NovelToon NovelToon
Pembantuku Konglomerat

Pembantuku Konglomerat

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:104.4k
Nilai: 5
Nama Author: Erna Surliandari

Tak ingin dijodohkan oleh pria yang tak pernah ia cinta untuk kesekian kalinya, Sora memilih pergi dari rumah, dan meninggalkan semua fasilitas yang di berikan sang Papi untuknya.

Ia akhirnya menyamar sebagai Pembantu di rumah seorang saudagar kaya. Bernama Pak Hartono, beliau mempunyai Dua orang anak dengan jarak usia yang begitu jauh. Lalu tugas Sora beralih menjadi Baby sitter karena melihat sang Balita begitu akrab dengannya.

Disanalah Ia mulai bertemu dengan Niji, Kakak Lila yang Dua Puluh Satu tahun lebih tua dari adiknya. Perdebatan demi perdebatan terjadi, antara Sora dan Niji, Kakak dari adik balita yang ia asuh saat ini. Meski jarak yang begitu jauh, Niji begitu menyayangi adiknya itu.
Hingga suatu hari Sora mengetahui, jika Niji adalah adik Ryuji_kekasih yang Ia cari selama ini. Ryuji bukan menghilang, tapi mengalami koma dalam waktu yang lama akibat semua penyerangan yang dialaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Surliandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kamar terlarang

Suara tangis membuyarkan semua kegiatan. Balita itu memekik begitu kencang memanggil Mamanya. Sora pun berlari, disusul Bik Mun dari belakang yang langkah kakinya mulai sedikit payah.

Sora melihat Lila sudah berada di ujung tempat tidur dan nyaris jatuh. Ia langsung meraih dan menggendong Balita bertubuh mungil itu dalam pelukannya, serta tangannya yang terampil membuatkan susu untuk anak asuhannya itu.

"Kamu sudah biasa ngasuh?" tanya Bik Mun.

"Sudah, saya sering ngasuh ponakan kalau Mamanya pergi." jawab Sora.

Bik Mun melihat Lila yang langsung tenang, dan menyenderkan kepala di bahu Sora dengan dodotnya. Langsung akrab, dan tak ada rasa canggung.

"Pas, Lila suka sama kamu. Pandai-pandai lah lagi mengambil hatinya. Di usia segitu, Ia suka tantrum. Sama, seeperti para Abangnya."

"Bukannya cuma Bang Niji?"

"Tidak, ada Satu lagi. Tapi sedang merantau." ucap Bik Mun, yang sudah  di perintahkan untuk merahasiakan keadaan Putra sulung keluarga itu.

"Owh..." ucap Sora, dengan menggoyang tubuhnya menenangkan Lila.

Sora dan Lila tampak begitu cepat akrab. Mungkin karena Sora pernah menggendong Lila sebelumnya. Mereka pun bermain bersama di kamar Lila, makan bersama, dan bahkan bernyayi seperti kebiasaan Lila dan Niji.

"Ini Kakak siapa?" goda Sora pada Lila.

"Kakak ola..." jawabnya dengan ceria.

Sora pun ikut gembira dan memeluk Lila sembari menggelitikinya sampai terkikik kegelian. Membuat Pak Rudi yang melihatnya semakin yakin untuk menitipkan sang bungsu pada Sora.

"Ra... Bapak kerja dulu, ya? Titip Lila sampai Niji pulang. Setelah itu, kamu boleh pulang dan bereskan semua barang untuk pindah kemari."

"Loh, saya nginep?" tanya Sora.

"Ya, nginep. Sekalian, supaya ngga bolak balik. Jadi kamu juga ngga usah ribet bayar uang kost, lumayan kan uangnya buat yang lain." balas Pak Rudi.

"Ah, Bapak... Udah ganteng, pengertian lagi."

"Hah?"

"Aah, engga, Pak. Saya cuma lihat Bapak kayak Ahjussi korea pavorit saya." jawab sora.

"Ada ada saja kamu ini." ucap Pak Rudi, sembari menyunggingkan senyumnya yang menawan.

Pak Rudi pergi, tinggal lah Bik Mun dan Sora di rumah. Bik Mun pun kemudian pergi sebentar untuk mencari bahan untuk memasak.

"Bibik naik motor?" tanya Sora.

"Iya, kenapa?"

"Nanti pinjem motor sebentar, mau pulang kost buat pamit."

"Iya, nanti bawa aja." jawab Bik Mun.

Sora kini menemani Lila bermain dengan bola-bola yang penuh dalam kolam balon miliknya. Ia seketika teringat sang keponakan yang pasti juga merindukan dirinya saat ini.

"Ito, rindu lah..." gumam Sora dalam diamnya.

♦️♦️♦️

"Ji, ngapain kau? Lemes nian hari ini?" tanya Jhon.

"Kepikiran Lila," jawab niji yang menidurkan kepala di meja kantin kampusnyam

"Lah_Lila kenapa, sakit? Makanya, jangan di bawa ngeluyur." Sahabat niji justru mengomelinya. Meski mereka dekat, kadang niji terlalu sering membawanya keluar apalagi untuk berkumpul dengan para sahabatnya yang lain.

"Bukan... Lila punya pengasuh, tapi kayak kurang srek sama pengasuhnya."

"Ibu-ibu biasanya lebih berpengalaman loh, kenapa malah cemas?" sambung Leo.

"Pengasuhnya gadis kok, masih muda. Seumuran sama kita-kita. Takut aja, kalau masih labil, kurang sabar, dan...."

Mendadak fikiran Niji menggambarkan sesuatu yang buruk pada Lila. Apalagi, Mama dan Papanya otomatis sudah tidak ada di rumah pada jam ini.

Bayangan-bayangan kekejaman  terus menghantui, suara tangis Lila terbayang-bayang dalam fikirannya. Ia pun terbayang tawa puas Sora ketika hatinya puas memainkan Lila. Fikirannya semakin kacau, dan halusinasinya semakin tak terkendali.  Membuatnya sulit untuk fokus pada yang ada di hadapannya.

"Wooy, ngapain ngelamun?" tegur Jhon dengan menepuk bahunya.

"Njiiir, kebayang-bayang Lila." ucap Niji.

"Telepon ke rumah kan bisa, kenapa ribet."

Niji pun segera mengambil Hp, lalu menelpon ke rumahnya. Sedikit lama, membuatnya semakin gelisah.

"Mana sih?" gerutunya.

Kaki Niji bergoyang-goyang, kepalanya berkali-kali Ia usap dengan kasar.

"Sabar, Ji... Siapa tahu mereka sibuk."

Niji tak menjawab, dan terus berusaha menelpon.

"Hallo..." jawab Sora..

"Eh, iya... Hallo, mana Lila?" tanya Niji.

"Lila? Lagi dodot, abis mandi tadi. Kenapa?"

"Rewel ngga, atau gimana?" tanya niji dengan nada cemasnya. Memang begitu cemas karena lila tak pernah disentuh orang lain selain dia dan keluarganya.

"Ih, lebay... Orang Lila juga diem daritadi. Nangis cuma bangun tidur doang. Kenapa, suudzon?"

"Ya, cemas aja. Wajarlah, namanya sama orang baru. Yaudah, mau lanjut kuliah lagi."

"Hmmmm...." jawab Sora singkat, lalu mematikan teleponnya.

Niji pun bernafas lega, dan segala khawatirnya seketika hilang. Kini Ia kembali tenang dan siap kembali dengan kuliahnya.

Niji saat ini menjadi mahasiswa tertua di kelasnya. Bahkan Jhon dan Leo berusia Dua tahun lebih muda dari Niji yang seharusnya menjadi kakak tingkat mereka. Tapi, mereka justru bersahabat sangat akrab tanpa menanggalkan rasa hormat pada yang lebih tua.

Harusnya Niji semester akhir sekarang, tapi terhenti hanya karena semua kesibukan tak pentingnya. Kala itu, Ia belum sadar arti sebuah tanggung jawab pada diri sendiri dan keluarga.

Seperti yang telah di laporkan, Lila kini sudah mandi, dan sudah rapi dengan pakaian sorenya. Padu padan antara rok tutu dan baju berbahan rajutan, serta rambutnya yang di ikat Dua kanan kiri, menambah lucu dari balita yang sedang aktif itu.

"Mama Lila, kalau pulang jam berapa, Bik?" tanya Sora pada Bik Mun.

"Kadang sore, kadang malam. Soalnya, Nyonya di IGD, terus kadang bantuin temen di praktek pribadi." jawab Bik Mun, yang kembali harus berbohong.

"Berarti, Lila jarang ketemu Mamanya ya? Kasihan. Kenapa masih ngotot kerja begitu, padahal Bapak udah kaya raya?" tanya sora. Penasaran, karena biasanya sanggup meninggalkan pekerjaan demi keluarga. Namun, yang terjadi adalahnm sebaliknya.

"Ah, jangan terlalu ikut campur lah. Kerjakan saja apa yang perlu di kerjakan. Yang tidak perlu, jangan terlalu di fikirkan." balas Bik Mun.

Sora seketika merasakan sesuatu. Seperti ada yang tengah bik mun sembunyikan darinya. Tapi kembali lagi, jika ia adalah orang baru dirumah itu. Ia tak berhak terlalu banyak bertanya dan ikut campur disana.

" Seperti familiar, itu saja." Sora membatin dan memegangi dadanya.

"Kamar yang disana, sora jangan masuk." Bik mun menunjuk pada sebuah kamar kosong yang ada didekat kamar niji. Ia tampak begitu serius ketika melarang sora untuk masuk, apalagi mencari tahu isinya. Seperti sebuah misteri, dan semakin dilarang sora akan semakin penasaran.

" Jaga diri sora... Kamu masih butuh disini untuk persembunyian kamu. Jadi, jangan macam-macam." Sora menahan diri dengan segala rasa penasaran yang ada. Jiwa petualangnya seakan terus memanggil seperti ada sesuatu di dalam sana.

"Sora," tepuk bik mun ketika sora melamun.

"Iya, maaf..."

1
L A
Lumayan
L A
Biasa
Ai Nuroh
ini ada kelanjutan nya g Thor ??
Siti Nihayah
ditunggu kelanjutannya yahh ka
Memyr 67
𝗰𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮𝗻𝘆𝗮 𝗷𝗮𝘂𝗵 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗲𝗸𝘁𝗮𝘀𝗶, 𝗺𝗲𝗹𝗶𝗵𝗮𝘁 𝗷𝘂𝗱𝘂𝗹𝗻𝘆𝗮.
Memyr 67
𝘀𝗼𝗿𝗮 𝗮𝗻𝗮𝗸 𝗸𝗼𝗻𝗴𝗹𝗼𝗺𝗲𝗿𝗮𝘁 𝗯𝗲𝗴𝗼? 𝗮𝘆𝘂𝗻𝗮 𝗰𝘂𝗺𝗮 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗹𝗮𝗶𝗻 𝗱𝗶 𝗸𝗲𝗹𝘂𝗮𝗿𝗴𝗮𝗻𝘆𝗮. 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗹𝗮𝗶𝗻 𝘆𝗴 𝗸𝗲𝗯𝗲𝘁𝘂𝗹𝗮𝗻 𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗶𝘀𝘁𝗿𝗶 𝗸𝗮𝗸𝗮𝗸𝗻𝘆𝗮. 𝗸𝗲𝗻𝗮𝗽𝗮 𝗵𝗮𝗿𝘂𝘀 𝗻𝗴𝗶𝗸𝘂𝘁𝗶 𝗮𝘆𝘂𝗻𝗮 𝘆𝗴 𝗻𝗴𝗴𝗮𝗸 𝗮𝗱𝗮 𝗵𝘂𝗯𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗿𝗮𝗵 𝘀𝗮𝗺𝗮 𝗸𝗲𝗹𝘂𝗮𝗿𝗴𝗮𝗻𝘆𝗮?
Elen Gunarti
Ditunggu up nya ya kaka
debby harahap
lanjutannya mana ya
Arif Arta
mana updatenya,apa uda ga ada niat bikin lanjutannya????
Uswatun Khasanah
penasaran sama kelanjutannya tp kok udah ada tulisan tamatnya
padahal certa belm kelar
Nurmalia Irma
yupp itu bettuul bgt ayu..suamiku juga anak pertama tapi malah adik perempuan nya yg berkuasa dikeluarga nya
Rosy
lah..kenapa mama Fatma jadi curiga sama Sora..yg patut di curigai itu papanya Sora dan kakaknya..kenapa kecelakaan mama Sora dan Ryuji sama persis..disini Sora hanya korban
Rosy
mama ana sudah meninngoy Thor..kenapa masih bisa mampir kesini 🤭
Rosy
waahh..jangan2 orang yg mencelakai mamanya Sora dan Ryuji adalah orang yg sama ya ..🤔 dan sekarang mama Fatma tau kalau Sora ada hubungan spesial sama Ryuji..
Aisah Aja
lanjut thorrr...💪🏻💪🏻💪🏻
Mirna Loden Mirna Mirna
ko gk ad lnjtan yah mohon donk 🙏🙏🙏🙏
Aish
menarik😍😍
Pujiastuti
semoga cepat terbongkar rahasia yang tersembunyi tentang kematian ibu kandungnya Sora dan kecelakaan yang dialami Ryuji,,,,

lanjut kak tetap semangat upnya 💪💪💪
Purwati Ningsih
Masih misteri.. mkin penasaran aj thorr 😊❤😘
YuliaMile
jangan² ryuji mantan kekasih sora yg diputusin demi perjodohan sora sm laki² yg selingkuh itu,kecelakaan ryuji apa ulah dr ardy kakaknya sora ya ??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!