantara kita kemudian melanggar poin dalam perjanjian ini bagaimana?"

"Kita bahas nanti, yang penting ini adalah poin yang harus kita sepakati dan ingat-ingat terus."

Aurel kembali mengangguk, entah sudah yang ke berapa. Jessen memasukkan lembaran kertas itu dalam map, lalu ia melipatnya dan memasukkannya kedalam weistbag yang selalu ia bawa kemana-mana itu.

Jessen tersentak ketika kemudian tangan Aurel meraih dan menggenggam erat tangannya. Gadis itu tersenyum, dan Jessen benar-benar suka dengan senyuman itu.

"Dokter ... terimakasih atas semua yang telah Dokter lakukan untuk saya. Harus dengan apa saya membalasnya?" mata gadis itu tampak berkaca-kaca, membuat hati Jessen makin tidak karuan.

"Untuk saat ini balaslah dengan menjaga baik-baik kandungan mu. Ingat bagaimana perjuangan ku agar kandungan mu itu tetap baik-baik saja." entah keberanian dari mana, Jessen membalas genggaman tangan itu. Ia menggenggam erat tangan mulus gadis cantik itu. Lalu tersenyum dengan manis.

Gadis itu menitikkan air mata, ia tersenyum kemudian melepaskan tangannya untuk menghapus air matanya. Jessen tersenyum, kenapa harus ada laki-laki yang begitu kejam dan tega kepadanya? Hanya datang merusak dan menikmati kemolekan tubuh itu, kemudian meninggalkan nya dengan benih yang sudah terlanjur hidup dan tumbuh dalam rahim yang seharusnya belum saatnya menjadi tempat tumbuh kembang janin itu.

"Kita pulang sekarang ya! Kamu harus banyak istirahat." Jessen bangkit dari duduknya, mengulurkan tangannya untuk membantu gadis itu berdiri.

Aurel tersenyum, ia meraih tangan itu lalu bangkit dengan perlahan. Jessen belum mau melepaskan tangannya, meksipun Aurel kini sudah melangkah di sampingnya. Rasanya begitu nyaman seperti ini, dan dia suka. Sangat suka!

1
senjasabdaalam
kak ga lanjut kah?? padahal bagus banget.
Esti Afitri88
jalan ceritanya manis banget . suka
Esti Afitri88
kok ikut kuatir aq
senjasabdaalam
kak lanjut dong yang ini
senjasabdaalam
kapa lanjut kak?
Yus Nani
malas bangat segala muncul Mak lampir pelakor oh pelakor kegatelan garuk gih
Yena Kim
kak kapan up lagi:)
Yena Kim
apa dari bapaknya yang gonta ganti pasangan
Yena Kim
dari sini aku mumet.kasihan alea tapi kalo david tanggung jawab malah lebih kasihan lagi
Yena Kim
emang dokter sih coba orang jawa tulen trus awam juga pasti percaya begituan.:)
Yena Kim
pliss ini candu banget ceritanya:)
Yena Kim
resortnya bagus.bismillah bisa kesana sama suami
Yena Kim
aku ikut terharu
Wiwin
ceritanya keren... sayangnya judul di ujung senja pindah ke GN, kalau mau dapat ebook nya, apakah bisa? berapa mahar ny?
Fitha Millu
bawang beraps kilo sih Thor..... Charles 😭😭😭😭😭😭
Fitha Millu
isi ceritanya sesuai judul....complicated
Fitha Millu
jangan2 Daddynya David itu papanya Jessen ya thoy
Ama Lorina Raju
so sweet
Ama Lorina Raju
siapa yg fak luluh tor kalo sdh seranjang 😂😂😂
Ama Lorina Raju
👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!