Kiran adalah wanita yang mempunyai wajah jelek, bahkan semua orang menyebutnya dengan sebutan wanita si buruk rupa. Kiran dijodohkan oleh orangtuanya dengan seorang pengusaha tampan bernama Viki.
Viki terpaksa menikahi Kiran untuk menyelamatkan perusahaan orangtuanya yang hampir bangkrut.
Kehidupan Kiran sangatlah menderita, hingga suatu saat Kiran memergoki Viki sedang selingkuh dengan wanita lain. Kiran memutuskan untuk bercerai dengan Viki, dan bertekad ingin membalaskan dendamnya kepada orang-orang yang sudah membuatnya menderita.
Akankah Kiran berhasil membalaskan dendamnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 10 DESI
Hari itu juga Kiran langsung casting untuk model sebuah iklan, awalnya Kiran sangat gugup dan tidak percaya diri tapi setelah beberapa kali diarahkan, ternyata Kiran bisa dan berhasil menuntaskan shooting hari itu.
"Ternyata kamu cukup berbakat," puji Raj.
"Ah kamu bisa saja, aku sama sekali tidak punya bakat dalam hal seperti ini. Dan ini semua gara-gara kamu," kesal Kiran.
"Katanya kamu ingin balas dendam, dan hal utama yang harus kamu lakukan adalah menyingkirkan semut dulu baru setelah itu kamu bisa singkirkan singa," sahut Raj.
"Benar juga, aku harus menjadi artis yang jauh lebih hebat daripada Ishika."
"Nah, gitu dong aku suka dengan Kiran yang penuh semangat seperti ini."
Sementara itu di Indonesia, keluarga Viki saat ini sedang menikmati semua kekayaan milik Pak Rahul dan Kiran bahkan Viki sudah mengambil alih perusahaan milik Pak Rahul karena menurut berita, polisi sudah menghentikan pencarian dan jasad Pak Rahul beserta sopirnya sama sekali tidak bisa ditemukan.
Aneh memang, tapi kenyataannya seperti itu dan polisi hanya bisa memprediksi kalau jasad sopir dan Pak Rahul telah terbawa hanyut dan membusuk di dalam air.
Saat ini Viki sedang mempelajari berkas-berkas mengenai perusahaan milik Pak Rahul.
"Gila, bahkan pemasukan keuangan perusahaan ini sangat fantastis tidak aneh jika Pak Rahul menjadi pengusaha terkaya saat ini," gumam Viki tidak percaya.
Tiba-tiba ponsel Viki berbunyi dan tertera nama Mamanya di sana.
📞"Halo Ma, ada apa?" tanya Viki.
📞"Sayang, saat ini Mama sedang di toko perhiasan bersama teman-teman Mama, dan Mama ingin membeli sebuah kalung berlian jadi bisa tidak, kamu transfer uang sekarang juga."
Viki menghela napasnya, dia sudah bosan karena Mamanya lagi-lagi membeli sesuatu tanpa didiskusikan terlebih dahulu.
📞"Berapa, Ma?"
📞"150 juta."
📞"Apa? Ma, Viki tidak punya uang sebesar itu saat ini."
📞"Sayang, sekarang kan kamu sudah menjadi bos di perusahaan Pak Rahul, kamu bisa kan ambil uang perusahaan. Lagipula kalau cuma ambil segitu gak bakalan ada yang tahu karena itu kan perusahaan yang sangat besar."
📞"Astaga Mama, gampang sekali Mama bicara seperti itu," kesal Viki.
📞"Ya sudah kalau begitu, kalau kamu tidak mau memberi Mama uang, Mama tidak akan makan biarkan Mama sakit, kamu senang kan kalau Mamamu ini mati," geram Mama Sasmita.
📞"Ya ampun Mama, kenapa Mama bicara seperti itu? ya sudah, Mama tunggu sebentar Viki akan segera mentransfer uangnya."
📞"Nah, gitu dong. Terima kasih putera kesayangan Mama, jangan lama-lama ya, Mama tunggu."
Mama Sasmita pun langsung memutuskan sambungan teleponnya, sedangkan Viki tampak memijat keningnya yang tiba-tiba terasa berdenyut itu.
Akhirnya Viki pun mentransfer uang kepada Mamanya menggunakan uang perusahaan, karena Viki tidak mau kalau Mamanya kenapa-napa.
***
Malam pun tiba...
Malam ini Viki sudah tampil sangat tampan karena akan makan malam romantis bersama kekasihnya Ishika. Viki saat ini sudah berada di depan rumah Ishika dan beberapa saat kemudian Ishika pun keluar dari dalam rumahnya dengan penampilan yang sangat seksi.
Ishika memang terkenal sebagai artis kontroversial, banyak gosip mengenai dia yang sebagai wanita simpanan para pengusaha tapi satu pun tidak pernah terbukti karena Ishika sangat pintar.
"Wow, kamu cantik banget malam ini sayang."
"Iya dong, siapa dulu kan calon istrinya Viki Nadeem."
Viki membukakan pintu mobil untuk Ishika, setelah Ishika masuk, dia pun dengan cepat masuk ke dalam mobil dan segera melajukannya ke sebuah restoran mewah di kota itu.
Viki memilih privat room karena takut ketahuan kalau dia jalan dengan wanita lain, sementara dirinya belum bercerai dengan Kiran.
Suasana makan malam itu sangatlah romantis membuat Ishika merasa sangat bahagia.
"Sayang, kapan kamu mau menikahiku?" seru Ishika dengan manjanya.
"Sabar sayang, semua orang tahu kalau aku ini suaminya Kiran jadi kalau aku tiba-tiba menikahimu bisa jadi gosip besar nanti. Tunggu beberapa bulan lagi, aku sedang mencari alasan untuk memberitahukan pada semuanya kalau Kiran sudah mati."
"Kamu tinggal umumkan saja, apa susahnya? lagipula si wanita buruk rupa itu sudah menghilang entah ke mana."
"Tidak bisa begitu dong sayang, kalau aku langsung umumkan Kiran mati tanpa ada bukti, bisa-bisa aku di cap orang yang hanya ingin hartanya saja dan aku gak mau reputasiku sebagai pengusaha hancur begitu saja."
Ishika tampak cemberut dan kesal kepada Viki, Viki pun segera merogoh kantong jasnya dan memberikan Ishika sebuah cincin berlian membuat Ishika kembali menyunggingkan senyumannya.
"Wow, cincinnya bagus banget."
"Aku spesial belikan untukmu, jadi kamu jangan marah lagi ya."
Ishika bangkit dari duduknya dan segera memeluk Viki.
"Terima kasih sayang, kalau begitu aku akan sabar menunggumu tapi aku harap jangan terlalu lama karena kamu juga kan tahu, kalau banyak pengusaha di luar sana yang menginginkanku kalau kamu lama, aku akan menerima lamaran dari pengusaha lain."
Viki langsung melepaskan pelukannya dan menatap tajam ke arah Ishika.
"Awas saja kalau kamu berani menerima lamaran pria lain, aku tidak akan membiarkan pria itu hidup," Acan Viki.
"Astaga, makanya jangan lama-lama."
"Iya, aku usahakan."
Ishika kembali memeluk Viki, mereka tidak tahu kalau di ruangan itu ada sebuah cctv yang sudah dipasang.
***
Keesokan harinya...
Kiran yang sudah mandi kemudian melihat ponselnya, ternyata tadi malam Raj mengirimnya sebuah video tapi Kiran tidak sempat membukanya karena Kiran sudah tidur.
"Video apaan ini?" gumam Kiran.
Kiran pun langsung membukanya, Kiran tampak membelalakkan matanya saat melihat apa isi dalam video itu.
Kedua tangan Kiran mengepal bahkan rahangnya pun sudah mengeras. "Brengsek kamu Mas Viki, jadi kamu mau buat berita seolah-olah aku sudah mati supaya kamu bisa menikahi wanita itu. Lihat saja, kamu dan keluarga kamu akan membayar semua ini," geram Kiran.
Raj bukan orang sembarangan, dia orang yang genius. Raj memang menyebar orang kepercayaannya untuk mengawasi gerak-gerik Viki dan keluarganya.
Dengan perasaan geram, Kiran pun segera memakai bajunya dan dengan cepat menyambar tas selempang dan ponselnya karena Raj sudah menunggu di bawah.
Kiran langsung masuk ke dalam mobil Raj dengan wajah yang merah padam.
"Apa kamu sudah melihat video yang aku kirim?" tanya Raj.
"Sudah."
"Terus bagaimana, apa kamu masih menolak untuk menjadi seorang artis?" seru Raj santai.
"Tidak Raj, mulai sekarang tekadku sudah bulat, aku ingin menjadi artis hebat dan terkenal, aku ingin cepat-cepat melihat bagaimana reaksi Ishika dan Mas Viki. Pokoknya aku ingin mereka hancur semuanya," geram Kiran.
"Bagus, begitu dong kamu harus semangat."
Raj mulai melajukan mobilnya, pagi ini Kiran akan melakukan tanda tangan kontrak bersama seorang produser.