Apakah yang harus Risya lakukan ketika dia mengetahui suaminya telah bertunangan dengan wanita yang di jodohkan oleh kedua orang tua sang suami? Sementara dirinya sedang mengandung benih alvin, atasannya di kantor sekaligus lelaki yang dia nikahi atas fitnah sang ayah tiri yang hampir saja merenggut kehormatannya pada saat Ibunya meninggal di desa kelahirannya.
Pada saat Risya memutuskan untuk meninggalkan suaminya, demia bakti sang suami pada kedua orang tuanya. Ternyata Risya mengetahui kalau tunangan suaminya itu bekerja sama dengan musuh suaminya untuk menghancurkan hidup suaminya.
Dilema cinta di hadapi oleh Risya saat itu. Apakah dia akan mengalah ataukah memperjuangkan kebahagiaannya sendiri bersama anak dan suami yang telah membuat dirinya kembali merasakan cinta setelah patah hati gara-gara Abid, sang mantan kekasih di masa lalu.
Yuk baca selengkapnya dan jangan lupa favorit, like, vote, gift nya ya, thanks you. Love sekebon tetangga buat kalian semua para reader tercinta
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur hapidoh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
Risya saat ini sedang berhadapan dengan istri imam masjid yang pernah menjadi guru mengajinya ketika dia masih kecil.
" Ada apa Bu? Kenapa tiba-tiba ingin berbicara dengan saya?" tanya Risya yang tadi sudah bersiap-siap untuk kembali ke hotel bersama dengan Alvin.
Rencananya hari ini Risya dan Alvin akan meninggalkan Desa karena mereka sudah 7 hari berada di desa itu.
Walaupun mereka berdua sudah menikah di depan penghulu. Akan tetapi mereka masih bersikap layaknya sekretaris dan juga atasan. Bahkan mereka masih tidur terpisah di kamar hotel yang mereka pesan selama tinggal di desa itu. Alvin dan Risyaa belum bisa sepenuhnya menerima pernikahan mereka yang mendadak.
" Risya tinggallah di sini sampai 40 hari meninggalnya ibumu. Kasihan ayah tiri kamu kalau harus menghadapi ini semua sendirian. Bukankah kamu juga harus mengurus tentang peninggalan ibumu?" tanya ibu Saropah yang sedang berbicara dengan Risya sambil menggenggam telapak tangan gadis itu dengan lembut.
Risya terdiam sejenak mendengar apa yang dikatakan oleh ibu Sarofah yang selama ini dia hormati sebagai guru mengajinya.
Hati Risya saat ini benar-benar tidak tenang karena dia takut kepada ayah tirinya yang jahat dan selalu berusaha untuk memperkosa dirinya setiap ada kesempatan.
Sementara Risya tahu kalau Alvin harus segera kembali ke Jakarta. Karena banyak sekali pekerjaan Alvin yang tertinggal gegara Alvin yang memilih untuk menemani dirinya di desa selama seminggu ini.
" Maafkan saya bu. Tapi, kelihatannya saya tidak bisa berada di sini sampai 40 hari. Nanti pada acara 40 harian ibu saya. Saya akan datang kembali ke mari bersama dengan suami saya untuk mempersiapkan semua acaranya. Tapi untuk saat ini saya benar-benar harus segera kembali ke Jakarta karena pekerjaan suami saya di sana banyak sekali yang tertunda. Maafkan saya Bu!" Risya menundukkan kepalanya dan berusaha untuk tidak meneteskan air mata di hadapan ibu Sarofah yang selama ini selalu baik padanya.
Bu Sarofah terlihat menarik nafasnya dengan berat. " Baiklah kalau itu memang sudah keputusanmu. Nanti biar ibu yang akan menjelaskan kepada ayah tirimu untuk melepaskan kepergianmu kali ini bersama suami kamu." Risya terkejut mendengar ucapan Bu Sarofah tadi.
" Apa Bu? Jadi orang yang meminta kepada ibu untuk menahan Saya tinggal di sini selama 40 hari adalah ayah tiri saya?" tanya Risya yang benar-benar merasa kaget.
' Sudah kuduga kalau semua ini adalah akal-akalan laki-laki Brengsek itu. Rupanya dia belum puas sudah menghancurkan masa depanku dengan memaksaku untuk menikahi Tuan Alvin. Aku harus segera pergi dari rumah ini. Kalau tidak, dia akan semakin mencengkeramkan kuku-kuku beracunnya ke dalam hidupku. Aku tidak sudi harus bernafas di satu ruangan dengan makhluk menjijikan itu!' Risya menatap sinis kepada Rahmat yang saat ini sedang memperhatikan mereka berdua di ruang keluarga.
" Benar tadi saat ada tahlilan, Bapak tirimu meminta tolong kepada ibu untuk minta kanu agar menatap di sini setidaknya sampai 40 hari meninggalnya ibumu. Pak Rahmat bilang dia tidak sanggup untuk menghadapi semua derita ini sendirian sehingga dia memintamu untuk menemaninya menghadapi musibah ini." Risya rasanya muak sekali mendengarkan semua yang dikatakan oleh Bu Saropah yang merupakan perpanjangan mulut dari Rahmat.
" Tidak Bu!! Dia melakukan itu bukan karena dia menderita dengan kematian ibuku. Akan tetapi karena dia memiliki niat jahat di hatinya terhadapku. Gara-gara dia aku dipaksa menikah dengan atasanku yang dia fitnah telah berbuat mesum bersamaku. Padahal pada malan itu, dialah yang sudah berusaha memperkosaku. Untunglah pada malam itu Tuan Alvin menolongku dan menyelamatkan kehormatanku. Tapi makhluk itu makhluk licin itu memutarkan semua fakta dan mengatakan kepada warga bahwa kami sedang berbuat mesum." Risya menceritakan semua Kejadian yang sesungguhnya pada malam itu kepada ibu sarofah.
Ibu Sarofah terlihat terkejut mendengar semua perkataan dari Risya tentang keburukan Ayah tirinya.
" Jadi kabar burung yang beredar di warga desa itu semua tidak benar? Bahwa kalian tidak berzinah. Tetapi kalian telah dijebak oleh Rahmat? Hanya untuk menutupi kebusukan dirinya sendiri yang sudah berusaha untuk memperkosamu?" tanya Bu Sarofah terlihat begitu geram mendengar semua kenyataan dari mulut Risya.
Bu Sarofah sangat mengenal Risa yang merupakan sosok yang jujur dan bisa dipercaya. Bu Sarofah saat ini sedang menatap kepada Rahmat dengan penuh kekesalan dan juga kecewa sekali.
" Ya sudah Risya pulanglah kau bersama dengan suamimu ke kota. Biarkan nanti ibu yang akan berbicara dengan rahmat. Ibu juga pelan-pelan akan menjelaskan kepada warga bahwa berita yang beredar Itu adalah sebuah kebohongan yang sudah diciptakan oleh Rahmat untuk menyelamatkan kebusukan dirinya sendiri agar namamu kembali bersih di desa ini!" Risya sampai terharu mendengar semua yang dikatakan oleh Bu Sarofah yang mendukungnya dan tidak mengadilinya seperti orang lain ketika bertemu dengannya.
Risya memeluk guru mengajinya dengan erat sambil menangis terisak di dalam pelukan beliau. Alvin yang saat ini sedang memperhatikan mereka berdua terlihat prihatin kepada Risya yang selalu menangis sejak dia datang ke desa itu.
Padahal Sejak pertama dirinya mengenal Risya, Risya adalah gadis yang sangat periang dan juga selalu berpikir positif dengan segala sesuatu. Akan tetapi Alvin melihat Risya selalu menangis sejak datang ke kampung halamannya.
' Aku berjanji Risya aku akan selalu berusaha untuk membahagiakanmu dan tidak akan kubiarkan orang menyakiti hatimu lagi.' Batin Alvin sambil terus menatap Risya yang sedang menangis dengan pilu.
Malam sudah semakin larut. Alvin pun kemudian mendekati Risya karena mereka harus segera kembali ke Jakarta agar besok pagi-pagi mereka sudah sampai di Jakarta dan bisa masuk ke kantor.
Rahmat terlihat begitu geram melihat Alvin yang mendekati Risya. Anak gadis dari almarhum istrinya yang selalu membuat dia tidak bisa tidur setiap malam. Rahmat sejak dulu selalu menyukai Risya dan selalu berusaha untuk mendapatkan gadis itu untuk memenuhi nafsu birahinya yang seperti hewan. Karena mengidamkan anak tirinya sendiri yang sudah selayaknya anak sendiri.
" Sayang. Ayo kita kembali ke hotel dan bersiap-siap untuk kembali ke Jakarta!" Alvin sengaja bersikap mesra kepada Risya di hadapan semua orang.
Hal itu Alvin lakukan agar membuat Risya tidak dipandang rendah oleh mereka yang sudah menganggap Risya telah berbuat sesuatu yang tidak baik di kampung halaman ibunya bersama dirinya.
Semua itu adalah gara-gara fitnah yang sudah dilontarkan oleh Rahmat ke atas diri mereka berdua. Sekarang nama Risya telah tercoreng di desanya sendiri gegara Rahmat yang sangat jahat kepada Risya.